Search Header Logo

Unsur Intrinsik (Bahasa Indonesia)

Authored by fayrouz khairunissa

Others

12th Grade

Used 1+ times

Unsur Intrinsik (Bahasa Indonesia)
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

25 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Pilihan Baru

Di sekolah, Rendi sering menjadi bahan olokan teman-temannya. Ia dianggap aneh karena suka berbicara sendiri saat menghafal pelajaran. Tino, ketua kelompok anak nakal, selalu memimpin aksi perundungan itu.

"Hei, Rendi! Lagi ngobrol sama siapa? Hantu?" ejek Tino sambil tertawa.

Rendi hanya diam, mencoba menahan air mata. Namun, hari itu berbeda. Saat Tino hendak menarik buku Rendi, Siska, teman sekelas mereka, berdiri di depan Rendi.Berhenti, Tino! Apa yang mengganggunya?" kata Siska dengan tegas.

Tino terkejut. “Kenapa kau ikut campur, Siska?”

"Aku ikut campur karena kau salah! Kalau kau terus mengganggu, aku akan melaporkannya ke guru," ancam SiskaAku ikut campur karena kau salah! Kalau kau terus mengganggu, aku akan melaporkannya ke guru," ancam Siska.

Tino akhirnya mundur, meski masih terlihat kesal. Sejak kejadian itu, Rendi merasa lebih percaya diri karena tahu ada yang mendukungnya. Siska terus menyemangati Rendi untuk tidak takut dan melawan jika diperlakukan tidak adil.Perlahan, Rendi mulai berani berbicara di depan kelas. Teman-teman lain pun mulai menghormatinya. Tino akhirnya meminta maaf dan berhenti melakukan perundungan.

Siapa tokoh utama dalam cerpen ini?

Tino

Rendi

Siska

Guru

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Pilihan Baru

Di sekolah, Rendi sering menjadi bahan olokan teman-temannya. Ia dianggap aneh karena suka berbicara sendiri saat menghafal pelajaran. Tino, ketua kelompok anak nakal, selalu memimpin aksi perundungan itu.

"Hei, Rendi! Lagi ngobrol sama siapa? Hantu?" ejek Tino sambil tertawa.

Rendi hanya diam, mencoba menahan air mata. Namun, hari itu berbeda. Saat Tino hendak menarik buku Rendi, Siska, teman sekelas mereka, berdiri di depan Rendi.Berhenti, Tino! Apa yang mengganggunya?" kata Siska dengan tegas.

Tino terkejut. “Kenapa kau ikut campur, Siska?”

"Aku ikut campur karena kau salah! Kalau kau terus mengganggu, aku akan melaporkannya ke guru," ancam SiskaAku ikut campur karena kau salah! Kalau kau terus mengganggu, aku akan melaporkannya ke guru," ancam Siska.

Tino akhirnya mundur, meski masih terlihat kesal. Sejak kejadian itu, Rendi merasa lebih percaya diri karena tahu ada yang mendukungnya. Siska terus menyemangati Rendi untuk tidak takut dan melawan jika diperlakukan tidak adil.Perlahan, Rendi mulai berani berbicara di depan kelas. Teman-teman lain pun mulai menghormatinya. Tino akhirnya meminta maaf dan berhenti melakukan perundungan.

Bagaimana sifat Siska dalam cerita ini?

Penakut dan pemalu

Berani dan peduli

Pemarah dan suka mengatur

Pendiam dan santai

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Pilihan Baru

Di sekolah, Rendi sering menjadi bahan olokan teman-temannya. Ia dianggap aneh karena suka berbicara sendiri saat menghafal pelajaran. Tino, ketua kelompok anak nakal, selalu memimpin aksi perundungan itu.

"Hei, Rendi! Lagi ngobrol sama siapa? Hantu?" ejek Tino sambil tertawa.

