
QUIZ Pemikiran Politik Islam Kris Tanto Purba
Authored by Zahara Sianturi
Social Studies
University

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
5 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Dalam hukum islam, Al-Qur’an dan Al-Sunnah menjadi pedoman dalam sumber sumber hukum islam. Dalam bidang politik, bagaimana Al-Quran memandang kekuasaan?
Al-Qur’an menegaskan bahwa kekuasaan dalam Islam harus diwariskan secara turun-temurun dalam satu keluarga tanpa memperhatikan keadilan atau kemampuan pemimpin tersebut. Selama seseorang berasal dari garis keturunan tertentu, ia berhak menjadi pemimpin tanpa perlu mempertimbangkan keadilan, kejujuran, atau kemampuannya dalam memimpin.
Dalam bidang Politik, al-Qur’an memandang bahwa kekuasaan merupakan amanah (kepercayaan). Sebagai sebuah amanah maka ia harus dipertanggung jawabkan baik di depan manusia dalam bentuk laporan pertanggungjawaban yang dilakukan kepada manusia ketika selesainya masa jabatan, maupun nantinya di hadapan Tuhan pada kehidupan hari akhirat.
Al-Qur’an tidak memberikan aturan atau prinsip apa pun tentang kekuasaan dan pemerintahan, sehingga umat Islam bebas menjalankan sistem politik apa saja tanpa mempertimbangkan nilai-nilai Islam dalam kepemimpinan.
Dalam Islam, kekuasaan bersifat mutlak dan tidak perlu dipertanggungjawabkan kepada rakyat atau Allah.
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Salah satu isi Al-Qur’an yang merupakan sebuah petunjuk untuk kehidupan manusia dalam bermasyarakat adalah berkenaan dan berkeadilan, Surah apa yang menyebutkan hal itu?
Surah An-Nisa ayat 58 – Membahas perintah untuk menunaikan amanah kepada yang berhak dan memutuskan hukum dengan adil.
Ada dua surat yang secara terang menggariskan hal ini, yaitu pada surat An-Nahl: 90 berbunyi: “Sesungguhnya Allah menyuruh (kalian) berlaku adil dan berbuat kebajikan”. Dalam Surat An-Nisa: 58 Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah menyuruh kalian menyampaikan amanat kepada orang yang berhak menerimanya dan apabila menetapkan hukum diantara manusia hendaknya kalian menetapkan dengan adil”.
Surah Al-Ma’idah ayat 8 – Menekankan pentingnya berlaku adil, bahkan terhadap musuh.
Surah Al-Baqarah ayat 247 – Menceritakan pengangkatan Thalut sebagai raja berdasarkan ilmu dan kekuatan.
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Apa yang dimaksud dengan Siyasah dalam Islam?
Siyasah dalam Islam berarti kebebasan penuh dalam berpolitik tanpa perlu mengikuti ajaran Al-Qur'an dan Hadis.
Siyasah dalam Islam berarti bahwa pemimpin memiliki kekuasaan mutlak tanpa perlu mempertimbangkan kesejahteraan rakyat atau prinsip keadilan.
Siyasah dalam Islam hanya berkaitan dengan strategi perang dan tidak ada hubungannya dengan pemerintahan atau kepemimpinan.
Dalam setiap karya ulama-ulama muslim yang berkaitan dengan politik istilahnya sering diartikan juga sebagai Siyasah Syari’iyyah. Dari pengertian diatas dapat diartikan bahwa politik islam adalah cara atau upaya dalam mengatasi atau menyelesaikan sebuah permasalahan dengan menggunakan seperangkat undang-undang untuk mencegah kemashalatan dan mencegah hal-hal yang merugikan manusia.
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Apa saja prinsip-prinsip politik menurut Al-Qur’an dan Al-Sunnah?
1). Kekuasaan sebagai amanah, 2). Prinsip Musyawarah, 3). Prinsip Keadilan, 4). Prinsip Persamaan.
1). Kekuasaan yang mutlak, 2). Prinsip keadilan, dan 3). Kekuasaan hanya untuk seseorang berpengaruh
Tujuan utama politik dalam Islam adalah untuk mempertahankan kekuasaan, bukan untuk menegakkan keadilan atau kesejahteraan rakyat.
Musyawarah tidak diperlukan dalam pemerintahan karena pemimpin memiliki keputusan final yang tidak boleh diganggu gugat.
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Bagaimana prinsip Hak Asasi Manusia dan Kesejahteraan menurut Al-Qur’an dan Al-Sunnah?
Hak asasi manusia dalam Islam hanya berlaku di bidang ibadah, sementara dalam aspek sosial dan politik, Islam tidak memberikan panduan yang jelas tentang hak-hak individu.
Konsep HAM dalam pandangan Islam tidak berlandasan pada ideologi Induvidualistik, atau Kolektifitas, melainkan Islam berada pada landasan toleransi yang menjunjung tinggi manusia sebagai mahkluk dengan derajat tertinggi di muka bumi. Islam memiliki prinsip HAM yang berbeda dengan kalangan dunia Barat, jika dunia Barat memiliki prinsip Antroposentris yang artinya manusia menjadi landasan atau tolak ukur HAM, maka Islam memiiki prinsip Teosentris yang artinya bahwa segala sesuatu itu terikat dengan kehendak Tuhan
Dalam Islam, kesejahteraan hanya menjadi tanggung jawab individu, dan negara atau masyarakat tidak memiliki kewajiban untuk membantu kaum miskin dan yang membutuhkan.
Islam hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, sedangkan hak asasi manusia dalam aspek sosial dan politik tidak menjadi perhatian utama dalam ajarannya.
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Microsoft
or continue with
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?