Literasi Indonesia

Literasi Indonesia

9th - 12th Grade

9 Qs

quiz-placeholder

Similar activities

KEBAHASAAN TEKS EDITORIAL

KEBAHASAAN TEKS EDITORIAL

12th Grade

10 Qs

Coerenza e coesione

Coerenza e coesione

7th - 9th Grade

10 Qs

Włochy Italia

Włochy Italia

4th Grade - Professional Development

11 Qs

Unsur Kebahasaan Teks Eksposisi

Unsur Kebahasaan Teks Eksposisi

10th Grade

10 Qs

Filipino Oral Recitation #5

Filipino Oral Recitation #5

10th Grade

10 Qs

Bahasa arab Tahun 4 أحب المدرستي

Bahasa arab Tahun 4 أحب المدرستي

1st - 10th Grade

14 Qs

KAIDAH BAHASA TEKS LAPORAN PECOBAAN

KAIDAH BAHASA TEKS LAPORAN PECOBAAN

9th Grade

10 Qs

Pangaweruh ngeunaan Dongeng

Pangaweruh ngeunaan Dongeng

10th Grade

10 Qs

Literasi Indonesia

Literasi Indonesia

Assessment

Quiz

World Languages

9th - 12th Grade

Hard

Created by

Wulandari Fajriyah

Used 8+ times

FREE Resource

AI

Enhance your content in a minute

Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...

9 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

Semua Butuh Cina, Tak Terkecuali Jerman

Dilansir Financial Times edisi Maret 2022, separuh pendapatan dan profit VW setiap tahun berasal dari dompet warga Cina. Menurut statistik tahun 2021, mobil produksi VW—termasuk jenama milik Jerman yang lain seperti Audi, Porsche, dan Skoda—laku di penjuru Cina setiap 9,5 detik. Dalam sektor bahan kimia, Jerman juga tak segan untuk berinvestasi dalam skala masif. Misalnya, pada 2018, korporasi kimia terbesar di dunia BASF mengungkap rencana mengeluarkan 10 miliar euro (Rp160 triliun) hingga 2030 demi membangun pabrik di Guangdong, provinsi paling padat di Cina dan diprediksi akan mewakili 50 persen pasar bahan kimia dunia.

Di balik relasi yang begitu erat, gesekan geopolitik sekecil apa pun yang menyangkut Cina dan negara lain ternyata mampu menimbulkan guncangan pada industri Jerman. Contoh terbarunya berkaitan dengan isu Taiwan. Dua tahun lalu, Lithuania, anggota Uni Eropa dari kawasan Baltik, mengizinkan dibukanya kedutaan besar de facto Taiwan di ibu kota Vilnius. Beijing yang menganggap Taiwan adalah bagian dari mereka memboikot produk Lithuania. Lithuania tak terdampak, dampaknya justru dirasakan oleh pabrik-pabrik Jerman yang merupakan investor besar di Lithuania. Konflik tersebut membuat perusahaan Jerman di sana, seperti Continental, Hella, Bosch, dan Siemens, produk-produknya tertahan atau dipersulit masuk Cina.

Jerman juga berpotensi kehilangan bahan produksi jika berkonflik dengan Cina. Pada 2023, Jerman mengimpor sedikitnya 80 persen laptop dari Cina, 68 persen telepon genggam, dan 62 persen komponen komputer seperti kartu suara dan grafik. Sejumlah 85 persen skandium dan antimon juga didatangkan dari Cina. Jika berkonflik, Cina bisa dengan mudah menahan investasinya di pasar Jerman yang nilainya tidak main-main: sampai 200 miliar euro. Pemutusan hubungan dagang Uni Eropa dengan Cina akan berdampak pada pengurangan perdagangan sampai 97 persen. Akibatnya, dalam jangka panjang, Produk Domestik Bruto Jerman bisa tergerus sampai satu persen.

Sektor yang menjadi kunci dalam antara Jerman dengan Cina sebagai konsumen adalah ….

