
Latihan Soal Obat Sistem Saraf Otonom
Authored by Nina Herlina
Other
University
Used 3+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
30 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 2 pts
Isoproterenol merupakan obat pilihan untuk penderita asma. Efek anti asma obat ini terkait dengan kemampuannya dalam merelaksasikan otot polos bronkus yang terjadi akibat adanya interaksi antara obat ini dengan reseptor adrenergic
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 2 pts
Orang dikatakan menderita hipertensi apabila tekanan darah sistol/diastole diatas 140/90mm Hg. Penyakit ini bila tidak dapat dikendalikan dengan semestinya banyak yang kemudian mengalami stroke dengan gejala mulai dari yang ringan sampai berat. Oleh karena itu tekanan darah harus dikendalikan jangan sampai terus meningkat. 1. Acebutolol 2. Propanolol 3 Atenolol, ). Pindolol adalah obat antihipertensi yang bekerja secara spesifik terhadap reseptor B1.
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 2 pts
Reuptake Neurotransmiter dari ujung saraf simpatis dapat dihambat oleh imipramine, menyebabkan ketersediaan neurotransmitter di ujung saraf tersebut meningkat sehingga terjadilah peningkatan kinerja saraf simpatis. Selain imipramine obat lain yang mempunyai efek yang sama adalah?
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 2 pts
Efek dari serotonin adalah dibawah ini, kecuali …
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 2 pts
Sistem saraf otonom dapat dibedakan ke dalam dua golongan yakni golongan saraf simpatik dan parasimpatik. Masing masing saraf mengeluarkan neurotransmitter dibagian ujung saraf postganglioniknya yang menjadi ciri khas dari jenis saraf tersebut. Namun di bagian preganglionic, saraf otonom baik saraf simpatis maupun parasimpatis dipengaruhi oleh neurotransmitter yang sama yakni?
6.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
45 sec • 1 pt
Pada sistem saraf otonom, jenis reseptor adrenergic beta 2 memberikan efek berupa:
Vasokonstriksi pada pembuluh darah
Kontraksi otot rangka
Penurunan denyut jantung
Vasodilatasi pada pembuluh darah
Bronkokonstriksi pada saluran udara
Answer explanation
Pada sistem saraf otonom, terdapat dua jenis reseptor adrenergic, yaitu reseptor adrenergic alpha dan beta. Reseptor adrenergic beta dibagi lagi menjadi tiga jenis, yaitu beta 1, beta 2, dan beta 3. Pada pembuluh darah, terdapat reseptor adrenergic beta 2 yang dapat memberikan efek berupa vasodilatasi. Hal ini terjadi karena saat aktivasi reseptor adrenergic beta 2, terjadi pelepasan zat nitrit oksida yang dapat membuat pembuluh darah mengalami relaksasi dan membesar sehingga memungkinkan aliran darah yang lebih lancar. Selain itu, reseptor adrenergic beta 2 juga dapat memberikan efek bronkodilatasi pada saluran napas. Oleh karena itu, obat-obatan yang mempengaruhi reseptor adrenergic beta 2 dapat digunakan untuk mengatasi beberapa kondisi medis, seperti asma bronkial dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).
7.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Bagaimana mekanisme kerja sistem saraf parasimpatis dalam menurunkan tekanan darah?
Meningkatkan denyut jantung dan kontraksi pembuluh darah
Mengurangi denyut jantung dan relaksasi pembuluh darah
Meningkatkan produksi hormon adrenalin
Meningkatkan aliran darah ke otak dan jantung d.
Answer explanation
Sistem saraf parasimpatis bekerja untuk menurunkan tekanan darah melalui beberapa mekanisme, di antaranya adalah:
Menurunkan denyut jantung: Sistem saraf parasimpatis mengirimkan impuls saraf ke jantung untuk memperlambat denyut jantung, sehingga tekanan darah menurun.
Vasodilatasi: Sistem saraf parasimpatis menghasilkan neurotransmitter asetilkolin yang merangsang pelepasan nitrogen oksida (NO) pada sel otot polos pembuluh darah, sehingga pembuluh darah melebar dan tekanan darah menurun.
Menurunkan kontraksi otot polos pada pembuluh darah: Sistem saraf parasimpatis mengurangi aktivitas saraf simpatis yang menghasilkan hormon adrenalin dan noradrenalin, sehingga kontraksi otot polos pada dinding pembuluh darah menurun dan tekanan darah menurun.
Secara keseluruhan, mekanisme kerja sistem saraf parasimpatis dalam menurunkan tekanan darah adalah dengan memperlambat denyut jantung, melebarkan pembuluh darah, dan menurunkan kontraksi otot polos pada pembuluh darah.
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?