Search Header Logo

ANBK Literasi 2

Authored by PEBRIANA PRIYAMBODO

Education

5th Grade

Used 3+ times

ANBK Literasi 2
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

10 questions

Show all answers

1.

FILL IN THE BLANK QUESTION

2 mins • 1 pt

Media Image

Wacana 1: Paman Beo Ingin Bernyanyi

Namun, Paman Beo tidak kehilangan akal. Ia berangkat menemui Kakek Kenari, guru dari burung yang belajar berkicau. Di sana, banyak anak-anak burung belajar

bernyanyi. Saat Paman Beo berlatih mengikuti arahan Kakek Kenari, selalu terdengar suara, “Koaak… koaak…” Anak-anak burung semua tertawa.

Sampai akhirnya Paman Beo menjadi kesal. Dia mulai bercerita, “Hei kalian anak-anak burung, dengarkan cerita Paman. Sewaktu muda, Paman adalah burung yang paling pintar bernyanyi. Saking merdunya, sampai dipanggil oleh Raja dan Ratu Merak untuk menghibur mereka. Paman juga berkelana dan bertemu dengan Raja Gagak. Ia kagum dan iri mendengar suara Paman. Dicurilah suara merdu Paman oleh Raja Gagak. Dan sampai sekarang Paman tidak bisa bernyanyi lagi.”

“Wah… cerita Paman hebat!”

“Tapi… semua itu hanya khayalan Paman,” lanjut Paman Beo dengan lesu.

“Aku suka dongeng Paman, besok Paman Beo mendongeng lagi, ya,” celetuk anak Kutilang. Paman Beo mengangguk gembira.

Dalam khayalan Paman Beo, siapakah yang mencuri suara merdunya?

2.

MULTIPLE SELECT QUESTION

2 mins • 1 pt

Wacana 1: Paman Beo Ingin Bernyanyi

Namun, Paman Beo tidak kehilangan akal. Ia berangkat menemui Kakek Kenari, guru dari burung yang belajar berkicau. Di sana, banyak anak-anak burung belajar bernyanyi. Saat Paman Beo berlatih mengikuti arahan Kakek Kenari, selalu terdengar suara, “Koaak… koaak…” Anak-anak burung semua tertawa.

Sampai akhirnya Paman Beo menjadi kesal. Dia mulai bercerita, “Hei kalian anak-anak burung, dengarkan cerita Paman. Sewaktu muda, Paman adalah burung yang paling pintar bernyanyi. Saking merdunya, sampai dipanggil oleh Raja dan Ratu Merak untuk menghibur mereka. Paman juga berkelana dan bertemu dengan Raja Gagak. Ia kagum dan iri mendengar suara Paman. Dicurilah suara merdu Paman oleh Raja Gagak. Dan sampai sekarang Paman tidak bisa bernyanyi lagi.”

“Wah… cerita Paman hebat!”

“Tapi… semua itu hanya khayalan Paman,” lanjut Paman Beo dengan lesu.

“Aku suka dongeng Paman, besok Paman Beo mendongeng lagi, ya,” celetuk anak Kutilang. Paman Beo mengangguk gembira.

Apa saja hal yang dialami oleh Paman Beo berdasarkan cerita tersebut? Kamu dapat memilih lebih dari satu jawaban.

Paman Beo menemui Kakek Kenari untuk berlatih bernyanyi

Paman Beo akhirnya dapat bernyanyi dengan merdu.

Paman Beo pintar mendongeng, meskipun tidak bisa bernyanyi

Paman Beo kehilangan akal

3.

MULTIPLE SELECT QUESTION

2 mins • 1 pt

Namun, Paman Beo tidak kehilangan akal. Ia berangkat menemui Kakek Kenari, guru dari burung yang belajar berkicau. Di sana, banyak anak-anak burung belajar bernyanyi. Saat Paman Beo berlatih mengikuti arahan Kakek Kenari, selalu terdengar suara, “Koaak… koaak…” Anak-anak burung semua tertawa.

Sampai akhirnya Paman Beo menjadi kesal. Dia mulai bercerita, “Hei kalian anak-anak burung, dengarkan cerita Paman. Sewaktu muda, Paman adalah burung yang paling pintar bernyanyi. Saking merdunya, sampai dipanggil oleh Raja dan Ratu Merak untuk menghibur mereka. Paman juga berkelana dan bertemu dengan Raja Gagak. Ia kagum dan iri mendengar suara Paman. Dicurilah suara merdu Paman oleh Raja Gagak. Dan sampai sekarang Paman tidak bisa bernyanyi lagi.”

