
TEBAK NAMA TOKOH WALI SONGO
Authored by Naila Fathiyya
Other
9th - 12th Grade
Used 13+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
9 questions
Show all answers
1.
FILL IN THE BLANK QUESTION
1 min • 1 pt
Maulana Malik Ibrahim, tokoh Islam di Jawa abad ke-15, datang dari Arab ke Gresik sekitar 1404 M. Dikenal sebagai pendakwah yang ramah dan damai, berperan penting dalam menyebarkan Islam di tengah masyarakat Hindu dan Buddha Majapahit. Dia menggabungkan dakwah dengan dagang, mendirikan pesantren di Desa Leran, Gresik, untuk mendidik pemuka agama berikutnya. Meski Raja Majapahit tidak masuk Islam, Maulana Malik Ibrahim diberikan tanah di Desa Gapura. Setelah kematiannya pada tahun 1419 M, ia diakui sebagai tokoh penting dalam sejarah Islam Jawa.
2.
FILL IN THE BLANK QUESTION
1 min • 1 pt
Tokoh Islam penting abad ke-15 di Jawa. Lahir 1401 M, tiba di Jawa 1443 M, wafat 1481 M di Demak, dimakamkan di Ampel, Surabaya. Merupakan putra dari Sunan Gresik, dia aktif saat keruntuhan Majapahit. Dipanggil pemerintah untuk memulihkan moral masyarakat. Meski penguasa tidak masuk Islam, ia diizinkan mengajarkan islam tanpa paksaan. Mendirikan pesantren di Ampel. Toleran terhadap perbedaan, mengajak hindari lima hal tercela. Menekankan adab, norma, dan nilai-nilai Islam dalam mendidik masyarakat. Memiliki nama lain Raden Rahmat.
3.
FILL IN THE BLANK QUESTION
1 min • 1 pt
Tokoh ini adalah salah satu dari Wali Songo yang berperan penting dalam penyebaran Islam di Jawa abad ke-15. Memiliki nama asli Raden Makdum Ibrahim. Lahir sekitar abad ke-14 M, ia memanfaatkan alat musik tradisional bonang untuk berdakwah. Memulai pendidikan agama dari pesantren ayahnya, Sunan Ampel, lalu melanjutkan studi di luar Jawa. Kembali ke Jawa untuk menyebarkan Islam dengan menggunakan pendekatan budaya dan menciptakan suluk, syair-syair yang berisi ajaran Islam. Meskipun menghadapi penentangan, Raden Makdum Ibrahim tetap mengutamakan pendekatan damai dalam misi dakwahnya.
4.
FILL IN THE BLANK QUESTION
1 min • 1 pt
Tokoh ulama berperan besar dalam penyebaran Islam di Jawa Timur abad ke-15 hingga ke-16 Masehi. Putra Sunan Ampel, ia dikenal dengan nama Syarifuddin atau Raden Qosim. Dilahirkan sekitar 1470 M, wafat 1522 M, dimakamkan di Desa Drajat, Lamongan, Jawa Timur, ia melakukan dakwah dengan metode bijak dan tidak memaksa. Salah satu ajarannya adalah konsep Catur Piwulang, mengajarkan welas asih tanpa memandang suku, agama, ras, atau golongan. Menggunakan kesenian tradisional seperti tembang pangkur dengan gending gamelan untuk menarik perhatian masyarakat dan memperluas pengaruh Islam.
5.
FILL IN THE BLANK QUESTION
1 min • 1 pt
Tokoh ini merupakan salah satu dari sembilan wali yang menyebarkan Islam di tanah Jawa. Lahir sekitar tahun 1500 M di daerah Jipang Panolan, Blora, dan wafat pada tahun 1550 M, dimakamkan di Kudus, Jawa Tengah. Memperdalam ilmu agama Islam dari ayahnya dan ulama lain seperti Kiai Telingsing dan Sunan Ampel. Menggunakan metode dakwah tanpa kekerasan, turut membaur dalam masyarakat, dan menarik simpati dengan menghormati tradisi setempat. Salah satu caranya adalah membangun pancuran wudu di masjid dengan delapan pancuran untuk menarik minat masyarakat.
6.
FILL IN THE BLANK QUESTION
1 min • 1 pt
Tokoh ini, dikenal sebagai Raden Paku atau Ainul Yaqin, lahir sekitar tahun 1442 M di Blambangan dan wafat pada tahun 1506 M. Belajar agama Islam dari Sunan Ampel dan Sunan Bonang, mendirikan pesantren di Sidomukti yang menjadi pusat kekuasaan Giri Kedaton. Mahir dalam politik, ia menyerahkan pemerintahan Majapahit kepada Raden Patah, langkah awal berdirinya kerajaan Islam pertama di Jawa, yaitu Demak Bintoro. Selain pendidikan formal di pesantren, ia menyebarkan Islam melalui pendekatan budaya dan politik, menciptakan tembang-tembang populer di kalangan masyarakat seperti Asmaradhana.
7.
FILL IN THE BLANK QUESTION
1 min • 1 pt
Tokoh tersebut, Raden Said, adalah salah satu dari Wali Songo. Lahir sekitar tahun 1450 M di Tuban dan wafat sekitar tahun 1580 M. Meskipun dari kalangan bangsawan, hidupnya sederhana. Bertemu Sunan Bonang setelah diusir ayahnya, lalu berguru kepada Sunan Gunung Jati dan wali lainnya. Sebagai Sunan Kalijaga, menyebarkan Islam melalui pemerintahan, keagamaan, dan kesenian. Terlibat dalam pembangunan Masjid Agung Demak. Memperkenalkan Islam secara bertahap tanpa menghilangkan tradisi lama. Menjadi penasehat kerajaan Demak dan berpengaruh besar. Dalam berpakaian, ia tidak menggunakan busana khas ulama tetapi berbaur dengan masyarakat untuk meraih hati mereka.
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?