Militer dan geopolitik

Rantai pasok dan bahan baku

Teknologi dan investasi

Bea Cukai dan alat komunikasi

Otomotif dan bahan kimia

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

Semua Butuh Cina, Tak Terkecuali Jerman

Dilansir Financial Times edisi Maret 2022, separuh pendapatan dan profit VW setiap tahun berasal dari dompet warga Cina. Menurut statistik tahun 2021, mobil produksi VW—termasuk jenama milik Jerman yang lain seperti Audi, Porsche, dan Skoda—laku di penjuru Cina setiap 9,5 detik. Dalam sektor bahan kimia, Jerman juga tak segan untuk berinvestasi dalam skala masif. Misalnya, pada 2018, korporasi kimia terbesar di dunia BASF mengungkap rencana mengeluarkan 10 miliar euro (Rp160 triliun) hingga 2030 demi membangun pabrik di Guangdong, provinsi paling padat di Cina dan diprediksi akan mewakili 50 persen pasar bahan kimia dunia.

Di balik relasi yang begitu erat, gesekan geopolitik sekecil apa pun yang menyangkut Cina dan negara lain ternyata mampu menimbulkan guncangan pada industri Jerman. Contoh terbarunya berkaitan dengan isu Taiwan. Dua tahun lalu, Lithuania, anggota Uni Eropa dari kawasan Baltik, mengizinkan dibukanya kedutaan besar de facto Taiwan di ibu kota Vilnius. Beijing yang menganggap Taiwan adalah bagian dari mereka memboikot produk Lithuania. Lithuania tak terdampak, dampaknya justru dirasakan oleh pabrik-pabrik Jerman yang merupakan investor besar di Lithuania. Konflik tersebut membuat perusahaan Jerman di sana, seperti Continental, Hella, Bosch, dan Siemens, produk-produknya tertahan atau dipersulit masuk Cina.

Jerman juga berpotensi kehilangan bahan produksi jika berkonflik dengan Cina. Pada 2023, Jerman mengimpor sedikitnya 80 persen laptop dari Cina, 68 persen telepon genggam, dan 62 persen komponen komputer seperti kartu suara dan grafik. Sejumlah 85 persen skandium dan antimon juga didatangkan dari Cina. Jika berkonflik, Cina bisa dengan mudah menahan investasinya di pasar Jerman yang nilainya tidak main-main: sampai 200 miliar euro. Pemutusan hubungan dagang Uni Eropa dengan Cina akan berdampak pada pengurangan perdagangan sampai 97 persen. Akibatnya, dalam jangka panjang, Produk Domestik Bruto Jerman bisa tergerus sampai satu persen.

Sumber: Tirto.id (dengan modifikasi)

Peran dari penjelasan mengenai negara Lithuania dalam teks di atas adalah ….

Mempersulit hubungan antara Jerman dan Cina

Menjadi perantara dalam transaksi ekonomi Jerman dan Cina

Memboikot produk Cina di negaranya

Mempersulit perekonomian Jerman

Menunjukkan kasus di mana Jerman tidak bisa lepas dari Cina

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

Semua Butuh Cina, Tak Terkecuali Jerman

Dilansir Financial Times edisi Maret 2022, separuh pendapatan dan profit VW setiap tahun berasal dari dompet warga Cina. Menurut statistik tahun 2021, mobil produksi VW—termasuk jenama milik Jerman yang lain seperti Audi, Porsche, dan Skoda—laku di penjuru Cina setiap 9,5 detik. Dalam sektor bahan kimia, Jerman juga tak segan untuk berinvestasi dalam skala masif. Misalnya, pada 2018, korporasi kimia terbesar di dunia BASF mengungkap rencana mengeluarkan 10 miliar euro (Rp160 triliun) hingga 2030 demi membangun pabrik di Guangdong, provinsi paling padat di Cina dan diprediksi akan mewakili 50 persen pasar bahan kimia dunia.

Di balik relasi yang begitu erat, gesekan geopolitik sekecil apa pun yang menyangkut Cina dan negara lain ternyata mampu menimbulkan guncangan pada industri Jerman. Contoh terbarunya berkaitan dengan isu Taiwan. Dua tahun lalu, Lithuania, anggota Uni Eropa dari kawasan Baltik, mengizinkan dibukanya kedutaan besar de facto Taiwan di ibu kota Vilnius. Beijing yang menganggap Taiwan adalah bagian dari mereka memboikot produk Lithuania. Lithuania tak terdampak, dampaknya justru dirasakan oleh pabrik-pabrik Jerman yang merupakan investor besar di Lithuania. Konflik tersebut membuat perusahaan Jerman di sana, seperti Continental, Hella, Bosch, dan Siemens, produk-produknya tertahan atau dipersulit masuk Cina.

