Search Header Logo

Ujian Akhir PANCASILA Kelas XI DPB A

Authored by Yanuri aza

Moral Science

11th Grade

Used 1+ times

Ujian Akhir PANCASILA Kelas XI DPB A
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

60 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 2 pts

Menurut Soepomo, masyarakat Indonesia sudah terbiasa melakukan musyawarah sejak dahulu kala. Karena itu, pemimpin negara Indonesia, menurut Soepomo, hendaknya bermusyawarah dengan rakyatnya, atau dengan kepala-kepala keluarga dalam desa, agar terwujud pertalian antara pemimpin dan rakyat. Konsep ini dikemukakan Soepomo dalam perumusan Pancasila disebut dengan ...

Musyawarah

Persatuan

Kekeluargaan

Keseimbangan Lahir dan Batin

Keadilan rakyat

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 2 pts

2Soekarno menjelaskan bahwa kebangsaan di sini bukan dalam arti sempit, tetapi dalam arti luas yakni, nationale staat. Soekarno kemudian memberikan definisi “bangsa” dengan mengutip pendapat Ernest Renan, yaitu “kehendak akan bersatu, Orang-orangnya merasa diri bersatu dan mau bersatu”. Soekarno juga mengutip pendapat Otto Bauer yang mendefinisikan bangsa “adalah satu persatuan perangai yang timbul karena persatuan nasib”. Namun, kedua definisi ini dirasa oleh Soekarno tidak cukup untuk menggambarkan kebangsaan Indonesia. Pasalnya, Soekarno memberikan contoh bangsa Minangkabau. Sesama bangsa Minangkabau merasa satu kesatuan, merasa satu keluarga. Namun, hal tersebut hanyalah satu bagian kecil dari satu kesatuan. Pendek kata, Soekarno menjelaskan bahwa bangsa Indonesia bukanlah sekadar satu golongan orang yang memiliki keinginan untuk bersama dan bersatu dengan golongannya, tetapi harus menjadi satu kesatuan seluruh manusia Indonesia yang berbangsa-bangsa dan tinggal di pulau-pulau Indonesia. Soekarno menyimpulkan bahwa bangsa Indonesia adalah …

Bangsa Indonesia bukanlah sekadar satu golongan orang yang memiliki keinginan untuk bersama

Satu golongan orang yang memiliki keinginan untuk bersama dan bersatu dengan golongannya

Sesama bangsa Minangkabau merasa satu kesatuan, merasa satu keluarga

Sesama bangsa Jawa merasa satu kesatuan, merasa satu keluarga

Sesama bangsa Sumatra merasa satu kesatuan, merasa satu keluarga

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 2 pts

Salah satu tokoh bangsa yang menyampaikan ide gagasan bahwa negara yang akan dibentuk hendaklah negara integralistik yang berdasarkan pada persatuan, kekeluargaan, keseimbangan lahir dan batin, musyawarah, serta keadilan rakyat adalah ....

Soekarno

Muh. Yamin

Soepomo

Muh. Hatta

Soegondo Djoyopuspito

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 2 pts

Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut !

1. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa

2. Mengembangkan sikap saling mencintai terhadap sesama manusia

3. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa

4. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama

5. Saling menghormati kebebasan untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinan

Mengembangkan sikap yang tepat sesuai nilai-nilai luhur sila pertama dalam kehidupan bersama ditunjukkan oleh nomor . . .

1 dan 3

2 dan 4

2 dan 6

3 dan 5

4 dan 5

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 2 pts

Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut !

1. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa

2. Mengembangkan sikap saling mencintai terhadap sesama manusia

3. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa

4. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama

5. Saling menghormati kebebasan untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinan

Mengembangkan sikap yang tepat sesuai nilai-nilai luhur sila kedua dalam kehidupan bersama ditunjukkan oleh nomor . .

1 dan 2

2 dan 5

2 dan 6

3 dan 5

4 dan 6

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 2 pts

Ketuhanan Yang Maha Esa, UUD 1945 Pasal 29: (1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. (2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. • Percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. • Tidak melakukan penistaan dari suatu agama seperti melakukan pembakaran rumah-rumah ibadah. Analisislah Paragraf diatas berdasarkan Nilai Dasar, Nilai Instrumental dan Nilai Praksis Pancasila. Nilai Dasar dari pargaraf diatas adalah ...

Ketuhanan

Kemanusiaan

Persatuan

Musyawarah

Keadilan

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 2 pts

Ketuhanan Yang Maha Esa, UUD 1945 Pasal 29: (1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. (2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. • Percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. • Tidak melakukan penistaan dari suatu agama seperti melakukan pembakaran rumah-rumah ibadah. Analisislah Paragraf diatas berdasarkan Nilai Dasar, Nilai Instrumental dan Nilai Praksis Pancasila. Nilai Praksis dari pargaraf diatas adalah ...

Tidak melakukan penistaan Agama

Ketuhanan

Kemanusiaan

UUD Pasal 29 (1) dan (2)

Saling menghormati sesama manusia

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?