Search Header Logo

UAS FILSAFAT PENDIDIKAN MATEMATIKA

Authored by Olenggius Jiran Dores

Philosophy

University

Used 6+ times

UAS FILSAFAT PENDIDIKAN MATEMATIKA
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

30 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins • 1 pt

Filsafat matematika adalah ....

cabang filsafat yang berujuan untuk membuat dan menjelaskan sifat dari matematika

cabang filsafat yang berujuan untuk membuktikan dan menjelaskan sifat dari matematika

cabang filsafat yang berujuan untuk merenungkan dan menjelaskan sifat dari matematika

cabang filsafat yang berujuan untuk membuktikan dan menjelaskan pendidikan matematika

cabang filsafat yang berujuan untuk menjelaskan pendidikan matematika

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins • 1 pt

Peran filsafat matematika adalah

dasar kepastian pengetahuan matematika

untuk memberikan landasan yang sistematis dan absolut untuk pengetahuan matematika, yaitu dalam nilai kebenaran matematika

sifat kebenaran matematika

prosedur untuk memverifikasi atau memberikan pembenaran pada suatu pernyataan

memberikan dasar kepastian pengetahuan matematika

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins • 1 pt

Sebelum menanyakan hakikat dari ilmu matematika, pertama-tama perlu mempertimbangkan hakikat ilmu pengetahuan pada umumnya. Jadi kita mulai dengan pertanyaan .....

apa itu matematika?

apa itu ilmu pengetahuan?

apa itu ilmu?

itu ilmu apa?

matematika itu apa?

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

Bukti ini menetapkan 1 + 1 = 2 sebagai item pengetahuan matematika atau kebenaran, sesuai dengan analisis sebelumnya, yaitu bukti ....

induktif legitimasi

deduktif legitimasi

deduktif-induktif

induktif-deduktif

induktif-deduktif-legitimasi

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins • 1 pt

Pandangan absolutis dalam pengetahuan matematika adalah ....

pengetahuan matematika adalah kebenaran mutlak, dan merupakan pengetahuan yang tidak unik, terlepas dari logika dan pernyataan yang benar berdasarkan makna istilah, seperti 'Semua bujangan adalah yang belum menikah'

pengetahuan matematika adalah kebenaran tidak mutlak, dan merupakan pengetahuan yang unik, terlepas dari logika dan pernyataan yang benar berdasarkan makna istilah, seperti 'Semua bujangan adalah yang belum menikah'

pengetahuan matematika adalah kebenaran mutlak, dan merupakan pengetahuan yang unik, terlepas dari tidak logika dan pernyataan yang benar berdasarkan makna istilah, seperti 'Semua bujangan adalah yang belum menikah'

pengetahuan matematika adalah kebenaran mutlak, dan merupakan pengetahuan yang unik, terlepas dari logika dan pernyataan yang benar berdasarkan makna istilah, seperti 'Semua suami adalah yang belum menikah'

pengetahuan matematika adalah kebenaran mutlak, dan merupakan pengetahuan yang unik, terlepas dari logika dan pernyataan yang benar berdasarkan makna istilah, seperti 'Semua bujangan adalah yang belum menikah'

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins • 1 pt

Dalam istilah populer, formalisme adalah ....

pandangan bahwa matematika adalah permainan yang dimainkan dengan informal berarti tanda di atas kertas, mengikuti aturan

pandangan bahwa matematika adalah permainan yang dimainkan dengan formal berarti tanda di atas kertas, tidak mengikuti aturan

pandangan bahwa matematika adalah permainan yang dimainkan dengan formal berarti tanda di atas kertas, mengikuti aturan

pandangan bahwa matematika adalah bukan permainan yang dimainkan dengan formal berarti tanda di atas kertas, mengikuti aturan

pandangan bahwa matematika adalah permainan yang dimainkan dengan non formal berarti tidak ada tanda di atas kertas, mengikuti aturan

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins • 1 pt

Kritik fallibilist untuk absolutisme pada Pembentukan kebenaran matematika yaitu ....

mendeduktifkan teorema dari seperangkat teorema, membutuhkan asumsi lebih lanjut, yaitu aksioma dan aturan inferensi logika sendiri

mendeduktifkan teorema dari seperangkat aksioma, membutuhkan teorema lebih lanjut, yaitu aksioma dan aturan inferensi logika sendiri

mendeduktifkan teorema dari seperangkat aksioma, membutuhkan asumsi lebih lanjut, yaitu aksioma dan aturan koheren logika sendiri

mendeduktifkan aksioma dari seperangkat teorema, membutuhkan asumsi lebih lanjut, yaitu aksioma dan aturan inferensi logika sendiri

mendeduktifkan teorema dari seperangkat aksioma, membutuhkan asumsi lebih lanjut, yaitu aksioma dan aturan inferensi logika sendiri

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?