SOAL AKM

Quiz
•
Physics, Social Studies
•
4th Grade
•
Hard
ZAKI ZAKI
Used 24+ times
FREE Resource
14 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
1 min • 5 pts
Menerima Rp180 Juta, Politikus PPP Ditahan KPK
Suap Pengalokasian DAK Labuhanbatu Utara
Jakarta, Jawa Pos – Politisi kembali mengisi ruang tahanan KPK. Kemarin (11/11) lembaga antirasuah itu menahan Irgan Chairul Mahfiz sehubungan dengan skandal suap terkait pengalokasian dana alokasi khusus (DAK) Labuhanbatu Utara (Labura) tahun 2017 dan 2018.
Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar, menjelaskan penyidikan tersangka Irgan yang merupakan mantan wakil ketua Komisi IX DPR dilakukan sejak 17 April lalu. Dalam perkara tersebut, KPK juga menetapkan Bupati Labura, Kharuddin Syah Sitorus, sebagai tersangka.
Pada Selasa (10/11) KPK telah menahan Kharuddin.
Perkara itu merupakan pengembangan skandal suap terkait usulan dana perimbangan keuangan daerah di RAPBN Perubahan 2018 yang diawali OTT 4 Mei 2018. “Di proses penyidikan dan mencermati fakta-fakta yang berkembang sehingga ditemukan dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan pihak lain,” kata Lili dalam konferensi pers di gedung KPK kemarin.
Selain Irgan dan Kharuddin, KPK sebelumnya telah menyeret sejumlah pihak yang terlibat dalam skandal suap dana perimbangan tersebut. Di antaranya Amin Santono (anggota DPR 2014—2019), Eka Kamaluddin (swasta), Yaya Purnomo (pegawai Ditjen Perimbangan Kementerian Keuangan), Ahmad Ghiast (swasta), Sukiman (anggota DPR 2014—2019), Natan Pasomba (Plt Kadis PU Pegunungan Arfak), dan Budi Budiman (Walikota Tasikmalaya).
Selain Walikota Tasikmalaya, nama-nama yang terlibat dalam skandal suap tersebut telah menjalani persidangan dan divonis bersalah oleh majelis hakim. Sementara itu, Budi Budiman saat ini masih menjalani proses penyidikan dan ditahan di Rutan KPK terhitung sejak 25 Oktober. Lili menerangkan, keterlibatan Irgan dalam perkara tersebut berawal dari DAK Labura Rp49 miliar yang dibagi menjadi dua bagian. Untuk pelayanan kesehatan dasar Rp19 miliar dan pelayanan kesehatan rujukan RSUD Aek Kanopan Rp30 miliar. Namun, rencana itu belum ada di Kementerian Keuangan karena belum disetujui Kementerian Kesehatan. “Karena ada kesalahan input data,” ungkapnya.
Singkat cerita, pegawai Kemenkeu, Yaya Purnomo, yang dimintai tolong untuk menyelesaikan masalah tersebut berkoordinasi dengan Wakil Bendahara Umum PPP, Puji Shuartono. Puji lantas meminta Irgan mengupayakan pembahasan DAK Labura di desk Kemenkes. Setelah pembahasan terjadi, Puji meminta Yaya mentransfer uang ke Irgan.
Pertama, uang yang ditransfer ke rekening politikus PPP tersebut Rp20 juta. Selanjutnya Rp80 juta. Selain itu, Irgan menerima dana dari setor tunai Rp80 juta. Dengan demikian, total uang yang masuk ke rekening Irgan terkait pembahasan DAK Labura sebesar Rp180 juta. “KPK akan terus mengembangan perkara hingga seluruh pelaku yang terlibat bertanggungjawab,” tegas Lili. (tyo/c9/fal) Koran Jawa Pos, 12 November 2020.
Kata bercetak miring pada paragraf pertama berarti…
Anti Korupsi
Sorry Bang Jago
Sorogan
Korupsi
Suap
2.
FILL IN THE BLANK QUESTION
1 min • 5 pts
Menerima Rp180 Juta, Politikus PPP Ditahan KPK
Suap Pengalokasian DAK Labuhanbatu Utara
Jakarta, Jawa Pos – Politisi kembali mengisi ruang tahanan KPK. Kemarin (11/11) lembaga antirasuah itu menahan Irgan Chairul Mahfiz sehubungan dengan skandal suap terkait pengalokasian dana alokasi khusus (DAK) Labuhanbatu Utara (Labura) tahun 2017 dan 2018.
Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar, menjelaskan penyidikan tersangka Irgan yang merupakan mantan wakil ketua Komisi IX DPR dilakukan sejak 17 April lalu. Dalam perkara tersebut, KPK juga menetapkan Bupati Labura, Kharuddin Syah Sitorus, sebagai tersangka.
Pada Selasa (10/11) KPK telah menahan Kharuddin.
