
UTS BAHASA INDONESIA XII
Authored by ami hakiki
World Languages
12th Grade
Used 2+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
15 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE SELECT QUESTION
30 sec • 1 pt
Aku semakin bingung. Adi berhasil menarikku kedalam tumpah ruahnya hujan yang membasahi tepi jalan Margonda. Basah kuyup. Dia memegang lengan ku. Kami berdiri berhadapan. Aku tidak mengerti apa maksud semua ini. Orang-orang yang berdiri di sepanjang jalan sambil membawa payung memperhatikan kami. Orang-orang yang berdiri dan menatap di lantai dua toko buku, yang dibawah di lobi toko buku, yang digerai fotokopi seberang, dan yang duduk di warung tenda, menatap kami lamat-lamat.
Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin, Tere
Latar tempat kutipan novel tersebut adalah ...
Tepi jalan Margonda
Gerai fotokopi
Warung tenda
Lobi toko buku
A. Lantai dua buku
2.
FILL IN THE BLANK QUESTION
30 sec • 1 pt
“Ini tidak adil! Ini tidak adil!”teriak saya pada Jumat dini hari itu. Saya tersedu-sedu di pojok ditunggui isteri yang ikut berlelehan air matanya tak mengerti. Saya memukul-mukul dinding sambil terus nyerocos.
“Mengapa justru Bibit yang dipilih! Kenapa bukan saya bangkotannya. Kenapa bukan kamu,ibunya. Kenapa bukan Joko, atau Jarot,atau Anting atau Bening.” Istri serta-merta memeluk saya sambil menangis sejadi-jadinya. Sesunguhnya semesta ini digelar berdasarkan perikemanusiaan dan periketuhanan?
Bibit,satu-satunya harapan saya di dunia, harus saya buang. Jika dia sudah saya buang dan tidak lagi merupakan bagian dari saya, tidak ada lagi alasan bagi Malaikat Izrail memburunya...
Sebutkan konflik dalam penggalan cerita tersebut!
(a)
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Serba susah, serba salah. Ini tak kuat, ini tak sanggup. Dan sementara itu pikiran dan semangat selalu dikacaukan dan diharubirukan oleh sesal tak putus, sedih tak berkesudahan. Teringat sawah dan rumah pusaka bapak, yang telah dijual dan dihabiskan! Terkenang kebaikan istri, yang telah meninggalkan dunia karena makan hati oleh perbuatan dan kelakukan diri sendiri. Di mana tinggal kemegahan selama ini. Akan pelengah-lengah pikiran dan akan membeli nasi Mak Iyah mau tak mau. Ia pun bekarja juga menganyam topi dari pandan seperti pada malam itu. Akan tetapi, perasaannya selalu tergoda, semangatnya senantiasa terganggu!
Isi penggalan novel tersebut mengungkapkan ….
kesengsaraan tokoh menghadapi masa lalu
kebingungan tokoh menghadapi sesuatu
kelesuan tokoh untuk melakukan sesuatu
nostalgia tokoh di masa lampaunya
penyesalan tokoh atas perbuatannya sendiri
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 12 pts
Bacalah kutipan novel berikut ini!
Aku ingin membuktikan bahwa kata-kata Ihsan itu salah. Aku masih memiliki hati dan pikiranku. Di sini, di pesantren ini, aku masih sadar bahwa aku belajar. Aku nyantri sebab aku ingin mendalami ilmu agama. Lebih dari itu, kedatanganku ke sini jauh-jauh dari Jakarta tidak hanya untuk mendalami agama saja, melainkan juga untuk mempraktikkan ajaran-ajaran agama yang aku anut. Aku tidak ingin meninggalkan apa yang telah aku peroleh dan aku tetap memiliki keinginan yang kuat untuk meraih keilmuan yang belum aku raih di sini. Aku tetap ingin mengaji. Aku tetap ingin menghafal ayat-ayat al-Qur’an dan hadis-hadis nabi. Aku tidak ingin menyia-nyiakan hidupku, sebab sudah lama aku menyia-nyiakannya.