Rendi hanya diam, mencoba menahan air mata. Namun, hari itu berbeda. Saat Tino hendak menarik buku Rendi, Siska, teman sekelas mereka, berdiri di depan Rendi.Berhenti, Tino! Apa yang mengganggunya?" kata Siska dengan tegas.

Tino terkejut. “Kenapa kau ikut campur, Siska?”

"Aku ikut campur karena kau salah! Kalau kau terus mengganggu, aku akan melaporkannya ke guru," ancam SiskaAku ikut campur karena kau salah! Kalau kau terus mengganggu, aku akan melaporkannya ke guru," ancam Siska.

Tino akhirnya mundur, meski masih terlihat kesal. Sejak kejadian itu, Rendi merasa lebih percaya diri karena tahu ada yang mendukungnya. Siska terus menyemangati Rendi untuk tidak takut dan melawan jika diperlakukan tidak adil.Perlahan, Rendi mulai berani berbicara di depan kelas. Teman-teman lain pun mulai menghormatinya. Tino akhirnya meminta maaf dan berhenti melakukan perundungan.

Alur cerita dalam cerpen ini adalah:

Alur maju

Alur mundur

Alur campuran

Alur melingkar

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Pilihan Baru

Di sekolah, Rendi sering menjadi bahan olokan teman-temannya. Ia dianggap aneh karena suka berbicara sendiri saat menghafal pelajaran. Tino, ketua kelompok anak nakal, selalu memimpin aksi perundungan itu.

"Hei, Rendi! Lagi ngobrol sama siapa? Hantu?" ejek Tino sambil tertawa.

Rendi hanya diam, mencoba menahan air mata. Namun, hari itu berbeda. Saat Tino hendak menarik buku Rendi, Siska, teman sekelas mereka, berdiri di depan Rendi.Berhenti, Tino! Apa yang mengganggunya?" kata Siska dengan tegas.

Tino terkejut. “Kenapa kau ikut campur, Siska?”

"Aku ikut campur karena kau salah! Kalau kau terus mengganggu, aku akan melaporkannya ke guru," ancam SiskaAku ikut campur karena kau salah! Kalau kau terus mengganggu, aku akan melaporkannya ke guru," ancam Siska.

Tino akhirnya mundur, meski masih terlihat kesal. Sejak kejadian itu, Rendi merasa lebih percaya diri karena tahu ada yang mendukungnya. Siska terus menyemangati Rendi untuk tidak takut dan melawan jika diperlakukan tidak adil.Perlahan, Rendi mulai berani berbicara di depan kelas. Teman-teman lain pun mulai menghormatinya. Tino akhirnya meminta maaf dan berhenti melakukan perundungan.

Tema utama dari cerpen "Pilihan Baru" adalah:

Persahabatan yang tulus

Keberanian melawan perundungan

Pentingnya belajar bersama

Perubahan sikap dalam kehidupan sekolah

5.

OPEN ENDED QUESTION

3 mins • 1 pt

Pilihan Baru

Di sekolah, Rendi sering menjadi bahan olokan teman-temannya. Ia dianggap aneh karena suka berbicara sendiri saat menghafal pelajaran. Tino, ketua kelompok anak nakal, selalu memimpin aksi perundungan itu.

"Hei, Rendi! Lagi ngobrol sama siapa? Hantu?" ejek Tino sambil tertawa.

Rendi hanya diam, mencoba menahan air mata. Namun, hari itu berbeda. Saat Tino hendak menarik buku Rendi, Siska, teman sekelas mereka, berdiri di depan Rendi.Berhenti, Tino! Apa yang mengganggunya?" kata Siska dengan tegas.

Tino terkejut. “Kenapa kau ikut campur, Siska?”

"Aku ikut campur karena kau salah! Kalau kau terus mengganggu, aku akan melaporkannya ke guru," ancam SiskaAku ikut campur karena kau salah! Kalau kau terus mengganggu, aku akan melaporkannya ke guru," ancam Siska.

