Search Header Logo

PENILAIAN TENGAH SEMESTER KELAS X (SEJARAH INDONESIA)

Authored by novia ervinalisa

History

12th Grade

Used 42+ times

PENILAIAN TENGAH SEMESTER KELAS X (SEJARAH INDONESIA)
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

25 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE SELECT QUESTION

5 mins • 1 pt

Pilihlah salah satu jawaban yang tepat!


1 Pemimpin bergelar datuk atau raka (sbelum ada hindu)

Pemimpin bergelar raja atau maharaja

(sesudah ada hindu)


2 Sistem pemerintahan kesukuan(sbelum ada hindu)

Sistem pemerintahan kerajaan (sesudah ada hindu)


3 Sistem pemerintahan bersifat monarki (sbelum ada

hindu)

Sistem pemerintahan bersifat demokratis (sesudah ada

hindu)


4 Pemilihan pemimpin melalui sistem primus interpares

(sbelum ada hindu)

Pemilihan pemimpin atas dasar pertalian darah (sesudah

ada hindu)


5 Kekuasaan tertinggi dipegang oleh datuk (sbelum ada

hindu)

Kekuasaan tertinggi dipegang oleh rakyat (sesudah ada hindu)


Sistem pemerintahan di Indonesia sebelum dan sesudah mengenal budaya Hindu ditunjukkan oleh nomor ....

a. 1), 2), dan 3)

b. 1), 2), dan 4)

c. 2), 3), dan 4)

d. 2), 3), dan 5)

e. 3), 4), dan 5)

2.

MULTIPLE SELECT QUESTION

5 mins • 1 pt

Awalnya munculnya agama islam di Indonesia dimulai dari di wilayah Perlak berdiri suatu pemerintahan Budha yang rajanya keturunan Maharaja Pho Hela. Pada saat itu, wilayah Indonesia banyak dikunjungi kapal dagang saudagar islam dari Teluk Kambey (Gujarat) di Bandar Perlak. Selain berdagang, para saudagar juga mempunyai misi yaitu untuk menyebarkan berita tentang islam. Disebabkan hal tersebut membuat raja dan rakyatnya tertarik dengan islam dan kurang dari setengah abad mereka menganut agama islam. Hal tersebut membuat mundurnya kerajaan Hindu-Budha di Indonesia karena telah mulai bermunculan kerajaan-kerajaan islam yang menguasai wilayah Indonesia. Berdasarkan informasi tersebut, dampak kemunduran kerajaan Hindu-Budha di Indonesia pada abad XII bagi perkembangan agama islam adalah ....

a. Terjadi akulturasi kebudayaan antara kebudayaan Hindu-Budha dan islam

b. Pedagang islam mulai mengambil alih pusat perdagangan kerajaan Hindu-Budha

c. Para ulama mengumpulkan kekuatan untuk menyerang kerajaan Hindu-Budha

d. Bekas-bekas pusat kekuatan kerajaan Hindu-Budha diduduki oleh pemeluk islam

e. Agama islam semakin berkembang pesat ditandai dengan berdirinya kerajaan bercorak islam

3.

MULTIPLE SELECT QUESTION

5 mins • 1 pt

Untukk soal no 3 dan 4

Kerajaan Demak secara geografis terletak di Jawa Tengah. Kerajaan tersebut merupakan kerajaan islam pertama di Pulau Jawa. Sebelumnya kerajaan ini bernama bintoro yang merupakan bawahan kerajaan majapahit yang bercorak hindu-budha. Ketika kekuasaan Majapahit mengalami kemunduran, Demak melepaskan diri dari kekuasaan Majapahit. Dan pada saat itu Raden Patah sebagai raja pertamanya diberi gelar Sultan Alam Akbar al-Fatah. Pada masa itu wilayah pesisir Demak berkembang menjadi pelabuhan dagang pada masa pemerintahan Raden Patah. Pelabuhan Demak memiliki kedudukan penting bagi aktivitas perdagangan internasional karena ....

Demak menyediakan hasil bumi yang tidak ditemui di Pulau Sumatera

Pelabuhan Demak berfungsi sebagai permukiman bagi pedagang muslim

Kerajaan Demak tidak menerapkan pajak bagi kapal yang singgah di pelabuhannya

Bentang alam pelabuhan Demak mampu melindungi kapal-kapal yang sedang singgah

Demak merupakan pelabuhan transito yang menghubungkan perdagangan internasional antara Indonesia bagian barat dan Indonesia bagian timur

4.