Perkara itu merupakan pengembangan skandal suap terkait usulan dana perimbangan keuangan daerah di RAPBN Perubahan 2018 yang diawali OTT 4 Mei 2018. “Di proses penyidikan dan mencermati fakta-fakta yang berkembang sehingga ditemukan dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan pihak lain,” kata Lili dalam konferensi pers di gedung KPK kemarin.
Selain Irgan dan Kharuddin, KPK sebelumnya telah menyeret sejumlah pihak yang terlibat dalam skandal suap dana perimbangan tersebut. Di antaranya Amin Santono (anggota DPR 2014—2019), Eka Kamaluddin (swasta), Yaya Purnomo (pegawai Ditjen Perimbangan Kementerian Keuangan), Ahmad Ghiast (swasta), Sukiman (anggota DPR 2014—2019), Natan Pasomba (Plt Kadis PU Pegunungan Arfak), dan Budi Budiman (Walikota Tasikmalaya).
Selain Walikota Tasikmalaya, nama-nama yang terlibat dalam skandal suap tersebut telah menjalani persidangan dan divonis bersalah oleh majelis hakim. Sementara itu, Budi Budiman saat ini masih menjalani proses penyidikan dan ditahan di Rutan KPK terhitung sejak 25 Oktober. Lili menerangkan, keterlibatan Irgan dalam perkara tersebut berawal dari DAK Labura Rp49 miliar yang dibagi menjadi dua bagian. Untuk pelayanan kesehatan dasar Rp19 miliar dan pelayanan kesehatan rujukan RSUD Aek Kanopan Rp30 miliar. Namun, rencana itu belum ada di Kementerian Keuangan karena belum disetujui Kementerian Kesehatan. “Karena ada kesalahan input data,” ungkapnya.
Singkat cerita, pegawai Kemenkeu, Yaya Purnomo, yang dimintai tolong untuk menyelesaikan masalah tersebut berkoordinasi dengan Wakil Bendahara Umum PPP, Puji Shuartono. Puji lantas meminta Irgan mengupayakan pembahasan DAK Labura di desk Kemenkes. Setelah pembahasan terjadi, Puji meminta Yaya mentransfer uang ke Irgan.
Pertama, uang yang ditransfer ke rekening politikus PPP tersebut Rp20 juta. Selanjutnya Rp80 juta. Selain itu, Irgan menerima dana dari setor tunai Rp80 juta. Dengan demikian, total uang yang masuk ke rekening Irgan terkait pembahasan DAK Labura sebesar Rp180 juta. “KPK akan terus mengembangan perkara hingga seluruh pelaku yang terlibat bertanggungjawab,” tegas Lili. (tyo/c9/fal) Koran Jawa Pos, 12 November 2020.
Kata bercetak miring pada paragraf pertama berarti…
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 5 pts
Apakah tujuan melakukan pemanasan sebelum mendaki gunung?
Meregangkan otot-otot agar kinerja otot dan tulang lebih baik
Mengantisipasi agar tidak mengalami kelelahan otot dan tulang
Menghindari cedera tangan dan kaki pada saat mencapai puncak gunung
Menghindari cedera tangan dan kaki pada saat mencapai puncak gunung
Menumbuhkan semangat dan kekompakan dengan kelompok
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 5 pts
Mengapa kita perlu memilih waktu untuk mendaki?
Karena untuk memperhitungkan dengan siapa saja kita akan mendaki
Karena kita perlu menata jadwal agar tidak bersamaan dengan acara lain
Karena setiap cuaca maupun musim memerlukan peralatan yang berbeda
Karena salah memilih waktu mendaki akan membuat kita tersesat
Karena kita perlu izin khusus dari pengelola agar tidak berjubel
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 5 pts
Mengapa sebelum mendaki kita perlu memberi tahu keluarga atau orang terdekat?
Keluarga bisa segera meminta bantuan jika belum kembali sesuai jadwal
Jika kita memberi tahu, kita akan diberi tambahan bekal maupun uang saku
Jika tidak memberi tahu, keluarga akan khawatir sepanjang waktu
Agar keluarga dapat membantu menyiapkan perbekalan yang akan dibawa
Agar keluarga memberikan izin sehingga saat mendaki pikiran kita tenang
6.
MULTIPLE SELECT QUESTION
45 sec • 5 pts
Perginya Seorang Sahabat
Karya: Agus Yulianto
