
Unsur Intrinsik Cerpen
Authored by Rosmeilina Mayangsari
World Languages, Arts, Fun
7th - 10th Grade
Used 5+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
10 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Kuingin kau berbohong padaku. Seperti yang kau utarakan kemarin, dan yang kemarin dulu itu. Ketika mentari meredup berpendar di pucuk daun sebelah barat rumah dan ketika kerumunan itu tak lagi bersamamu, kau mulai dengan kisah kebohonganmu yang pertama kepadaku.
Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar waktu sore terdapat pada kalimat....
Ketika mentari meredup......
seperti yang kau utarakan kemarin....
ketika kerumunan tidak bersama
kuingin kau berbohong padaku
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
(1)"Apakah peranku bagimu, silumankah aku?" tak ada jawabmu, hanya angin berdesir di sekeliling kita.
(2)Bulan pucat tak bisa menyembunyikan senyumanmu demi melihat kerutan di dahiku.
(3)Biarlah menjadi rahasia alam akan apa yang kita rasakan ini.
(4)Jangan lagi memaknainya, menanyakannya atau mengharapkannya esok hari.
Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar malam hari terdapat pada nomor ….
(1)
(2)
(3)
(4)
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Dengan memberanikan diri, aku pun bertanya, "Apa Ibu kenal dengan seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di sana itu?" Ia menjawab, "Silakan masuk, Nyonya! Kalau Anda ibunya Eric, sungguh Anda tak punya hati!”. (1) Ia membuka pintu tempat tinggalnya.
"Tolong katakan, di mana ia sekarang? Saya janji menyayanginya dan tidak akan meninggalkannya lagi!” (2)
Aku berlari memeluk tubuhnya yang bergetar keras. "Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Eric telah meninggal dunia. (3) Jasadnya ditemukan di kolong jembatan,” jawabnya dengan suara terbata-bata.
(4)”Eric... maafkan Ibu, Nak!” Aku sungguh menyesal, mengapa anakku Eric, dulu kutinggalkan.
Latar tempat pada kutipan cerita tersebut ditunjukkan pada kalimat nomor ...
(1)
(1) dan (3)
(2) dan (4)
(4)
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Seperti teman-temannya yang lain, sebenarnya Andi ingin sekali memberi hadiah untuk Tommy, tetapi ia tidak enak hati meminta uang pada ibunya. Apalagi, ibu hanya diam ketika ia menyodorkan undangan pesta ulang tahun Tommy kemarin. Saat itu, ibu sedang duduk-duduk di beranda sambil memandangi matahari yang mulai tenggelam. Diamnya ibu, pertanda ibu belum punya uang untuk membeli hadiah. Andi sadar, sejak ayahnya meninggal tiga tahun yang lalu, ia dan ibunya memang harus hidup hemat.
”Ah masa iya aku tak bisa memberi hadiah untuk Tommy temanku?” gumam Andi seraya bangkit dari tempat tidur pembaringan. Ia beranjak menuju meja belajarnya. Dimatikannya lampu tidurnya dan digantinya dengan lampu belajar. Ia mengambil secarik kertas, pensil, dan spidol warna-warni. Tangannya mulai mencorat-coret. Kini, ada senyum menghiasi bibirnya, “Besok pagi, aku sudah punya hadiah untuk Tommy.”
Cerita tersebut memiliki latar waktu.....
pagi hari
siang hari
tidak tahu
malam hari
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Seperti teman-temannya yang lain, sebenarnya Andi ingin sekali memberi hadiah untuk Tommy, tetapi ia tidak enak hati meminta uang pada ibunya. Apalagi, ibu hanya diam ketika ia menyodorkan undangan pesta ulang tahun Tommy kemarin. Saat itu, ibu sedang duduk-duduk di beranda sambil memandangi matahari yang mulai tenggelam. Diamnya ibu, pertanda ibu belum punya uang untuk membeli hadiah. Andi sadar, sejak ayahnya meninggal tiga tahun yang lalu, ia dan ibunya memang harus hidup hemat.
”Ah masa iya aku tak bisa memberi hadiah untuk Tommy temanku?” gumam Andi seraya bangkit dari tempat tidur pembaringan. Ia beranjak menuju meja belajarnya. Dimatikannya lampu tidurnya dan digantinya dengan lampu belajar. Ia mengambil secarik kertas, pensil, dan spidol warna-warni. Tangannya mulai mencorat-coret. Kini, ada senyum menghiasi bibirnya, “Besok pagi, aku sudah punya hadiah untuk Tommy.”
Amanat dari penggalan cerpen di atas adalah....
Hormati kedua orang tua
Berpikir matang sebelum melakukan sesuatu
Tidurlah saat malam tiba.
Jangan menganggu Ibu saat malam hari.
6.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Cairo memasuki musim semi. Pagi yang indah. Langit yang cerah. Orang-orang menatap hari dengan penuh gairah. Bgitu juga Mahmid. Ia melangkah memasuki gerbang Universitas Al Azhar dengan semangat membuncah. Fakultas Dakwah di Nasr City demikian ia cintai. Ia bayangkan hari yang indah penuh barakah. Mata kuliah Sirah Nabawiyyah, Fiqih Dakwah, Fiqh Al Muqaranah, Qiraah Sab’ah, Syaikh Fahmi Abdullah, Syaikh Yahya Ash Shabrawi, Prof. Dr. Abdul Aziz Abdih, teman-teman yang sesemangat, seirama dan se-ghirah. Mencintai rasulullah seutuhnya, tekad membaktikan diri sepenuhnya pada agama Allah. Semuanya menjadi cahaya dalam dada. Menjadi mentari bagi semangatnya. (Dikutip dari, https://d220887.wordpress.com/2008/07/08/cerpen-nyanyian-cinta-oleh-habiburahman-el-shirazy/)
Latar waktu dan tempat yang sesuai dengan kutipan di atas adalah ….
Cairo di musim panas
Cairo di malam hari
Cairo di pagi hari
Cairo di musim gugur.
7.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Kupaksakan diri menuju taman di depan rumah. Kududuk di atas bangku kayu yang masih segar dengan aroma catnya. Aku dapat melihat ibu menuju kamarku, mungkin untuk membersihkan debu dan sarang laba-laba yang telah menghiasi sudut ruang. Apakah ibu akan melihat ke bawah tempat tidurku dan menarik kotak yang kusembunyikan tanpa keraguan sedikitpun? Mungkin kubiarkan saja jika ibu membaca beberapa halaman, dengan begitu ibu akan berbicara kepadaku. (Dikutip dari, https://www.kompas.id/baca/cerpen-hiburan/2021/03/27/surtikanti/)
Alur yang sesuai dengan kutipan cerita pendek di atas adalah ….
maju
campuran
mundur
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?