MULTIPLE SELECT QUESTION

5 mins • 1 pt

Berdasarkan informasi diatas, berikut ini yang bukan termasuk faktor-faktor berdirinya kerajaan Demak yaitu ....

Jatuhnya Malaka ke tangan Portugis yang menyebabkan para pedagang islam mencari persinggahan dan perdagangan baru

Runtuhnya kerajaan Majapahit

Dikarenakan adanya Raden Patah sebagai raja pertamanya

Adanya bantuan dari para bupati daerah pesisir Jawa Tengah dan Jawa Timur yang telah menganut agama islam

Pembangunan Masjid Demak yang dipimpin oleh Sunan Kalijaga yang merupakan walisongo yang membantu proses islamisasi di kerajaan tersebut.

5.

MULTIPLE SELECT QUESTION

5 mins • 1 pt

Islamisasi di Pulau Jawa berkaitan erat dengan keberadaan para wali. Ada sembilan wali (dalam bahasa jawa disebut dengan walisongo) yang memiliki pengaruh luas dan kedudukan penting. Ada beberapa wali lokal hanya dikenal dan menyebarkan agama islam di daerah tertentu. Dalam perkembangannya, para wali juga berpengaruh di bidang politik sebagai raja yang memegang kekuasaan pemerintah secara mutlak dengan membangun wilayah sendiri. Bukti yang mendukung pernyataan tersebut adalah ....

Pengangkatan Sunan Kudus sebagai panglima perang Kerajaan Demak

Pertunjukkan seni wayang yang dipopulerkan oleh Sunan Gunung Jati

Pendirian Kerajaan Cirebon oleh Sunan Gunung Jati

Penyebaran ajaran tasawuf oleh Syekh Siti Jenar

Pelantikan raja-raja oleh Sunan Giri

6.

MULTIPLE SELECT QUESTION

5 mins • 1 pt

1. Walisongo merupakan 9 wali yang berperan dalam proses penyebaran islam di Indonesia khususnya pulau Jawa.

Dibawah ini yang bukan termasuk walisongo yang berperan dalam proses islamisasi di Pulau Jawa yaitu :

No X

1) Sunan Kudus

2) Sultan Gunung Jati

3) Pangeran Sabrang Lor

4) Sunan Kalijaga

5) Syekh Siti Jenar

6) Syekh Abdul Muhyi

Y

1) Kiai Achmad Hasyim

2) Sunan Giri

3) Sunan Gunung Jati

4) Sultan Hasanuddin

5) Sunan Ampel

6) Sunan Panggung

X1), Y1) dan X2)

X2), Y5), dan Y6)

X1), X4), dan Y5)

X3), X2), dan Y1)

Y2), Y4), dan X1)

7.

MULTIPLE SELECT QUESTION

5 mins • 1 pt

Media Image

Tokoh diatas berasal dari Sulawesi. Berhasil membangun Gowa-Tallo menjadi kerajaan Maritim yang menguasai jalur perdagangan di Indonesia bagian timur. Tokoh tersebut sangat menentang tindakan VOC yang melakukan monopoli perdagangan rempah-rempah di Indonesia. Tahun 1666, VOC mengirimkan armada perangnya untuk menyerang Makassar. Pemimpin armada tersebut adalah Cornelis Speelman. VOC juga mendapat bantuan dari Aru Palaka yang bermusuhan dengan tokoh tersebut yang tidak setuju dengan perluasan wilayah yang dilakukan kerajaan Gowa-Tallo. Dan tokoh tersebut bertekad melakukan perlawanan atas serangan VOC tersebut. Atas kegigihannya tokoh tersebut mendapat julukan “Ayam Jantan dari Timur”.

Berdasarkan informasi diatas tokoh tersebut adalah ....

Pangeran Sabrang Lor

Kesultanan Sulawesi

Raja Gowa Tallo

Sultan Hasanuddin

Sultan Malik as-Saleh

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Microsoft

Continue with Microsoft

or continue with

Facebook

Facebook

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?