Search Header Logo

Quiz Teks Drama

Authored by Wulan Oktaliani

Other

12th Grade

Used 3+ times

Quiz Teks Drama
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

5 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Bacalah penggalan drama berikut!

Adegan Faizal dan Rahmi di ruang kantor.

Faizal       :  Mereka terus saja ghibah mbak, tidak pernah jera mencaci-maki temannya.

Rahmi      :  Apa yang mereka bicarakan?

Faizal      :  Mereka ingin menduduki jabatan penting dan menguasai semuanya dengan menjelek-jelekkan kita. Aku ingin marah dan ingin menampar mereka satu persatu tapi aku tak bisa berbuat apa-apa.

Rahmi      :  Kudengar mereka juga menganggap kita binatang, sangat keterlaluan.

Faizal       :  Iya sangat tidak menyenangkan..

 

Situasi yang dilukiskan dalam penggalan drama tersebut adalah....

 menjengkelkan

mengerikan        

menggelisahkan

menggetarkan 

mencekam

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

28.  Bacalah penggalan novel berikut dengan cermat!

         “Satu bulan lagi pendaftaran siswa baru, Rara sebaiknya masuk SD saja.” kata bapak sambil membaca koran. Wajah bapak yang keras dan jarang tersenyum, membuatku lebih nyaman duduk di dekat ibu.  Siapapun takut kalau bapak sedang berbicara. Apalagi ibu, tidak pernah membantah sama sekali jika  bapak  sudah memutuskan sesuatu. Aku tidak  begitu memperhatikan perkataan bapak.  Kelucuan Yuni dalam pangkuan ibu lebih menarik perhatianku.

         “Tapi bukankah usia Rara belum cukup untuk masuk SD mas?” kudengar ibu bertanya pada bapak. Kupandang ibu sesaat. Ibu yang sabar dan tak pernah mengeluh. 

         “Rara juga belum bisa membaca, Mas.” kata ibunya sekali lagi. Tapi bapak sepertinya tak memperdulikan pertanyaan ibunya. .

         “Sudah,  kau tak perlu ikut campur, aku yang akan mengurus semua.” jawab bapak  tegas tanpa memandang ibu. Jika bapak sudah memutuskan demikian maka semua harus mematuhinya. Tangan ibu membelai rambutku. Aku merasakan kesedihan di mata ibu.

                                                         “Senyum untuk Rara” karya Sri Utami R

 

Perubahan bentuk prosa di atas menjadi bentuk drama yang sesuai adalah ...

Bapak        : Satu bulan lagi pendaftaran siswa baru, Rara sebaiknya masuk SD saja.

     Rara      : (Berjalan menuju Bapak dan duduk di dekatnya)

     Ibu                  : Tapi bukankah usia Rara belum cukup untuk masuk SD mas

     Bapak   : (Tetap membaca koran)

     Ibu                  : Rara juga belum bisa membaca, Mas.

     Rara      : (Pindah duduk dekat ibu dan memegang tangan Yuni)

     Bapak   : Sudah,  kau tak perlu ikut campur, aku yang akan mengurus semua!

     Ibu                  : (Wajah sedih, membelai rambut aku)

Bapak        : Satu bulan lagi pendaftaran siswa baru, Rara sebaiknya masuk SD saja.

     Rara      : (duduk dekat ibu)

     Ibu              : Wah itu berita baik tapi bukankah usia Rara belum cukup untuk masuk SD mas

     Bapak   : (Trsenyum sambil tetap membaca koran)

     Ibu                  : Rara juga belum bisa membaca, Mas.

  (tersenyum memandang Rara)

     Rara      : (Pindah duduk dekat bapak dan memegang tangan Yuni)

     Bapak   : Sudah,  kau tak perlu ikut campur, aku yang akan mengurus semua.

                     (Tersenyum memnadang Rara)

     Ibu                  : Baiklah aku menurut saja.

A. Bapak    : Satu bulan lagi pendaftaran siswa baru, Rara sebaiknya masuk SD saja.

     Rara      : (duduk dekat bapak dan memperhatikan kelucuan Yuni di pangkuan ibu)

     Ibu              : Wah itu berita baik tapi bukankah usia Rara belum cukup untuk masuk SD mas

     Bapak   : (Trsenyum sambil tetap membaca koran)

     Ibu                  : Rara juga belum bisa membaca, Mas.

