Search Header Logo

Quizizz Bahasa Indonesia 14

Authored by Suci Annisa

World Languages

12th Grade

Used 1+ times

Quizizz Bahasa Indonesia 14
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

10 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

Bacalah teks berikut dengan cermat!

Laporan Global Gender Gap Report 2023 yang dirilis World Economic Forum (WEF) menunjukkan adanya penurunan partisipasi perempuan dalam perekonomian Indonesia dari peringkat 80 pada 2022 menjadi 87 pada tahun lalu. Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa indeks kesenjangan gender di Indonesia berada di poin 0,697–angka ini stagnan paling tidak selama empat tahun terakhir. Sementara, Survei Angkatan Kerja Nasional dari BPS menunjukkan rata-rata upah perempuan masih lebih rendah dibandingkan laki-laki. Tak hanya itu, riset juga memperlihatkan kurangnya akses ke peluang karier yang setara dan diskriminasi gender, khususnya bagi para ibu.

Peluang partisipasi perempuan perlu dilihat dari sisi supply (pasokan) dan demand (permintaan). Dari sisi pasokan, perempuan masih terjebak dalam norma tradisional yang membatasi pilihan karier dan kesempatan meningkatkan keterampilan mereka, seperti akses pekerjaan dalam bidang rekayasa dan teknologi. Sedangkan, dari sisi permintaan, perempuan masih mengalami diskriminasi gaji dan beban ganda mengurus rumah tangga.

Dalam ruang kerja yang bersifat informal, 60% perempuan sebetulnya mendominasi porsi penggiat UMKM di Indonesia. Sayangnya, mereka masih menemui perlakuan berbeda untuk memulai bisnis, seperti kendala sosial budaya, keterbatasan akses pelatihan dan sumber daya finansial, dan diskriminasi dalam pengambilan keputusan bisnis. Hal ini membatasi aspirasi dan potensi mereka.

(Diadaptasi dari https://theconversation.com/)

Pernyataan yang tepat mengenai survei angkatan kerja nasional dari BPS adalah ...

Akses peluang karier lebih banyak untuk perempuan.

Perempuan memiliki tunjangan dan gaji yang lebih besar.

Para ibu memiliki peluang yang sama dalam mengejar karier.

Jumlah pekerja perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki.

Laki-laki memiliki upah yang lebih tinggi dibandingkan perempuan

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

Bacalah teks berikut dengan cermat!

Laporan Global Gender Gap Report 2023 yang dirilis World Economic Forum (WEF) menunjukkan adanya penurunan partisipasi perempuan dalam perekonomian Indonesia dari peringkat 80 pada 2022 menjadi 87 pada tahun lalu. Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa indeks kesenjangan gender di Indonesia berada di poin 0,697–angka ini stagnan paling tidak selama empat tahun terakhir. Sementara, Survei Angkatan Kerja Nasional dari BPS menunjukkan rata-rata upah perempuan masih lebih rendah dibandingkan laki-laki. Tak hanya itu, riset juga memperlihatkan kurangnya akses ke peluang karier yang setara dan diskriminasi gender, khususnya bagi para ibu.

Peluang partisipasi perempuan perlu dilihat dari sisi supply (pasokan) dan demand (permintaan). Dari sisi pasokan, perempuan masih terjebak dalam norma tradisional yang membatasi pilihan karier dan kesempatan meningkatkan keterampilan mereka, seperti akses pekerjaan dalam bidang rekayasa dan teknologi. Sedangkan, dari sisi permintaan, perempuan masih mengalami diskriminasi gaji dan beban ganda mengurus rumah tangga.

Dalam ruang kerja yang bersifat informal, 60% perempuan sebetulnya mendominasi porsi penggiat UMKM di Indonesia. Sayangnya, mereka masih menemui perlakuan berbeda untuk memulai bisnis, seperti kendala sosial budaya, keterbatasan akses pelatihan dan sumber daya finansial, dan diskriminasi dalam pengambilan keputusan bisnis. Hal ini membatasi aspirasi dan potensi mereka.

