Search Header Logo

ANBK LITERASI 6

Authored by Sudri Wiyono

Other

5th Grade

Used 1+ times

ANBK LITERASI 6
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

20 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE SELECT QUESTION

1 min • 5 pts

Ketika Adik Demam
Pagi itu, adik mengeluh sakit. Ibu segera mengecek suhu tubuh adik menggunakan termometer. Terlihat angka 38°C pada termometer.

Ibu menyiapkan baskom berisi air hangat dan memasukkan handuk kecil ke baskom tersebut kemudian memerasnya. Ibu mengompres dahi Adik dengan handuk itu.

"Mengompres dengan air hangat dapat menurunkan suhu tubuh," ucap Ibu.

Ibu menyuruh aku melanjutkan mengompres karena ingin ke dapur. Setelah Ibu keluar kamar, aku melihat badan adik menggigil. Segera kuselimuti tubuh adik.

Tiba-tiba, Ibu masuk dengan mangkuk di tangannya. Ibu melepas selimut yang menutupi tubuh adik.

"Tubuh Adik menggigil, Bu," ucapku memberitahu.

"Menggunakan selimut tebal saat demam, itu hal keliru. Sebaiknya gunakan pakaian yang longgar, nyaman, dan bisa menyerap keringat," jelas Ibu.

"Ibu, adik berkeringat terus," ucapku khawatir.

"Tidak apa-apa, itu upaya alami dari tubuh adik untuk menurunkan suhu agar menjadi normal," jelas Ibu.

"Wah, ternyata berkeringat ada gunanya juga, tak hanya membuat bau." ucapanku membuat Adik tertawa.

"Sekarang, Adik harus makan. Sup hangat ini dapat mencegah dehidrasi dan meningkatkan daya tahan tubuh," bujuk Ibu.

Selesai makan, Ibu menyuruh adik tidur. Menurut Ibu, orang yang sedang demam harus banyak istirahat. Sore hari saat bangun, adik sudah tidak demam.


Di manakah latar cerita tersebut berlangsung?

Kamar tidur

kamar mandi

dapur

semuanya benar

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 5 pts

Ketika Adik Demam
Pagi itu, adik mengeluh sakit. Ibu segera mengecek suhu tubuh adik menggunakan termometer. Terlihat angka 38°C pada termometer.

Ibu menyiapkan baskom berisi air hangat dan memasukkan handuk kecil ke baskom tersebut kemudian memerasnya. Ibu mengompres dahi Adik dengan handuk itu.

"Mengompres dengan air hangat dapat menurunkan suhu tubuh," ucap Ibu.

Ibu menyuruh aku melanjutkan mengompres karena ingin ke dapur. Setelah Ibu keluar kamar, aku melihat badan adik menggigil. Segera kuselimuti tubuh adik.

Tiba-tiba, Ibu masuk dengan mangkuk di tangannya. Ibu melepas selimut yang menutupi tubuh adik.

"Tubuh Adik menggigil, Bu," ucapku memberitahu.

"Menggunakan selimut tebal saat demam, itu hal keliru. Sebaiknya gunakan pakaian yang longgar, nyaman, dan bisa menyerap keringat," jelas Ibu.

"Ibu, adik berkeringat terus," ucapku khawatir.

"Tidak apa-apa, itu upaya alami dari tubuh adik untuk menurunkan suhu agar menjadi normal," jelas Ibu.

"Wah, ternyata berkeringat ada gunanya juga, tak hanya membuat bau." ucapanku membuat Adik tertawa.

"Sekarang, Adik harus makan. Sup hangat ini dapat mencegah dehidrasi dan meningkatkan daya tahan tubuh," bujuk Ibu.

Selesai makan, Ibu menyuruh adik tidur. Menurut Ibu, orang yang sedang demam harus banyak istirahat. Sore hari saat bangun, adik sudah tidak demam.


Bagaimana perbandingan sikap tokoh aku dan Ibu saat adik sakit?

Ibu sangat panik, sedangkan tokoh aku acuh

Tokoh aku cemas, sedangkan Ibu lebih tenang

Tidak ada keterangan dalam teks

Keduanya benar

3.

MULTIPLE SELECT QUESTION

1 min • 5 pts

Ketika Adik Demam
Pagi itu, adik mengeluh sakit. Ibu segera mengecek suhu tubuh adik menggunakan termometer. Terlihat angka 38°C pada termometer.

Ibu menyiapkan baskom berisi air hangat dan memasukkan handuk kecil ke baskom tersebut kemudian memerasnya. Ibu mengompres dahi Adik dengan handuk itu.

"Mengompres dengan air hangat dapat menurunkan suhu tubuh," ucap Ibu.

Ibu menyuruh aku melanjutkan mengompres karena ingin ke dapur. Setelah Ibu keluar kamar, aku melihat badan adik menggigil. Segera kuselimuti tubuh adik.

Tiba-tiba, Ibu masuk dengan mangkuk di tangannya. Ibu melepas selimut yang menutupi tubuh adik.

"Tubuh Adik menggigil, Bu," ucapku memberitahu.

"Menggunakan selimut tebal saat demam, itu hal keliru. Sebaiknya gunakan pakaian yang longgar, nyaman, dan bisa menyerap keringat," jelas Ibu.

"Ibu, adik berkeringat terus," ucapku khawatir.

"Tidak apa-apa, itu upaya alami dari tubuh adik untuk menurunkan suhu agar menjadi normal," jelas Ibu.

"Wah, ternyata berkeringat ada gunanya juga, tak hanya membuat bau." ucapanku membuat Adik tertawa.

