Search Header Logo

LATIHAN KE-4 AMANAT DAN TEMA

Authored by anna ismawati

World Languages

3rd Grade

Used 10+ times

LATIHAN KE-4 AMANAT DAN TEMA
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

10 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

3 mins • 5 pts

Bacalah kutipan cerita berikut!

...Tetapi bagaimana pun juga, Kusno tak akan putus asa.

Ia dilahirkan dalam kesengsaraan, hidup bersama kesengsaraan. Dan meskipun celana 1001-nya lenyap, Kusno akan berjuang terus melawan kesengsaraan, biarpun hanya untuk mendapatkan sebuah celana 1001 yang lain.

Tema kutipan cerpen tersebut adalah...

Kesengsaraan

Kegigihan

Kepasrahan

Kesedihan

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

3 mins • 5 pts

Bacalah kutipan cerita berikut!

(1) “Apa kau bilang? Jodoh? Saya tidak rela kau berjodoh dengan Azrial. Akan saya carikan

kau jodoh yang lebih bermartabat!”

(2) “Apa dia salah kalau Ayahnya hanya seorang juru masak?”

(3) “Jatuh martabat keluarga kita bila laki-laki itu jadi suamimu. Paham kau?”

(4) “Derajat keluarga Azrial memang seumpama lurah tak berbatu, seperti sawah tak

berpematang, tak ada yang bisa diandalkan.”

(5) Tetapi tidak patut rasanya Mangkudun memandang rendah Azrial dengan sebelah mata.

(6) Maka dengan berat hati Arial melupakan Ronggogeni.

(7) Ia hengkang dari kampung, pergi membawa luka hati.

Amanat yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut yang tepat adalah...

Janganlah merendahkan orang lain!

Bersabarlah jika kita dihina!

Janganlah memilih kekasih orang kaya!

kesuksesan!

Bersemangatlah untuk meraih

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

3 mins • 5 pts

Bacalah kutipan cerpen berikut!

Seperti teman-temannya yang lain, sebenarnya Andi ingin sekali memberi hadiah untuk Tommy, tetapi ia tidak enak hati meminta uang pada ibunya. Apalagi, ibu hanya diam ketika ia menyodorkan undangan pesta ulang tahun Tommy kemarin. Saat itu, ibu sedang duduk-duduk di beranda sambil memandangi matahari yang mulai tenggelam. Diamnya ibu, pertanda ibu belum punya uang untuk membeli hadiah. Andi sadar, sejak ayahnya meninggal tiga tahun yang lalu, ia dan ibunya memang harus hidup hemat.

”Ah masa iya aku tak bisa memberi hadiah untuk Tommy temanku?” gumam Andi seraya bangkit dari tempat tidur pembaringan. Ia beranjak menuju meja belajarnya. Dimatikannya lampu tidurnya dan digantinya dengan lampu belajar. Ia mengambil secarik kertas, pensil, dan spidol warna-warni. Tangannya mulai mencorat-coret. Kini, ada senyum menghiasi bibirnya, “Besok pagi, aku sudah punya hadiah untuk Tommy.”

Amanat yang terdapat pada kutipan cerpen tersebut adalah ...

Kita harus menyesuaikan diri di mana pun berada.

Jangan menyusahkan orang tua hanya karena ingin memberi hadiah teman!

Pikir dulu sebelum bertindak, sesal kemudian tidak berguna.

Kita harus menghormati ibu yang telah melahirkan.

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

3 mins • 5 pts

Bacalah dengan cermat kutipan cerita berikut!

Pak Adil mengangkat batang sepeda. Dia meniti hati-hati pinggiran selokan. Gang selebar 1 meter diapit tembok tinggi milik rumah sakit swasta di sisi kiri dan di selokan selebar dua meter di kanannya, yang langsung berhubungan dengan tembok perusahaan besar. Hanya satu meter mereka memberi jalan bagi penduduk kampung berkehidupan, menuju jalan raya, di mana rezeki berseliweran.

Amanat yang terkandung dalam kutipan teks di atas adalah…

Perusahaan besar hendaknya memberi akses kehidupan yang layak bagi masyarakat kecil yang tinggal di sekitarnya

Sudah selayaknya orang kecil hidup menderita karena itu jangan mengeluh.