(Diadaptasi dari https://theconversation.com/)

Berdasarkan teks di atas dapat disimpulkan bahwa perempuan mempunyai banyak tantangan untuk mencapai kemandirian secara finansial. Salah satu tantangannya adalah ....

Tingkat pendidikan yang rendah

Mempunyai beban ganda sekaligus

Porsi ruang UMKM didominasi oleh laki-laki

Tidak adanya peluang karier untuk perempuan

Tidak memiliki keterampilan dalam bidang teknologi

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

Bacalah teks berikut dengan cermat!

Laporan Global Gender Gap Report 2023 yang dirilis World Economic Forum (WEF) menunjukkan adanya penurunan partisipasi perempuan dalam perekonomian Indonesia dari peringkat 80 pada 2022 menjadi 87 pada tahun lalu. Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa indeks kesenjangan gender di Indonesia berada di poin 0,697–angka ini stagnan paling tidak selama empat tahun terakhir. Sementara, Survei Angkatan Kerja Nasional dari BPS menunjukkan rata-rata upah perempuan masih lebih rendah dibandingkan laki-laki. Tak hanya itu, riset juga memperlihatkan kurangnya akses ke peluang karier yang setara dan diskriminasi gender, khususnya bagi para ibu.

Peluang partisipasi perempuan perlu dilihat dari sisi supply (pasokan) dan demand (permintaan). Dari sisi pasokan, perempuan masih terjebak dalam norma tradisional yang membatasi pilihan karier dan kesempatan meningkatkan keterampilan mereka, seperti akses pekerjaan dalam bidang rekayasa dan teknologi. Sedangkan, dari sisi permintaan, perempuan masih mengalami diskriminasi gaji dan beban ganda mengurus rumah tangga.

Dalam ruang kerja yang bersifat informal, 60% perempuan sebetulnya mendominasi porsi penggiat UMKM di Indonesia. Sayangnya, mereka masih menemui perlakuan berbeda untuk memulai bisnis, seperti kendala sosial budaya, keterbatasan akses pelatihan dan sumber daya finansial, dan diskriminasi dalam pengambilan keputusan bisnis. Hal ini membatasi aspirasi dan potensi mereka.

(Diadaptasi dari https://theconversation.com/)

Jika pelaku UMKM perempuan memiliki akses pelatihan dan sumber daya finansial yang mumpuni, kemungkinan yang akan terjadi adalah

Potensi mereka dalam mengembangkan bisnis akan optimal.

Aspirasi mereka sebagai pelaku UMKM akan semakin rendah.

Perempuan akan mendominasi perannya sebagai pelaku UMKM.

Pelaku UMKM perempuan akan semakin banyak dan berkembang.

Perempuan mendapatkan diskriminasi dalam mengembangkan bisnis.

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

Bacalah teks berikut dengan cermat!

Bahaya polusi udara, udara, atau tanah, mungkin sudah kita pahami. Namun, sebenarnya manusia modern juga menghadapi polusi lain yang tak kalah berbahayanya, yaitu “banjir informasi”. Dengan kemudahan mengakses berbagai informasi terkini dari internet, saat ini kita dihadapkan pada jumlah data yang belum pernah terjadi sebelumnya, jauh melampaui kemampuan kita untuk memprosesnya. Hasilnya bisa berdampak negatif pada kesehatan mental, antara lain ketidakmampuan untuk memancarkan informasi dan mengambil keputusan dan yang paling sederhana, kita sering mudah percaya dengan hoaks atau pun mitos, termasuk informasi palsu tentang kesehatan.

Terlalu sering orang membagikan kehidupan pribadinya di media sosial, terutama menampilkan kesuksesannya, juga terkadang membuat kita merasa tidak percaya diri jika kehidupan kita dirasa kurang beruntung dibandingkan orang lain. Lebih jauh lagi, kondisi tersebut bisa membuat kita enggan melakukan interaksi sosial, merasa tidak puas dengan pekerjaan, serta kekurangan motivasi.