Jerman juga berpotensi kehilangan bahan produksi jika berkonflik dengan Cina. Pada 2023, Jerman mengimpor sedikitnya 80 persen laptop dari Cina, 68 persen telepon genggam, dan 62 persen komponen komputer seperti kartu suara dan grafik. Sejumlah 85 persen skandium dan antimon juga didatangkan dari Cina. Jika berkonflik, Cina bisa dengan mudah menahan investasinya di pasar Jerman yang nilainya tidak main-main: sampai 200 miliar euro. Pemutusan hubungan dagang Uni Eropa dengan Cina akan berdampak pada pengurangan perdagangan sampai 97 persen. Akibatnya, dalam jangka panjang, Produk Domestik Bruto Jerman bisa tergerus sampai satu persen.

Sumber: Tirto.id (dengan modifikasi)

Pernyataan yang tidak sesuai dengan paragraf ketiga adalah ….

68 persen penduduk Jerman menggunakan telepon genggan buatan Cina

Jerman mengimpor lebih dari ¾ laptop dari Cina pada tahun 2023

Lebih dari separuh telepon genggam di Jerman merupakan produk Cina

Konflik Cina-Jerman bisa mengurangi hingga 1 persen PDB Jerman

Cina berinvestasi sampai 200 miliar Euro di Jerman

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

Semua Butuh Cina, Tak Terkecuali Jerman

Dilansir Financial Times edisi Maret 2022, separuh pendapatan dan profit VW setiap tahun berasal dari dompet warga Cina. Menurut statistik tahun 2021, mobil produksi VW—termasuk jenama milik Jerman yang lain seperti Audi, Porsche, dan Skoda—laku di penjuru Cina setiap 9,5 detik. Dalam sektor bahan kimia, Jerman juga tak segan untuk berinvestasi dalam skala masif. Misalnya, pada 2018, korporasi kimia terbesar di dunia BASF mengungkap rencana mengeluarkan 10 miliar euro (Rp160 triliun) hingga 2030 demi membangun pabrik di Guangdong, provinsi paling padat di Cina dan diprediksi akan mewakili 50 persen pasar bahan kimia dunia.

Di balik relasi yang begitu erat, gesekan geopolitik sekecil apa pun yang menyangkut Cina dan negara lain ternyata mampu menimbulkan guncangan pada industri Jerman. Contoh terbarunya berkaitan dengan isu Taiwan. Dua tahun lalu, Lithuania, anggota Uni Eropa dari kawasan Baltik, mengizinkan dibukanya kedutaan besar de facto Taiwan di ibu kota Vilnius. Beijing yang menganggap Taiwan adalah bagian dari mereka memboikot produk Lithuania. Lithuania tak terdampak, dampaknya justru dirasakan oleh pabrik-pabrik Jerman yang merupakan investor besar di Lithuania. Konflik tersebut membuat perusahaan Jerman di sana, seperti Continental, Hella, Bosch, dan Siemens, produk-produknya tertahan atau dipersulit masuk Cina.

Jerman juga berpotensi kehilangan bahan produksi jika berkonflik dengan Cina. Pada 2023, Jerman mengimpor sedikitnya 80 persen laptop dari Cina, 68 persen telepon genggam, dan 62 persen komponen komputer seperti kartu suara dan grafik. Sejumlah 85 persen skandium dan antimon juga didatangkan dari Cina. Jika berkonflik, Cina bisa dengan mudah menahan investasinya di pasar Jerman yang nilainya tidak main-main: sampai 200 miliar euro. Pemutusan hubungan dagang Uni Eropa dengan Cina akan berdampak pada pengurangan perdagangan sampai 97 persen. Akibatnya, dalam jangka panjang, Produk Domestik Bruto Jerman bisa tergerus sampai satu persen.

Sumber: Tirto.id (dengan modifikasi)

Berdasarkan teks di atas, langkah pertama Cina jika terlibat konflik dengan negara Uni Eropa yang paling mungkin adalah ….

Menghancurkan pabrik kimia BASF di Guangdong

Memerangi angkatan laut Uni Eropa

Mengkampanyekan anti produk Eropa terhadap rakyatnya?