“Wah… cerita Paman hebat!”

“Tapi… semua itu hanya khayalan Paman,” lanjut Paman Beo dengan lesu.

“Aku suka dongeng Paman, besok Paman Beo mendongeng lagi, ya,” celetuk anak Kutilang. Paman Beo mengangguk gembira.

Kejadian apa sajakah yang dialami Paman Beo berdasarkan cerita yang telah kamu baca?Berilah tanda centang pada kolom Benar atau Salah untuk setiap pernyataan.

Paman Beo merasa sedih karena diledek anak-anak burung

Anak-anak burung merasa terhibur mendengar dongeng Paman

Beo

Paman Beo akhirnya dapat bernyanyi dengan merdu

Paman Beo kehilangan akal

4.

MULTIPLE SELECT QUESTION

2 mins • 1 pt

Wacana 1: Paman Beo Ingin Bernyanyi

Namun, Paman Beo tidak kehilangan akal. Ia berangkat menemui Kakek Kenari, guru dari burung yang belajar berkicau. Di sana, banyak anak-anak burung belajar bernyanyi. Saat Paman Beo berlatih mengikuti arahan Kakek Kenari, selalu terdengar suara, “Koaak… koaak…” Anak-anak burung semua tertawa.

Sampai akhirnya Paman Beo menjadi kesal. Dia mulai bercerita, “Hei kalian anak-anak burung, dengarkan cerita Paman. Sewaktu muda, Paman adalah burung yang paling pintar bernyanyi. Saking merdunya, sampai dipanggil oleh Raja dan Ratu Merak untuk menghibur mereka. Paman juga berkelana dan bertemu dengan Raja Gagak. Ia kagum dan iri mendengar suara Paman. Dicurilah suara merdu Paman oleh Raja Gagak. Dan sampai sekarang Paman tidak bisa bernyanyi lagi.”

“Wah… cerita Paman hebat!”

“Tapi… semua itu hanya khayalan Paman,” lanjut Paman Beo dengan lesu.

“Aku suka dongeng Paman, besok Paman Beo mendongeng lagi, ya,” celetuk anak Kutilang. Paman Beo mengangguk gembira.

Pelajaran apa yang kamu dapatkan dari cerita tersebut? Kamu dapat memilih lebih dari satu jawaban.

Lebih baik menjadi diri sendiri

Terus belajar meski diri sendiri banyak kekurangan

Berbohong agar terlihat lebih baik didepan orang lain

pendongeng yang bahagia (seperti Paman Beo)

5.

MULTIPLE SELECT QUESTION

2 mins • 1 pt

Media Image

Wacana 2: Jangan Takut Mencoba

Panji memiliki bakat dan hobi menggambar. Meski begitu, dia adalah anak yang kurang percaya diri dan tidak punya teman. Ia sering dijauhi oleh teman-temannya. Suatu hari ia sedang membuka akun media sosial di telepon genggamnya. Ia melihat poster lomba menggambar komik digital. Ia tertarik untuk mengikutinya, tetapi ia tidak percaya diri.

“Tok, tok, tok..,” suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Panji. Ternyata ibunya sedang menghampirinya di kamar. “Panji, kamu kenapa? Dari tadi tidak keluar kamar?” tanya Ibu. “ee.., ini Bu, Panji mau ikut lomba menggambar komik digital, tapi Panji tidak percaya diri karena saingannya banyak,” jawab Panji lirih. “Ow, begitu… Ibu tahu kamu punya bakat dan Ibu yakin pasti gambarmu tak kalah bagus dengan peserta yang lain,” hibur Ibu. “Tapi Bu..,” seloroh Panji. Belum sempat Panji meneruskan ucapannya, Ibu langsung menyela, “Semua hal yang baik harus dicoba dulu, Nak, jangan takut untuk mencoba. Kamu ikut saja, Ibu pasti akan selalu mendukungmu,” ujar Ibu.

Akhirnya Panji ikut lomba dan sukses menjadi juara satu mengalahkan peserta dari seluruh Indonesia. Ia berhasil mengalahkan ketakutan dalam dirinya. Kini tak ada lagi teman-teman Panji yang menjauhinya. Teman- teman Panji justru banyak yang datang ke rumahnya untuk belajar menggambar komik digital.

