
PUZZLE STORY
Authored by Mely Rukmana
Social Studies
6th Grade
6 Questions
Used 39+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
3 mins • 1 pt
Ida I Dewa Istri Kanya, pejuang perempuan asal Klungkung yang membunuh Jenderal AV Michiels
Sosok Ida I Dewa Istri Kanya menjadi simbol keberanian, ketangkasan, dan emansipasi perempuan hingga beberapa generasi setelahnya untuk tetap mempertahankan tanah leluhur. Meski namanya kini diabadikan sebagai nama balai budaya, namun gelar pahlawan nasional tak kunjung disandang. (1)
Sikap beliau yang tak pernah tunduk membuat Belanda geram. Tanggal 24 Mei 1849, ekspedisi Belanda yang baru saja selesai menghadapi Buleleng dalam Perang Jagaraga, langsung dikerahkan menuju Padang Cove (sekarang menjadi Padang Bai) untuk menyerang Klungkung. (2)
Masyarakat Klungkung tentu tidak asing lagi dengan nama Ida I Dewa Istri Kanya. Seorang ratu dari Kerajaan Klungkung yang beristana di Kusamba. Ia dikenang karena sepak terjangnya dalam melawan imperialisme Belanda. Hanya saja sampai sekarang, salah satu tokoh kebanggaan masyarakat Klungkung ini tidak kunjung dinobatkan sebagai pahlawan nasional. (3)
Sempat terpukul mundur pada serangan pertama, Ida I Dewa Istri Kanya akhirnya berhasil meracik strategi dan menyingkirkan Belanda dengan pasukan yang tersisa. Pasukan Belanda kocar-kacir. Dari serangan ini, pasukan Klungkung menewaskan jenderal Belanda paling disegani pada masanya, Andreas Victor Michiels. (4)
3 - 1 - 2 - 4
2 - 1 - 3 - 4
3 - 2 - 4 - 1
3 - 2 - 1 - 4
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
3 mins • 1 pt
Pemuda Tionghoa Pun Berjuang
“Di Kudus orang-orang Tionghoa menyatu dengan orang-orang Jawa dalam suatu pasukan bernama Matjan Poetih…” ungkap Iwan Santosa, penulis buku Tionghoa dalam Sejarah Kemiliteran: Sejak Nusantara Sampai Indonesia. (1)
Jika menghubungkan era perjuangan kemerdekaan dengan etnis Tionghoa, orang-orang kerap hanya mengingat Pao An Tui (Badan Pelindung Keselamatan). Organ keamanan masyarakat Tionghoa yang didirikan pada 28 Agustus 1947 tersebut memang memilih jalan berlawanan dengan pemerintah Republik dan secara tegas memihak Belanda. (2)
“Orang-orang Tionghoa yang menjadi korban “masa bersiap” membentuk Pao An Tui dengan dalih untuk membela diri dari gangguan orang-orang Republik,” ujar Sulardi, penulis buku Pao An Tui 1947-1949, Tentara Cina Jakarta. (3)
Namun tidak seluruh orang Tionghoa mengikuti jalan Pao An Tui. Di Surakarta, sekelompok pemuda Tionghoa mendirikan organ perjuangan pro Republik bernama BPRT (Barisan Pemberontak Rakjat Tionghoa) pada 4 Januari 1946. Dalam waktu yang sama pula di Pemalang, para pemuda Tionghoa membentuk LTI (Lasjkar Tionghoa Indonesia). (4)
2 - 1 - 3 - 4
2 - 3 - 4 - 1
4 - 2 - 3 - 1
2 - 3 - 1 - 4
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
3 mins • 1 pt
Kami mengikuti upacara kurang lebih selama 30 menit. Tidak lama kemudian ada salah satu temanku berceletuk, “Lama banget sih, udah cape berdiri terus! Mana panas …” Ada juga dari mereka yang malah sibuk ngobrol dan asyik sendiri. Kalau kalian termasuk salah satu di antara teman-temanku tadi, mendingan berhenti melakukan hal itu. Apa kalian tidak bisa menahan sedikit untuk berdiri sebentar dan mengikuti upacara dengan khidmat? (1)
Aku pernah bertanya pada salah satu guruku. Lalu beliau berkata, “Karena hari Senin adalah hari pertama memulai kegiatan setelah libur akhir pekan, dan awal pekan ini sangat cocok sekali untuk mengisi nilai-nilai nasionalisme. Semangat para siswa siswi masih sangat tinggi kalau dilakukan di hari Senin.” Rasanya aku belum puas mendengar jawaban itu, tapi jawaban yang diberikan oleh guruku cukup logis. (2)
Setidaknya kalian bisa menghormati jasa para pahlawan kita. Jika masih sulit juga untuk mengenang dan menghormati jasa pahlawan, anggap saja kalian sedang bersyukur karena tidak harus lahir pada masa sebelum kemerdekaan dan ikut berperang seperti para pahlawan kita yang sudah berjuang untuk mendapatkan kemerdekaan, sampai-sampai terjadi pertumpahan darah dan bahkan merelakan nyawa mereka. (3)
