Search Header Logo

SOAL PPU KELAS XII SNBT

Authored by Anggun Rahmatika

Other

9th - 12th Grade

Used 16+ times

SOAL PPU KELAS XII SNBT
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

20 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Dengan pengalaman pergaulan internasional, kadang tebersit dalam pikiran saya, kapan kurs rupiah menjadi sederhana, misalnya 1 dalam AS ekuivalen dengan Rp10,00 atau bahkan Rp1,00. (2) Bisakah dan kapankah itu bisa dilakukan? (3) Ada dua cara. (4) Pertama, kita terus memperbaiki kinerja perekonomian, antara lain, memperbesar surplus perdagangan dan menarik banyak modal asing sehingga berujung penguatan devisa. (5) Bila ini dilakukan berkelanjutan, rupiah pun akan menguat melalui mekanisme pasar. (6) Masalahnya, berapa lama itu bisa kita lakukan? (7) Apakah menunggu sampai cadangan devisa menembus 1 triliun dolar AS atau seperti China yang kini cadangan devisanya hampir 3,3 triliun dolar AS? (8) Pastilah  memerlukan  waktu  yang  lama.  (9)  Cara  kedua,  redenominasi,  yakni  ―memaksa‖ penghapusan beberapa angka nol (sesuai dengan kebutuhan dan kelayakan) sehingga kurs rupiah lebih ramping. (10) Tentu saja melakukan ini tidak sembarangan, namun jelas jauh lebih ringan daripada harus memupuk cadangan devisa hingga 1 triliun dolar AS. (11) Berdasarkan pengalaman sebelumnya, memang tidak ada negara yang mirip dengan Indonesia yang melakukannya sehingga tidak mudah mengadopsinya begitu saja. (12) Ada argumentasi bahwa umumnya negara yang melakukan redenominasi adalah negara yang bermasalah dengan inflasi, seperti inflasi tinggi bahkan superinflasi (inflasi di atas 50 persen per bulan), (13) Sementara itu, di Indonesia inflasi justru rendah (sering tidak lebih dari 2 persen). (14) Kedua kondisi ini tidak bertolak belakang. (15) Jadi, negara yang inflasinya besar ataupun kecil bisa saja melakukan redenominasi sejauh punya kepentingan yang sama, yakni ingin menyederhanakan tampilan angka nol pada mata uangnya.

1.  Masalah utama teks tersebut adalah…

A. inspirasi melalui pengalaman pergaulan internasional

B.  redenominasi sebagai upaya penyederhanaan rupiah.

C. penguatan rupiah melalui mekanisme pasar dan investasi.

D.  dua cara menyederhanakan atau merampingkan rupiah.

E.       redenominasi tidak bergantung pada besar kecilnya inflasi.

 

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Dengan pengalaman pergaulan internasional, kadang tebersit dalam pikiran saya, kapan kurs rupiah menjadi sederhana, misalnya 1 dalam AS ekuivalen dengan Rp10,00 atau bahkan Rp1,00. (2) Bisakah dan kapankah itu bisa dilakukan? (3) Ada dua cara. (4) Pertama, kita terus memperbaiki kinerja perekonomian, antara lain, memperbesar surplus perdagangan dan menarik banyak modal asing sehingga berujung penguatan devisa. (5) Bila ini dilakukan berkelanjutan, rupiah pun akan menguat melalui mekanisme pasar. (6) Masalahnya, berapa lama itu bisa kita lakukan? (7) Apakah menunggu sampai cadangan devisa menembus 1 triliun dolar AS atau seperti China yang kini cadangan devisanya hampir 3,3 triliun dolar AS? (8) Pastilah  memerlukan  waktu  yang  lama.  (9)  Cara  kedua,  redenominasi,  yakni  ―memaksa‖ penghapusan beberapa angka nol (sesuai dengan kebutuhan dan kelayakan) sehingga kurs rupiah lebih ramping. (10) Tentu saja melakukan ini tidak sembarangan, namun jelas jauh lebih ringan daripada harus memupuk cadangan devisa hingga 1 triliun dolar AS. (11) Berdasarkan pengalaman sebelumnya, memang tidak ada negara yang mirip dengan Indonesia yang melakukannya sehingga tidak mudah mengadopsinya begitu saja. (12) Ada argumentasi bahwa umumnya negara yang melakukan redenominasi adalah negara yang bermasalah dengan inflasi, seperti inflasi tinggi bahkan superinflasi (inflasi di atas 50 persen per bulan), (13) Sementara itu, di Indonesia inflasi justru rendah (sering tidak lebih dari 2 persen). (14) Kedua kondisi ini tidak bertolak belakang. (15) Jadi, negara yang inflasinya besar ataupun kecil bisa saja melakukan redenominasi sejauh punya kepentingan yang sama, yakni ingin menyederhanakan tampilan angka nol pada mata uangnya