Tino akhirnya mundur, meski masih terlihat kesal. Sejak kejadian itu, Rendi merasa lebih percaya diri karena tahu ada yang mendukungnya. Siska terus menyemangati Rendi untuk tidak takut dan melawan jika diperlakukan tidak adil.Perlahan, Rendi mulai berani berbicara di depan kelas. Teman-teman lain pun mulai menghormatinya. Tino akhirnya meminta maaf dan berhenti melakukan perundungan.

1.Pilihan latar tempat yang terdapat dalam cerpen "Pilihan Baru"!

Evaluate responses using AI:

OFF

6.

OPEN ENDED QUESTION

3 mins • 1 pt

Pilihan Baru

Di sekolah, Rendi sering menjadi bahan olokan teman-temannya. Ia dianggap aneh karena suka berbicara sendiri saat menghafal pelajaran. Tino, ketua kelompok anak nakal, selalu memimpin aksi perundungan itu.

"Hei, Rendi! Lagi ngobrol sama siapa? Hantu?" ejek Tino sambil tertawa.

Rendi hanya diam, mencoba menahan air mata. Namun, hari itu berbeda. Saat Tino hendak menarik buku Rendi, Siska, teman sekelas mereka, berdiri di depan Rendi.Berhenti, Tino! Apa yang mengganggunya?" kata Siska dengan tegas.

Tino terkejut. “Kenapa kau ikut campur, Siska?”

"Aku ikut campur karena kau salah! Kalau kau terus mengganggu, aku akan melaporkannya ke guru," ancam SiskaAku ikut campur karena kau salah! Kalau kau terus mengganggu, aku akan melaporkannya ke guru," ancam Siska.

Tino akhirnya mundur, meski masih terlihat kesal. Sejak kejadian itu, Rendi merasa lebih percaya diri karena tahu ada yang mendukungnya. Siska terus menyemangati Rendi untuk tidak takut dan melawan jika diperlakukan tidak adil.Perlahan, Rendi mulai berani berbicara di depan kelas. Teman-teman lain pun mulai menghormatinya. Tino akhirnya meminta maaf dan berhenti melakukan perundungan.

2.Menjelaskan sudut pandang yang digunakan dalam cerpen diatas!

Evaluate responses using AI:

OFF

7.

OPEN ENDED QUESTION

3 mins • 1 pt

Pilihan Baru

Di sekolah, Rendi sering menjadi bahan olokan teman-temannya. Ia dianggap aneh karena suka berbicara sendiri saat menghafal pelajaran. Tino, ketua kelompok anak nakal, selalu memimpin aksi perundungan itu.

"Hei, Rendi! Lagi ngobrol sama siapa? Hantu?" ejek Tino sambil tertawa.

Rendi hanya diam, mencoba menahan air mata. Namun, hari itu berbeda. Saat Tino hendak menarik buku Rendi, Siska, teman sekelas mereka, berdiri di depan Rendi.Berhenti, Tino! Apa yang mengganggunya?" kata Siska dengan tegas.

Tino terkejut. “Kenapa kau ikut campur, Siska?”

"Aku ikut campur karena kau salah! Kalau kau terus mengganggu, aku akan melaporkannya ke guru," ancam SiskaAku ikut campur karena kau salah! Kalau kau terus mengganggu, aku akan melaporkannya ke guru," ancam Siska.

Tino akhirnya mundur, meski masih terlihat kesal. Sejak kejadian itu, Rendi merasa lebih percaya diri karena tahu ada yang mendukungnya. Siska terus menyemangati Rendi untuk tidak takut dan melawan jika diperlakukan tidak adil.Perlahan, Rendi mulai berani berbicara di depan kelas. Teman-teman lain pun mulai menghormatinya. Tino akhirnya meminta maaf dan berhenti melakukan perundungan.

3.Apa amanat yang terkandung dalam cerpen diatas?

Evaluate responses using AI:

OFF

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?