Search Header Logo

Assesmen Harian 1 Bindo XI

Authored by Ahsanul Arifin

World Languages

11th Grade

Used 4+ times

Assesmen Harian 1 Bindo XI
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

20 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

Perhatikan Kutipan cerpen berikut!

Aku tetap duduk di atas batu hitam,

melemparkan pandangan ke lembah jauh.

Memejamkan mata. Menghirup dalam-

dalam udara pagi, semua terasa ringan dan

hening. Kabut mulai pudar, matahari pagi

tertambat lekat di tanah. Embun luruh. Bau

rumput di sekitarku menguar.

Dikutip dari: Puthut E. A. "Kawan Kecil" dalam Seekor Bebek yang

Mati di Pinggir Kali, Sleman, Mojok, 2016

Latar waktu pada kutipan cerpen tersebut adalah...

dini hari

pagi hari

siang hari

sore hari

malam hari

Answer explanation

Kejadian dalam cerpen terjadi pada pagi

hari. Pagi hari digambarkan dengan

matahari pagi yang mulai tampak dan

embun yang mulai luruh.

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

Perhatikan Kutipan cerpen berikut!

Aku tetap duduk di atas batu hitam,

melemparkan pandangan ke lembah jauh.

Memejamkan mata. Menghirup dalam-

dalam udara pagi, semua terasa ringan dan

hening. Kabut mulai pudar, matahari pagi

tertambat lekat di tanah. Embun luruh. Bau

rumput di sekitarku menguar.

Dikutip dari: Puthut E. A. "Kawan Kecil" dalam Seekor Bebek yang

Mati di Pinggir Kali, Sleman, Mojok, 2016

Sudut pandang dalam kutipan cerpen tersebut adalah...

orang pertama pelaku utama

orang pertama pelaku sampingan

orang ketiga pelaku utama

orang ketiga serbatahu

orang ketiga pelaku sampingan

Answer explanation

Sudut pandang yang digunakan penulis

adalah orang pertama pelaku utama. Sudut

pandang itu ditandai dengan penyebutan

’Aku’. Selain itu, tokoh Aku dalam cerita

tersebut menjadi sentral cerita.

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

Perhatikan Kutipan cerpen berikut!

Aku tetap duduk di atas batu hitam,

melemparkan pandangan ke lembah jauh.

Memejamkan mata. Menghirup dalam-

dalam udara pagi, semua terasa ringan dan

hening. Kabut mulai pudar, matahari pagi

tertambat lekat di tanah. Embun luruh. Bau

rumput di sekitarku menguar.

Dikutip dari: Puthut E. A. "Kawan Kecil" dalam Seekor Bebek yang

Mati di Pinggir Kali, Sleman, Mojok, 2016

Nilai moral dalamn kutipan cerpen tersebut adalah...

berprasangka baik terhadap orang lain

berdoa di sela-sela menjalani rutinitas

berusaha keras untuk mencapai tujuan

bersyukur atas nikmat yang diberikan Tuhan

belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik

Answer explanation

Kut i pan cerpen tersebut mampu

menggambarkan suasana pagi dengan

menarik. Suasana pagi dideskripsikan

dengan detal. Selain detail, bahasa yang

d i g u n a k a n j u g a m e n a r i k p e r h a t i a n

pembaca.

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

Perhatikan kutipan cerpen berikut!

Tiada usah diceritakan betapa lama dan

susah payah perjalanan yang ditempuh

Guru Kiplik. Namun akhirnya ia pun sampai

juga ke pulau tersebut. Ternyata bahwa

pulau sebesar noktah itu subur makmur

begitu rupa, sehingga penghuninya tiada

perlu berlayar ke mana pun jua agar dapat

hidup. Bahkan, para penghuninya itu

juga tidak ingin pergi ke mana pun meski

sekadar hanya untuk melihat dunia. Tiada

terdapat satu perahu pun di pulau itu.

"Jangan-jangan mereka pun mengira,

bahwa dunia hanyalah sebatas pulau

sebesar noktah di tengah danau seluas

lautan ini," pikir Guru Kiplik.

Namun, alangkah terharunya Guru Kiplik,

setelah diketahuinya bahwa meskipun

terpencil dan terasing, sembilan orang

penduduk pulau sebesar noktah itu

di samping bekerja juga tidak putus-

putusnya berdoa!

