Search Header Logo

Perwatakan tokoh

Authored by Gunawan Gunawan

World Languages

12th Grade

Used 34+ times

Perwatakan tokoh
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

20 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

3 mins • 1 pt

     “Tidak, dengarlah kataku,”kata Pak Balam menguatkan hatinya,”Aku telah dapat pirasat dan dapat mimpi. Sebelum kita berangkat dari kampung, dua malam sebelumnya, dan malam kita akan meninggalkan huma Wak Hitam. Tetapi, ketika itu aku masih berharap Tuhan akan mengampuni dosaku, dan melindungi kita semua. Tidak aku seorang saja. Akan tetapi, semua kita akan mendapat celaka dalam perjalanan, yaitu tiap kita yang melakukan dosa besar…”

     Buyung tiba-tiba sejuk dalam hatinya, mendengar ucapan Pak Balam ini. Tahukah Pak Balam tentang dosanya? Dia melihat kepada kawan-kawannya yang lain, ingin tahu apakah air muka mereka berubah juga mendengar kisah Pak Balam, apakah mereka juga masing-masing menyimpan dosa-dosa besar yang mereka sembunyikan dari orang lain? Ataukah dia sendiri saja yang mempunyai dosa besar yang harus ditebusnya? Tetapi, tidaklah dia telah meminta ampun kepada Tuhan?

(1) Buyung tak dapat melihat sesuatu apa di wajah kawan-kawannya yang samar-samar diterangi cahaya api unggun. (2) Muka Wak Katok tetap kelihatan keras dan kukuh. (3) Muka Pak Haji sabar dan tenang, (4) dan muka kawan-kawannya yang lain yang lebih muda seperti Talib, Sanip, dan Sutan dibacanya perasaannya sendiri juga, yang mencerminkan rasa tegang yang mereka rasakan sejak harimau datang menyerang. (5) Akan tetapi, dia tak dapat membaca di wajah mereka, apakah mereka juga menyembunyikan dosa-dosa.

Harimau! Harimau!, Mochtar Lubis

Pembuktian watak Wak Katok yang keras terdapat dalam kalimat nomor…

1

2

3

4

5

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins • 1 pt

     “Tidak, dengarlah kataku,”kata Pak Balam menguatkan hatinya,”Aku telah dapat pirasat dan dapat mimpi. Sebelum kita berangkat dari kampung, dua malam sebelumnya, dan malam kita akan meninggalkan huma Wak Hitam. Tetapi, ketika itu aku masih berharap Tuhan akan mengampuni dosaku, dan melindungi kita semua. Tidak aku seorang saja. Akan tetapi, semua kita akan mendapat celaka dalam perjalanan, yaitu tiap kita yang melakukan dosa besar…”

     Buyung tiba-tiba sejuk dalam hatinya, mendengar ucapan Pak Balam ini. Tahukah Pak Balam tentang dosanya? Dia melihat kepada kawan-kawannya yang lain, ingin tahu apakah air muka mereka berubah juga mendengar kisah Pak Balam, apakah mereka juga masing-masing menyimpan dosa-dosa besar yang mereka sembunyikan dari orang lain? Ataukah dia sendiri saja yang mempunyai dosa besar yang harus ditebusnya? Tetapi, tidaklah dia telah meminta ampun kepada Tuhan?

(1) Buyung tak dapat melihat sesuatu apa di wajah kawan-kawannya yang samar-samar diterangi cahaya api unggun. (2) Muka Wak Katok tetap kelihatan keras dan kukuh. (3) Muka Pak Haji sabar dan tenang, (4) dan muka kawan-kawannya yang lain yang lebih muda seperti Talib, Sanip, dan Sutan dibacanya perasaannya sendiri juga, yang mencerminkan rasa tegang yang mereka rasakan sejak harimau datang menyerang. (5) Akan tetapi, dia tak dapat membaca di wajah mereka, apakah mereka juga menyembunyikan dosa-dosa.

Harimau! Harimau!, Mochtar Lubis

Pendeskripsian watak Buyung dalam kutipan novel tersebut adalah…

A.    Dialog antartokoh dan pikiran-pikiran tokoh

A.    Perbincangan tokoh lain dan penjelasan pengarang

A.    Lingkungan tokoh dan dialog antartokoh

A.    Penjelasan pengarang dan perbincangan dengan tokoh lain

A.    Gambaran fisik dan penjelasan pengarang

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

5 mins • 1 pt

     “Tidak, dengarlah kataku,”kata Pak Balam menguatkan hatinya,”Aku telah dapat pirasat dan dapat mimpi. Sebelum kita berangkat dari kampung, dua malam sebelumnya, dan malam kita akan meninggalkan huma Wak Hitam. Tetapi, ketika itu aku masih berharap Tuhan akan mengampuni dosaku, dan melindungi kita semua. Tidak aku seorang saja. Akan tetapi, semua kita akan mendapat celaka dalam perjalanan, yaitu tiap kita yang melakukan dosa besar…”

     Buyung tiba-tiba sejuk dalam hatinya, mendengar ucapan Pak Balam ini. Tahukah Pak Balam tentang dosanya? Dia melihat kepada kawan-kawannya yang lain, ingin tahu apakah air muka mereka berubah juga mendengar kisah Pak Balam, apakah mereka juga masing-masing menyimpan dosa-dosa besar yang mereka sembunyikan dari orang lain? Ataukah dia sendiri saja yang mempunyai dosa besar yang harus ditebusnya? Tetapi, tidaklah dia telah meminta ampun kepada Tuhan?

