
KUIS PPKN KLS IX
Authored by ROCKY ARFAN
Social Studies
9th Grade
Used 23+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
10 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
1 min • 1 pt
Tahukah kamu bahwa keberagaman merupakan sebuah hal yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan bangsa Indonesia? Keberagaman yang terjadi di Indonesia merupakan sebuah potensi sekaligus tantangan. Dikatakan sebagai sebuah potensi karena hal tersebut akan membuat bangsa kita menjadi bangsa yang besar dan memiliki kekayaan yang melimpah, baik kekayaan alam maupun kekayaan budaya yang dapat menarik minat wisatawan asing untuk mengunjungi Indonesia. Kebhinekaan bangsa Indonesia juga merupakan sebuah tantangan bahkan ancaman karena mudah membuat penduduk Indonesia berbeda pendapat, mudah tumbuhnya perasaan kedaerahan yang amat sempit yang sewaktu dapat menjadi ledakan yang akan mengancam integrasi nasional atau persatuan bangsa. Ancaman tersebut dapat dicegah dengan mewujudkan harmonisasi dalam keberagaman masyarakat Indonesia.
Berdasarkan teks diatas, kerjakanlah soal dibawah ini dengan benar
Bagaimana cara mewujudkan harmonisasi dalam keberagaman masyarakat Indonesia
Menumbuhkan perasaan kedaerahan yang sempit
Mudah membuat penduduk Indonesia berbeda pendapat
Ancaman integrasi nasional
Memaknai keberagaman sebagai potensi dan kekayaan bangsa
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Yang menjadi kelamahan dari potensi keberagaman alam dan budaya masyarakat Indonesia kecuali adalah .....
Kekayaan alam yang melimpah
Budaya yang relatif banyak
Terwujudnya harmonisasi karena keberagaman
Munculnya ancaman integrasi nasional
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Yang menjadi tantangan dari keberagaman masyarakat Indonesia adalah....
Menarik wisatawan datang ke Indonesia
Ancaman integrasi nasional
Penduduk Indonesia yang mudah beda pendapat
Mudah tumbuhnya perasaan kedaerahan
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
3 mins • 1 pt
Zaman sudah modern dan perempuan saat ini tidak lagi hanya berkutat dengan pekerjaan domestik di rumah. Perempuan semakin sadar akan haknya dan menyadari dirinya punya kemampuan yang sama dengan laki-laki untuk melakukan banyak hal. Perempuan masa kini mengenyam pendidikan tinggi. Bahkan saat ini, perempuan menjadi ujung tombak perekonomian negara. Misalnya saja seperti di Indonesia, kontribusi terhadap ekonomi banyak disumbang oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) perempuan.
Kontribusi ini, nyatanya masih berbanding terbalik dengan situasi di lapangan. Pandangan sebelah mata bahwa perempuan hanya pintar dalam mengurus keluarga dan tidak berpotensi sukses, acapkali terjadi dan menurunkan mental perempuan danmasih banyak juga perempuan yang terkendala untuk menerima haknya sebagai individu yang bebas. Penyebabnya, tak lain akibat masih adanya stigma dan disriminasi dari masyarakat.
Berikut merupakan lima penyebab sulitnya merealisasikan kesetaraan gender:
1. Budaya Patriarki
Budaya partiarki merupakan warisan turun temurun yang masih diadopsi oleh berbagai negara Asia, termasuk Indonesia. Menurut Wikipedia, budaya patriarki merupakan akar akan munculnya kekerasan yang dialamatkan kepada perempuan.
Salah satu contohnya yaitu tuntutan bagi perempuan untuk mengurus tugas rumah tangga, seperti mencuci pakaian ataupun memasak bagi keluarga. Selain itu, perempuan yang akan menikah kerapkali terpaksa mundur dari pekerjaannya akibat permintaan laki-laki yang tak ingin sang perempuan bekerja di luar rumah.
Meski saat ini Indonesia telah memiliki dasar hukum yang tak mengenal gender, budaya ini tak serta merta menghilang.
2. Pola asuh
Rumah dan orangtua merupakan gerbang pertama akan pentingnya kesadaran dan toleransi antar gender. Pola asuh orangtua yang masih melakukan bias gender dapat terlihat melalui adanya perbedaan tugas dan tanggung jawab bagi anak laki-laki dan perempuan.
Anak perempuan dipandang memegang tanggung jawab penuh akan tugas domestik, sedangkan anak laki-laki hanya diwajibkan untuk membantu mencari uang.
Pola asuh juga melahirkan konsep maskulinitas dan feminim pada kedua gender. Riset YouGov menemukan bahwa sifat kekuatan,ketegasan, dan kecerdasan merupakan sifat laki-laki. Sedangkan sifat perempuan dicerminkan melalui kepekaan, emosional, dan kasih sayang sehingga perempuan merasa tidak pantas untuk tampil tegas, cerdas, dan kuat.
3. Posisi perempuan dalam keluarga
Selain dibebankan oleh tugas domestik, perempuan juga dituntut untuk berperan lebih banyak, mulai dari melahirkan hingga mengurus anak. Norma ini pula yang pada akhirnya memandang bahwa perempuan tidak memerlukan pendidikan yang tinggi. Sebab, perempuan akan kembali ke ranah domestik alias rumah setelah menikah.
