unsur instrinsik cerita

unsur instrinsik cerita

6th Grade

25 Qs

quiz-placeholder

Similar activities

Memprediksi isi teks nonfiksi

Memprediksi isi teks nonfiksi

6th Grade

20 Qs

Kata Kerja Bergambar (Tahap 1)

Kata Kerja Bergambar (Tahap 1)

1st Grade - Professional Development

20 Qs

El Verbo "Ir"

El Verbo "Ir"

6th - 12th Grade

20 Qs

KELAS 6 TEMA 8 BAHASA INDONESIA

KELAS 6 TEMA 8 BAHASA INDONESIA

6th Grade

20 Qs

QUIZZ SPECIALE ITALIA … per la passione !

QUIZZ SPECIALE ITALIA … per la passione !

1st - 12th Grade

20 Qs

tema 9 Bahasa Indonesia kelas 6

tema 9 Bahasa Indonesia kelas 6

6th Grade

20 Qs

BM - Kata Tanya

BM - Kata Tanya

6th Grade

20 Qs

Bahasa Indonesia Tema 3 Kelas 6

Bahasa Indonesia Tema 3 Kelas 6

6th Grade

20 Qs

unsur instrinsik cerita

unsur instrinsik cerita

Assessment

Quiz

World Languages

6th Grade

Practice Problem

Medium

Created by

Iin Fekasuri

Used 4+ times

FREE Resource

AI

Enhance your content in a minute

Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...

25 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Tokoh yang menjadi pusat dalam cerita dalam pementasan drama disebut dengan tokoh ....

utama

figuran

pembantu

sampingan

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Tokoh yang dilibatkan atau dimunculkan untuk diperbantukan mendukung jalannya cerita dan memiliki kaitan dengan tokoh utama dsiebut dengan ....

tokoh inti

tokoh pokok

tokoh sentral

tokoh pembantu

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins • 1 pt

Perhatikan cuplikan cerita fiksi di bawah ini!

Dani menggigil ketakutan. Ia berjongkok di bawah pohon yang tumbang untuk berteduh. Hujan begitu deras diiringi suara petir yang terus menggelegar. Sementara ia belum melihat teman-temannya yang beberapa waktu lalu terpisah darinya. Ia tak menyangka bahwa niat iseng jalan-jalan ke area hutan ini akan menjadikannya tersesat sendirian. Tubuhnya yang mulai lelah masih penuh harap, bahwa teman-temannya tiba-tiba muncul dari rimbunnya semak belukar di hadapannya. Jarum jam di tangannya sudah menunjukan pukul lima, tiada tanda-tanda hujan akan segera reda. Tiba-tiba Dani terkagetkan, sebuah tangan menepuk pundaknya. Dani menoleh pelan seraya ketakutan. Ternyata Edo yang ada di belakangnya, beserta Budi dan Evan. “Ayo kita segera pulang, aku mencarimu kemana-mana”, ucap Edo yang nampak penuh cemas.

Latar dari cuplikan cerita di atas adalah ….

Di perkemahan pada pagi hari dalam suasana bahagia

Di hutan pada siang hari dalam suasana menyeramkan

Di hutan pada sore hari dalam suasana menakutkan

Di sawah pada sore hari dalam suasana duku

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

3 mins • 1 pt

Perhatikan cuplikan cerita fiksi di bawah ini!

Dika nampak serius mengerjakan soal ujian di kelas. Nampak pula Aris yang mencoba berkata padanya. Dika pun menoleh sebentar sambil melihat Pak Zaki yang terus mengawasi. “Dika, ini aku bawa contekan jika kamu ingin menirunya”, Aris menawarkan. Dika awalnya merasa tertarik, soal matematika pada ujian kala itu memang sangat sulit rasanya. Sesaat kemudian ia berpikir, selanjutnya Dika menolak tawaran Aris dengan cara menggelengkan kepalannya. Dika pun melanjutkan pekerjaannya, ia bersikukuh akan mengerjakan soal ujian itu dengan jujur. Ia yakin bahwa hasil belajarnya setiap hari bisa membantunya dalam mengerjakan soal ujian. Ujian pun selesai dengan lancar. Beberapa hari kemudian ia melihat hasil ujiannya, ia bersyukur bisa mendapatkan nilai sembilan puluh.