2.  Kata ekuivalen pada kalimat (1) teks tersebut berantonim dengan kata …

 

A.       proporsional.

B.       berbeda.

C.        sepadan.

D.       bertambah.

E.       Penguraian

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

(1) Dr. Andito K. Adisasmito, Sp.M. menjelaskan, ada dua panduan screen time anak yang sering dijadikan acuan. (2) AAP (American Academy of Pediatrics ) merekomendasikan anak yang lebih besar harus membatasi waktu layar maksimal dua jam dan memperbanyak interaksi tatap muka. (3) Sementara itu, AAO (American Associations of Ophthalmologist) menganjurkan anak agar menganut konsep 20.20.20. (4) Artinya, setiap 20 menit waktu layar, anak harus mengistirahatkan mata 20 detik sambil melihat sesuatu dari jarak sejauh 20 kaki (6 meter).

3.  Frasa dalam teks tersebut yang sebentuk dengan aneka warna adalah…

A.  Hrus membatasi.

B.       Dua panduan.

C.  Melihat sesuatu.

D.  Harus mengistirahatkan.

E.       Lebih besar.

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

4.  Manakah kalimat yang sepola dengan kalimat (3)…

A.       Di Indonesia, orang-orang tua banyak sekali yang menderita penyakit gula.

B.       Penyakit gula atau diabetes kebanyakan diderita kelompok usia 55—65 tahun.

C. Hasil Riskesdas juga menunjukkan bahwa penyakit gula lebih banyak diderita oleh perempuan dibanding laki-laki

D.  Indonesia menempati posisi ke-6 dengan jumlah penderita sakit gula tertinggi.

E.  Gula yang kita konsumsi harus tidak lebih dari 4 sendok makan dalam sehari.

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Cermati teks berikut!

 

Kecamatan Ulubelu, Tanggamus dikenal sebagai satu di antara lumbung kopi robusta di Lampung. Kawasan dengan total perkebunan kopi seluas 34 ribu hektare ini rata-rata mampu menghasilkan 800 kilogram hingga satu ton kopi per hektarenya. Namun, angka tersebut dinilai masih jauh dari harapan. Camat Ulubelu Suwarno menilai, kopi di wilayahnya memiki potensi lebih besar dari itu. Bahkan ia optimistis hasil panennya sanggup mendekati rata-rata produksi kopi per hektare negara penghasil kopi terbesar kedua di dunia, yakni Vietnam.

5.  Frasa yang semaksud dengan alih generasi dalam teks tersebut adalah…

A.       Hasil panen.

B.       Lebih besar.

C.       Perkebunan kopi.

D.       Rata-rata produksi.

E.       Kopi robusta.

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

(1)   Konversi fungsi lahan pertanian di Indonesia sulit dibendung dan terus berlangsung.

