
SOAL EVALUASI B.J HABIBIE
Authored by Dwi Wijaya
History
12th Grade
Used 8+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
10 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
45 sec • 10 pts
Setelah Presiden Soeharto menyatakan berhenti dari jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia pada 21 Mei 1998, pada hari itu juga Wakil Presiden B.J Habibie dilantik menjadi presiden RI ketiga di bawah pimpinan Mahkamah Agung di Istana Negara. Dasar hukum pengangkatan B.J Habibie adalah berdasarkan pasal 8, UUD 1945 dan TAP MPR No.VII/MPR/1973 yang berisi jika Presiden berhalangan, maka Wakil Presiden ditetapkan menjadi Presiden. Pada tahap Pemerintahan B.J Habibie inilah, Indonesia memasuki Era Reformasi. Pada era ini, kalangan mahasiswa dan kelompok-kelompok pro demokrasi menuntut adanya demokratisasi sistem politik. Di bawah yang merupakan tujuan dari Reformasi ialah .......
memberdayakan peran lembaga tinggi negara agar lebih peduli terhadap kepentingan rakyat
mengembalikan fungsi kontrol masyarakat terhadap pemerintah
mengembalikan harta kekayaan pejabat Orde Baru yang korupsi kepada rakyat
menuntut para pengusaha untuk melunasi hutang hutang luar negerinya
memperbarui tatanan kehidupan agar sejalan dengan tuntutan keadilan masyarakat
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 10 pts
Terpilihnya B.J Habibie menggantikan Soeharto sebagai presiden, sesuai amanat UUD 1945 mendorong B.J Habibie bergerak cepat dalam menyusun pemerintahannya. Salah satu upayanya yaitu membentuk dan mengumumkan kabinet yang akan membantu menjalankan roda pemerintahannya. Kabinet tersebut dinamai dengan Kabinet Reformasi Pembangunan. Pemerintahan B.J Habibie selanjutnya melaksanakan pelantikan kepada para menteri yang telah terpilih, pada 23 Mei 1998. Para Menteri menyadari bahwa mereka memiliki tugas yang berat, yaitu membantu menjalankan kebijakan presiden sesuai dengan .......
Ketetapan MPR No.VII/MPR/1973
Pasal 8, pada UUD 1945
Tiga Tuntutan Rakyat (Tritura) pada waktu itu
Keingan rakyat untuk mengamandemen UUD 1945
Tuntutan reformasi pada waktu itu
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 10 pts
Menindaklanjuti tuntutan yang begitu kuat terhadap reformasi politik, banyak kalangan menuntut adanya amandemen UUD 1945. Tuntutan amandemen tersebut berdasarkan pemikiran bahwa salah satu sumber permasalahan dalam penyelenggaraan pemerintahan negara selama ini ada pada UUD 1945 yang kurang sesuai dengan kehidupan rakyat Indonesia yaitu ......
Tidak mampu menangani kasus korupsi, kolusi dan nepotisme
Kurang fleksibel sehingga kehidupan masyarakat bebas
Terlalu memberi kekuasaan yang besar pada presiden
Kekuasaan legislative dinilai lebih tinggi dari presiden
Presiden tidak dapat menjalankan pemilu dengan benar
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 10 pts
Menurut Riclefs (2001:665), Habibie mulai membebaskan tahanan-tahanan politik Orde Baru, setelah hanya dalam hitungan minggu menjabat sebagai presiden. Ini merupakan Langkah penting menuju keterbukaan dan rekonsiliasi. Diantara yang dibebaskan yaitu kaum sparatis, tokoh tokoh tua PKI. Amnesti juga diberikan kepada Mohammad Sanusi dan orang orang yang terlibat dalam peristiwa Tanjung Priuk 1984. Habibie juga membebaskan aktivis, beberapa diantaranya Dr. Sri Bintang Pamungkas, Muchtar Pakpahan pada 22 Mei 1998. Tidak ketinggalan, seorang Nasionalis Timor Leste yaitu Xanana Gusmao diberikan amnesti pada 7 September 1999. Kebijakan untuk memberikan amnesti dan abolisi para aktivis dan tahan politik Orde Baru ini ditujukan untuk ......
Memberikan efek jera kepada pelaku ujaran kebencian pada masa Orde Baru
Orde Baru memberlakukan Undang Undang Subversi sehingga tidak ada oposisi
Upaya Habibie untuk mengambil simpati para tahanan politik Orde Baru
Memenuhi dan menjalankan demokrasi sesuai dengan UUD 1945
Menegakkan nilai nilai HAM serta upaya menumbuhkan kepercayaan kepada pemerintah
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 10 pts
Salah satu kebijakan Presiden Habibie yang terkenal pada Era Reformasi yaitu, dikeluarkannya UU No.9 Tahun 1999 tentang Pers. Berdasarkan undang-udang ini maka kedudukan pers/ media masa di Indonesia semakin kokoh. Di bawah ini yang merupakan alasan B.J Habibie mengeluarkan UU. No 9 Tahun 199 yaitu .........
memberikan wahana atau media untuk menyampaikan pendapat
memberdakan pemerintahan B.J Habibie dengan Soeharto
adanya desakan dari Persatuan Wartawan Indonesia untuk membebaskan pers
mewujudkan amanat UUD 1945, pasal 27
mengambil simpati pers untuk mendukung B.J Habibie dalam menjalankan kepengawasan
6.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 10 pts
Pemerintahan B.J. Habibie. Pada 16 September 1998, Presiden B.J. Habibie mengeluarkan Inpres N0. 26/1998 yang menghapuskan istilah pribumi dan non pribumi. Presiden B.J. Habibie juga mengeluarkan Inpres 4/1999 tentang penghapusan Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia (SBKRI). Salah satu penyebab dari penerapan kedua inpres tersebut yaitu ......
Masih adanya praktik-praktik diskriminatif dan koruptif sebelum dikeluarkannya inpres
Masyarakat Tionghoa selalu diuntungkan dengan adanya dua kewarganegaraan
Adanya diskriminasi dalam bidang sosial-ekonomi dimana masyarakat Tionghoa menguasai sumber ekonomi
Masyarakat Tionghoa dianggap memiliki kedekatan dengan partai komunis Cina
Kehawatiran penduduk Tionghoa tidak dapat tinggal di Indonesia
7.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 10 pts
Presiden B. J. Habibie melakukan perubahan dibidang politik lainnya diantaranya mengeluarkan UU No. 2 Tahun 1999 tentang Partai Politik, karena pada masa Soeharto pembentukan partai politik sangat dibatasi dan tidak sesuai dengan UUD 1945 yang memberikan semua warga Indonesia untuk berserikat dan berkumpul mengeluarkan pikiran. Sehingga partai Golkar pada saat itu menjadi partai yang berkuasa di Indonesia, karena sebagian besar yang duduk di bangku pemerintahan merupakan anggota dari partai tersebut. Di bawah ini yang merupakan dampak setelah dikeluarkanya UU No. 2 Tahun 1999 yaitu ........
Banyaknya partai oposisi yang mengkritisi kebijakan pemerintah
Muncul banyak partai di Indonesia namun seringkali menghambar demokrasi
Tiga partai besar produk Orde Baru yaitu Golkar, PDI dan PPP tetap menjadi partai terbesar
Muncul sebanyak 181 partai baru yang mengikuti Pemilihan Umum tahun 1999
Terdapat sebanyak 48 partai politik yang lolos dan mengikuti pemilu 1999
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?