Search Header Logo

Perlawanan bangsa Terhadap Belanda

Authored by tyas nurzulfah

History

11th Grade

Used 15+ times

Perlawanan bangsa Terhadap Belanda
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

9 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE SELECT QUESTION

2 mins • 1 pt

Bacalah teks berikut dengan saksama!

Pada 1619, VOC merebut Javakarta (bagian barat Pulau Jawa yang belum ditaklukkan Mataram) dari Kesultanan Banten. Oleh VOC, nama Jayakarta diganti_menjadi Batavia (sekarang Jakarta). Markas mereka pun dipindahkan ke Batavia. Hal ini semakin mempersulit Mataram menguasai Banten. Lebih dari itu, penguasaan atas Batavia merupakan ancaman nyata terhadap eksistensi Mataram itu sendiri. Hal tersebut karena VOC tidak mengakui kedaulatan Mataram. Setelah membangun basis di Batavia, VOC kerap menghalang- halangi kapal-kapal Mataram yang ingin berdagang ke Malaka. Hal itu menunjukkan bahwa VOC memang berusaha memonopoli perdagangan di Pulau Jawa, bahkan menguasai Mataram. Meskipun demikian, Sultan Agung tidak gentar. Pada 1625, Surabaya takluk setelah Mataram memutus rantai pasokan makanan ke kota tersebut Selanjutnya, untuk menguasai Banten voC harus disingkirkan terlebih dahulu. Pada 1628 dan 1629, Mataram menyerang VOC di Batavia, Kedua serangan tersebut gagal. Masa depan Mataram selanjutnya sudah dapat diprediksi dari peristiwa tersebut.Pernyataan berikut yang sesuai dengan maksud dari kalimat terakhir pada teks adalah

Kegagalan kedua serangan menunjukkan bahwa Mataram akan menghadapi kesulitan dalam mempertahankan kekuasaannya di masa depan.

Gagalnya kedua serangan menandakan bahwa Mataram akan semakin kuat dan berhasil dalam menghadapi ancaman.

Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa Mataram akan mengalami kemunduran dan akan sulit untuk mempertahankan kejayaannya.

Kegagalan kedua serangan mengindikasikan bahwa Mataram akan terus berjaya dan mengalahkan musuh-musuhnya.

Gagalnya serangan menunjukkan bahwa Mataram akan memiliki tantangan yang lebih besar dalam mempertahankan wilayahnya.

2.

MULTIPLE SELECT QUESTION

2 mins • 1 pt

Media Image

Baca narasi berikut ini !

Perlawanan terhadap Belanda di Indonesia tidak hanya berlangsung di Pulau Jawa dan Sumatera, tetapi juga di daerah-daerah lainnya. Salah satunya adalah perlawanan yang dipimpin oleh Sultan Hasanuddin dari Makassar pada tahun 1666 hingga 1669. Sultan Hasanuddin berjuang melawan Belanda untuk mempertahankan kekuasaannya dan wilayah Makassar yang sangat strategis di perairan Nusantara.

Selain itu, ada juga perlawanan yang dipimpin oleh Teuku Umar di Aceh pada akhir abad ke-19. Teuku Umar awalnya bekerja sama dengan Belanda, namun kemudian berbalik melawan mereka karena Belanda melanggar kesepakatan yang telah dibuat. Perlawanan ini berlangsung hingga tahun 1908.

Sementara itu, di wilayah Kalimantan, terdapat perlawanan yang dipimpin oleh Pangeran Antasari, yang memimpin rakyat Banjar dalam Perang Banjar pada tahun 1859 hingga 1863. Perang ini terjadi sebagai reaksi terhadap upaya Belanda untuk menguasai wilayah Kalimantan dan memaksakan sistem yang merugikan rakyat setempat.

Berdasarkan narasi dan tabel di bawah ini, pilihlah pernyataan yang sesuai dengan perlawanan-perlawanan tersebut.

KalimantanBerdasarkan narasi dan tabel tersebut, pernyataan mana yang paling tepat mengenai perlawanan-perlawanan bangsa terhadap Belanda?

Sultan Hasanuddin memimpin perlawanan di Kalimantan pada tahun 1859 hingga 1863.

