Search Header Logo

untitled

Authored by Sri Eko Wahyutri

World Languages

9th Grade

10 Questions

Used 2+ times

untitled
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins • 1 pt

Pada teks cerpen, pembaca dapat mengetahu karakter atau watak pelaku cerita dalam ...

Komplikasi

Abstrak

Orientasi

Evaluasi

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins • 1 pt

Resolusi pada teks cerpen adalah tahapan di mana ...

Pengarang menghidupkan cerita dan meyakinkan pembaca

Berbagai kerumitan bermunculan

Konflik mencapai tingkat intensitas tertinggi

Konflik mencapai sebuah selesaian atau leraian

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins • 1 pt

Dalam teks cerpen, struktur yang bersifat opsional adalah ...

Abstrak dan evaluasi

Abstrak dan orientasi

Koda dan resolusi

Koda dan abstrak

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins • 1 pt

Nilai-nilai atau pelajaran yang dapat dipetik oleh pembaca dari sebuah teks cerpen terdapat dalam struktur ...

Abstrak

Evaluasi

Resolusi

Koda

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins • 1 pt

Perpaduan antara unsur-unsur yang membangun cerita sehingga merupakan kerangka utama cerita disebut dengan ...

Alur

Latar

Tokoh

Sudut pandang

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins • 1 pt

“Kang, kita harus benar-benar pergi dari sini?” Tanya Siti Halimah di sela tangisnya.

“Tentu saja. Seperkasa apa pun perlawanan kita, ternyata tetap kalah melawan yang berkuasa. Kita ini hanya wong cilik, orang iskin,” sahut Karjan sembari melihat rumah Lik Paijan yang siap diruntuhkan.

Teriakan Lik Paijan masuh terdengar menyayat hati. Lelaki tua itu merebut tali yang mengikat seekor sapi miliknya. Wajahnya memerah seperti nyaris terbakar, suaranya melengking-lengking menolak pengosongan rumahnya. Tetapi, pelawanan Lik Paijan pun percuma saja. Beberapa petugas berbadan tegap mengangkat tubuhnya. Melihat itu, tangis Siti Halimah semakin pecah. Dia mendekap Satriya Piningit lebih erat.

“Akhirnya kita harus pergi dari rumah kita sendiri, Kang. Pergi dari kampong yang membesarkan kita,” ucap Siti Halimah getir.

“Iya, mau tak mau kita harus mengalah. Gusti Allah tidak tidur, Bune. Di tempat lain, semoga kita mendapat ladang rezeki yang lebih baik lagi,” ujar Karjan.


Tema yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….

Sosial

Politik

Pendidikan

Agama

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins • 1 pt

“Kang, kita harus benar-benar pergi dari sini?” Tanya Siti Halimah di sela tangisnya.

“Tentu saja. Seperkasa apa pun perlawanan kita, ternyata tetap kalah melawan yang berkuasa. Kita ini hanya wong cilik, orang iskin,” sahut Karjan sembari melihat rumah Lik Paijan yang siap diruntuhkan.

Teriakan Lik Paijan masuh terdengar menyayat hati. Lelaki tua itu merebut tali yang mengikat seekor sapi miliknya. Wajahnya memerah seperti nyaris terbakar, suaranya melengking-lengking menolak pengosongan rumahnya. Tetapi, pelawanan Lik Paijan pun percuma saja. Beberapa petugas berbadan tegap mengangkat tubuhnya. Melihat itu, tangis Siti Halimah semakin pecah. Dia mendekap Satriya Piningit lebih erat.

“Akhirnya kita harus pergi dari rumah kita sendiri, Kang. Pergi dari kampong yang membesarkan kita,” ucap Siti Halimah getir.

“Iya, mau tak mau kita harus mengalah. Gusti Allah tidak tidur, Bune. Di tempat lain, semoga kita mendapat ladang rezeki yang lebih baik lagi,” ujar Karjan.


Latar suasana yang tergambar dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….

Menakutkan

Mengenaskan

Mengharukan

Menegangkan

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?