Menghentikan kegiatan ekonomi dengan negara Uni Eropa

Memberikan sanksi terhadap negara-negara Eropa

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

Semua Butuh Cina, Tak Terkecuali Jerman

Dilansir Financial Times edisi Maret 2022, separuh pendapatan dan profit VW setiap tahun berasal dari dompet warga Cina. Menurut statistik tahun 2021, mobil produksi VW—termasuk jenama milik Jerman yang lain seperti Audi, Porsche, dan Skoda—laku di penjuru Cina setiap 9,5 detik. Dalam sektor bahan kimia, Jerman juga tak segan untuk berinvestasi dalam skala masif. Misalnya, pada 2018, korporasi kimia terbesar di dunia BASF mengungkap rencana mengeluarkan 10 miliar euro (Rp160 triliun) hingga 2030 demi membangun pabrik di Guangdong, provinsi paling padat di Cina dan diprediksi akan mewakili 50 persen pasar bahan kimia dunia.

Di balik relasi yang begitu erat, gesekan geopolitik sekecil apa pun yang menyangkut Cina dan negara lain ternyata mampu menimbulkan guncangan pada industri Jerman. Contoh terbarunya berkaitan dengan isu Taiwan. Dua tahun lalu, Lithuania, anggota Uni Eropa dari kawasan Baltik, mengizinkan dibukanya kedutaan besar de facto Taiwan di ibu kota Vilnius. Beijing yang menganggap Taiwan adalah bagian dari mereka memboikot produk Lithuania. Lithuania tak terdampak, dampaknya justru dirasakan oleh pabrik-pabrik Jerman yang merupakan investor besar di Lithuania. Konflik tersebut membuat perusahaan Jerman di sana, seperti Continental, Hella, Bosch, dan Siemens, produk-produknya tertahan atau dipersulit masuk Cina.

Jerman juga berpotensi kehilangan bahan produksi jika berkonflik dengan Cina. Pada 2023, Jerman mengimpor sedikitnya 80 persen laptop dari Cina, 68 persen telepon genggam, dan 62 persen komponen komputer seperti kartu suara dan grafik. Sejumlah 85 persen skandium dan antimon juga didatangkan dari Cina. Jika berkonflik, Cina bisa dengan mudah menahan investasinya di pasar Jerman yang nilainya tidak main-main: sampai 200 miliar euro. Pemutusan hubungan dagang Uni Eropa dengan Cina akan berdampak pada pengurangan perdagangan sampai 97 persen. Akibatnya, dalam jangka panjang, Produk Domestik Bruto Jerman bisa tergerus sampai satu persen.

Sumber: Tirto.id (dengan modifikasi)

Dari teks di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa ….

Jerman tunduk terhadap Cina

Jerman memiliki produk yang laku di pasar Cina

Pabrik bahan kimia terbesar cocok ditempatkan di negara berpenduduk terbesar

Dalam bidang otomotif, Jerman tidak bergantung pada Cina

Sulit untuk melepaskan ketergantungan ekonomi dari Cina

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

Inokulasi: Vaksinasi Kuno Kekaisaran Ottoman yang Menginspirasi Barat

(1) Inokulasi telah dikenal dalam pengobatan Asia dan Afrika, yakni dengan sengaja menanamkan patogen, mikroba, atau virus kepada seseorang untuk menciptakan kekebalan buatan dari penyakit menular. (2) Metode ini kemudian dipopulerkan di Eropa oleh penulis Lady Mary Wortley Montagu pada tahun 1717, yang ternyata prosedur ini dijalankan di berbagai tempat di seluruh dunia. (3) Melihat kemanjuran metode ini, Lady Montagu pun menerapkan variolasi (sebutan lain untuk inokulasi) pada putra dan putrinya tahun 1721.

(4) Prosedur ini awalnya mendapat banyak penolakan karena masih menyimpan risiko. (5) Namun, penyakit cacar yang disebut sebagai "monster berbintik" di Barat pada abad ke-18 telah membuat banyak kematian di Eropa. (6) Orang-orang Barat sebagian lebih memilih untuk berobat di Timur seperti Kekaisaran Ottoman, yang dikenal maju bidang ilmu kesehatannya menggunakan teknik inokulasi.

(7) Prosedur variolasi di Kekaisaran Ottoman ini melibatkan pemberian keropeng cacar bubuk atau cairan yang diambil dari pustula (benjolan kecil berisi nanah yang tumbuh di lapisan kulit) seseorang yang terkena cacar. (8) Setelah itu, bubuk atau cairan ini diberikan dengan pengolesan melalui jarum pada lapisan lemak di antara kulit dan otot (subkutan) pada lengan atau kaki. (9) Subkutan ini diberikan kepada orang yang belum terinfeksi dan masih sehat. (10) Orang yang sehat akan terinfeksi sebagai efek samping, tetapi akan berkurang secara signifikan dan kebal.