Ibu memberi semangat kepada Panji untuk mengikuti lomba komik. Tentukan benar atau salah kutipan perkataan Ibu berikut yang membuat Panji menjadi percaya diri! Berilah tanda centang (V) pada kolom Benar atau Salah untuk setiap pernyataan!

“Panji, kamu kenapa? Dari tadi kok tidak keluar kamar?"

“Ibu tahu kamu berbakat dan pasti gambarmu tak kalah bagus.”

“Semua hal yang baik harus dicoba dulu, Nak, jangan takut untuk

mencoba.”

Panji memiliki bakat dan hobi seni lukis

6.

MULTIPLE SELECT QUESTION

2 mins • 1 pt

Media Image

Wacana 2: Jangan Takut Mencoba

Panji memiliki bakat dan hobi menggambar. Meski begitu, dia adalah anak yang kurang percaya diri dan tidak punya teman. Ia sering dijauhi oleh teman-temannya. Suatu hari ia sedang membuka akun media sosial di telepon genggamnya. Ia melihat poster lomba menggambar komik digital. Ia tertarik untuk mengikutinya, tetapi ia tidak percaya diri.

“Tok, tok, tok..,” suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Panji. Ternyata ibunya sedang menghampirinya di kamar. “Panji, kamu kenapa? Dari tadi tidak keluar kamar?” tanya Ibu. “ee.., ini Bu, Panji mau ikut lomba menggambar komik digital, tapi Panji tidak percaya diri karena saingannya banyak,” jawab Panji lirih. “Ow, begitu… Ibu tahu kamu punya bakat dan Ibu yakin pasti gambarmu tak kalah bagus dengan peserta yang lain,” hibur Ibu. “Tapi Bu..,” seloroh Panji. Belum sempat Panji meneruskan ucapannya, Ibu langsung menyela, “Semua hal yang baik harus dicoba dulu, Nak, jangan takut untuk mencoba. Kamu ikut saja, Ibu pasti akan selalu mendukungmu,” ujar Ibu.

Akhirnya Panji ikut lomba dan sukses menjadi juara satu mengalahkan peserta dari seluruh Indonesia. Ia berhasil mengalahkan ketakutan dalam dirinya. Kini tak ada lagi teman-teman Panji yang menjauhinya. Teman- teman Panji justru banyak yang datang ke rumahnya untuk belajar menggambar komik digital.

Berdasarkan teks tersebut, bagaimana penggambaran tokoh Panji? Berilah tanda centang (V) pada setiap pernyataan yang benar!

Panji sering mengirim komik di media sosial

Panji memiliki bakat dan hobi menggambar

Ia sering mengikuti lomba menggambar komik

Panji memiliki sifat kurang percaya diri

7.

FILL IN THE BLANK QUESTION

2 mins • 1 pt

Panji memiliki bakat dan hobi menggambar. Meski begitu, dia adalah anak yang kurang percaya diri dan tidak punya teman. Ia sering dijauhi oleh teman-temannya. Suatu hari ia sedang membuka akun media sosial di telepon genggamnya. Ia melihat poster lomba menggambar komik digital. Ia tertarik untuk mengikutinya, tetapi ia tidak percaya diri.

“Tok, tok, tok..,” suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Panji. Ternyata ibunya sedang menghampirinya di kamar. “Panji, kamu kenapa? Dari tadi tidak keluar kamar?” tanya Ibu. “ee.., ini Bu, Panji mau ikut lomba menggambar komik digital, tapi Panji tidak percaya diri karena saingannya banyak,” jawab Panji lirih. “Ow, begitu… Ibu tahu kamu punya bakat dan Ibu yakin pasti gambarmu tak kalah bagus dengan peserta yang lain,” hibur Ibu. “Tapi Bu..,” seloroh Panji. Belum sempat Panji meneruskan ucapannya, Ibu langsung menyela, “Semua hal yang baik harus dicoba dulu, Nak, jangan takut untuk mencoba. Kamu ikut saja, Ibu pasti akan selalu mendukungmu,” ujar Ibu.

Akhirnya Panji ikut lomba dan sukses menjadi juara satu mengalahkan peserta dari seluruh Indonesia. Ia berhasil mengalahkan ketakutan dalam dirinya. Kini tak ada lagi teman-teman Panji yang menjauhinya. Teman- teman Panji justru banyak yang datang ke rumahnya untuk belajar menggambar komik digital.

Tuliskan satu hal yang dapat kamu pelajari dari peristiwa yang dialami tokoh Panji dalam teks tersebut!

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?

Discover more resources for Education