Search Header Logo

Fabel

Authored by Maria Yashinta

World Languages

KG - 7th Grade

Used 4K+ times

Fabel
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

10 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Fabel termasuk cerita jenis ....

fiksi

nonfiksi

alkitab

biografi

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins • 1 pt

Bacalah cerita fabel berikut!

Ulat Yang Sombong


Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah 2 ekor ulat. Yang satu bernama Fintu yang bersifat ramah, rendah hati dan baik. Sedangkan yang satunya bernama Tuvi yang bersifat angkuh dan suka meremehkan binatang lain.

Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.

“Hai Tuvi, bolehkah aku meminta sedikit makananmu?” pinta Fintu.

“Hey, Fintu! Ini makananku dan tetap makananku. Sana cari makanan yang lain!” tolak Tuvi.

“B-baiklah…” Fintu menunduk dan berlalu.

Lain hari, akan ada pesta hutan. Semua binatang diundang. Putha si burung hantu dengan gesitnya membagikan undangan berupa daun itu dimalam hari dan menaruhnya di depan pintu rumah para binatang.

Esok harinya, terdengar sorakan dari para binatang.

“Asyik! Pasti di sana ada banyak makanan! Aku bisa makan sepuasnya!” sorak Cattya si anak kucing.

“Aku juga bisa makan biji-bijian, kan? Oh ya, bagi para ulat kalian tenang saja, aku tak akan memakan kalian, kok!” pekik Chacky si ayam jago.

Fintu hanya tersenyum mendengar pernyataan teman-temannya itu

Namun tiba-tiba…

“Ah, ini hanya pesta kecil! Lihat saja, suatu saat nanti, aku akan membuat pesta yang lebih besar!” Dengan angkuh Tuvi berkata.

“Tuvi! Kau tak boleh begitu!” seru Piku si beruang madu.

“Huh! Biarkan saja!” balas Tuvi sambil pergi.

Beberapa hari kemudian, Tuvi dan Fintu sudah menjadi kepompong. Mereka menjalani hidup sebagai kepompong biasa.

Beberapa minggu kemudian, mereka sudah keluar dari kepompongnya. Tak disangka, sayap Tuvi ternyata berwarna hitam! Sedangkan Fintu malah berwarna-warni.

Tuvi tahu, ini akibat keangkuhannya. Ia sangat menyesal.

Tamat

Watak tokoh /karakter Fintu pada fabel di atas adalah…

rendah hati

sombong

serakah

malas

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Berikut ini yang merupakan kalimat seru adalah....

Namun tiba-tiba…

Mereka menjalani hidup sebagai kepompong biasa.

Ia sangat menyesal.

“Asyik! Pasti di sana ada banyak makanan! Aku bisa makan sepuasnya!” sorak Cattya si anak kucing.

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Berikut ini kalimat yang menggunakan kata untuk menyatakan hubungan waktu bersamaan adalah....

Setelah itu, kuda itu kembali bersembunyi di dalam semak-semak.

Ketika dia menuju hutan lebat, di tengah jalan kuda itu melihat sesuatu.

Sejak itu Kancil menjadi binatang yang sangat

baik.

Suatu hari Sang Belalang sembah menari di dekat sarang Semut.

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

Perhatikan kutipan fabel berikut dengan saksama!

Burung Pipit merasa tertekan karena teman-temannya menjauhinya. Teman-temannya dihasut oleh si Jalak kalau makanan yang ia kumpulkan bersama teman-temannya disembunyikan oleh Burung Pipit untuk dimakan sendiri. Padahal Burung Pipit tidak pernah ada niat sedikit pun untuk menyembunyikan dan menghabiskan makanan itu sendrian.

Pola pengembangan komplikasi pada kutipan fabel tersebut adalah....

diawali dengan konflik fisik

diawali dengan konflik batin

diawali dengan perubahan latar dan peristiwa tidak mengenakkan tokoh

diawali dengan deskripsi latar

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Pesan yang disampaikan secara langsung oleh pengarang disebut....

pesan eksplisit

pesan implisit

pesan moral

pesan tersirat

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

Bacalah kutipan fabel berikut!

Dihutan belantara hiduplah seekor Landak. Namanya landa. Jarang sekali dia bermain dengan binatang lain. Si Landak tidak mau bermain dengan binatang lain karena khawatir duri yang ada ditubuhnya akan menusuk temannya.

Setiap hari landa bermain sendiri. Mencari makan pun dia hanya berani pada malam hari disaat binatang lain tidur pulas. Hatinya sedih karena tidak mempunyai teman yang bisa di ajak berbicara dan bermain.

Perbaikan atas kesalahan penggunaan kata depan di pada kutipan fabel tersebut adalah ....

dihutan, di saat, di ajak

di hutan, di tubuhnya, disaat

di hutan, di tubuhnya, di saat

dihutan, disaat, di ajak

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?