Search Header Logo

10 A. Keberagaman Agama Buddha dan Indonesiaku

Authored by Giyarni Giyarni

Religious Studies

10th Grade

Used 10+ times

10 A. Keberagaman Agama Buddha dan Indonesiaku
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

10 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

45 sec • 10 pts

Indonesia adalah negara dengan agama majemuk. Oleh karena itu, dibutuhkan sikap toleransi untuk menciptakan masyarakat yang damai dan harmonis. Toleransi keagamaan dapat terwujud apabila setiap pemeluk agamanya ....

a. Mencoba mengkritik agama lain

b. Mendebatkan ajaran agama lain

c. Terbuka dan menerima perbedaan sebagai hal yang lumrah

d. Menerima perbedaan tapi tidak saling bergaul

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

20 sec • 10 pts

Di bawah ini yang menunjukkan hubungan toleransi dengan kesehatan mental adalah ....

a. Toleransi membuat kita enggan beraktivitas sehingga terhindar dari konflik

b. Toleransi membuat kita lebih mampu menerima perbedaan sehingga terhindar dari stress dan lebih damai

c. Toleransi membuat kita tidak perlu membuka diri untuk belajar hal-hal yang bukan urusan kita sehingga batin kita tidak lelah

d. Toleransi membawa kita pada keadaan batin yang pasif sehingga batin tidak tercemar

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

Keberagaman agama Buddha yang berkembang di Indonesia saat ini dianggap mampu memperkaya khazanah nilai-nilai Buddha karena:

Mayoritas pemeluk agama Buddha di Indonesia berasal dari berbagai etnis dan budaya yang berbeda.

Nilai-nilai Buddha telah berhasil diakulturasikan dengan kearifan lokal dan budaya bangsa Indonesia sejak masa kerajaan.

Adanya banyak aliran atau sekte Buddha yang berbeda-beda dalam praktik keagamaan di Indonesia.

Para pengemban Buddha Dharma di Indonesia hanya fokus pada pengembangan ajaran murni tanpa intervensi budaya lokal.

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

Ajaran Buddha menginginkan kehidupan yang dinamis dan ideal, serta keberagaman agama dipahami sebagai aktualisasi keyakinan terdalam, maka "sikap keagamaan" seorang Buddhis yang mencapai kebuddhaan dapat dianalisis sebagai:

Kepatuhan buta terhadap dogma tanpa pemahaman mendalam.

Perwujudan pencerahan sejati dalam tindakan sehari-hari yang disiplin dan konsisten.

Keyakinan semata yang tidak memerlukan tindakan nyata dalam kehidupan.

Pencapaian tujuan akhir yang terpisah dari realitas kehidupan duniawi.

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

45 sec • 1 pt

Berdasarkan pemahaman tentang Dharma sebagai kesucian pikiran, ucapan, dan tindakan jasmani, serta tujuannya mengarah pada pencerahan sempurna, maka perilaku seorang Buddhis yang tidak sesuai dengan hakikat Dharma adalah:

Melatih meditasi untuk menenangkan batin dan mencapai kebijaksanaan.

Menjaga ucapan agar selalu benar, bermanfaat, dan tidak menyakiti orang lain.

Terus-menerus mengejar kepemilikan materi dan melekat pada kenikmatan duniawi.

Berusaha untuk melepaskan segala bentuk kemelekatan demi mencapai kebebasan batin.

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

keberagaman dalam agama Buddha saat ini tidak hanya diwujudkan dalam bentuk ibadah ritual, tetapi juga dalam bentuk aktivitas lainnya, karena Buddha dipandang sebagai suatu sistem yang menyeluruh. Berdasarkan pernyataan ini, aktivitas "lainnya" yang paling tepat mencerminkan perwujudan sikap keberagaman umat Buddha adalah ....

Pembatasan interaksi sosial agar fokus pada ritual pribadi.

Pengembangan nilai-nilai batin dan interaksi sosial yang manusiawi.

Penekanan pada interpretasi ajaran secara harfiah tanpa penyesuaian.

Pengabaian pengetahuan keagamaan demi pengalaman spiritual semata.

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

peran pengetahuan keagamaan dan internalisasi nilai-nilai agama dalam kehidupan setiap pribadi umat Buddha adalah sebuah keniscayaan. Hal ini menunjukkan bahwa untuk mencapai kehidupan yang lebih manusiawi baik sebagai makhluk individual maupun sosial, seorang Buddhis harus mampu:

Mengutamakan ritual keagamaan di atas pemahaman ajaran.

Memisahkan antara pemahaman teori agama dengan praktik keseharian.

Mengintegrasikan pemahaman ajaran dengan perwujudan dalam tindakan dan karakter.

Berpegang teguh pada tradisi tanpa mempertimbangkan relevansinya di masa kini.

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?

Discover more resources for Religious Studies