
Asesmen Sejarah 11-2024
Authored by Florentina Endang
History
11th Grade
Used 1+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
40 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE SELECT QUESTION
2 mins • 1 pt
Pada abad ke-19, Belanda memperkenalkan sistem tanam paksa (cultuurstelsel) di Indonesia untuk mendukung perekonomian mereka yang sedang terpuruk. Sistem ini mewajibkan petani pribumi untuk menanam tanaman ekspor seperti kopi, teh, dan nila di sebagian besar tanah mereka. Praktik ini menyebabkan penderitaan besar bagi rakyat karena mereka terpaksa meninggalkan tanaman pangan demi menanam tanaman komoditas yang lebih menguntungkan bagi Belanda. Sistem tanam paksa akhirnya dihapus setelah protes dari berbagai kalangan di Belanda maupun di Hindia Belanda. Pengaruh sistem tanam paksa (cultuurstelsel) terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia masih terasa hingga masa sekarang, meskipun sistem ini secara resmi telah berakhir lebih dari satu abad yang lalu. Pengaruh bagi kehidupan sosial dan ekonomi Indonesia masa kini adalah …. Pilih 3 jawaban benar
2.
MULTIPLE SELECT QUESTION
2 mins • 1 pt
Dalam sejarah kolonialisme, bangsa Barat menggunakan politik adu domba (divide et impera) untuk melemahkan kekuatan kerajaan-kerajaan di Nusantara, agar mereka lebih mudah dikuasai. Strategi ini menciptakan konflik antarkerajaan dan antarbangsa yang semestinya bisa bersatu menghadapi penjajahan. Politik adu domba memberikan dampak panjang terhadap perpecahan sosial dan sulitnya membangun persatuan setelah masa kemerdekaan. Dampak yang masih bisa kita lihat dari politik adu domba di masa kolonial terhadap persatuan Indonesia saat ini adalah …. Pilih 2 jawaban benar
3.
MULTIPLE SELECT QUESTION
2 mins • 1 pt
Pada masa penjajahan Belanda, sistem tanam paksa atau cultuurstelsel diterapkan pada tahun 1830. Sistem ini memaksa rakyat Indonesia untuk menanam tanaman ekspor, seperti kopi, teh, dan nila, yang hasilnya kemudian diambil oleh pemerintah kolonial Belanda. Kebijakan ini mendatangkan keuntungan besar bagi Belanda, namun menyebabkan penderitaan bagi rakyat pribumi yang dipaksa meninggalkan tanaman pangan utama mereka. Pengaruh kebijakan tanam paksa pada masa penjajahan Belanda terhadap pola ekonomi Indonesia masa kini adalah …. Pilih 2 jawaban benar
4.
MULTIPLE SELECT QUESTION
2 mins • 1 pt
Pada tahun 1602, Belanda mendirikan VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie), yang menjadi salah satu kongsi dagang paling berpengaruh di Nusantara selama lebih dari dua abad. VOC menerapkan kebijakan monopoli perdagangan rempah-rempah, menyingkirkan pedagang-pedagang lokal, dan melakukan kontrol penuh atas pelabuhan-pelabuhan penting di Nusantara. Pengaruh monopoli ini berlangsung lama dan menciptakan perubahan dalam struktur ekonomi lokal. Kebijakan monopoli VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) di Nusantara memberikan dampak signifikan pada perdagangan lokal dan struktur ekonomi yang masih terasa hingga saat ini. Beberapa dampak kebijakan tersebut dan relevansinya dengan situasi ekonomi Indonesia saat ini adalah …. Pilih 3 jawaban benar
5.
MULTIPLE SELECT QUESTION
2 mins • 1 pt
Pada masa penjajahan, Belanda menerapkan sistem politik etis yang mencakup pembangunan infrastruktur dan pendidikan bagi sebagian masyarakat Indonesia. Sistem ini memberikan peluang pendidikan bagi kalangan priyayi dan menghasilkan golongan intelektual yang kemudian menjadi tokoh-tokoh pergerakan nasional Indonesia. Warisan kebijakan politik etis tersebut masih terlihat dalam struktur sosial dan politik Indonesia saat ini. Beberapa warisan kebijakan tersebut adalah …. Pilih 3 jawaban benar
6.
MULTIPLE SELECT QUESTION
2 mins • 1 pt
Pada abad ke-19, Belanda menerapkan sistem tanam paksa (Cultuurstelsel) di Indonesia yang mewajibkan petani untuk menanam tanaman ekspor, seperti kopi dan tebu, di sebagian besar tanah pertanian mereka. Sistem ini berdampak besar terhadap ekonomi masyarakat pribumi, karena mereka hanya menerima upah yang sangat kecil dari hasil panen mereka, sementara Belanda memperoleh keuntungan besar. Akibatnya, rakyat Indonesia mengalami penderitaan dan kekurangan pangan. Dampak sistem tanam paksa (Cultuurstelsel) pada masa kini masih dapat dirasakan dalam beberapa aspek ekonomi Indonesia. Beberapa aspek tersebut adalah … Pilih 3 jawaban benar
7.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
Pada masa penjajahan Belanda, akses terhadap pendidikan diberikan secara terbatas, hanya untuk kalangan elite atau priyayi. Hal ini menyebabkan jurang yang cukup besar antara kalangan terdidik dan mayoritas rakyat yang tidak memiliki akses pendidikan. Akibatnya, hanya sebagian kecil masyarakat yang memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk terlibat dalam pemerintahan dan ekonomi modern. Saat ini, akses pendidikan sudah lebih terbuka, namun kualitas dan pemerataan pendidikan masih menjadi tantangan besar, terutama di daerah-daerah terpencil. Implikasi (pengaruh jangka panjang) untuk masa depan terhadap keterbatasan pendidikan pada masa kolonial, yang hanya dapat diakses oleh kalangan elite atau priyayi, meninggalkan dampak yang cukup mendalam terhadap perkembangan sosial dan ekonomi Indonesia hingga masa kini. Implikasi tersebut adalah ….
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?