Apa kalian juga mengalami hal yang sama dengan diriku? Atau kalian mempunyai cerita lain? Aku hanya ingin kalian tahu. Memang, upacara bendera bukanlah satu-satunya penentu rasa nasionalisme kalian, tetapi apa salahnya untuk meluangkan waktu setengah jam dalam satu minggu agar kalian sadar bahwa kalian adalah putra putri harapan bangsa yang sudah sepatutnya meneruskan perjuangan para pahlawan. (4)
“Semua murid yang masih berada di kelas segera berkumpul di lapangan sekarang!” Begitulah perintah salah satu guru setiap pagi hari Senin. ‘UPACARA’ pasti kalian tidak asing dengan kata itu. Tapi satu hal yang tidak aku mengerti, mengapa upacara bendera selalu dilaksanakan setiap hari Senin padahal 17 Agustus 1945 jatuh pada hari Jumat. (5)
5 - 1 - 2 - 4 - 3
1 - 5 - 2 - 4 - 3
2 - 5 - 3 - 4 - 1
5 - 2 - 1 - 3 - 4
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
3 mins • 1 pt
Pengibar Sang Saka Merah Putih
Abdul Latif Hendraningrat pernah menjadi pasukan Pembela Tanah Air (PETA) dan ikut dalam berbagai pertempuran. Ia pernah menjabat Komandan Komando Kota ketika Belanda menyerbu Yogyakarta (1948). Kemudian ia ditunjuk sebagai atase militer Republik Indonesia untuk Filipina (1952), lalu dipindahkan ke Washington hingga tahun 1956. (1)
Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan melibatkan banyak pihak. Salah satunya adalah mereka yang mengibarkan Sang Saka Merah Putih. Berkibarnya bendera Merah Putih menegaskan berdirinya negara Indonesia yang merdeka dan berdaulat. (2)
Abdul Latif Hendraningrat adalah salah satu pengibar bendera pada 17 Agustus 1945 di Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta. Ia adalah lulusan Sekolah Tinggi Hukum. Saat menjadi mahasiswa, ia mengajar bahasa Inggris di beberapa sekolah menengah swasta, seperti yang dikelola oleh Muhammadiyah dan perguruan rakyat. Ia juga ditugaskan ke New York untuk memimpin rombongan tari. (3)
Menjadi petugas pengibar bendera tidaklah mudah. Tugas tersebut adalah tugas tim yang terdiri dari beberapa orang dan membutuhkan kerja sama yang baik. Setiap anggota harus memahami anggota lain sehingga upacara dapat berjalan dengan khidmat. (4)
2 - 4 - 3 - 1
2 - 3 - 4 - 1
2 - 1 - 4 - 3
2 - 4 - 1 - 3
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
3 mins • 1 pt
SEJARAH SINGKAT JENDERAL SOEDIRMAN
Saat terjadi Agresi Militer II Belanda, beliau dalam keadaan lemah karena sakit. Namun beliau tetap bertekad ikut terjun bergerilya walaupun harus ditandu. Dalam keadaan sakit, ia memimpin dan memberi semangat pada prajuritnya untuk melakukan perlawanan terhadap Belanda. Itulah sebabnya mengapa ia disebutkan sebagai salah satu tokoh besar yang dilahirkan oleh revolusi negeri ini. (1)
Jenderal Soedirman dilahirkan pada tanggal 24 Januari 1916 di Desa Bodaskarangjati, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Beliau merupakan pahlawan yang pernah berjuang untuk merebut kemerdekaan Republik Indonesia dari tangan penjajahan. Saat usianya masih relatif muda yaitu 31 tahun sudah menjadi seorang jenderal. Walaupun menderita sakit paru-paru yang parah, ia tetap bergerilya melawan Belanda. (2)
Pada tanggal 1 Januari 1946, beliau mengikuti Konferensi TKR di Yogyakarta. Dalam kesempatan tersebut beliau menyampaikan kata-kata mutiara sebagai berikut:
“Tentara hanya memiliki kewajiban satu, ialah mempertahankan kedaulatan negara dan menjaga keselamatannya, sudah cukup kalau tentara teguh memegang kewajiban ini. Lagi pula sebagai tentara, disiplin harus dipegang teguh. Tunduk kepada pimpinan atasannya dengan ikhlas mengerjakan kewajibannya, tunduk kepada perintah pimpinannya itulah yang merupakan kekuatan dari suatu tentara. Bahwa negara Indonesia tidak cukup dipertahankan oleh tentara saja, maka perlu sekali mengadakan kerja sama yang seerat-eratnya dengan golongan serta badan-badan di luar tentara. Tentara tidak boleh menjadi alat suatu golongan atau siapapun juga.” (3)
Jenderal Besar Soedirman merupakan salah satu pejuang dan pemimpin yang patut menjadi teladan bangsa ini. Pribadinya teguh pada prinsip dan sangat bijak. Beliau memiliki keyakinan yang teguh, selalu mengedepankan kepentingan masyarakat banyak serta bangsa di atas kepentingan pribadinya. Ia selalu konsisten dan konsekuen dalam membela kepentingan tanah air, bangsa, dan negara. (4)
