
Kuis PAK Bab 3 & 4 Kurmer
Authored by Triya Limanda
Religious Studies
10th Grade
Used 1+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
9 questions
Show all answers
1.
OPEN ENDED QUESTION
5 mins • 10 pts
Ibadah adalah....
Evaluate responses using AI:
OFF
Answer explanation
Ibadah adalah segala kegiatan yang di lakukan dengan tugas dan tanggungjawab. Ibadah harus di lakukan dengan dasar ketulusan, keikhlasan, tata cara yang benar dan tujuan yang baik.
2.
OPEN ENDED QUESTION
5 mins • 10 pts
Orang yang tulus adalah...
Evaluate responses using AI:
OFF
Answer explanation
orang yang ”melakukan kebaikan demi kebaikan itu sendiri, dan sama sekali bukan ingin mendapatkan imbalan dalam bentuk apapun, atau bukan karena takut mendapatkan hukuman apapun.”
3.
OPEN ENDED QUESTION
5 mins • 10 pts
Apa yang dimaksud dengan berpantang di dalam Khonghucu?
Evaluate responses using AI:
OFF
Answer explanation
Berdasarkan sifatnya, berpantang meliputi dua hal, yaitu berpantang atau bersuci diri penuh dan bersuci diri longgar. Bersuci diri penuh berkaitan dengan berpantang dalam hal makan (Zhai) atau makan berpantang (Qizhai). Dalam Catatan Kesusilaaan (Liji) bab XXII Ji Tong (sempurnanya sembahyang pasal 6-7 tersurat sebagai berikut:
Pasal 6.
”Ketika tiba waktu menaikkan sembahyang, seorang Jūnzǐ 君子 akan bersuci diri (zhāi, berpuasa lahir-bathin). Yang dikatakan bersuci diri itu ialah menjadikan semuanya suci: mensucikan yang tidak suci sehingga semuanya sempurna suci. Karena itu, seorang Jūnzǐ kalau tidak ada urusan besar, kalau tidak benar-benar di dorong oleh rasa sujud dan hormat, ia tidak mencoba melakukan pensucian diri ini. Bila ia tidak sedang bersuci diri, ia tidak was-was terhadap pengaruh benda-benda, ia juga tidak menghentikan berbagai kegemaran dan keinginannya. Tetapi setelah ia bermaksud bersuci diri, ia lalu mawas terhadap segala pengaruh benda-benda yang menyesatkan, dan ditindas berbagai kegemaran dan keinginannya. Telinganya tidak mendengarkan musik; seperti yang tersurat di dalam catatan, “Orang yang bersuci diri, tiada musik baginya.” Ini hendak mengatakan bahwa ia tidak berani membuyarkan citanya. Hati tidak memperturut fikiran yang sia-sia, ia mesti memadukan diri di dalam Jalan Suci. Ia tidak membiarkan kaki-tangannya melakukan gerak-langkah yang sia-sia, tetapi mesti memadukannya di dalam Li (susila). Demikianlah seorang Jūnzǐ di dalam bersuci diri, ia benar-benar berusaha meluassempurnakan sari kecerahan kebajikannya (jīngmíng zhī dé 精明之德). Maka, tujuh hari bersuci diri longgar untuk mencapai ketetapan tujuan);
dan tiga hari bersuci diri penuh untuk menciptakan keberesan suasana seluruh bathin. Usaha mencapai ketetapan itulah yang dinamai bersuci diri; sempurnanya pensucian itulah puncak pencapaian sari kecerahan. Dengan demikian, kemudian dapat melakukan jalinan kepada Maha Roh
Yang Terang (shénmíng 神明) itu. Pasal 7.