Aku dan Anton sudah janjian usai pulang sekolah akan mentraktirnya sebab minggu lalu ia sudah mentraktirku. Aku dan Anton sudah bersahabat sejak duduk di bangku SMP meski tidak satu kampung. Anton anak dari keluarga yang mapan. Ayahnya pengusaha pabrik sepatu, sedangkan ibunya memiliki butik. Uang lima ribu rupiah bagi Anton tidak ada apa-apanya. Kadang aku malu ketika jajan selalu ia yang bayar.
Sedangkan diriku hanyalah seorang anak yang dilahirkan dari keluarga serba kekurangan. Aku sudah tidak memiliki ibu dan ayah. Aku tinggal bersama paman yang bekerja sebagai buruh serabutan. Pamanku tidak memiliki seorang anak, ia memperlakukanku seperti anaknya sendiri.
“Setelah lulus nanti kamu mau kuliah?” aku membuka percakapan sore itu.
“Ayah memintaku untuk melanjutkan kuliah di Jakarta,” jawab Anton sambil mengunyah baksonya.
Aku hanya bisa membayangkan seandainya memiliki seorang ayah yang begitu peduli pada anaknya. Betapa bahagianya aku.
“Kalau kamu, Ndi?”
“Kemungkinan aku akan bekerja di pabrik,” jawabku singkat sambil mata ini menatap sebuah foto keluarga Kang Iman di dinding yang terlihat bahagia. Aku sekali lagi hanya bisa membayangkan. Betapa bahagianya ketika memiliki keluarga yang utuh.
“Kenapa kamu tidak kuliah? Padahal kamu selalu juara kelas,” tanya Anton sambil menatap mataku.
Sebenarnya aku tidak perlu menjelaskan alasan untuk tidak kuliah. Sebenarnya kamu paham kondisiku saat ini. Untuk membuat lega hatimu maka akan ku jawab pertanyaanmu yang membuat sesak dadaku ini.
Aku dan Anton segera berlalu dari warung bakso. Terlihat dari seberang jalan seorang lelaki yang terlihat masih muda dan berdasi melambaikan tangan ke arah kami. Ternyata lelaki itu adalah ayahnya Anton. Ia dijemput dengan sebuah mobil. Sekali lagi aku hanya bisa membayangkan. Anton pulang bersama ayahnya sedangkan aku menunggu angkutan yang tak kunjung tiba.
***
Pagi sekali aku sudah berada di sekolah karena ada tugas matematika yang belum selesai aku kerjakan tadi malam. Aku bergegas menuju ruang kelas XI Akuntansi. Segera aku buka lembaran tugas yang belum terselesaikan. Di saat aku sedang mengerjakan tiba-tiba suara Arnol mengagetkanku. Wajahnya terlihat pucat seperti orang ketakutan.
“Andi, Apa kamu sudah dengar kabar Anton?” nada suaranya terbata-bata. Terlihat di sudut matanya ada sebuah genangan air.
“Maksudmu kabar tentang apa?” jawabku pelan berusaha menenangkannya.
“A...an..ton,” wajahnya tak berani menatapku. Menunduk sambil kedua tangannya memegang erat tanganku yang sudah mulai berkeringat dingin.
“Kenapa dengan Anton?” Suaraku mendesak penuh dengan rasa penasaran. Jantungku sudah mulai berdetak tak beraturan.
“Barusan tadi aku melihat Anton kecelakaan di perempatan jalan mau ke arah sekolah,” Suara Arnol goyah. Aku terdiam sesaat pikiranku melayang tak karuan.
“Terus kondisi Anton saat ini,” Aku pun terus mendesak Arnol agar menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Arnol seketika memelukku erat sambil menangis.
Pagi ini yang seharusnya menjadi pagi yang indah bagiku. Ternyata menjadi pagi yang berkabung. Sahabatku Anton telah pergi untuk selamanya. Aku sungguh terpukul mendengar kabar itu. Aku tak tahu harus bagaimana. Baru kemarin sore makan bakso bersama. Tentu saja kabar ini membuatku syok. Teringat tatapan matanya ketika sore itu sangat tajam. Aku tak sadar kalau itu merupakan tatapan terakhirya. Anton sampai kapan pun kau adalah sahabat terbaikku. Aku janji setelah lulus nanti aku akan kuliah seperti yang kau sarankan waktu sore itu.
Sumber teks: Minggu Pagi, 21 Juni 2021
Sumber gambar: gubukgambar.blogspot.com
Bagaimana watak tokoh Anton pada cerita pada teks tersebut? Jawaban Boleh Lebih dari Satu!
Peduli pada teman
Anak yang penurut
Bercita-cita tinggi
mengharap balas budi
cengeng dan manja
7.
MULTIPLE SELECT QUESTION
45 sec • 5 pts
Perginya Seorang Sahabat
Karya: Agus Yulianto