2 - 1 - 4 - 3
2 - 3 - 1 - 4
2 - 4 - 3 - 1
2 - 4 - 1 - 3
6.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
3 mins • 1 pt
Sejarah Lomba Panjat Pinang
Tak hanya di Tiongkok, permainan yang mirip dengan panjat pinang juga sudah dikenal di Malta pada Abad Pertengahan atau sejak runtuhnya Kekaisaran Romawi Barat pada abad ke-5 hingga abad ke-15 Masehi. Diwartakan Time of Malta (29 Agustus 2016), masyarakat di wilayah kepulauan yang terletak di Eropa bagian selatan ini memainkan panjat pinang, atau yang dalam istilah lokal disebut gostra, untuk meramaikan Festival Saint Julian. (1)
Panjat pinang bahkan punya sejarah khusus di New York, Amerika Serikat. James Riker dalam Evacuation Day 1783 (1883) mengungkapkan kisah nyata yang mengawali dikenalnya permainan ini bagi masyarakat New York. Riker memaparkan, legenda panjat pinang di New York bermula pada peristiwa 25 November 1783, yakni ketika seorang prajurit AS bernama John van Arsadale memanjat tiang bendera yang telah diminyaki oleh pasukan Inggris. Arsadale menaiki tiang licin itu untuk mengganti bendera Inggris atau Union Jack dengan Stars and Stripes atau bendera AS. Pada tanggal itu, pasukan Inggris memang meninggalkan Kota New York setelah berakhirnya Perang Revolusi Amerika. Peristiwa bersejarah ini pun diperingati oleh warga New York dengan mengibarkan bendera setiap tahunnya. (2)
Setiap tahun biasanya dalam perayaan Kemerdekaan RI, di beberapa tempat akan diadakan lomba panjat pinang. Panjat pinang atau dalam bahasa Inggris disebut Greasy Pole sudah dikenal di Indonesia sejak zaman kolonial Belanda. Kala itu, orang Belanda sering menggelar panjat pinang untuk meramaikan acara, seperti pernikahan, kelahiran anak, dan sejenisnya. Tradisi panjat pinang sebenarnya juga dikenal di berbagai belahan bumi, tak hanya di Eropa atau Belanda saja. Sejarah atau asal-usul panjat pinang pun ada beberapa versi dari masing-masing tempat yang mengenal permainan ini. (3)
Rinto Jiang dalam artikelnya bertajuk “Korelasi Perlombaan Panjat Pinang di Indonesia dengan Budaya Tionghoa” yang dimuat di website Forum Budaya dan Sejarah Tionghoa (22 Januari 2012) mengungkapkan bahwa permainan ini sudah lama populer di Tiongkok dengan nama qiang-gu, bahkan sejak zaman Dinasti Ming (1368-1644). (4)
1 - 2 - 3 - 4
3 - 4 - 1 - 2
3 - 1 - 4 - 2
4 - 3 - 2 - 1
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?
Similar Resources on Wayground
10 questions
Tema 6 kelas 6
Quiz
•
6th Grade
10 questions
UNIT 9: BENDERA BERKIBAR
Quiz
•
5th - 6th Grade
10 questions
ASEAN
Quiz
•
6th Grade
10 questions
masa kemerdekaan Indonesia
Quiz
•
6th Grade
10 questions
Kuis PKN Kelas XI
Quiz
•
KG - 12th Grade
10 questions
soal IPS tema 1 kelas 6
Quiz
•
6th Grade
10 questions
Hewan Sahabatku
Quiz
•
6th Grade
10 questions
PPKn Menghargai Nilai Juang dalam Proses Perumusan Pancasila
Quiz
•
6th Grade
Popular Resources on Wayground
5 questions
This is not a...winter edition (Drawing game)
Quiz
•
1st - 5th Grade
25 questions
Multiplication Facts
Quiz
•
5th Grade
10 questions
Identify Iconic Christmas Movie Scenes
Interactive video
•
6th - 10th Grade
20 questions
Christmas Trivia
Quiz
•
6th - 8th Grade
18 questions
Kids Christmas Trivia
Quiz
•
KG - 5th Grade
11 questions
How well do you know your Christmas Characters?
Lesson
•
3rd Grade
14 questions
Christmas Trivia
Quiz
•
5th Grade
20 questions
How the Grinch Stole Christmas
Quiz
•
5th Grade
Discover more resources for Social Studies
22 questions
Review: History of Russia and Europe
Quiz
•
6th Grade
15 questions
Chapter 5 Vocabulary extra words
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Winter
Quiz
•
6th Grade
40 questions
First Semester Social Studies 2025-2026 Final Exam Review #2
Quiz
•
6th Grade
25 questions
Semester Review of Ancient Civilizations
Quiz
•
6th Grade
30 questions
S1 Social Studies Final Practice 25
Quiz
•
6th - 8th Grade
50 questions
Science QA2 Review 2025-2026
Quiz
•
6th Grade
17 questions
Timelines
Quiz
•
6th Grade