Sumber: Seno Gumira Ajidarma, "Dodolitdodolitdodolibret"

dalam Senja dan Cinta yang Berdarah, Jakarta,

Kompas, 2014

Nilai moral dalam kutipan cerpen tersebut

adalah...

berprasangka baik terhadap orang lain

berdoa di sela-sela menjalani rutinitas

berusaha keras untuk mencapai tujuan

bersyukur atas nikmat yang diberikan

Tuhan

belajar untuk menjadi pribadi yang

lebih baik

Answer explanation

Nilai moral pada kutipan cerpen tersebut

adalah berdoa di sela-sela menjalani

rutinitas. Nilai moral tersebut digambarkan

melalui narasi penulis. Dalam kutipan

cerpen tersebut penulis menyebutkan

tokoh Guru Kiplik terharu karena para

penghuni pulau terpencil dalam cerita

tersebut tidak putus-putusnya berdoa di

sela-sela kegiatannya.

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

Perhatikan kutipan novel berikut!

Aku masih akan mendengar suara itu

apabila kembali ke dalam bilikku yang

berdinding bambu. Dalam kantuk

maupun dalam jaga hutan bambu

yang kini tenggelam dalam pekatnya

kegelapan itu masih selalu bisa

kuhadirkan sebagai bagian diriku baik

batang-batang bambu hijau yang basah,

dedaunan yang gugur di bawahnya, dan

gemerisik dedaunan itu ketika angin

yang paling perlahan pun mengayunkan

batang-batangnya saling bersentuhan.

Ketika angin semakin kencang kita akan

mendengar semacam siulan di antara

batang-batang yang sesekali terdengar

seperti rintihan.

Sumber: Seno Gumira Ajidarma, Kalatidha, Jakarta, Gramedia

Pustaka Utama, 2007

Latar yang terdapat dalam kutipan novel

tersebut adalah...

bilik bambu, malam hari, mencekam

pohon bambu, malam hari, menenang-

kan

bilik bambu, sore hari, sehabis hujan

hutan bambu, pagi hari, mencekam

hutan bambu, sore hari, menegangkan

Answer explanation

Kutipan novel tersebut menceritakan tokoh

Aku yang mendengar suara-suara dari

hutan bambu di dalam biliknya. Latar yang

terdapat dalam kutipan novel tersebut

adalah latar tempat, waktu, dan suasana.

Kata-kata tokoh Aku yang menyebutkan

bahwa dirinya sedang berada di bilik

bambu menjelaskan latar tempat. Katakata

dalam kantuk maupun jagaku dan

pekatnya kegelapan menunjukkan bahwa

latar waktu dalam kutipan novel tersebut

adalah malam hari. Suasana mencekam

ditunjukkan oleh suara-suara dari hutan

bambu yang seperti suara rintihan.

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

Simak kutipan puisi berikut!

Bintang

Karya: Ali Hasjmy

Cerah nian langit sekarang

Awan-awan tiada di sana

Berkelap-kelip senyuman bintang

Bagai beludru bertabur permata

Akh bukan badan, bukan jasmani

Hanya khayalku terbang ke sana

Naik bersama arwah yang suci

Membawa pujian kepada yang Esa

Sumber: https://id.wikisource.org/wiki/Bintang, diakses 4 September

2023

Berkelap-kelip senyuman bintang

Bagai beludru bertabur permata

Larik tersebut mengandung majas

metafora

pleonasme

personifikasi

litotes

simile

Answer explanation

Majas simile adalah majas pertautan

yang membandingkan dua hal yang

secara hakiki berbeda, tetapi dianggap

mengandung segi serupa. Majas simile

ditandai oleh kata bagai, bagaikan, seperti,

atau laksana.

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

Simak kutipan puisi berikut!

Bintang

Karya: Ali Hasjmy

Cerah nian langit sekarang

Awan-awan tiada di sana

Berkelap-kelip senyuman bintang

Bagai beludru bertabur permata

Akh bukan badan, bukan jasmani

Hanya khayalku terbang ke sana

Naik bersama arwah yang suci

Membawa pujian kepada yang Esa

Sumber: https://id.wikisource.org/wiki/Bintang, diakses 4 September

2023

Tema puisi tersebut adalah...

kebencian

ketuhanan

kepahlawan

percintaan

kematian

Answer explanation

Kutipan puisi tersebut menceritakan benda

angkasa salah satu ciptaan Tuhan, yaitu

bintang. Dengan demikian, puisi tersebut

bertema ketuhanan.

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Microsoft

Continue with Microsoft

or continue with

Facebook

Facebook

Apple

Apple

Others

Others

By signing up, you agree to our Terms of Service & Privacy Policy

Already have an account?