Aku dan Anton sudah janjian usai pulang sekolah akan mentraktirnya sebab minggu lalu ia sudah mentraktirku. Aku dan Anton sudah bersahabat sejak duduk di bangku SMP meski tidak satu kampung. Anton anak dari keluarga yang mapan. Ayahnya pengusaha pabrik sepatu, sedangkan ibunya memiliki butik. Uang lima ribu rupiah bagi Anton tidak ada apa-apanya. Kadang aku malu ketika jajan selalu ia yang bayar.
Sedangkan diriku hanyalah seorang anak yang dilahirkan dari keluarga serba kekurangan. Aku sudah tidak memiliki ibu dan ayah. Aku tinggal bersama paman yang bekerja sebagai buruh serabutan. Pamanku tidak memiliki seorang anak, ia memperlakukanku seperti anaknya sendiri.
“Setelah lulus nanti kamu mau kuliah?” aku membuka percakapan sore itu.
“Ayah memintaku untuk melanjutkan kuliah di Jakarta,” jawab Anton sambil mengunyah baksonya.
Aku hanya bisa membayangkan seandainya memiliki seorang ayah yang begitu peduli pada anaknya. Betapa bahagianya aku.
“Kalau kamu, Ndi?”
“Kemungkinan aku akan bekerja di pabrik,” jawabku singkat sambil mata ini menatap sebuah foto keluarga Kang Iman di dinding yang terlihat bahagia. Aku sekali lagi hanya bisa membayangkan. Betapa bahagianya ketika memiliki keluarga yang utuh.
“Kenapa kamu tidak kuliah? Padahal kamu selalu juara kelas,” tanya Anton sambil menatap mataku.
Sebenarnya aku tidak perlu menjelaskan alasan untuk tidak kuliah. Sebenarnya kamu paham kondisiku saat ini. Untuk membuat lega hatimu maka akan ku jawab pertanyaanmu yang membuat sesak dadaku ini.
Aku dan Anton segera berlalu dari warung bakso. Terlihat dari seberang jalan seorang lelaki yang terlihat masih muda dan berdasi melambaikan tangan ke arah kami. Ternyata lelaki itu adalah ayahnya Anton. Ia dijemput dengan sebuah mobil. Sekali lagi aku hanya bisa membayangkan. Anton pulang bersama ayahnya sedangkan aku menunggu angkutan yang tak kunjung tiba.
***
Pagi sekali aku sudah berada di sekolah karena ada tugas matematika yang belum selesai aku kerjakan tadi malam. Aku bergegas menuju ruang kelas XI Akuntansi. Segera aku buka lembaran tugas yang belum terselesaikan. Di saat aku sedang mengerjakan tiba-tiba suara Arnol mengagetkanku. Wajahnya terlihat pucat seperti orang ketakutan.
“Andi, Apa kamu sudah dengar kabar Anton?” nada suaranya terbata-bata. Terlihat di sudut matanya ada sebuah genangan air.
“Maksudmu kabar tentang apa?” jawabku pelan berusaha menenangkannya.
“A...an..ton,” wajahnya tak berani menatapku. Menunduk sambil kedua tangannya memegang erat tanganku yang sudah mulai berkeringat dingin.
“Kenapa dengan Anton?” Suaraku mendesak penuh dengan rasa penasaran. Jantungku sudah mulai berdetak tak beraturan.
“Barusan tadi aku melihat Anton kecelakaan di perempatan jalan mau ke arah sekolah,” Suara Arnol goyah. Aku terdiam sesaat pikiranku melayang tak karuan.
“Terus kondisi Anton saat ini,” Aku pun terus mendesak Arnol agar menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Arnol seketika memelukku erat sambil menangis.
Pagi ini yang seharusnya menjadi pagi yang indah bagiku. Ternyata menjadi pagi yang berkabung. Sahabatku Anton telah pergi untuk selamanya. Aku sungguh terpukul mendengar kabar itu. Aku tak tahu harus bagaimana. Baru kemarin sore makan bakso bersama. Tentu saja kabar ini membuatku syok. Teringat tatapan matanya ketika sore itu sangat tajam. Aku tak sadar kalau itu merupakan tatapan terakhirya. Anton sampai kapan pun kau adalah sahabat terbaikku. Aku janji setelah lulus nanti aku akan kuliah seperti yang kau sarankan waktu sore itu.
Sumber teks: Minggu Pagi, 21 Juni 2021
Sumber gambar: gubukgambar.blogspot.com
Bagaimana watak tokoh Anton pada cerita pada teks tersebut? Jawaban Boleh Lebih dari Satu!
Peduli pada teman
Anak yang penurut
Bercita-cita tinggi
mengharap balas budi
cengeng dan manja
Create a free account and access millions of resources
Similar Resources on Wayground
10 questions
Soal Cerita Pengurangan dan Penjumlahan