(11) Pengetahuan inokulasi di seluruh penjuru dunia kelak berkembang menjadi vaksinasi. (12) Tidak heran jika Kekaisaran Ottoman dinobatkan sebagai “kiblat” kemajuan medis pada masanya. (13) Setidaknya, pengetahuan ini telah menyelamatkan manusia dari berbagai wabah di sepanjang peradabannya.

Sumber: National Geographic ID (dengan modifikasi)

Berdasarkan pernyataan pada kalimat (6) teks di atas, dapat diasumsikan bahwa ….

metode pengobatan di eropa pada masa itu belum memuaskan

orang asia lebih kebal terhadap penyakit cacar

orang eropa sangat takut terhadap penyakit cacar

jumlah kematian akibat cacar di eropa mencapai angka jutaan

banyaknya orang eropa yang migrasi ke asia karena takut terkena cacar

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

Inokulasi: Vaksinasi Kuno Kekaisaran Ottoman yang Menginspirasi Barat

(1) Inokulasi telah dikenal dalam pengobatan Asia dan Afrika, yakni dengan sengaja menanamkan patogen, mikroba, atau virus kepada seseorang untuk menciptakan kekebalan buatan dari penyakit menular. (2) Metode ini kemudian dipopulerkan di Eropa oleh penulis Lady Mary Wortley Montagu pada tahun 1717, yang ternyata prosedur ini dijalankan di berbagai tempat di seluruh dunia. (3) Melihat kemanjuran metode ini, Lady Montagu pun menerapkan variolasi (sebutan lain untuk inokulasi) pada putra dan putrinya tahun 1721.

(4) Prosedur ini awalnya mendapat banyak penolakan karena masih menyimpan risiko. (5) Namun, penyakit cacar yang disebut sebagai "monster berbintik" di Barat pada abad ke-18 telah membuat banyak kematian di Eropa. (6) Orang-orang Barat sebagian lebih memilih untuk berobat di Timur seperti Kekaisaran Ottoman, yang dikenal maju bidang ilmu kesehatannya menggunakan teknik inokulasi.

(7) Prosedur variolasi di Kekaisaran Ottoman ini melibatkan pemberian keropeng cacar bubuk atau cairan yang diambil dari pustula (benjolan kecil berisi nanah yang tumbuh di lapisan kulit) seseorang yang terkena cacar. (8) Setelah itu, bubuk atau cairan ini diberikan dengan pengolesan melalui jarum pada lapisan lemak di antara kulit dan otot (subkutan) pada lengan atau kaki. (9) Subkutan ini diberikan kepada orang yang belum terinfeksi dan masih sehat. (10) Orang yang sehat akan terinfeksi sebagai efek samping, tetapi akan berkurang secara signifikan dan kebal.

(11) Pengetahuan inokulasi di seluruh penjuru dunia kelak berkembang menjadi vaksinasi. (12) Tidak heran jika Kekaisaran Ottoman dinobatkan sebagai “kiblat” kemajuan medis pada masanya. (13) Setidaknya, pengetahuan ini telah menyelamatkan manusia dari berbagai wabah di sepanjang peradabannya.

Sumber: National Geographic ID (dengan modifikasi)

Pernyataan berikut yang tidak sesuai dengan paragraf ketiga adalah ….

Metode variolasi menggunakan jarum suntik

Sampel variolasi diperoleh dari cairan yang mengandung virus cacar

Virus cacar diinjeksi ke area lengan penderita

Orang yang sehat akan terinfeksi oleh cacar dalam jumlah ringan

Prosedur variolasi memperkenalkan virus jinak ke calon pasien

8.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

Inokulasi: Vaksinasi Kuno Kekaisaran Ottoman yang Menginspirasi Barat

(1) Inokulasi telah dikenal dalam pengobatan Asia dan Afrika, yakni dengan sengaja menanamkan patogen, mikroba, atau virus kepada seseorang untuk menciptakan kekebalan buatan dari penyakit menular. (2) Metode ini kemudian dipopulerkan di Eropa oleh penulis Lady Mary Wortley Montagu pada tahun 1717, yang ternyata prosedur ini dijalankan di berbagai tempat di seluruh dunia. (3) Melihat kemanjuran metode ini, Lady Montagu pun menerapkan variolasi (sebutan lain untuk inokulasi) pada putra dan putrinya tahun 1721.

