
Remedial Sejarah 10.5
Authored by Florentina Endang
History
10th Grade

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
30 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
Pada abad ke-4 hingga abad ke-7 Masehi, kerajaan-kerajaan maritim di Nusantara, seperti Kutai dan Tarumanagara, menunjukkan adanya pengaruh budaya dan agama Hindhu-Budha. Hal ini terlihat dari ditemukannya prasasti, prasasti beraksara Pallawa dan berbahasa Sanskerta, seperti Prasasti Kutai (Mülavarman) dan Prasasti Tarumanagara (Purnawarman). serta relief candi yang menggambarkan ajaran keagamaan dan perkembangan ajaran Hindhu-Budha di wilayah tersebut. Keberadaan bukti-bukti ini menunjukkan bahwa terjadi proses akulturasi antara budaya asli Nusantara dengan budaya Hindhu-Budha yang berasal dari India. Berdasarkan fenomena tersebut, maka teori yang paling sesuai dalam menjelaskan masuknya agama dan budaya Hindhu-Budha ke Nusantara adalah ….
Teori Sudra, karena banyak orang India dari kasta rendah bermigrasi dan membaur dengan masyarakat Nusantara.
Teori Arus Balik, karena masyarakat Nusantara yang belajar di India kembali ke tanah air dan menyebarkan ajaran Hindhu-Budha.
Teori Ksatria, karena penyebaran agama Hindhu-Budha dibawa oleh para prajurit dan bangsawan India yang menaklukkan wilayah Nusantara.
Teori Waisya,karena para pedagang India yang menjalin hubungan dagang dengan Nusantara juga membawa pengaruh budaya dan agama mereka.
Teori Brahmana, karena penyebaran agama Hindhu-Budha dilakukan oleh kaum pendeta yang menyebarkan ajaran Hindhu dan membimbing raja-raja lokal.
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
Sejarawan berpendapat bahwa salah satu faktor utama yang mempercepat penyebaran agama dan budaya Hindhu-Budha di Nusantara adalah peran aktif masyarakat lokal dalam proses tersebut. Hal ini terlihat dari banyaknya bukti peninggalan sejarah yang menunjukkan adanya perpaduan antara budaya India dengan budaya asli Nusantara, seperti penggunaan nama lokal dalam prasasti berbahasa Sanskerta, serta penggambaran tokoh-tokoh Hindhu-Budha dalam bentuk seni yang khas Nusantara.
Berdasarkan informasi tersebut, teori yang paling sesuai untuk menjelaskan peran masyarakat lokal dalam penyebaran Hindhu-Budha adalah...
Teori Brahmana, karena para pendeta Hindhu dari India yang datang langsung untuk mengajarkan agama Hindhu-Budha kepada masyarakat Nusantara.
Teori Ksatria, karena para prajurit India yang datang ke Nusantara mengajarkan budaya dan agama Hindhu-Budha kepada masyarakat setempat.
Teori Arus Balik, karena penduduk lokal yang belajar di India kembali ke Nusantara dan menyebarkan agama serta budaya Hindhu-Budha.
Teori Waisya, karena pedagang dari India yang memperkenalkan ajaran Hindhu-Budha kepada penduduk Nusantara.
Teori Sudra, karena kaum buruh dan pekerja kasar dari India yang menyebarkan budaya Hindhu-Budha ke Nusantara.
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
Pada abad ke-4 hingga abad ke-7 Masehi, kerajaan-kerajaan maritim di Nusantara, seperti Kutai dan Tarumanagara, menunjukkan adanya kegiatan perdagangan aktif. Pelabuhan besar dimiliki dengan komoditas yang selalu dicari para pedagang dari India, Cina dan sebagainya. Interaksi sosial terjalin, mengalir sesuai norma-norma pergaulan masyarakat. Pengaruh budaya dan agama Hindhu-Budha tanpa terasa merasuk dalam kehidupan bermasyarakat. Sejak abad ke-1 M, jalur perdagangan Samudra Hindia telah menghubungkan India, Cina dengan Nusantara. Bahkan terbentuk jalur perdagangan yang dikenal dengan nama Jalur Sutra. Peta berikut bisa memperjelas paparan ini.
Keberadaan bukti-bukti ini menunjukkan bahwa terjadi proses akulturasi antara budaya asli Nusantara dengan budaya Hindhu-Budha yang berasal dari India. Dengan demikian, teori yang paling sesuai dalam menjelaskan masuknya agama dan budaya Hindhu-Budha ke Nusantara adalah ….
Teori Sudra
Teori Ksatria
Teori Waisya
Teori Arus Balik
Teori Brahmana
4.
MULTIPLE SELECT QUESTION
2 mins • 1 pt
Masuknya agama dan budaya Hindhu-Budha ke Indonesia merupakan proses yang berlangsung selama berabad-abad melalui kontak budaya, perdagangan, dan migrasi. Terdapat beberapa teori yang menjelaskan bagaimana budaya Hindhu-Budha masuk ke Nusantara. Teoria atau hipotesa tersebut dikemukakan oleh para ahli beserta pendukung atau dasar memperkuat teorinya. Dasar pendukung teori Ksatria adalah …. (pilih 2 jawaban benar)
Para Ksatria mendirikan kerajaan-kerajaan Hindhu-Budha di Nusantara
Hanya para Ksatria yang memahami kitab suci dan ritual Hindhu-Budha
Nusantara menjadi jalur perdagangan internasional yang menghubungkan India dan Cina.