Lembaga inisiasi milik pemerintah Australia, Investing In Women melakukan pendataan terhadap peran perempuan dalam keluarga. Hasilnya, norma sosial mengakibatkan perempuan cenderung memandang rendah dirinya melalui anggapan bahwa perempuan hanyalah pencari nafkah sekunder.
4.Keseimbangan antara keluarga dan pekerjaan
Beberapa perempuan yang beruntung mendapatkan pendidikan dan pekerjaan layak, tak sepenuhnya lepas dari beban domestik. Riset YouGov menemukan bahwa 51 persen perempuan Indonesia memiliki status ibu sekaligus perempuan karier.
Waktu kerja yang kurang fleksibel, menciptakan dilema tersendiri bagi perempuan. Akibatnya, banyak perempuan memilih untuk keluar dari pekerjaannya setelah menikah dan memiliki anak.
International Labour Organization (ILO) juga menemukan bahwa perempuan bekerja cenderung kesulitan menemukan fasilitas penitipan anak dengan biaya terjangkau baik di dekat rumah maupun tempat kerja.
5. Pembatasan dalam perusahaan
Penelitian Workplace Gender Equality menemukan bahwa laki-laki masih mendominasi jabatan penting meski berada di lingkungan dengan dominasi perempuan
Di industri secara menyeluruh, jumlah representasi CEO perempuan berkisar di angka 17,1 persen pada 2018. Sementara posisi manajer mencapai angka 30,5 persen. Disamping itu, kurangnya fasilitas publik seperti ruang laktasi dan perbedaan gaji secara umum, turut menjadi bagian disriminasi secara tidak langsung bagi perempuan
Berdasarkan teks, kerjakanlah soal soal dibawah ini
Dibawah ini yang bukantermasuk penyebab sulitnya terealisasi kesetaraan gender adalah
Budaya Patriarki
Pola asuh
Posisi perempuan dalam keluarga
Budaya matriarki
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Seorang wanita bekerja di salah satu perusaan ternama di Ibukota, dan telah memiliki karir yang bagus. Namun tidak lama setelah pernikahannya, beliau dipaksa mundur dari pekerjaannya supaya fokus untuk mengurus rumah tangga.
Berdasarkan kasus tersebut, penyebab nya adalah...
Budaya patriarki
Pola asuh
Posisi perempuan dalam keluarga
Pembatasan dalam perusahaan
6.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Perempuan sering dituntut untuk berperan lebih banyak mulai dari melahirkan hingga mengurus anak hal tersebutlah yang membuat pemikiran bahwa perempuan tidak perlu pendidikan yang tinggi.
Kasus diatas, merupakan salah satu penyebab sulitnya kesetaraan gender yaitu pada
Pola asuh
Budaya patriarki
Keseinbangan antara keluarga dan pekerjaan
Posisi perempuan dalam keluarga
7.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Lingkungan dengan dominasi perempuan tetapi tetap saja laki laki yang mendominasi jabatan penting di perusahaan tersebut, merupakan penyebab sulitnya merealisasikan kesetaraan gender yaitu pada...
Budaya patriarki
Pola asuh
Pembatasan dalam perusahaan
Posisi perempuan dalam keluarga
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?
Similar Resources on Wayground
15 questions
Tema 5 Subtema 1 Kelas 6
Quiz
•
4th - 12th Grade
10 questions
Tebak Artis/Karya Sepanjang Masa
Quiz
•
1st Grade - Professio...
10 questions
perlawanan terhadap kolonialisme dan imperialisme
Quiz
•
1st Grade - University
15 questions
ASSESMEN KOGNITIF PPKN KELAS 1O SMA
Quiz
•
9th Grade
10 questions
UUD NRI Tahun 1945
Quiz
•
9th - 12th Grade
10 questions
IPS Kebutuhan manusia
Quiz
•
9th - 12th Grade
15 questions
Keberagaman Masyarakat
Quiz
•
9th Grade
10 questions
Perubahan Sosial dan Budaya
Quiz
•
9th Grade
Popular Resources on Wayground
15 questions
Fractions on a Number Line
Quiz
•
3rd Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
25 questions
Multiplication Facts
Quiz
•
5th Grade
29 questions
Alg. 1 Section 5.1 Coordinate Plane
Quiz
•
9th Grade
22 questions
fractions
Quiz
•
3rd Grade
11 questions
FOREST Effective communication
Lesson
•
KG
20 questions
Main Idea and Details
Quiz
•
5th Grade
20 questions
Context Clues
Quiz
•
6th Grade
Discover more resources for Social Studies
17 questions
World War 2 (World History 25-26)
Quiz
•
9th Grade
15 questions
SBAC Practice HSS26_Vasquez
Quiz
•
9th - 12th Grade
24 questions
Unit 3: Bill of Rights, Civil Rights, & Civil Liberties
Quiz
•
9th Grade
16 questions
SBAC Practice HSS26
Quiz
•
9th - 12th Grade
10 questions
Antebellum Reform Movements Edpuzzle
Interactive video
•
9th Grade
21 questions
1914 (WW I) Europe Geography
Quiz
•
9th Grade
30 questions
WH OC 6 Economic Exchanges & Networks 2026
Quiz
•
9th Grade
7 questions
Japanese Imperialism
Lesson
•
9th - 12th Grade