AKM LITERASI 2

AKM LITERASI 2

6th Grade

5 Qs

quiz-placeholder

Similar activities

Reading Quiz Grade 6 "The Last Dream of Old Oak"

Reading Quiz Grade 6 "The Last Dream of Old Oak"

6th Grade

10 Qs

KUIS KELAS 6 (11 FEBRUARI 2022)

KUIS KELAS 6 (11 FEBRUARI 2022)

6th Grade

10 Qs

SBdP

SBdP

6th Grade

10 Qs

Adobe Animate

Adobe Animate

1st Grade - Professional Development

10 Qs

3 IPS KD 3.4 TEMA 6 ST 3

3 IPS KD 3.4 TEMA 6 ST 3

6th Grade

10 Qs

Leaders of The World

Leaders of The World

KG - University

10 Qs

EVALUASI TEMA 2 SUBTEMA 3 PB 4

EVALUASI TEMA 2 SUBTEMA 3 PB 4

6th Grade

10 Qs

Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

5th Grade - University

10 Qs

AKM LITERASI 2

AKM LITERASI 2

Assessment

Quiz

Other

6th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Jan Pahlevi Firdaus

FREE Resource

AI

Enhance your content in a minute

Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...

5 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins • 1 pt

Salah satu rumah adat Jakarta yang terkenal dengan keunikannya adalah rumah khas Betawi, yang disebut dengan rumah Kebaya atau rumah Bapang.

Rumah Kebaya sebenarnya tidak asing lagi karena sering tampil pada berbagai acara televisi yang mengangkat cerita tentang kebudayaan Betawi.

Salah satu keunikan dari rumah Betawi adalah memiliki serambi yang luas atau bisa dikatakan sebagai area teras untuk menerima tamu dan sekedar tempat berkumpul keluarga.

Sedangkan bagian atap rumah ini berbentuk bujur sangkar, dengan desain mirip pelana. Rumah ini juga memiliki 3 buah anak tangga sebagai pintu masuk utama di depan rumah.

Biasanya, bangunan rumah Betawi menggunakan bahan baku dari kayu kecapi atau kayu gowok, yang berdiri di atas pondasi dari batu alam. Sedangkan dinding rumah berasal dari anyaman bambu atau campuran antara tembok dan anyaman bambu.

Media Image
Media Image
Media Image
Media Image

2.

FILL IN THE BLANK QUESTION

2 mins • 1 pt

Media Image

Tanggal 21 April diperingati sebagai hari beliau di Indonesia. Pasalnya, tanggal tersebut merupakan tanggal kelahiran beliau, salah satu pahlawan nasional wanita yang paling berpengaruh di negara ini. Beliau dikenal dengan kegigihannya memperjuangkan pendidikan dan keadilan bagi kaum wanita.

Kegigihannya dan kecerdasan beliau tertuang dalam surat-surat yang berisi pemikiran-pemikirannya untuk memajukan kaum wanita pribumi. Berkat kefasihannya berbahasa Belanda, beliau mampu mendapatkan informasi dari buku, media cetak, dan sahabat pena dari Belanda.

Pertanyaan

Siapa yang tau nama beliau?

3.

MATCH QUESTION

2 mins • 1 pt

Pasangkanlah mata uang dengan nominalya!

Rp. 20.000

Media Image

Rp. 100.000

Media Image

Rp. 200

Media Image

Rp. 1.000

Media Image

Rp. 5.000

Media Image

4.

DRAG AND DROP QUESTION

2 mins • 1 pt

Diponegoro lahir di ​ (a)   pada tanggal 11 November 1785 dari ibu yang merupakan seorang selir (garwa ampeyan), bernama R.A. Mangkarawati, dari Pacitan dan ayahnya bernama Gusti Raden Mas Suraja, yang di kemudian hari naik takhta be​rgelar

Ketika dewasa, Pangeran Diponegoro menolak keinginan sang ayah untuk menjadi raja. Ia sendiri beralasan bahwa posisi ibunya yang bukan sebagai istri permaisuri, membuat dirinya merasa tidak layak untuk menduduki jabatan tersebut.

Pangeran Diponegoro dikenal sebagai pribadi yang cerdas, banyak membaca, dan ahli di bidang hukum Islam-Jawa. Dia juga lebih tertarik pada masalah-masalah keagamaan ketimbang masalah pemerintahan keraton dan membaur dengan rakyat. Sang Pangeran juga lebih memilih tinggal di Tegalrejo, berdekatan dengan tempat tinggal eyang buyut putrinya, yakni Gusti Kangjeng Ratu Tegalrejo, permaisuri dari Sultan ​ (b)   , daripada tinggal di ​ (c)   .