(4) Prosedur ini awalnya mendapat banyak penolakan karena masih menyimpan risiko. (5) Namun, penyakit cacar yang disebut sebagai "monster berbintik" di Barat pada abad ke-18 telah membuat banyak kematian di Eropa. (6) Orang-orang Barat sebagian lebih memilih untuk berobat di Timur seperti Kekaisaran Ottoman, yang dikenal maju bidang ilmu kesehatannya menggunakan teknik inokulasi.

(7) Prosedur variolasi di Kekaisaran Ottoman ini melibatkan pemberian keropeng cacar bubuk atau cairan yang diambil dari pustula (benjolan kecil berisi nanah yang tumbuh di lapisan kulit) seseorang yang terkena cacar. (8) Setelah itu, bubuk atau cairan ini diberikan dengan pengolesan melalui jarum pada lapisan lemak di antara kulit dan otot (subkutan) pada lengan atau kaki. (9) Subkutan ini diberikan kepada orang yang belum terinfeksi dan masih sehat. (10) Orang yang sehat akan terinfeksi sebagai efek samping, tetapi akan berkurang secara signifikan dan kebal.

(11) Pengetahuan inokulasi di seluruh penjuru dunia kelak berkembang menjadi vaksinasi. (12) Tidak heran jika Kekaisaran Ottoman dinobatkan sebagai “kiblat” kemajuan medis pada masanya. (13) Setidaknya, pengetahuan ini telah menyelamatkan manusia dari berbagai wabah di sepanjang peradabannya.

Sumber: National Geographic ID (dengan modifikasi)

Makna dari “monster berbintik” pada paragraf kedua merujuk pada ….

Risiko dari pengobatan variolasi

Penyakit cacar yang mematikan

Penularan cacar yang berjalan sangat cepat

Gelombang wabah cacar

Kulit seseorang yang terkena cacar

9.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

Inokulasi: Vaksinasi Kuno Kekaisaran Ottoman yang Menginspirasi Barat

(1) Inokulasi telah dikenal dalam pengobatan Asia dan Afrika, yakni dengan sengaja menanamkan patogen, mikroba, atau virus kepada seseorang untuk menciptakan kekebalan buatan dari penyakit menular. (2) Metode ini kemudian dipopulerkan di Eropa oleh penulis Lady Mary Wortley Montagu pada tahun 1717, yang ternyata prosedur ini dijalankan di berbagai tempat di seluruh dunia. (3) Melihat kemanjuran metode ini, Lady Montagu pun menerapkan variolasi (sebutan lain untuk inokulasi) pada putra dan putrinya tahun 1721.

(4) Prosedur ini awalnya mendapat banyak penolakan karena masih menyimpan risiko. (5) Namun, penyakit cacar yang disebut sebagai "monster berbintik" di Barat pada abad ke-18 telah membuat banyak kematian di Eropa. (6) Orang-orang Barat sebagian lebih memilih untuk berobat di Timur seperti Kekaisaran Ottoman, yang dikenal maju bidang ilmu kesehatannya menggunakan teknik inokulasi.

(7) Prosedur variolasi di Kekaisaran Ottoman ini melibatkan pemberian keropeng cacar bubuk atau cairan yang diambil dari pustula (benjolan kecil berisi nanah yang tumbuh di lapisan kulit) seseorang yang terkena cacar. (8) Setelah itu, bubuk atau cairan ini diberikan dengan pengolesan melalui jarum pada lapisan lemak di antara kulit dan otot (subkutan) pada lengan atau kaki. (9) Subkutan ini diberikan kepada orang yang belum terinfeksi dan masih sehat. (10) Orang yang sehat akan terinfeksi sebagai efek samping, tetapi akan berkurang secara signifikan dan kebal.

(11) Pengetahuan inokulasi di seluruh penjuru dunia kelak berkembang menjadi vaksinasi. (12) Tidak heran jika Kekaisaran Ottoman dinobatkan sebagai “kiblat” kemajuan medis pada masanya. (13) Setidaknya, pengetahuan ini telah menyelamatkan manusia dari berbagai wabah di sepanjang peradabannya.

Sumber: National Geographic ID (dengan modifikasi)

Sejak kapan orang-orang mulai banyak mempercayai metode pengobatan inokulasi?

Sejak Raja Ottoman memimpin

Sejak orang Eropa mengembangkan metode inokulasi sendiri

Sejak istilah vaksinasi muncul

Sejak anak Lady Montagu berhasil sembuh.

Sejak penyakit cacar mewabah