Karakter dari tokoh Dika dalam cuplikan cerita di atas adalah ….

Suka mencontek dan pemberani

Mandiri dan suka membantu teman

Panakut dan selalu was-was

Jujur dan rajin belajar

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

5 mins • 1 pt

Perhatikan cuplikan cerita fiksi di bawah ini!

Ulfa dan Diyah sedang duduk di teras kelas ketika jam istirahat, mereka berdua sedang menikmati jajanan yang mereka beli dari kantin. Beberapa saat kemudian perhatian Ulfa tertuju kepada Popi, teman satu kelasnya yang masih ada di dalam kelas dengan wajah sedih. Diyah pun mengajak Ulfa menemuinya, ternyata Popi baru saja kehilangan uang sakunya. Popi bilang bahwa ia telah mencari di tas dan di dalam kelas, namun uangnya tetap tidak ditemukan. Diyah dan Ulfa pun menawari Popi untuk mencarinya ke tempat lain, ke halaman sekolah dan tempat parkir sepeda. Di halaman sekolah, mereka belum juga menemukan uangnya. Baru ketika berada di tempat parkir sepeda, Popi akhirnya tersenyum riang. Ulfa berhasil menemukan uang sakunya di dekat sepeda Popi, terlindas sepeda milik teman yang lain. Popi pun berterima kasih kepada Ulfa dan Diyah, ia merasa senang punya teman yang begitu peduli padanya.

Amanat dari cuplikan cerita di atas adalah ….

Sebaiknya Popi tidak perlu membawa uang saku ketika ke sekolah, karena itu bisa membahayakan dirinya

Jadi orang harus mau berusaha sendiri, jangan menyusahkan teman yang lain untuk mengatasi masalah.

Kepedulian yang diberikan kepada orang lain, bisa membuat orang lain merasa terbantu dari masalahnya.

Menolong orang lain harus kita utamakan, daripada menolong diri sendiri yang sedang kesusahan.

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

45 sec • 1 pt

"Saya ingin lagu gending Jawa." "Tolong Pak Sopir. Bapak ini tidak suka lagu pop Indonesia, padahal lagu itu kesukaan saya. Dia minta ditukar saja dengan gending Jawa." "Tetapi saya tidak punya kaset gending Jawa," kata sopir "Saya punya. Saya tidak pernah meninggalkan kaset gending Jawa, setiap saya bepergian. Ini kaset lagu kesukaan saya. Gending Jawa." Para penumpang mendengarkan lagu itu. Tetapi beberapa saat saja kemudian, terdengar orang berteriak: "Bolehkah lagu itu ditukar?"


Latar peristiwa kutipan cerita di atas adalah

kereta api

jalan raya

bus

kapal laut

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

45 sec • 1 pt

Sudah hampir jam satu malam, ketakutan menyerangku. Aku ingin menelepon ke rumah, tapi kupastikan Mak Yem menunggu ayah di rumah sakit. Tiba-tiba aku merasa bersalah, ini sebuah egoisme. Aku dan Yu Ning kejar karir dan selalu lupa kalu masih punya ayah yang harus kami perhatikan. Selalu lupa menelepon beliauhanya untuk mengucapkan, “Halo”. Padahal, sebelum keberangkatanku ke Jakarta, ayah bilang, “Kalian berdua memilih karir di Jakarta. Tak seorang pun memang ingin bersama laki-laki tua sepertiku. Aku tahu tidak ada yang harus disalahkan, setiap anak pasti mencari sarangnya yang baru. Tapi, sesekali teleponlah aku. Itu sudah lebih dari cukup.”


amanat kutipan cerita di atas adalah ...

jangan sia-siakan kesempatan untuk meraih sukses karir

Kesempatan tidak akan pernah datang dua kali dalam hidup

orangtua harus mendukung anaknya untuk mencapai karirnya

sesukses apapun selalu ingat dan memperhatikan orangtua

Create a free account and access millions of resources

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?