(Novel Syahadat Cinta karya Taufiqurrahman al-Azizy, 2008)
Watak tokoh dalam kutipan novel tersebut adalah ... .
mudah goyah
senang belajar di Jakarta
menyia-nyiakan hidup
hanya mendalami agama
teguh pendirian
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Bacalah penggalan novel berikut dengan saksama!
Akan tetapi tibalah satu bencana. Ketika suatu malam Badri bertandang lagi, Lena tidak membiarkannya masuk. Malah berkata seperti hendak mengusirnya.
"Jangan kemari lagi."
Terpana Badri mendengar ucapan gadis itu. Lebih terpana lagi dia ketika Lena menyebut nama Rosni seorang gadis yang sering juga dibawanya keluar malam untuk menonton film.
"Aku tidak serius dengan dia," kata Badri menangkis.
"Enak benar jadi laki-laki. Begitu sering membawa seorang gadis keluar malam, tapi kalau ditanya oleh gadis yang lain, lalu dibilang aku tidak serius dengan dia, " umpat Lena dengan tengiknya. Lalu sebelum Badri memberi alasan, pintu ditutup dan dikuncinya dari dalam. Tinggallah Badri terperangah di anak tangga.
Jodoh, A.A, Navis
Konflik yang tergambar dalam penggalan novel tersebut adalah ... .
Badri tidak boleh bertandang lagi ke rumah Lena.
Kemarahan Lena kepada Badri.
Badri sering membawa Rosni me nonton film.
Badri sering keluar malam dengan teman-temannya.
Badri egois dan selalu memberi alasan bohong.
6.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 12 pts
“Jimbron adalah seorang yang membuat kami takjub dengan tiga macam keheranan. Pertama, kami heran karena kalau mengaji, ia selalu diantar seorang pendeta. Sebetulnya beliau adalah seorang pastor karena beliau seorang Katolik, tapi kami memanggilnya Pendeta Geovany. Rupanya setelah sebatang kara seperti Arai ia menjadi anak asuh sang pendeta. Namun, pendeta berdarah Itali itu tak sedikit pun bermaksud mengonversi keyakinan Jimbron. Beliau malah tak pernah telat jika mengantarkan Jimbron mengaji ke masjid” (SP, 61)
Pandangan pengarang dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata tersebut adalah ...
Sangat setuju dengan pandangan pengarang, melalui tokoh Jimron pengarang memberikan gambaran kehidupan religius walaupun hidup berbeda agama dan pengarang juga memberikan gambaran cerminan toleransi dan jiwa sosial melalui tokoh pendeta.
Tidak setuju dengan pandangan pengarang, melalui tokoh pendeta pengarang memberikan gambaran kehidupan yang religius walaupun hidup berbeda agama.
Pengarang menghadirkan tokoh Jimbron dalam novel Sang Pemimpi mencerminkan tokoh yang taat beragama dengan mengaji setiap harinya, walaupun dia hidup di lingkungan agama yang berbeda, yaitu agama Katolik. Kemudian pengarang juga menghadirkan cerminan toleransi dan jiwa sosial melalui tokoh pendeta.
Pengarang memunculkan tokoh pendeta dalam novel tersebut guna menunjukkan religiuitas tokoh.
Pengarang menciptakan tokoh Jimron dan pendeta agar novel Sang Pemimpi menarik untuk dibaca.
7.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Cermati kutipan novel berikut!
“Ingin makan apa, Las? Ayam goreng, rendang Padang, apa masakan Cina?” tanya Handarbeni setelah mobil meluncur di Jalan Cikini.
Lasi tetap membeku.
“Las, kamu ingin makan apa?”
“Anu. Terserah. Saya ikut saja.”
“Aku lebih senang kamu ada permintaan.”
“Saya tak punya permintaan apa-apa, kok.”
“Atau ayam kalasan di Arya Duta?”
“Terserah saja.”
“Ah, aku lupa. Setengah darahmu adalah Jepang. Sudah pernah menikmati sukiyaki atau tempura?”
“Apa itu?”
“Hidangan dari negeri ayahmu, Jepang.”
Latar yang tergambar dalam kutipan novel tersebut adalah….
sebuah rumah makan
dalam mobil
rumah makan Jepang
rumah makan Arya Duta
Jalan Cikini
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?