Para ahli telah memahami dampak buruk dari informasi banjir ini dalam pertemuan internasional dua tahun lalu. Mereka membandingkan informasi fenomena banjir ini dengan pergeseran lain di masyarakat yang historis, misalnya revolusi industri yang melahirkan polusi udara. Setara dengan fenomena itu, "polusi informasi" atau "kabut data" juga perlu diatasi. "Informasi yang berlebihan dapat memiliki kekuatan yang serius. Ini dimulai dengan mengikis kesehatan mental, kinerja kerja, dan kepuasan kita, yang kemudian mempengaruhi tindakan kelompok dan pada akhirnya, seluruh masyarakat," kata Curt Breneman, Ph.D., dekan Sekolah Sains Rensselaer .

(Diadaptasi dari https://health.kompas.com/)

Topik teks di atas adalah ....

Cara polusi mengatasi informasi

Dampak banjir informasi bagi masyarakat

Informasi pro dan kontra banjir menurut ahli

Informasi banjir mempengaruhi kesehatan mental

Pendapat para ahli tentang fenomena banjir informasi

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

Bacalah teks berikut dengan cermat!

Bahaya polusi udara, udara, atau tanah, mungkin sudah kita pahami. Namun, sebenarnya manusia modern juga menghadapi polusi lain yang tak kalah berbahayanya, yaitu “banjir informasi”. Dengan kemudahan mengakses berbagai informasi terkini dari internet, saat ini kita dihadapkan pada jumlah data yang belum pernah terjadi sebelumnya, jauh melampaui kemampuan kita untuk memprosesnya. Hasilnya bisa berdampak negatif pada kesehatan mental, antara lain ketidakmampuan untuk memancarkan informasi dan mengambil keputusan dan yang paling sederhana, kita sering mudah percaya dengan hoaks atau pun mitos, termasuk informasi palsu tentang kesehatan.

Terlalu sering orang membagikan kehidupan pribadinya di media sosial, terutama menampilkan kesuksesannya, juga terkadang membuat kita merasa tidak percaya diri jika kehidupan kita dirasa kurang beruntung dibandingkan orang lain. Lebih jauh lagi, kondisi tersebut bisa membuat kita enggan melakukan interaksi sosial, merasa tidak puas dengan pekerjaan, serta kekurangan motivasi.

Para ahli telah memahami dampak buruk dari informasi banjir ini dalam pertemuan internasional dua tahun lalu. Mereka membandingkan informasi fenomena banjir ini dengan pergeseran lain di masyarakat yang historis, misalnya revolusi industri yang melahirkan polusi udara. Setara dengan fenomena itu, "polusi informasi" atau "kabut data" juga perlu diatasi. "Informasi yang berlebihan dapat memiliki kekuatan yang serius. Ini dimulai dengan mengikis kesehatan mental, kinerja kerja, dan kepuasan kita, yang kemudian mempengaruhi tindakan kelompok dan pada akhirnya, seluruh masyarakat," kata Curt Breneman, Ph.D., dekan Sekolah Sains Rensselaer .

(Diadaptasi dari https://health.kompas.com/)

Berdasarkan teks di atas, berikut pernyataan yang tepat mengenai fenomena banjir informasi?

Peristiwa di mana pun bisa sampai secara real time

Kinerja kerja masyarakat semakin meningkat

Masyarakat menjadi lebih waspada terhadap informasi palsu

Masyakarat mudah percaya hoaks karena terlalu banyak informasi yang diterima

Memunyai dampak positif terhadap kebiasaan masyarakat

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

Bacalah teks berikut dengan cermat!

Bahaya polusi udara, udara, atau tanah, mungkin sudah kita pahami. Namun, sebenarnya manusia modern juga menghadapi polusi lain yang tak kalah berbahayanya, yaitu “banjir informasi”. Dengan kemudahan mengakses berbagai informasi terkini dari internet, saat ini kita dihadapkan pada jumlah data yang belum pernah terjadi sebelumnya, jauh melampaui kemampuan kita untuk memprosesnya. Hasilnya bisa berdampak negatif pada kesehatan mental, antara lain ketidakmampuan untuk memancarkan informasi dan mengambil keputusan dan yang paling sederhana, kita sering mudah percaya dengan hoaks atau pun mitos, termasuk informasi palsu tentang kesehatan.

