Search Header Logo

5. Literasi Rabu, 5 Maret

Authored by Puguh Ismanto

Mathematics

6th Grade

Used 1+ times

5. Literasi Rabu, 5 Maret
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

5 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

5 mins • 20 pts

Layang-layangku Aku suka sekali dengan layang-layang. Di musim layang-layang tahun ini, tiap sore, aku pasti berada di lapangan. Yah, meskipun hanya menonton teman-temannya bermain layangan, tanpa bisa ikut ambil bagian. Sebetulnya, Aku ingin ikut bermain. Masalahnya aku tidak punya uang untuk membeli layang-layang juga senarnya. “Daripada buat beli layang-layang, lebih baik duitnya ditabung buat keperluan sekolahmu atau lainnya,” begitu ibuku, menjawab ketika aku minta uang untuk membeli layang-layang dan senarnya. Aku tak mau memaksa. Aku sadar hidupku pas-pasan. Ibuku benar. Meski begitu, aku tak mau menyerah. Karena itu, aku berpikir bagaimana cara bermain layang-layang tanpa harus menyusahkan ibu? Itulah kenapa sore ini aku ada di lapangan. Tepatnya di sisi luar lapangan. Aku melihat, mengamati, dan siap bertindak lebih cepat untuk mengejar layang-layang putus. Dalam dunia perlayangan, layang-layang yang putus adalah layang-layang tak berpemilik yang bisa diklaim sepihak oleh siapapun yang berhasil mendapatkannya. Dan itu gratis! Aku ingin mendapatkan layang-layang gratis itu. Aku tidak sendiri. Beberapa anak lain juga siap siaga berebut layangan putus. Setelah menunggu beberapa lama, terdengar pekik suara Zebra: “Layangan Farel putus!” Sontak Aku berlari mengejar layangan itu. Anak-anak pengejar layangan lain juga mulai berlari mengejar. Suara riuh anak-anak pengejar layangan terdengar. Layangan itu melayang-layang hampir jatuh di atas tanah. Sayangnya Ali-lah yang berhasil mendapatkan layangan itu. Aku tak patah arang. aku terus mencoba terus peruntungannya, tapi itu bukan waktu kemenangan baginya. Hari makin sore. Anak-anak yang bermain layangan mulai pulang satu per satu. Semangatku pupus. Aku ingin pulang saja. Zebra dan Farel menghampirinya. “hai, kamu mau?” tanya mereka berdua, sambil menawarkan satu buah layangan. Mataku berbinar-binar. Layang-layang idaman ada disodorkan dua temannya. Aku menerimanya. Mengapa aku sore itu berada di lapangan ?

Apa tema utama dalam cerita "Layang-layangku"?

Persahabatan dan kerja sama

Kegigihan dalam meraih keinginan

Persaingan dalam bermain layangan

Kasih sayang seorang ibu

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

5 mins • 20 pts

Layang-layangku Aku suka sekali dengan layang-layang. Di musim layang-layang tahun ini, tiap sore, aku pasti berada di lapangan. Yah, meskipun hanya menonton teman-temannya bermain layangan, tanpa bisa ikut ambil bagian. Sebetulnya, Aku ingin ikut bermain. Masalahnya aku tidak punya uang untuk membeli layang-layang juga senarnya. “Daripada buat beli layang-layang, lebih baik duitnya ditabung buat keperluan sekolahmu atau lainnya,” begitu ibuku, menjawab ketika aku minta uang untuk membeli layang-layang dan senarnya. Aku tak mau memaksa. Aku sadar hidupku pas-pasan. Ibuku benar. Meski begitu, aku tak mau menyerah. Karena itu, aku berpikir bagaimana cara bermain layang-layang tanpa harus menyusahkan ibu? Itulah kenapa sore ini aku ada di lapangan. Tepatnya di sisi luar lapangan. Aku melihat, mengamati, dan siap bertindak lebih cepat untuk mengejar layang-layang putus. Dalam dunia perlayangan, layang-layang yang putus adalah layang-layang tak berpemilik yang bisa diklaim sepihak oleh siapapun yang berhasil mendapatkannya. Dan itu gratis! Aku ingin mendapatkan layang-layang gratis itu. Aku tidak sendiri. Beberapa anak lain juga siap siaga berebut layangan putus. Setelah menunggu beberapa lama, terdengar pekik suara Zebra: “Layangan Farel putus!” Sontak Aku berlari mengejar layangan itu. Anak-anak pengejar layangan lain juga mulai berlari mengejar. Suara riuh anak-anak pengejar layangan terdengar. Layangan itu melayang-layang hampir jatuh di atas tanah. Sayangnya Ali-lah yang berhasil mendapatkan layangan itu. Aku tak patah arang. aku terus mencoba terus peruntungannya, tapi itu bukan waktu kemenangan baginya. Hari makin sore. Anak-anak yang bermain layangan mulai pulang satu per satu. Semangatku pupus. Aku ingin pulang saja. Zebra dan Farel menghampirinya. “hai, kamu mau?” tanya mereka berdua, sambil menawarkan satu buah layangan. Mataku berbinar-binar. Layang-layang idaman ada disodorkan dua temannya. Aku menerimanya.

Bagaimana watak tokoh utama dalam cerita?

Mudah menyerah dan pemalas

Sabar dan pantang menyerah

Pemarah dan egois

Tidak peduli dengan keadaan sekitarnya

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

5 mins • 20 pts

Dimana latar utama dalam cerita ini berlangsung?

di sekolah

di lapangan

di toko layang-layang

di rumah

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

5 mins • 20 pts

Apa amanat yang dapat dipetik dari cerita diatas?

Jangan pernah meminta sesuatu kepada orang tua jika mereka tidak bisa memberikannya

Bermain layangan lebih penting daripada keperluan sekolah

Keinginan harus diwujudkan dengan usaha dan tidak menyerah pada keadaan

Jika tidak punya sesuatu, lebih baik diam dan tidak berusaha mendapatkannya

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

5 mins • 20 pts

Manakah kalimat tanya yang sesuai dengan isi cerita "Layang-layangku"?

Mengapa tokoh utama tidak ingin bermain layangan?

Bagaimana cara tokoh utama mendapatkan layangan tanpa membeli?

Di mana ibu tokoh utama membeli layangan untuk anaknya?

Siapa yang menjual layangan kepada tokoh utama?

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?