“Maka, pada sebelas hari sebelum upacara sembahyang dilaksanakan, kepala rumah-tangga istana mengingatkan kepada nyonya (raja); sang nyonya lalu bersuci diri longgar tujuh hari, dan bersuci diri penuh tiga hari. Sang raja menggenapkan bersuci dirinya di ruang luar, sang nyonya menggenapkan bersuci dirinya di ruang dalam. Kemudian mereka akan berkumpul di kuil besar (dà miào大廟). Raja dengan mengenakan topi hitam persegi-empat di atas, berdiri di bagian teratas tangga lantai bagian timur; sang nyonya dengan mengenakan ikat kepala (fù 副) dan jubah
bersulam burung pegar (huī 袆) berdiri di ruang Timur. Raja, dengan memegang piala bertangkai ukiran bunga menuangkan anggur wangi di hadapan altar di tempat persujudan; kepala kuil (dà zōng 大宗), dengan memegang piala bertangkai setengah ukiran bunga menuangkan anggur wangi kedua (mewakili sang nyonya). Ketika hewan kurban dihadapkan, raja dengan tali menariknya; para menteri dan pembesar mengikutinya; pejabat yang lain mengikuti dengan membawa rumput kering (untuk
diletakkan di tanah bagi hewan kurban); isteri para saudara raja yang semarga mengikuti sang nyonya sambil membawa tempayan; raja dengan tangannya memegang pisau yang ada kelintingnya; raja menyiapkan dan keiklasan. Selanjutnya dapat disediakan waktu bagi peserta didik yang ingin mengungkapkan pengalaman mereka.
4.
OPEN ENDED QUESTION
3 mins • 10 pts
Sebutkan pokok-pokok peribadahan Khonghucu!
Evaluate responses using AI:
OFF
Answer explanation
Sembahyang (ji si), hormat (gong jing), syukur dan harap (qi dao), dan diam memahami (mo shi)
5.
OPEN ENDED QUESTION
5 mins • 15 pts
Penciptaan segala sesuatu merupakan kerjasama di antara unsur Yin dan Yang. Kitab yang menjelaskan mengenai Yin dan Yang adalah Yijing. Apa pernyataan di dalam kitab Yijing yang menjelaskan Yin dan Yang tentang jalan suci? Jelaskan!
Evaluate responses using AI:
OFF
6.
OPEN ENDED QUESTION
5 mins • 15 pts
Jelaskan mengenai hukum suci Tuhan!
Evaluate responses using AI:
OFF
7.
OPEN ENDED QUESTION
5 mins • 10 pts
Mengapa manusia bisa terpengaruh hal-hal dari luar? Jelaskan!
Evaluate responses using AI:
OFF
Answer explanation
Tersurat di dalam Mengzi jilid VI A pasal 15.
Kongtocu bertanya, “Semuanya ialah manusia mengapakah ada yang menjadi orang besar dan ada yang menjadi orang kecil?” Mengzi menjawab, “Orang yang menurutkan bagian dirinya yang besar akan menjadi orang besar, yang hanya menurutkan bagian dirinya yang kecil akan
menjadi orang kecil.” (2) Semuanya ialah manusia, mengapakah ada yang menurutkan bagian dirinya yang besar dan ada yang menurutkan bagian dirinya yang kecil?” Mengzi menjawab, “Tugas telinga dan mata tanpa dikendalikan pikiran, niscaya akan digelapkan oleh napsu-napsu (dari luar). Napsu-napsu (dari luar) bilamana bertemu dengan napsu-napsu (di dalam diri) mudah saling cenderung. Tugas Hati ialah berpikir. Dengan berpikir kita akan berhasil, tanpa berpikir takkan berhasil. Tuhan Yang Maha Esa mengaruniai kita semuanya itu, agar kita lebih dahulu menegakkan bagian yang besar, sehingga bagian yang kecil itu tidak bisa mengacau. Inilah yang menyebabkan orang bisa menjadi orang besar.”
Oleh karenanya Mengzi mengatakan bahwa hati bertugas untuk berpikir, berpikir maksudnya mengolah semua hal dari luar diri yang ditangkap oleh indra kita, agar hal-hal atau nafsu-nafsu dari luar tidak memicu nafsu yang ada di dalam.
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?