Search Header Logo

unsur intrinsik

Authored by Fina Khoirunisa Khatmani

World Languages

9th - 12th Grade

Used 3+ times

unsur intrinsik
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

8 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Berikut yang bukan termasuk unsur intrinsik cerita pendek

tema


amanat

tokoh

latar budaya pengarang

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Pelaku dalam sebuah cerita biasanya dikenal sebagai


Penokohan


artis

tokoh


figuran

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

45 sec • 1 pt

Penggalan cerpen berikut untuk tiga butir soal di bawah ini!

Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda. “Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K.

Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam penggalan tersebut adalah …

sudut pandang orang pertama

sudut pandang orang jamak


sudut pandnag orang kedua

sudut pandang orang tunggal

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

45 sec • 1 pt

"Saya ingin lagu gending Jawa." "Tolong Pak Sopir. Bapak ini tidak suka lagu pop Indonesia, padahal lagu itu kesukaan saya. Dia minta ditukar saja dengan gending Jawa." "Tetapi saya tidak punya kaset gending Jawa," kata sopir "Saya punya. Saya tidak pernah meninggalkan kaset gending Jawa, setiap saya bepergian. Ini kaset lagu kesukaan saya. Gending Jawa." Para penumpang mendengarkan lagu itu. Tetapi beberapa saat saja kemudian, terdengar orang berteriak: "Bolehkah lagu itu ditukar?"

Latar peristiwa kutipan cerita di atas adalah

kereta api

bus

jalan raya

kapal laut

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

Sudah hampir jam satu malam, ketakutan menyerangku. Aku ingin menelepon ke rumah, tapi kupastikan Mak Yem menunggu ayah di rumah sakit. Tiba-tiba aku merasa bersalah, ini sebuah egoisme. Aku dan Yu Ning kejar karir dan selalu lupa kalu masih punya ayah yang harus kami perhatikan. Selalu lupa menelepon beliauhanya untuk mengucapkan, “Halo”. Padahal, sebelum keberangkatanku ke Jakarta, ayah bilang, “Kalian berdua memilih karir di Jakarta. Tak seorang pun memang ingin bersama laki-laki tua sepertiku. Aku tahu tidak ada yang harus disalahkan, setiap anak pasti mencari sarangnya yang baru. Tapi, sesekali teleponlah aku. Itu sudah lebih dari cukup.”

amanat kutipan cerita di atas adalah ...


jangan sia-siakan kesempatan untuk meraih sukses karir

orangtua harus mendukung anaknya untuk mencapai karirnya

Kesempatan tidak akan pernah datang dua kali dalam hidup

sesukses apapun selalu ingat dan memperhatikan orangtua

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

45 sec • 1 pt

Terik. Hari ini begitu panas, sampai-sampai cahaya matahari membuat kulitku hampir terbakar. Jemuran pun sekejab kering. Bau asap-asap polusi menyergap masuk ke paru-paru membuat kotor udara. Ditambah suara bising kendaraan yang lalu lalang dihadapanku, membuat suasana bertambah pengap dan panas. Aku hanya bisa melihat orang-orang itu di dalam mobil dengan AC yang membuat mereka sejuk. Berbeda dengan diriku, anak laki-laki dengan baju kumal berdiri di tepi jalan sambil membawa payung di genggaman. Aku hanya bisa menunggu hujan turun dan seseorang datang untuk menggunakan jasaku.

sudut pandang kutipan cerita di atas adalah

Orang pertama pelaku utama

Orang ketiga sebagai pengamat

Orang pertama pelaku sampingan

Orang ketiga sebagai pelaku serba tahu

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

Kemudian, ia sampai pada pemikiran bahwa yang jauh tetaplah di kejauhan. Yang dekat tetaplah pada kedekatan, kecuali yang jauh itu mendekat atau yang dekat itu menjauh. Miliknya akan tetap miliknya, kecuali ia rebut atau ia lepaskan. Begitu pun yang bukan miliknya akan menjadi miliknya jika merebutnya atau menerimanya dari orang lain. Kenangan dan imajinasi akan tetap seperti apa adanya. Dan kenyataan adalah di mana berada. Lalu, bocah itu tersenyum dengan penuh kemenangan. Kemenangannya atas sang nasib yang kini tidak akan bisa lagi merenggut kebahagiannya. (Hujan, Yeni Puspita)

Sudut pandang yang digunakan pengarang dalam kutipan cerita di atas adalah

orang pertama pelaku utama

orang ketiga sebagai pengamat

orang pertama pelaku sampingan

orang ketiga serba tahu

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?