Search Header Logo

SOAL BAHASA INDONESIA TEMA PUISI DAN PROSA

Authored by Imelda Gultom

World Languages

7th - 9th Grade

Used 165+ times

SOAL BAHASA INDONESIA TEMA PUISI DAN PROSA
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

20 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

1. Bentuk karya sastra dari hasil ungkapan dan perasaan penyair dengan bahasa yang terikat irama, matra, rima, penyusun lirik dan bait, serta penuh makna. Pernyataan tersebut merupakan pengertian dari….

Prosa

Cerita Pendek

Karya Sastra

Puisi

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Bacalah kutipan puisi berikut ini untuk menjawab soal no 2-3!

Surat dari Ibu

Pergi ke dunia luas, anakku sayang

pergi ke hidup bebas!

Selama angin masih angin buritan

dan matahari pagi menyinar daun-daunan

dalam rimba dan padang hijau.


Pergi ke laut lepas, anakku sayang

pergi ke alam bebas!

Selama hari belum petang

dan warna senja belum kemerah-merahan

menutup pintu waktu lampau.


Jika bayang telah pudar

dan elang laut pulang ke sarang

angin bertiup ke benua

Tiang-tiang akan kering sendiri

dan nakhoda sudah tak pedoman,

boleh engkau datang padaku


Kembali pulang, anakku sayang

kembali ke balik malam!

Jika kapalmu telah rapat ke tepi

Kita akan bercerita

“Tentang cinta dan hidupmu pagi hari.”


2. Puisi di atas bertema tentang…

Kasih sayang Ibu

Petualangan

Keindahan Langit

Suasana Alam

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

3. Puisi di atas termasuk puisi...

Puisi Lama

Puisi baru

Prosa Lama

Prosa Baru

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Elang Laut

Ada elang laut terbang

senja hari

antara jingga dan merah

surya hendak turun,

pergi ke sarangnya.


Apakah ia tahu juga,

bahwa panggilan cinta

ada ditahan kabut

yang menguap pagi hari?


Bunyinya menguak suram

lambat-lambat

mendekat, ke atas runjam

karang putih,

makin nyata.


Sekali ini jemu dan keringat

tiada akan punya daya

tapi topan tiada mau

dan mengembus ke alam luas.


Jatuh elang laut

ke air biru, tenggelam

dan tiada timbul lagi


Rumahnya di gunung kelabu

akan terus sunyi,

Satu-satu akan jatuh membangkai

ke bumi, bayi-bayi kecil tiada bersuara.

Hanya anjing,

malam hari meraung menyalak bulan

yang melengkung sunyi.

Suaranya melandai

turun ke pantai

Jika segala senyap pula,

berkata pemukat tua:

“Anjing meratapi orang mati!”


Elang laut telah

hilang ke lunas kelam

topan tiada bertanya

hendak ke mana dia.

Dan makhluk kecil

yang membangkai di bawah

pohon eru, tiada pula akan

berkata:

“Ibu kami tiada pulang.”


Bacalah kutipan puisi berikut ini untuk menjawab soal no 4-5!


4. Identifikasi majas yang digunakan dalam puisi diatas…

Metafora

Hiperbola

Asosiasi

Personifikasi

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

5. Tema yang terdapat dalam puisi tersebut adalah…

Cinta

Kesunyian

Penantian

Rohani

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

6. Perbedaan puisi dan prosa adalah ...

Puisi berbentuk sajak sedangkan prosa berbentuk cerita atau teks.

Prosa bersifat denotatif atau mengandung makna yang sebenarnya, sedangkan Puisi adalah sebuah karya tulis sastra yang terikat dalam aturan menulis seperti rima, irama, dan penyusun bait dan baris bahasanya terlihat indah dan penuh makna.

Puisi bersifat denotatif dan bermakna sedangkan prosa berbentuk kalimat paragraf

Tidak memiliki perbedaan

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Bacalah kutipan puisi berikut ini untuk menjawab soal no 7-8!

Pengakuan

Akulah musafir yang mencari Tuhan

Atas runtuhan gedung dan dada yang remuk

Dalam waktu tiada kenal berdiam dan samadi

Serta kepercayaan pada cinta yang hilang bersama kabut pagi.

Akulah yang telah berperi,

Tentang kerinduan akan penyelesaian yang tamat,

Dari manusia, dari dunia, dan dari Tuhan.


Ah, bumi yang mati,

Lazuardi yang kering.

Bagaimana aku masih dapat,

Menyayangkan air mata berlinang dari kembang kerenyam yang kering,

Sedang kota-kota dan rumah-rumah bambu lebih rendah dari wajah lautan.


Satu-satu masih terbayang antara pelupuk mata telah hampir terkatup,

Karena murtad, karena tiada percaya

Karena lelah, karena tiada punya ingatan,

Suatu lukisan dari deru air berlayar atas lunas berganti-ganti bentuk


Dari suatu lembah gelap dan suram

Menguapkan kabut mati dari suatu kerahasiaan,

Tuhan yang berkata.

Akulah musafir yang mencari Tuhan,

Dalam negeri batu retak,

Lalang dan api yang siap bertemu.

Suatu kisah sedih dari sandiwara yang lucu,

Dari seorang pencari rupa,

Dari rupa yang tiada lagi dikenalinya.


Perawan ringan, perawan riang

Berlagulah dalam kebayangan

Berupa warena

Berupa wareni,

Dan berlupalah sebentar akan kehabisan umur.

Marilah bermain.

Marilah berjalin tangan,

Jangan ingat segala yang sedih,

Biarkanlah lampu-lampu kelip

Lebih samar dari sinar surya senja.

Kita akan bermain,

Dan tidur pulas, sampai

Datang lagi godaan:

“Akulah musafir yang mencari Tuhan.”

7. Identifikasi majas yang digunakan dalam puisi diatas…

Metafora

Hiperbola

Asosiasi

Personifikasi

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?