Search Header Logo

Menyimpulkan Unsur-unsur Cerita Pendek

Authored by Mas Mahfud

World Languages

9th Grade

Used 37+ times

Menyimpulkan Unsur-unsur Cerita Pendek
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

15 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE SELECT QUESTION

30 sec • 1 pt

Bacalah kutipan cerpen berikut!

“Harga di pasar mungkin bisa lebih, Di! Tetapi nenek sudah tidak kuat menurunkan buah itu dan membawanya ke pasar. Masih ada orang yang mau datang membeli di sini saja sudah untung!” kata nenek lagi. Nadanya pasrah dan menerima apa adanya saja.

“Hm ... kalau boleh, kami akan menjualnya, Nek! Pokoknya, paling sedikit nenek dapat tiga ribu rupiah. Boleh, Nek?” Tanya Adi.

Nek Haris tampak menimbang-nimbang. “Boleh saja. Asal nanti kalian tidak dimarahi orang tua kalian.

.........................................

Watak Adi dalam kutipan cerpen di atas adalah ... .

suka menolong

suka berbohong.

pandai membujuk

suka menipu

2.

MULTIPLE SELECT QUESTION

30 sec • 1 pt

Perhatikan kutipan cerpen berikut!


Dari kejauhan terdengar sayup-sayup suara adzan tanda waktu salat asar telah tiba. Pertandingan catur antar kelas di sekolah kami pun berakhir dengan Yadi sebagai juara pertama, Burhan juara kedua, dan aku juara ketiga. Sambil menimang-nimang piala, Yadi tertawa riang.


Sudut pandang pada penggalan cerpen di atas adalah ....

orang pertama pelaku sampingan

orang kedua pelaku sampingan

orang pertama pelaku utama

orang ketiga di luar cerita

3.

MULTIPLE SELECT QUESTION

30 sec • 1 pt

Perhatikan kutipan cerpen berikut!

...............................................

Doni ingin barter prangko lagi, maka ia menyusun ketiga temannya untuk membawa album prangko mereka. Di taman sekolah, mereka saling melihat isi album prangko lagi. Tiba-tiba Doni berkata, “Maafkan aku, Bob. Tapi kau telah mencuri prangko Oscar!:

Semua terkejut. Bobi segera membantah dengan keras, “Enak saja kau menuduhku. Mana buktinya?”

“Katamu kemarin, tantemu tinggal di Amesterdam. Tapi stempel prangko yang terbaca di sini adalah ‘tterdam’,” kata Doni sambil menunjuk tulisan stempel di atas prangko. Semua bergantian melihatnya dengan teliti.

Latar suasana dalam kutipan cerpen di atas adalah ... .

senang

sedih

kalut

tegang

4.

MULTIPLE SELECT QUESTION

30 sec • 1 pt

Perhatikan kutipan cerpen berikut !


(1)“Sedekah , Pak,” ujar ibu di depanku, membuyarkan kegilaanku. (2) Aku mengeleng. (3)Ibu itu kembali menoleh kepada ku, tetapi aku tetap mengeleng. (4)Aku sadar atas kekurangan dan kemiskinan yang juga menjeratku. (5) Haruskah aku menolong , padahal di saat ini aku juga sedang membutuhkan pertolongan ? (6)Apa salahnya aku memberi sedikit yang kumiliki, ….


Sudut pandang yang digunakan pengarang dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….

Orang pertama pelaku utama

Orang pertama pelaku sampingan

orang ketiga pencerita

orang ketiga serba tahu

5.

MULTIPLE SELECT QUESTION

30 sec • 1 pt

(1) Pada beberapa tempat, ilalang berbunga putih beralun-alun sama berayun dengan rumput dihembus udara. (2) Sebuah lengkungan perbatasan bumi dengan langit. (3) Garis yang mengantar matahari menuju peristirahatannya. (4) Langit yang kuning muda, berbisik putih diantaranya terjalin warna keemasan .


Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut terjadi pada sore hari terdapat pada kalimat nomor ….

(1)

(2)

(3)

(4)

6.

MULTIPLE SELECT QUESTION

30 sec • 1 pt

Perhatikan kutipan cerpen berikut !


(1)Nek, Didi minta makan sekarang, ya Nek? Tanyanya mencoba merayu perempuan tua itu. (2) Nenek diam saja . (3) Tak peduli. (4) Boleh , Nek? Boleh? (5)Didi terkejut dibentak nenek. (6)Aku bilang tunggu, tunggu! Kau tidak mengerti? Tunggu sebentar lagi kakekmu pulang. 7) Diam-diam Didi melihat jam di atas meja kecil dekat radio. Sudah pukul tiga ….


Suasana tegang dalam kutipan cerpen tersebut ditunjukkan oleh kalimat ….

(1) dan (2)

(3) dan (4)

(5) dan (6)

(6) dan (7)

7.

MULTIPLE SELECT QUESTION

30 sec • 1 pt

Bacalah kutipan cerpen berikut dengan saksama!


Rasa berat untuk berpikir bahwa orang seperti dia bisa melakukan tindakan tidak terpuji. Tapi apa boleh buat, ada dugaan kuat bahwa paling tidak ia telah berbuat salah yang membuatnya begitu resah. Dan inilah peristiwa yang mengawali dugaan itu, seperti berulang kali diceritakan ibu. ” Waktu itu, kelihatan sekelebatan orang keluar.”Waktu mau balik, tiba-tiba ada perasaanku tidak enak. “Lalu saya ke tempat menyimpan kendaraan ayah.” Ternyata bukan Darmin.”


Amanat pada kutipan cerpen tersebut adalah….

Jangan menuduh kalau tidak ada bukti, waspada boleh saja.

Membantu orang yang ditimpa masalah.

Memaafkan kesalahan orang lain dengan ikhlas.

Jangan menyimpan barang tidak pada tempatnya.

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?