
pre tes cerpen azizah
Authored by Siti Nur Azizah
Other
9th - 12th Grade
Used 2+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
10 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 4 pts
Teks berikut untuk tiga butir soal di bawah ini.
Bacalah penggalan cerpen berikut dengan saksama!Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda.("Kenang-kenangan" oleh Abdul Gani A.K.) Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam penggalan tersebut adalah ...
A. orang pertama pelaku utama
B. orang ketiga pelaku sampingan
C. orang ketiga pelaku utama
D. orang pertama dan ketiga
E. orang ketiga serbatahu
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 4 pts
Teks berikut untuk tiga butir soal di bawah ini.
Bacalah penggalan cerpen berikut dengan saksama!Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda.("Kenang-kenangan" oleh Abdul Gani A.K.) Watak tokoh "aku" dalam penggalan cerita tersebut adalah ...
A. percaya diri
B. mudah menyesuaikan diri
C. sombong
D. rajin berusaha
E. mudah dipengaruhi
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 4 pts
Teks berikut untuk tiga butir soal di bawah ini.
Bacalah penggalan cerpen berikut dengan saksama!Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda.("Kenang-kenangan" oleh Abdul Gani A.K.) Amanat dalam penggalan cerpen tersebut adalah ...
Jangan cepat menyerah pada keadaan bagaimanapun juga.
Jangan membuang waktu selagi masih ada waktu.
Sebaiknya kita menyesuaikan diri dengan keadaan.
Jangan lupa diri bila menguasai bahasa orang
Jangan mudah dipengaruhi oleh orang lain.
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 4 pts
Bacalah Kutipan berikut.
"Oo, kau marah, Pak Tua? Ah, sudah tua suka marah-marah!""Huss!
Apakah kau anggap aku ini pak tuamu?""Aku bukan kangmasmul" bentak kakek-kakek itu lagi."Oo, iya! Tentunya aku harus memanggilmu mbah, ya! Aku lupa, sungguh. Tapi sebetulnya awal tadi telah aku ingatkan jika aku bersalah. Siapa bersalah wajib diingatkan. Jika tidak demikian? Coba gambarkan, betapa banyak kesalahan yang akan kuperbuat selanjutnya."Kakek itu tertunduk. Wajahnya berubah terang. lalu bicara dengan suara yang tak berdaya. "Betulkah bicaramu? Aku sudah tampak sangat tua?""Mengapa?""Pantas kau panggil mbah?""Hi-hi-hi! Pertanyaanmu itu! Kau sekarangkentara sekali merasa sedih! Mengapa? Apakah karena umurmu yang lanjut, apa karena tidak tahu bahwa kau sudah tua?""Jangan bersenda-gurau, Kenes, aku betul-betul bertanya!"Tikungan di Dekat Bendungan oleh St. Ismariasita. Konflik yang tergambar dalam kutipan cerpen tersebut tentang …
panggilan yang disampaikan kepada kakek dengan kata mbah dan mas
kecemasan tokoh kakek akan ketuaan usianya
ketidakcocokan penggunaan kata sapaan dengan realitas
tokoh Kenes menentukan usia seseorang, sudah tua ataukah masih muda
kakek dan Kenes memperebutkan sapaan mbah dan mas
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 4 pts
Bacalah Kutipan berikut.
"Oo, kau marah, Pak Tua? Ah, sudah tua suka marah-marah!""Huss! Apakah kau anggap aku ini pak tuamu?""Aku bukan kangmasmul" bentak kakek-kakek itu lagi."Oo, iya! Tentunya aku harus memanggilmu mbah, ya! Aku lupa, sungguh. Tapi sebetulnya awal tadi telah aku ingatkan jika aku bersalah. Siapa bersalah wajib diingatkan. Jika tidak demikian? Coba gambarkan, betapa banyak kesalahan yang akan kuperbuat selanjutnya."Kakek itu tertunduk. Wajahnya berubah terang. lalu bicara dengan suara yang tak berdaya. "Betulkah bicaramu? Aku sudah tampak sangat tua?""Mengapa?""Pantas kau panggil mbah?""Hi-hi-hi! Pertanyaanmu itu! Kau sekarangkentara sekali merasa sedih! Mengapa? Apakah karena umurmu yang lanjut, apa karena tidak tahu bahwa kau sudah tua?""Jangan bersenda-gurau, Kenes, aku betul-betul bertanya!" Tikungan di Dekat Bendungan oleh St. Ismariasita. Watak tokoh Kakek dalam kutipan cerpen tersebut adalah....
Pemarah
Pendendam
Pemalu
Penyabar
Perasa
6.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 4 pts
Bacalah kutipan cerita berikut!
Tidak, mudah-mudahan tidak. Hasudin penurut. Tidak seperti abang-abangnya sungguh dia anak penurut. Aku masih ingat almarhum Kamarudin, tidak mau dia mengindahkan kata-kataku. Jangan melompat-lompat dan banyak berlari-larian sehari sebelum disunat. Tapi ia tidak mengindahkannya. Terus saja berlarian bersama ternan-temannya. Dia seperti lupa akan disunat. Akibatnya, darahnya turun. Dan dukun pun tak mampu mengatasi.Panggilan Rasul, Hamzad Rangkuti. Amanat penggalan cerpen tersebut adalah .....
Orang tua harus dapat menasihati anak
Sebagai anak harus menaati perintah orang tua
Dukun sunat harus lebih cermat dalam bekerja
Tidak perlu menyesali yang sudah terjadi
Setiap anak mempunyai sifat yang berbeda.
7.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 4 pts
Bacalah cuplikan cerpen berikut!
Kapan-kapan itu adalah suatu sore, ketika aku sedang sibuk mengetik tugas. Kamarku diketuk orang walau seingat aku, sore itu aku tidak berjanji dengan siapa-siapa."Wah, Saudara sibuk betul rupanya." Tentu saja sedang sibuk. Kalau tidak sibuk, tentu tidak bakalan berserakan kertas-kertas di mejaku. Kalau sudah tahu sibuk, kenapa kau masih datang bertamu? Tetapi, cobalah bayangkan: bagaimana pula kau harus mengusir orang yang sudah berdiri di hadapanmu? Dengan membedaki mukaku setebal mungkin dengan rasa ketimuran, yang terlontar dari mulutku adalah:"Ya, begitulah."Wolfgang Kipkop, Pamusuk Eneste.
Nilai moral yang terkandung dalam cuplikan cerpen di atas adalah ....
saling menghormati dan menghargai
berbasa-basi dan berpura-pura baik
bertamu pada waktu yang tepat
menjaga perasaan orang lain
tidak boleh mengganggu pekerjaan orang
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?