Quiz
•
1st - 5th Grade
18 questions
LATIHAN SOAL SAT IPS_SMT 2

Quiz
•
1st - 5th Grade
10 questions
Daerahku dan Kekayaan Alamnya

Quiz
•
4th Grade
10 questions
SOAL GAYA KELAS 4

Quiz
•
4th Grade
15 questions
ULANGAN HARIAN TEMA 6 - Kelas 4

Quiz
•
4th Grade
10 questions
Nama Pahlawan dan Presiden Indonesia

Quiz
•
4th - 7th Grade
15 questions
Pemanfaatan SDA

Quiz
•
4th Grade
10 questions
My Great Grandmother's Gourd-Comprehension (Page 340-349)

Quiz
•
4th - 5th Grade
Popular Resources on Wayground
55 questions
CHS Student Handbook 25-26

Quiz
•
9th Grade
10 questions
Afterschool Activities & Sports

Quiz
•
6th - 8th Grade
15 questions
PRIDE

Quiz
•
6th - 8th Grade
15 questions
Cool Tool:Chromebook

Quiz
•
6th - 8th Grade
10 questions
Lab Safety Procedures and Guidelines

Interactive video
•
6th - 10th Grade
10 questions
Nouns, nouns, nouns

Quiz
•
3rd Grade
20 questions
Bullying

Quiz
•
7th Grade
18 questions
7SS - 30a - Budgeting

Quiz
•
6th - 8th Grade
Discover more resources for Physics
15 questions
Place Value

Quiz
•
4th Grade
20 questions
Place Value

Quiz
•
4th Grade
30 questions
Fun Music Trivia

Quiz
•
4th - 8th Grade
15 questions
Capitalization Rules

Quiz
•
4th Grade
20 questions
place value

Quiz
•
4th Grade
20 questions
Place Value and Rounding

Quiz
•
4th Grade
22 questions
Geography Knowledge

Quiz
•
4th Grade
15 questions
Place Value

Quiz
•
4th Grade