Berhati-hatilah meniti pinggiran selokan yang merupakan jalan pemberian perusahaan besar.

Penduduk kampung yang diapit perusahaan besar hendaknya berterima kasih karena masih diberi jalan untuk mencari rezeki

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

3 mins • 5 pts

Bacalah kutipan cerpen berikut!

Dua minggu sudah kau pergi. Meninggalkan jejak-jejak abadi di hidupku. Warnanya mulai kusam, sayang. Bukan mungkin lagi, karena usia kita sudah tua. Aku tak pernah menyangka bahwa minggu lalu adalah hari terakhir kita berkumpul bersama anak-anak yang kita cinta. Yang sudah kita besarkan dengan kasih sayang. Dari dekapan seorang ayah sepertimu. Itu sangat membuat kami tenang.

Senyuman Terindah Darimu

Tema dari kutipan cerpen tersebut adalah..

Kehilangan

   Kesepian

    Kerinduan

Kesendirian

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

3 mins • 5 pts

Bacalah kutipan cerpen berikut!

Aku di sini. Duduk di bawah batang pohon bunga Sakura dengan mahkota bunganya yang berwarna putih. Terbayang wajahmu, yang sekarang entah di mana.

Angin musim semi berhembus. Membuat ranting-ranting pohon itu bergoyang. Hanya hembusan pelan, tapi beberapa kelopak bunga Sakura terlepas dari rantingnya. Melayang-layang, sebelum akhirnya jatuh tepat di pangkuanku. Musim semi yang sama dengan tahun lalu. Tapi terasa berbeda tanpa adanya kau.

Teringat musim semi terakhir yang kita rayakan bersama. Di sini. Di bawah pohon bunga Sakura ini. Dengan perasaan bahagia, merayakan hari kelulusan kita berdua.

Satu tahun berlalu, tapi aku masih ingat betul kejadian malam itu. Di tengah perasaan suka cita, kau bilang padaku akan pergi ke tempat yang jauh.

Bahkan aku masih mengingat angin musim semi yang berhembus kala itu. Hening setelah kau berkata tadi. Hening yang tidak pernah muncul sejak kita berdua menjadi sepasang sahabat. Ingin sekali aku menangis dan berkata apa pun untuk mencegahmu pergi. Tapi aku tidak bisa. Itu pilihanmu.

Kelopak Bunga Sakura

Tema dari kutipan cerpen tersebut adalah..

Kehilangan

Kesepian

Kerinduan

Kesendirian

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

3 mins • 5 pts

Perhatikan kutipan cerpen di bawah ini!

Malam hari seperti biasanya, gadis yang akrab dipanggil Aisyah ini meletakkan tangannya di depan jendela kamarnya. Wajahnya sedari tadi menghadap ke langit yang bertaburan ribuan bintang dan…

“kreet…” bunyi pintu kamarnya terbuka sontak Aisyah langsung memalingkan wajahnya ke arah pintu tersebut. Di sana sudah berdiri seorang gadis sebanyanya sedang tersenyum.

“Aisyah! Besok kamu ikut ya ke pesisir pantai,” ucap gadis itu yang ternyata adalah Aurel. Dia adalah sahabat dekat Aisyah. Penampilanya tidak begitu tertutup. Ia berpakaian rok mekar sampai menutupi mata kakinya. Lengan baju hanya sampai sikunya. Dan rambut Aurel dikuncir satu laksana mirip ekor kuda.

“Hm… Buat apa aku ke sana Rel?” tanya Aisyah.

“Ya… Kamu bisa refresh otak kamu dan bisa bermain dengan alam,” jawab Aurel dengan meyakinkan Aisyah.

“Aku bisa refresh otakku dengan membaca lantunan ayat suci Alqur’an, dan berkunjung ke masjid jika ingin bermain dengan alam,” ucap Aisyah dengan panjang lebar.

“Iya sih… Tapi kamu ikut dong aku besok. Please!” pinta Aurel dengan menunjukkan raut muka yang penuh permohonan.

“Ya sobat ku!” terang Aisyah yang menerima ajakan Aurel

Girang Aurel dengan memeluk Aisyah.

Bingkai Cadar Ungu

Tema dari kutipan cepen tersebut adalah..

Cinta alam

    Kesopanan

Kepatuhan

Persahabatan

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?