"Sekarang, Adik harus makan. Sup hangat ini dapat mencegah dehidrasi dan meningkatkan daya tahan tubuh," bujuk Ibu.

Selesai makan, Ibu menyuruh adik tidur. Menurut Ibu, orang yang sedang demam harus banyak istirahat. Sore hari saat bangun, adik sudah tidak demam.


Jika kamu mengalami kejadian seperti tokoh adik, apa yang harus kamu lakukan?

Banyak beristirahat agar lebih cepat pulih

Makan sup hangat untuk mencegah dehidrasi

Menyelimuti tubuh dengan selimut yang tebal

Semua jawaban benar

4.

MULTIPLE SELECT QUESTION

1 min • 5 pts

Ambar dan Penduduk Hutan
Rumah Ambar selalu menjadi tempat berobat. Kali ini, Gajah berkunjung untuk memeriksa kakinya kembali.

"Jangan lupa minum obatmu!" pesannya.

Setelah semua selesai, tiba-tiba ....

"Kenapa mataku berkunang-kunang? Aku harus meminum ramuan khusus," kata Gajah.

Ambar memerlukan beberapa daun untuk ramuannya. Daun itu hanya ada di tengah hutan.

Ambar pun segera berangkat. Tibalah Ambar di tengah hutan. Segera ia memetik beberapa daun.

Tetapi, di tengah jalan ia bertemu burung kenari yang kesakitan.

"Kenapa kamu tidak terbang?"

Kenari bercerita kalau sayapnya sakit. Ambar langsung menolongnya. Ia merelakan daunnya untuk Kenari. Beberapa saat kemudian, Kenari sembuh. Ambar pun berpamitan pulang.

Itulah Ambar. Si Tabib yang mengerti segala penyakit. Selalu peduli dengan semua penduduk hutan.

Apa yang dilakukan Ambar ketika bertemu dengan burung kenari?

Memberikan beberapa daun yang Ambar butuhkan kepada burung

Memberitahu cara menyembuhkan sakit yang diderita burung dengan ramuannya

Bertanya dan mengobati burung dengan daun yang Ambar peroleh

Semua jawaban benar

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 5 pts

Ambar dan Penduduk Hutan
Rumah Ambar selalu menjadi tempat berobat. Kali ini, Gajah berkunjung untuk memeriksa kakinya kembali.

"Jangan lupa minum obatmu!" pesannya.

Setelah semua selesai, tiba-tiba ....

"Kenapa mataku berkunang-kunang? Aku harus meminum ramuan khusus," kata Gajah.

Ambar memerlukan beberapa daun untuk ramuannya. Daun itu hanya ada di tengah hutan.

Ambar pun segera berangkat. Tibalah Ambar di tengah hutan. Segera ia memetik beberapa daun.

Tetapi, di tengah jalan ia bertemu burung kenari yang kesakitan.

"Kenapa kamu tidak terbang?"

Kenari bercerita kalau sayapnya sakit. Ambar langsung menolongnya. Ia merelakan daunnya untuk Kenari. Beberapa saat kemudian, Kenari sembuh. Ambar pun berpamitan pulang.

Itulah Ambar. Si Tabib yang mengerti segala penyakit. Selalu peduli dengan semua penduduk hutan.

Apa yang dapat disimpulkan dari gambar-gambar yang ada pada cerita tersebut?

Rumah Ambar menjadi tempat berobat, sehingga banyak ramuan yang tersimpan

Ambar mengangkat Kenari yang kesakitan dengan kedua tangannya untuk mengobatinya

Tidak ada keterangan dalam teks

Keduanya salah

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 5 pts

Sakit Gigi
Oleh: Ratna Sulistyowati

Hasan suka makan cokelat dan permen karena rasanya manis. Setiap hari, Hasan memakan cokelat dan permen.

Sisa cokelat dan permen menempel di giginya. Namun, Hasan malas menggosok gigi. Ibu selalu menasihati Hasan agar menggosok gigi. Hasan tidak menurut. Hasan tetap malas menggosok gigi.

Suatu hari, gigi Hasan sakit. Hasan terus menangis. Ibu mengajak Hasan ke dokter gigi. Ternyata, gigi Hasan berlubang. Kata dokter, gigi Hasan berlubang karena Hasan malas menggosok gigi. Sejak saat itu, Hasan rajin menggosok gigi dua kali sehari.

Mengapa Hasan pergi ke dokter?

Hasan suka makan cokelat

Hasan malas menggosok gigi

Gigi Hasan sakit

Semua jawaban benar

7.

MULTIPLE SELECT QUESTION

1 min • 5 pts

Sakit Gigi
Oleh: Ratna Sulistyowati

Hasan suka makan cokelat dan permen karena rasanya manis. Setiap hari, Hasan memakan cokelat dan permen.

Sisa cokelat dan permen menempel di giginya. Namun, Hasan malas menggosok gigi. Ibu selalu menasihati Hasan agar menggosok gigi. Hasan tidak menurut. Hasan tetap malas menggosok gigi.

Suatu hari, gigi Hasan sakit. Hasan terus menangis. Ibu mengajak Hasan ke dokter gigi. Ternyata, gigi Hasan berlubang. Kata dokter, gigi Hasan berlubang karena Hasan malas menggosok gigi. Sejak saat itu, Hasan rajin menggosok gigi dua kali sehari.

Mengapa Hasan memiliki sifat tidak penurut?

Hasan mengabaikan nasihat ibu

Hasan selalu malas menggosok gigi

Tidak ada keterangan dalam teks

Keduanya salah

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?