Terlalu sering orang membagikan kehidupan pribadinya di media sosial, terutama menampilkan kesuksesannya, juga terkadang membuat kita merasa tidak percaya diri jika kehidupan kita dirasa kurang beruntung dibandingkan orang lain. Lebih jauh lagi, kondisi tersebut bisa membuat kita enggan melakukan interaksi sosial, merasa tidak puas dengan pekerjaan, serta kekurangan motivasi.

Para ahli telah memahami dampak buruk dari informasi banjir ini dalam pertemuan internasional dua tahun lalu. Mereka membandingkan informasi fenomena banjir ini dengan pergeseran lain di masyarakat yang historis, misalnya revolusi industri yang melahirkan polusi udara. Setara dengan fenomena itu, "polusi informasi" atau "kabut data" juga perlu diatasi. "Informasi yang berlebihan dapat memiliki kekuatan yang serius. Ini dimulai dengan mengikis kesehatan mental, kinerja kerja, dan kepuasan kita, yang kemudian mempengaruhi tindakan kelompok dan pada akhirnya, seluruh masyarakat," kata Curt Breneman, Ph.D., dekan Sekolah Sains Rensselaer .

(Diadaptasi dari https://health.kompas.com/)

Berikut ini yang bukan dampak negatif dari fenomena banjir informasi adalah ....

memiliki kecanduan bermain media sosial

mengakses informasi menjadi lebih mudah

menghindari interaksi sosial secara langsung

menyebarkannya informasi hoaks atau berita palsu

mudah memercayai diagnosa kesehatan dari internet

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

Bacalah teks berikut dengan cermat!

”Ketemu besok pagi ya, Adik Manis,” kata seseorang yang tak dikenal itu sambil berulang kali menyentuh lengan kiri Acil. Seseorang itu memakai topi putih dan kacamata hitam. Acil tak merasa asing karena merasa sering bertemu orang itu. Orang yang mirip sekali dengan Kang Maman, tetangganya.

Pergi pagi, pulang sakit, rupanya sudah menjadi kebiasaan Acil dan anak-anak lain di kampung itu. Namun, saat itu kesabaran Emak ternyata telah sampai batasnya. Emak mulai cemas saat pukul tujuh malam Acil belum juga pulang. Atas perintah Emak, pada pukul delapan malam, Hariman dan Bapak menggali mencari Acil. Mereka pergi ke rumah Kang Maman, ke pasar kecamatan, lalu ke rumah kawan-kawan Acil, tetapi Acil tak juga ditemukan.

Setelah Hariman dan Bapak pulang ke rumah tanpa membawa Acil, Emak menangis sampai pagi. Tangisan Emak berhenti saat Hariman membawa kabar bahwa Acil telah ditemukan. Pada pukul enam sore, ketika berdiri kelelahan mencari Acil di jalan kecil dekat petak sawah tak jauh dari rumah mereka, Hariman mencium bau bangkai. Hidungnya yang pesek mengendus dan mengikuti arah bau yang membuat perut mual. Hariman melihat sesosok anak kecil dalam posisi telungkup di petak sawah. Hariman mendekat, lalu menjerit saat menyadari bahwa mayat yang telungkup di udara dangkal itu adalah mayat adiknya. Tak butuh waktu lama, Hariman sudah bisa mengenali ciri-ciri adiknya: kaus biru dan celana panjang hitam yang membungkus jenazah itu adalah pakaian yang sama yang dikenakan Acil saat shalat subuh kemarin. Hariman lekas lari pulang ke rumah untuk memberi kabar pada Emak dan Bapak, dan kabar itulah yang membuat tangis Emak berhenti mendadak.

(Diadaptasi dari “Baju Baru” karya Yulizar Lubay)

Sudut pandang yang digunakan dalam cerita tersebut adalah….

Orang pertama pelaku utama

Orang pertama pelaku sampingan

Orang ketiga terbatas

Orang ketiga macam tahu

Orang ketiga pengamat

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?