  (tersenyum memandang Rara)

     Rara      : (Pindah duduk dekat ibu dan memegang tangan Yuni)

     Bapak   : Sudah,  kau tak perlu ikut campur, aku yang akan mengurus semua.

                     (Tersenyum memnadang Rara)

     Ibu                  : Baiklah aku menurut saja.

Bapak        : Satu bulan lagi pendaftaran siswa baru, Rara sebaiknya masuk SD saja.

     Rara      : (duduk dekat ibu)

     Ibu              : Wah itu berita baik tapi bukankah usia Rara belum cukup untuk masuk SD mas

     Bapak   : (Memendang ibu dan Rara)

     Ibu                  : Rara juga belum bisa membaca, Mas.

  (tersenyum memandang Rara)

     Bapak   : Sudah,  kau tak perlu ikut campur, aku yang akan mengurus semua.

                     (Tersenyum memnadang Rara)

     Ibu                  : Baiklah aku menurut saja.

Bapak       : Satu bulan lagi pendaftaran siswa baru, Rara sebaiknya masuk SD saja.

     Rara      : (duduk dekat ibu dan memperhatikan kelucuan Yuni)

     Ibu                  : Tapi bukankah usia Rara belum cukup untuk masuk SD mas

     Bapak   : (Tetap membaca koran)

     Ibu                  : Rara juga belum bisa membaca, Mas.

     Bapak   : Sudah,  kau tak perlu ikut campur, aku yang akan mengurus semua!

     Ibu                  : (Wajah sedih, membelai rambut Rara)

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Perhatikan kutipan drama rumpang berikut!

     Pengemis   : Percayalah, ini adalah peringatan dari Tuhan.

     Pedagang   : Jangan percaya dengan bualannya.

     Pengemis   : Kalian semua . . . apa salahnya mempercayai pengemis itu.

     Pedagang   : ( . . . )

      Pembeli  : Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin. Mungkin omongannya benar.

     Pengemis    : Aku sudah bilang kepada kalian. Ini pertanda dari alam. Kita harus bertobat.

     Pedagang    : Kau ini ada-ada saja. Terserah padamu saja. ( pergi meninggalkan  pengemis dan pembeli)

 

  Kalimat tepat untuk melengkapi kutipan drama tersebut adalah ....

Mengapa harus aku? ( melongo memperhatikan pedagang)

Dari mana pengemis itu berasal? (keheranan)

Siapa yang mau memberi bantuan? (sombong)

Dia harus meninggalkan tempat ini? ( berharap)

Aku harus percaya kepadanya? (dengan suara meninggi)

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Bacalah kutipan teks berikut dengan saksama!

    

(Sambil terpogoh-pogoh masuk kamar tamu, Naja menangis)

Naja: Bu, aku sudah tidak kuat lagi kalau begini.
Ibu   : Percayalah, Nak, masalah ini akan segera teratasi. Tuhan Maha Pengatur dan Mahabaik.
Naja: Tapi kapan? Kapan? Aku bosan sudah!
Ibu: Sabar ta, Nak. Jika sabar, masalah akan terurai satu demi satu. (Sambil membelai rambut Naja dengan penuh kesabaran)

 

         Isi penggalan drama tersebut adalah…

Tuhan dapat menyelesaikan masalah.

Penentuan waktu penyelesaian masalah anak.

Ketidakpercayaan anak terhadap Tuhan.

Nasihat seorang Ibu ketika anaknya menghadapi masalah.

Perlawanan anak terhadap nasihat ibu

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Satilawati : Pengecut! Sedikit diserang kritik orang, engkau hendak melarikan diri. Untuk menjaga nama supaya jangan merosot. Aku sudah maklum.
Ishak : (Sambil menunjuk ke luar) Pergi daripadaku. Engkau boleh memusuhi aku. Untuk cita-cita aku bersedia mengorbankan segalanya juga cintaku.

Watak tokoh Ishak dalam penggalan drama di atas adalah....

Pemarah

Pembual

Pemberani

Sombong

Tidak bertanggung jawab

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?