Search Header Logo

Mitos & Fakta Kanker Serviks

Authored by Vania Evanti

Biology

1st Grade

Used 13+ times

Mitos & Fakta Kanker Serviks
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

10 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

10 sec • 1 pt

Vaksin HPV terlalu dini jika diberikan untuk anak kelas 5 dan 6 SD

Mitos

Fakta

Answer explanation

Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan vaksin HPV justru paling baik diberikan pada seseorang yang belum terpapar oleh infeksi HPV yang diasumsikan pada saat sebelum berhubungan seksual, yaitu anak-anak usia 9-13 tahun. Selain itu respon tubuh untuk membentuk kekebalan sesudah pemberian imunisasi HPV pada anak usia 9 – 13 tahun juga lebih baik bila dibandingkan pada anak yang lebih tua. Berdasarkan hal tersebut, sejalan dengan komitmen Pemerintah untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian yang disebabkan oleh kanker serviks, maka Pemerintah memberikan imunisasi HPV bagi siswi kelas 5 SD (dosis pertama) dan kelas 6 SD (dosis kedua) dalam kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

10 sec • 1 pt

Memberikan vaksin HPV tidak berarti mendukung anak melakukan hubungan seksual lebih awal

Mitos

Fakta

Answer explanation

Imunisasi HPV semakin dini diberikan semakin baik, karena akan melindungi     anak terhadap virus HPV di kemudian hari (WHO Position Paper on HPV Vaccine, 2017). Memberikan vaksin HPV secara dini tidak berarti mendukung anak untuk melakukan hubungan seksual lebih awal, karena sebelum imunisasi HPV diberikan, guru dan petugas puskesmas serta guru Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) memberikan penyuluhan mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan kegunaan imunsasi HPV.

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

10 sec • 1 pt

Pemberian 2 dosis vaksin HPV untuk anak sudah cukup untuk melindungi anak dari infeksi HPV

Mitos

Fakta

Answer explanation

Vaksin bekerja dengan cara merangsang sistem kekebalan tubuh kita untuk membentuk antibodi yang bisa melawan penyakit. Anak dengan usia lebih muda (kelompok umur 9 – 13 tahun) menghasilkan respon kekebalan/antibodi yang lebih baik sehingga pemberian 2 dosis vaksin HPV dibandingkan 3 dosis pada populasi dewasa. (Dobson, et al. 2013. JAMA. 2013;309(17):1793-1802).

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

10 sec • 1 pt

Negara maju seperti Amerika sudah tidak lagi menggunakan vaksin HPV seperti yang digunakan di Indonesia.

Mitos

Fakta

Answer explanation

Saat ini terdapat 3 jenis vaksin HPV, yaitu bi-, quad-, dan nano. Vaksin HPV yang saat ini digunakan pemerintah Indonesia merupakan vaksin HPV Quadrivalent (melindungi terhadap 4 subtipe HPV yaitu serotipe 6,11,16 dan 18 yang merupakan penyebab hampir sebagian besar kanker serviks[T,D1] ). Sedangkan di Amerika, pemerintahnya telah memutuskan untuk memakai vaksin HPV terbaru, yaitu vaksin HPV nonavalent yang melindungi terhadap 9 subtipe HPV. https://www.cdc.gov/vaccines/hcp/vis/vis-statements/hpv.html).

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

10 sec • 1 pt

Vaksinasi HPV tidak menyebabkan infeksi HPV

Mitos

Fakta

Answer explanation

Vaksin HPV dibuat dengan menggunakan teknologi modern. Vaksin dibuat dari komponen yang menyerupai virus HPV (penyebab kanker serviks), sehingga vaksin HPV tidak mengandung material genetik (DNA) dari virus HPV hidup sama sekali. Dengan demikian, jika seorang anak mendapat imunisasi HPV, akan menimbulkan kekebalan terhadap virus HPV, tetapi vaksin tersebut tidak mungkin menyebabkan infeksi HPV.

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

10 sec • 1 pt

Vaksin HPV yang digunakan dalam program BIAS sudah memiliki sertifikat HALAL

Mitos

Fakta

Answer explanation

Vaksin HPV Quadrivalent yang digunakan pemerintah, baik dalam komposisi dan proses pembuatannya sama sekali tidak bersinggungan dengan zat non-halal. Dan vaksin HPV yang digunakan dalam program BIAS sudah memiliki sertifikat halal dari IFANCA (Islamic Food and Nutrition Council of America) sejak vaksin ini mendapat izin edar pada tahun 2006 (http://www.ifanca.org/HCM/Halal%20Consumer%20Issue%2016/hc_16.pdf).

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

10 sec • 1 pt

 

Vaksin HPV mengandung unsur logam yang berbahaya bagi Kesehatan

Mitos

Fakta

Answer explanation

Vaksin HPV sangat aman dan tidak mengandung zat yang berbahaya bagi tubuh. Dalam vaksin HPV, selain mengandung komponen yang menyerupai cangkang virus HPV (Viral Like particle), juga mengandung zat adjuvan yang berfungsi untuk meningkatkan respon tubuh dalam membentuk kekebalan. Zat adjuvan juga banyak dipakai dalam vaksin lain yang digunakan di masyarakat. Komite Penasehat Keamanan Vaksin WHO menyatakan bahwa vaksin HPV sangat aman. Berdasarkan investigasi menyeluruh dari kasus-kasus berkaitan dengan vaksinasi HPV, tidak ditemukan bukti bahwa vaksin HPV yang menyebabkan kondisi tersebut. Sejak vaksin ini mendapatkan izin edar di tahun 2006, sampai saat ini telah terdistribusi lebih dari 200 juta dosis di seluruh dunia. WHO tetap merekomendasikan vaksin HPV untuk mencegah kanker serviks dan penyakit akibat HPV lainnya (Statements by WHO Global Advisory Committee on Vaccine Safety on the safety of human papillomavirus (HPV) vaccines 2013–2016).

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?