Kebudayaan Hindhu-Budha di Nusantara menunjukkan adaptasi yang sesuai dengan budaya lokal
Kisah-kisah epik seperti Mahabharata dan Ramayana menjadi bagian penting dari budaya Nusantara.
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
Penyebaran agama Hindhu-Budha ke Indonesia berlangsung melalui proses yang panjang dan kompleks, dipengaruhi oleh kontak budaya, perdagangan, migrasi, dan diplomasi. Berbagai hipotesa tentang pengaruh Hindhu-Budha di Indonesia berasal dari India. Fakta bahwa hanya para brahmana yang memahami kitab suci dan ritual Hindhu-Budha, kisah-kisah epik seperti Mahabharata dan Ramayana menjadi bagian penting dari budaya Nusantara, Nusantara menjadi jalur perdagangan internasional yang menghubungkan India dan Cina, banyak tokoh Nusantara yang menguasai sastra dan agama Hindhu-Budha dengan baik. Berdasarkan hal tersebut maka, proses akulturasi budaya Hindhu-Budha dengan budaya lokal mencerminkan dinamika sosial dan intelektual masyarakat Nusantara pada masa itu adalah ….
Budaya asli Nusantara sepenuhnya tergantikan oleh budaya Hindhu-Budha akibat dominasi pengaruh dari India.
Masyarakat Nusantara hanya menerima pengaruh Hindhu-Budha secara pasif tanpa adanya proses adaptasi budaya.
Agama Hindhu-Budha berkembang pesat karena para brahmana memaksa masyarakat Nusantara untuk mengikuti ajaran mereka.
Pengaruh Hindhu-Budha hanya berkembang di kalangan bangsawan dan tidak berdampak pada kehidupan sosial masyarakat secara luas.
Masyarakat Nusantara secara aktif menyerap, menyesuaikan, dan mengadaptasi unsur-unsur budaya Hindhu-Budha sesuai dengan nilai dan tradisi lokal.
6.
MULTIPLE SELECT QUESTION
2 mins • 1 pt
Penyebaran agama Hindhu-Budha ke Indonesia berlangsung melalui proses yang panjang dan kompleks, dipengaruhi oleh kontak budaya, perdagangan, migrasi, dan diplomasi. Salah satu cara penyebaran agama Hindhu-Budha ke Nusantara melalui jalur perdagangan. Penyebab penyebaran agama Hindhu-Budha ke Nusantara bisa melalui perdagangan adalah …. (Pilih 2 jawaban benar)
Nusantara terletak di jalur perdagangan internasional antara India dan Cina.
Para pedagang membawa agama, budaya, dan tradisi mereka, termasuk ajaran Hindhu-Budha
Adanya prasasti-prasasti berbahasa Sanskerta dan penggunaan aksara Pallawa menunjukkan peran golongan Ksatria dalam penyebaran agama.
Interaksi dengan masyarakat lokal di sekitar pelabuhan menyebabkan asimilasi budaya, yang kemudian diadopsi oleh masyarakat setempat.
Pedagang India sering singgah di pelabuhan-pelabuhan di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi untuk berdagang rempah-rempah, kain, dan barang-barang mewah.
7.
MULTIPLE SELECT QUESTION
2 mins • 1 pt
Jalur perdagangan laut menjadi sarana utama dalam penyebaran agama Hindhu-Budha di Indonesia. Melalui interaksi antara pedagang, pendeta, dan masyarakat lokal, ajaran ini berkembang dan menjadi bagian dari budaya serta pemerintahan kerajaan-kerajaan di Nusantara. Jalur perdagangan darat juga memiliki peran dalam penyebaran agama Hindhu-Budha, meskipun pengaruhnya tidak sebesar jalur perdagangan laut. Peran jalur sutra dalam penyebaran agama Hindhu-Budha di Indonesia adalah …. (Pilih 3 jawaban benar)
Beberapa di antara mereka menetap dan membawa serta pengaruh budaya serta agama Hindhu-Budha
Jalur Sutra (Silk Road) adalah jaringan perdagangan yang menghubungkan India, Tiongkok, Asia Tengah, dan Asia Tenggara melalui darat.
Kota-kota pelabuhan juga berkembang menjadi pusat penyebaran agama Hindhu-Budha, tempat didirikannya candi, vihara, dan sekolah keagamaan.
Para pedagang dan biksu dari India dan Tiongkok sering melakukan perjalanan darat ke wilayah Asia Tenggara sebelum melanjutkan perjalanan ke Indonesia melalui jalur laut.
Meskipun Indonesia lebih banyak terpengaruh oleh jalur laut, pengaruh dari jalur darat tetap ada melalui interaksi dengan kerajaan-kerajaan di daratan Asia Tenggara, seperti Funan dan Champa (sekarang Vietnam dan Kamboja), yang lebih dulu terpengaruh oleh Hindhu-Budha
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?