(2)     Luas lahan yang terkonversi tidak mampu diimbangi dengan ekstensifikasi melalui pembukaan sawah baru. (3) Lahan produktif untuk pangan pun semakin defisit karena setiap tahun tidak kurang dari 110.000 hektare sawah terkonversi, antara lain, menjadi lokasi perumahan dan perdagangan. (4) Di Jawa Timur saja, misalnya, laju konversinya 1.700 hektare per tahun, padahal data FAO menunjukkan bahwa lahan pertanian basah di Indonesia tinggal 280 m2 per kapita. (5) Dengan kondisi seperti ini, yakni terus melajunya konversi lahan, bagaimanakah upaya pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat? (6) Jika laju konversi fungsi lahan pertanian produksi sulit dibendung, tentu saja obsesi untuk meraih kedaulatan pangan bagi Indonesia akan semakin berat. (7) Memang, ketahanan pangan masih tetap terjaga dengan melakukan impor, terutama beras, yang volumenya akan semakin besar karena perkembangan jumlah penduduk yang meningkat pesat. (8) Selama Indonesia masih mampu mengimpor beras dan negara-negara pengekspor, seperti Thailand, Myanmar, Kamboja, dan Vietnam, masih mampu mengekspor beras ke Indonesia, ketahanan pangan Indonesia masih terjaga. (9) Namun, jika Indonesia sudah kesulitan mengimpor beras karena negara-negara pengekspor juga menghadapi permasalahan yang sama, yakni mengalami pertambahan penduduk, kemungkinan besar Indonesia akan terlanda musibah kekurangan pangan. (10) Secara politis, hal tersebut membahayakan karena pangan merupakan komoditas politik yang sangat menentukan.

6.  Topik bacaan teks tersebut adalah …

A.       Konversi fungsi lahan pertanian tidak dibendung.

B. Semakin berkurangnya lahan produktif pertanian

C.       Obsesi meraih kedaulatan pangan semakin berat.

D.       Impor beras merupakan solusi kekurangan pangan.

E.       Pangan merupakan komoditas politik yang strategis.

 

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

(1)   Konversi fungsi lahan pertanian di Indonesia sulit dibendung dan terus berlangsung.

(2)     Luas lahan yang terkonversi tidak mampu diimbangi dengan ekstensifikasi melalui pembukaan sawah baru. (3) Lahan produktif untuk pangan pun semakin defisit karena setiap tahun tidak kurang dari 110.000 hektare sawah terkonversi, antara lain, menjadi lokasi perumahan dan perdagangan. (4) Di Jawa Timur saja, misalnya, laju konversinya 1.700 hektare per tahun, padahal data FAO menunjukkan bahwa lahan pertanian basah di Indonesia tinggal 280 m2 per kapita. (5) Dengan kondisi seperti ini, yakni terus melajunya konversi lahan, bagaimanakah upaya pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat? (6) Jika laju konversi fungsi lahan pertanian produksi sulit dibendung, tentu saja obsesi untuk meraih kedaulatan pangan bagi Indonesia akan semakin berat. (7) Memang, ketahanan pangan masih tetap terjaga dengan melakukan impor, terutama beras, yang volumenya akan semakin besar karena perkembangan jumlah penduduk yang meningkat pesat. (8) Selama Indonesia masih mampu mengimpor beras dan negara-negara pengekspor, seperti Thailand, Myanmar, Kamboja, dan Vietnam, masih mampu mengekspor beras ke Indonesia, ketahanan pangan Indonesia masih terjaga. (9) Namun, jika Indonesia sudah kesulitan mengimpor beras karena negara-negara pengekspor juga menghadapi permasalahan yang sama, yakni mengalami pertambahan penduduk, kemungkinan besar Indonesia akan terlanda musibah kekurangan pangan. (10) Secara politis, hal tersebut membahayakan karena pangan merupakan komoditas politik yang sangat menentukan.

7.  Pernyataan yang tidak berhubungan dengan teks adalah…

A.       Lahan pertanian produktif semakin menyusut karena beralih fungsi menjadi lokasi perumahan dan perdagangan.

B.       Indonesia akan mengalami musibah kekurangan pangan jika lahan pertanian terus defisit dan tidak dapat lagi melakukan impor beras.

C.       Indonesia masih mampu mempertahankan ketahanan pangan dengan cara menunggu ekspor beras dari Thailand, Myanmar, dan Vietnam.

D.       Tidak kurang 110.000 hektare lahan pertanian (sawah) berubah fungsi untuk keperluan lain setiap tahunnya.

E.       Musibah kekurangan pangan secara politis sangat membahayakan karena masalah pangan merupakan komoditas politis.

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?