(1) Buyung tak dapat melihat sesuatu apa di wajah kawan-kawannya yang samar-samar diterangi cahaya api unggun. (2) Muka Wak Katok tetap kelihatan keras dan kukuh. (3) Muka Pak Haji sabar dan tenang, (4) dan muka kawan-kawannya yang lain yang lebih muda seperti Talib, Sanip, dan Sutan dibacanya perasaannya sendiri juga, yang mencerminkan rasa tegang yang mereka rasakan sejak harimau datang menyerang. (5) Akan tetapi, dia tak dapat membaca di wajah mereka, apakah mereka juga menyembunyikan dosa-dosa.

Harimau! Harimau!, Mochtar Lubis

1.      Pembuktian watak Wak Katok yang keras terdapat dalam kalimat nomor…

1

2

3

4

5

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

3 mins • 1 pt

Buku Panduan Keluarga  Memilih dan Menggunakan Obat karya Rahayu Widodo , S.Si.,Apt. berisi tentang pengenalan akan obat an , prinsip-prinsip dasar memilih, dan menggunakan obat untuk diri sendiri dan aspek sosialnya. Buku ini menjadi panduan yang jelas ,ringkas dan dilengkapi arti istilah medis

      Kalimat resensi  yang menyatakan keunggulan  sesuai  dengan  data tersebut adalah….

A.    Rahayu widodo menulis  buku tentang  bagaimana memilih dan menggunakan obat untuk diri sendiri . Buku ini dilengkapi daftarbistilh beserta artinya.

A.    Penulis yang seorang apoteker , menyampikan penjelasan  dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti, juga melengkapi buku ini dengan istilah-istilah medis.

Buku Panduan Keluarga Memilih dan Menggunakan Obat disajikan denganbahasa yang sederhana , tatapi belum semua istilah-istilah medis disertai artinya. Buku ini ditulis oleh seorang apoteker

Telah hadir sebuah buku panduan bagaimana memilih dan mengguankan obat yang ditulis oleh seorang dokter dengan bahasa yang mudah dipahami dan  ada istilah medis

A.    Dengan adanya istilah medis di dalam buku ini , akan memudahkan pembaca dan memahami isi buku , apalagi penulisnya seorang dokter.

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

3 mins • 1 pt

Tiba – tiba aku ingat lagi pada Kakek dan kedatangan Ajo Sidi kepadanya. Apa Ajo Sidi telah membuat bualan tentang Kakek dan bualan itulah yang mendurjanakan kakek? Aku ingin tahu. Lalu aku tanyai Kakek lagi.

“ Apa ceritanya, Kek?”

“ Siapa?”

“ Ajo Sidi.”

“ Kurang ajar dia,”jawab Kakek.

“ Kenapa?”

“ Mudah – mudahan pisau cukur yang kuasah tajam – tajam ini, menggorok tenggerokonnya,” . . . .Tapi, kini aku dikatakan, manusia terkutuk. Umpan neraka. . . . Akan dikutuk-Nya  selama hidupku aku mengabdi kepada-Nya? Tak kupikirkan hari esok karena aku yakin Tuhan itu ada dan pengasih penyayang kepada umat-Nya. Tapi, kini aku dikatakan  manusia terkutuk. Umpan neraka. Marahkah Tuhan kalau itu yang kulakukan, sangkamu?

“ Robohnya Surau Kami”, A.A. Navis

Watak tokoh  Kakek adalah…

Watak tokoh  Kakek adalah…

keras kepala

bijaksana

taat beribadah

pendendam

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

0 sec • 1 pt

Tiba – tiba aku ingat lagi pada Kakek dan kedatangan Ajo Sidi kepadanya. Apa Ajo Sidi telah membuat bualan tentang Kakek dan bualan itulah yang mendurjanakan kakek? Aku ingin tahu. Lalu aku tanyai Kakek lagi.

“ Apa ceritanya, Kek?”

“ Siapa?”

“ Ajo Sidi.”

“ Kurang ajar dia,”jawab Kakek.

“ Kenapa?”

“ Mudah – mudahan pisau cukur yang kuasah tajam – tajam ini, menggorok tenggerokonnya,” . . . .Tapi, kini aku dikatakan, manusia terkutuk. Umpan neraka. . . . Akan dikutuk-Nya  selama hidupku aku mengabdi kepada-Nya? Tak kupikirkan hari esok karena aku yakin Tuhan itu ada dan pengasih penyayang kepada umat-Nya. Tapi, kini aku dikatakan  manusia terkutuk. Umpan neraka. Marahkah Tuhan kalau itu yang kulakukan, sangkamu?

“ Robohnya Surau Kami”,

. Pendeskripsian watak tokoh Kakek pada kutipan tersebut tergambar melalui…

a.       Gambaran fisik tokoh

a.       Cara tokoh menanggapi masalaha.       Cara tokoh menanggapi masalah

a.       Pendapat tokoh lain

a.       Uraian langsung pengarang

a.       Dialog antar tokoh

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins • 1 pt

Riset untuk sebuah penelitian bukanlah menjadi masalah atau akan terhalang dengan adanya internet di sekolah. Seorang siswa bukan tidak mungkin akan lebih tahu banyak daripada gurunya. Karena semua informasi tersedia di internet. Imajinasi, minat dan bakatlah yang akan membatasi seorang siswa terhadap akses internet untuk terus melakukan riset.

Hal yang diungkapkan dalam kutipan esai tersebut adalah…

a.       Siswa mungkin akan lebih tahu tentang internet di sekolah

a.       Semua informasi tersedia di internet setiap sekolah

a.       Imajinasi dan bakat siswa terhadap akses internet

a.       Riset tidak terhalang dengan adanya internet di sekolah

a.       Siswa melakukan riset dengan mengakses internet

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?