Pangeran Diponegoro mulai menaruh perhatian pada masalah keraton ketika dirinya ditunjuk menjadi salah satu anggota perwalian untuk mendampingi Sultan ​ (d)   (1822) yang saat itu baru berusia 3 tahun. Karena baru berusia 3 tahun, pemerintahan keraton sehari-hari dikendalikan oleh Patih ​ (e)   dan Residen Belanda. Pangeran Diponegoro tidak menyetujui cara perwalian seperti itu, sehingga dia melakukan protes.

Yogyakarta
Hamengkubuwana I
keraton
Hamengkubuwana V
Danureja IV

5.

DRAG AND DROP QUESTION

2 mins • 1 pt

Soekarno dilahirkan dengan seorang ayah yang bernama ​ (a)   (1873–1945) dan ibunya yaitu Ida Ayu Nyoman Rai (1881–1958). Keduanya bertemu ketika Raden Soekemi yang merupakan seorang guru ditempatkan di Sekolah Dasar Pribumi di Singaraja, Bali. Nyoman Rai merupakan keturunan bangsawan dari Bali dan beragama Hindu, sedangkan Raden Soekemi sendiri beragama Islam. Mereka telah memiliki seorang putri yang bernama Sukarmini sebelum Soekarno lahir. Ketika kecil Soekarno tinggal bersama kakeknya, Raden Hardjokromo di Tulung Agung, Jawa Timur.

Ia bersekolah pertama kali di Tulung Agung hingga akhirnya ia pindah ke Mojokerto, mengikuti orangtuanya yang ditugaskan di kota tersebut. Di Mojokerto, ayahnya memasukkan Soekarno ke Eerste Inlandse School, sekolah tempat ia bekerja. Kemudian pada Juni 1911 Soekarno dipindahkan ke Europeesche Lagere School (ELS) untuk memudahkannya diterima di Hogere Burger School (HBS). Pada tahun 1915, Soekarno telah menyelesaikan pendidikannya di ELS dan berhasil melanjutkan ke HBS di Surabaya, Jawa Timur. Ia dapat diterima di HBS atas bantuan seorang kawan bapaknya yang bernama H.O.S. Tjokroaminoto Tjokroaminoto bahkan memberi tempat tinggal bagi Soekarno di pondokan kediamannya. Di Surabaya, Soekarno banyak bertemu dengan para pemimpin Sarekat Islam, organisasi yang dipimpin Tjokroaminoto saat itu, seperti Alimin, Musso, Darsono, Haji Agus Salim, dan Abdul Muis. Soekarno kemudian aktif dalam kegiatan organisasi pemuda Tri Koro Dharmo yang dibentuk sebagai organisasi dari Budi Utomo. Nama organisasi tersebut kemudian ia ganti menjadi Jong Java (Pemuda Jawa) pada 1918. Selain itu, Soekarno juga aktif menulis di harian "Oetoesan Hindia" yang dipimpin oleh Tjokroaminoto.

Tamat HBS Soerabaja bulan Juli 1921, bersama Djoko Asmo rekan satu angkatan di HBS, Soekarno melanjutkan ke Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang ITB) di ​ (b)   dengan mengambil jurusan teknik sipil pada tahun 1921, setelah dua bulan dia meninggalkan kuliah, tetapi pada tahun 1922 mendaftar kembali dan tamat pada tahun 1926. Soekarno dinyatakan lulus ujian insinyur pada tanggal ​ (c)   dan pada Dies Natalis ke-6 TH Bandung tanggal 3 Juli 1926 dia diwisuda bersama delapan belas insinyur lainnya. Prof. Jacob Clay selaku ketua fakultas pada saat itu menyatakan "Terutama penting peristiwa itu bagi kita karena ada di antaranya 3 orang insinyur orang Jawa". Mereka adalah Soekarno, Anwari, dan Soetedjo, selain itu ada seorang lagi dari Minahasa yaitu Johannes Alexander Henricus Ondang.

Saat di Bandung, Soekarno tinggal di kediaman Haji Sanusi yang merupakan anggota Sarekat Islam dan sahabat karib Tjokroaminoto. Di sana ia berinteraksi dengan ​ (d)   , Tjipto Mangunkusumo, dan Dr. Douwes Dekker, yang saat itu merupakan pemimpin organisasi National Indische Partij.

Raden Soekemi Sosrodihardjo
Bandung
25 Mei 1926
Ki Hajar Dewantara

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?