
LATIHAN OSNP SEJARAH
Authored by F. KEVIN ADITYA
History
9th Grade
Used 1+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
10 questions
Show all answers
1.
MATCH QUESTION
1 min • 1 pt
Salah satu teori paling berpengaruh mengenai asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia adalah teori Out of Taiwan. Teori ini menjelaskan bahwa sekitar 4.000–5.000 tahun lalu, sekelompok manusia dari wilayah selatan Tiongkok bermigrasi ke Taiwan, lalu menyebar ke wilayah Asia Tenggara maritim termasuk kepulauan Indonesia. Migrasi ini membawa serta bahasa Austronesia, teknologi perahu bercadik, dan sistem pertanian ladang berpindah. Bukti linguistik, arkeologis, dan budaya mendukung konsekuensi dari penyebaran ini, yang membentuk dasar masyarakat kepulauan Indonesia masa kini.
Bukti arkeologi & linguistik Austronesia
Asal mula teori "Out of Taiwan"
Bukti persebaran Austronesia
Sebaran rumpun bahasa Austronesia di Indonesia Timur dan Pasifik
Adaptasi teknologi dan pola hidup pelaut
Konsekuensi budaya dari migrasi Out of Taiwan
Terbentuk masyarakat maritim Nusantara
Teknologi perahu bercadik dan pertanian ladang berpindah
2.
MATCH QUESTION
1 min • 1 pt
Teknologi arsitektur masa Hindu-Buddha di Indonesia berkembang pesat seiring dengan pembangunan berbagai candi dan kompleks keagamaan. Masyarakat saat itu mengembangkan teknik bangunan yang tidak hanya indah secara estetika, tetapi juga memiliki fungsi struktural yang tahan terhadap iklim tropis dan gempa. Berbagai teknologi khas lokal pun lahir sebagai adaptasi dari pengaruh budaya luar.
Batu Andesit / Batu Bata Merah
Penyesuaian dengan kebudayaan Pra-Hindu-Buddha
Vajralepa
Media pendidikan keagamaan dan budaya
Struktur teras berundak/punden berundak
Pelindung batu dari pelapukan
Relief naratif
Penggunaan bahan lokal dalam konstruksi
3.
MATCH QUESTION
1 min • 1 pt
Letak geografis kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Nusantara sangat memengaruhi corak kehidupan ekonominya. Kerajaan yang berada di tepi pantai cenderung mengembangkan pelabuhan dan perdagangan maritim, sedangkan kerajaan yang terletak di pedalaman mengandalkan pertanian dan sumber daya darat. Interaksi dengan bangsa luar pun turut memperkuat corak ekonomi masing-masing.
Maritim perdagangan laut
Sriwijaya – Pesisir timur Sumatra
Pertanian-Irigasi Sungai
Kutai – Hulu Sungai Mahakam
Perdagangan sungai dan hasil hutan
Tarumanegara – Lembah Sungai Cisadane-Ciliwung
Pertanian pangan beras
Medang Mataram-Pedalaman Jawa
4.
MATCH QUESTION
1 min • 1 pt
Masuknya Islam ke Nusantara membawa pengaruh besar dalam kehidupan masyarakat, mulai dari cara berdagang, bentuk pemerintahan, kebudayaan, hingga teknologi seperti sistem irigasi, seni bangunan masjid, serta penggunaan aksara Arab-Melayu dalam penulisan.
Aksara Jawi dan kitab Hikayat
Teknologi: Penulisan dan literasi
Kampung Arab dan kompleks pesantren
Budaya: Seni bangunan Islam
Masjid Beratap Tumpang
Ekonomi: Aktivitas perdagangan
Pelabuhan Syahbandar dan Emporium
Sosial: Perkembangan komunitas Muslim
5.
MATCH QUESTION
1 min • 1 pt
Indonesia memiliki posisi strategis di jalur perdagangan dunia dan kaya akan sumber daya alam yang sangat dibutuhkan bangsa Eropa, terutama rempah-rempah. Faktor inilah yang menjadi pemicu utama kedatangan bangsa Barat dan memulai kolonialisme di kepulauan Nusantara.
Cendana
Timor
Cengkeh
Banten
Lada
Banda
Pala
Maluku
6.
MATCH QUESTION
1 min • 1 pt
Kebijakan-kebijakan kolonial Belanda pada abad ke-17 hingga ke-20 meninggalkan dampak besar terhadap tatanan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Indonesia. Sistem tanam paksa, kerja paksa, monopoli dagang, hingga pajak tanah mengubah pola kehidupan masyarakat Nusantara secara struktural.
Sewa Tanah (Landrent)
Monopoli VOC
Tanam Paksa
Rakyat kehilangan tanah dan hasil panen utama
Monopoli VOC
Banyak warga dipaksa kerja tanpa upah
Kerja Paksa (rodi)
Harga hasil bumi ditentukan Belanda
7.
MATCH QUESTION
1 min • 1 pt
Pergerakan nasional Indonesia diawali oleh munculnya kesadaran kebangsaan sebagai reaksi terhadap penindasan kolonial serta masuknya paham-paham baru dari dunia luar. Berbagai organisasi lahir dari latar belakang sosial, budaya, politik, dan pendidikan, yang menjadi pondasi menuju kemerdekaan.
Budi Utomo (1908)
Pengaruh pendidikan Barat
Sarekat Islam (1912)
Paham nasionalisme dan anti-kolonial
Kongres Pemuda II (1928)
Solidaritas ekonomi umat Islam
Indische Partij (1912)
Persatuan pemuda lintas daerah
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Microsoft
or continue with
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?