Teuku Umar memimpin perlawanan di Aceh setelah sebelumnya bekerja sama dengan Belanda.

Pangeran Antasari memimpin perlawanan di Perang Banjar antara tahun 1859 hingga 1863.

Perlawanan Makassar dipimpin oleh Sultan Hasanuddin pada tahun 1666 hingga 1669.

Teuku Umar memimpin perlawanan di Kalimantan dari tahun 1859 hingga 1863.

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins • 1 pt

Media Image

Berdasarkan narasi dan tabel tersebut, pernyataan mana yang paling tepat mengenai Perlawanan Aceh?Perlawanan terhadap Belanda juga terjadi di Aceh pada akhir abad ke-19. Salah satu tokoh penting dalam perlawanan ini adalah Teuku Umar, yang awalnya bekerja sama dengan Belanda tetapi kemudian berbalik melawan mereka. Perlawanan ini berlangsung antara tahun 1890 hingga 1908.

Berdasarkan tabel berikut, pilihlah pernyataan yang paling tepat mengenai Perlawanan Aceh.

Perlawanan Aceh dipimpin oleh Teuku Umar pada tahun 1890-1908 di Aceh.

Perlawanan Aceh dipimpin oleh Pangeran Diponegoro pada tahun 1825-1830.

Perlawanan Aceh terjadi di Pulau Jawa pada tahun 1900-1910.

Teuku Umar memimpin perlawanan di Kalimantan pada tahun 1890-1908.

Perlawanan Aceh terjadi di Sumatera pada tahun 1800-1850.

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins • 1 pt

Dalam kurun waktu 1873-1904, Belanda menghadapi perang besar, yaitu Perang Aceh. Karena perang tak kunjung usai dan perlawanan kaum ulama bersama kaum Adat (uleebalang) semakin sengit, atas usul Snouck Hurgronje, Belanda menerapkan strategi baru,yaitu……..

Bekerja sama dengan para uleebalang untuk melawan kaum ulama

bekerja sama dengan kaum ulama untuk melawan para uleebalang

menyerang secara total

mengerahkan pasukan tambahan dari mengadakan perjanjian damai untuk sementara sambil menghimpun kekuatan

mengerahkan pasukan Marsose serta menerapkan kembali strategi bentengstelsel

5.

OPEN ENDED QUESTION

10 mins • 1 pt

Apa yang dimaksud dengan strategi perang bentengstelsel? Jelaskan.

Evaluate responses using AI:

OFF

6.

OPEN ENDED QUESTION

10 mins • 1 pt

Apa yang dimaksud dengan politik pecah belah yang diterapkan oleh Belanda? Jelaskan.

Evaluate responses using AI:

OFF

7.

OPEN ENDED QUESTION

10 mins • 1 pt

Pada abad ke-17, Kesultanan Mataram yang dipimpin oleh Sultan Agung mengalami perlawanan besar terhadap VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) atau Perusahaan Hindia Timur Belanda. Sultan Agung berusaha memperluas wilayah kekuasaan Mataram, namun kebijakan ekspansionisnya berhadapan dengan kepentingan Belanda yang ingin menguasai perdagangan di Nusantara. Pada tahun 1628, Sultan Agung melancarkan serangan besar terhadap Batavia, yang merupakan pusat kekuasaan VOC. Namun, serangan ini gagal dan VOC berhasil mempertahankan posisinya di Batavia. Meskipun begitu, perlawanan yang dilakukan oleh Sultan Agung dan pasukannya menunjukkan keteguhan untuk melawan dominasi asing.

Perang ini kemudian berlanjut dengan perlawanan yang semakin sengit, termasuk strategi-strategi yang dilakukan oleh Mataram untuk menekan VOC secara ekonomi dan militer. Namun, akibat kelemahan dalam koordinasi, keterbatasan sumber daya, dan campur tangan internal dari kerajaan Mataram sendiri, akhirnya perlawanan tersebut tidak berhasil mengalahkan VOC. Jelaskan secara rinci faktor-faktor yang menyebabkan perlawanan Kesultanan Mataram terhadap VOC gagal!

Evaluate responses using AI:

OFF

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?