Search Header Logo

Let's Solve It ! 2 September 2025

Authored by Aulia Aulia

World Languages

9th - 12th Grade

Let's Solve It ! 2 September 2025
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

5 questions

Show all answers

1.

DRAG AND DROP QUESTION

1 min • 1 pt

Muhammad Rofiq Akbar, pemilik usaha *Kerupuk Tuiri* yang berbahan dasar tulang ikan tenggiri ini, menceritakan awal mulai berbisnis. "Kerupuk Tuiri idenya di awal tahun 2018, itu ada kompetisi Business Plan se-Sumatera di Universitas Andalas (Unand) yang berada di Kota Padang, yang tema kompetisinya pemanfaatan limbah yang punya nilai guna. Kami berpikir di Bengkulu ini apa yang banyak dan tidak terpakai, " kata Rofiq, Senin (13/2/2023). Setelah mencari referensi untuk kompetisi tersebut, akhirnya ia memilih tulang ikan tenggiri sebagai bahan baku produknya itu. Karena di Bengkulu banyak pengolahan ikan tenggiri untuk pempek, namun tulang ikannya tidak dimanfaatkan dan berakhir menjadi limbah. Berbekal ide yang bagus dan hasil produk yang memuaskan, ide Rofiq berhasil meraih juara 2 di kompetisi tersebut. Tidak puas dengan pencapaiannya, dirinya mulai melanjutkan bisnis kerupuk tulang ikan tenggiri ini. "Aktif berjualan 2019, perbaikan kemasan, perizinan dan segala macamnya. Ditahap awal itu rumit, kita experimennya sampai puluhan kali. Sampai di tahap sekarang juga masih banyak tantangan, mulai dari perizinan, kemasan, pemasaran diawal, itu ya banyak orang ragu. Dan aneh, itu tantangan kita meyakinkan pembeli," kata pria kelahiran 1998 itu. Seiring berjalannya waktu, produknya mendapatkan respon positif. Bahkan sang owner saat ini sudah memiliki 11 karyawan, dengan produksi sekitar 15 ribu pcs perbulan. Dan sekarang usaha Kerupuk Tuiri ini bisa sampai ke penjuru nasional dan menjadi salah oleh-oleh khas Bengkulu.

Kerupuk Tuiri lahir berkat adanya kegiatan lomba memasak yang diadakan oleh Universitas Andalas ​ (a)  

Salah
Benar

2.

MATCH QUESTION

1 min • 1 pt

Muhammad Rofiq Akbar, pemilik usaha Kerupuk Tuiri yang berbahan dasar tulang ikan tenggiri ini, menceritakan awal mulai berbisnis. 

"Kerupuk Tuiri idenya di awal tahun 2018, itu ada kompetisi Business Plan se-Sumatera di Universitas Andalas (Unand) yang berada di Kota Padang, yang tema kompetisinya pemanfaatan limbah yang punya nilai guna. Kami berpikir di Bengkulu ini apa yang banyak dan tidak terpakai, " kata Rofiq, Senin (13/2/2023). 

Setelah mencari referensi untuk kompetisi tersebut, akhirnya ia memilih tulang ikan tenggiri sebagai bahan baku produknya itu. Karena di Bengkulu banyak pengolahan ikan tenggiri untuk pempek, namun tulang ikannya tidak dimanfaatkan dan berakhir menjadi limbah. Berbekal ide yang bagus dan hasil produk yang memuaskan, ide Rofiq berhasil meraih juara 2 di kompetisi tersebut.

Tidak puas dengan pencapaiannya, dirinya mulai melanjutkan bisnis kerupuk tulang ikan tenggiri ini. "Aktif berjualan 2019, perbaikan kemasan, perizinan dan segala macamnya. Ditahap awal itu rumit, kita experimennya sampai puluhan kali. Sampai di tahap sekarang juga masih banyak tantangan, mulai dari perizinan, kemasan, pemasaran diawal, itu ya banyak orang ragu. Dan aneh, itu tantangan kita meyakinkan pembeli," kata pria kelahiran 1998 itu. 

Seiring berjalannya waktu, produknya mendapatkan respon positif. Bahkan sang owner saat ini sudah memiliki 11 karyawan, dengan produksi sekitar 15 ribu pcs perbulan. Dan sekarang usaha Kerupuk Tuiri ini bisa sampai ke penjuru nasional dan menjadi salah oleh-oleh khas Bengkulu.

Tulang Ikan Tenggiri

Kerupuk Tuiri menjadi  oleh-oleh khas

2018

Kerupuk Tuiri mendapatkan izin berjualan pada tahun

Kota Padang

Bahan dasar Kerupuk Tuiri

Kota Bengkulu

Lomba Business Plan diadakan pada tahun

2019

Lokasi Lomba Business Plan 

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Muhammad Rofiq Akbar, pemilik usaha Kerupuk Tuiri yang berbahan dasar tulang ikan tenggiri ini, menceritakan awal mulai berbisnis. 

"Kerupuk Tuiri idenya di awal tahun 2018, itu ada kompetisi Business Plan se-Sumatera di Universitas Andalas (Unand) yang berada di Kota Padang, yang tema kompetisinya pemanfaatan limbah yang punya nilai guna. Kami berpikir di Bengkulu ini apa yang banyak dan tidak terpakai, " kata Rofiq, Senin (13/2/2023). 

Setelah mencari referensi untuk kompetisi tersebut, akhirnya ia memilih tulang ikan tenggiri sebagai bahan baku produknya itu. Karena di Bengkulu banyak pengolahan ikan tenggiri untuk pempek, namun tulang ikannya tidak dimanfaatkan dan berakhir menjadi limbah. Berbekal ide yang bagus dan hasil produk yang memuaskan, ide Rofiq berhasil meraih juara 2 di kompetisi tersebut.

Tidak puas dengan pencapaiannya, dirinya mulai melanjutkan bisnis kerupuk tulang ikan tenggiri ini. "Aktif berjualan 2019, perbaikan kemasan, perizinan dan segala macamnya. Ditahap awal itu rumit, kita experimennya sampai puluhan kali. Sampai di tahap sekarang juga masih banyak tantangan, mulai dari perizinan, kemasan, pemasaran diawal, itu ya banyak orang ragu. Dan aneh, itu tantangan kita meyakinkan pembeli," kata pria kelahiran 1998 itu. 

Seiring berjalannya waktu, produknya mendapatkan respon positif. Bahkan sang owner saat ini sudah memiliki 11 karyawan, dengan produksi sekitar 15 ribu pcs perbulan. Dan sekarang usaha Kerupuk Tuiri ini bisa sampai ke penjuru nasional dan menjadi salah oleh-oleh khas Bengkulu.

Apa tantangan awal yang dihadapi oleh Ahmad Rofiq dalam menjalankan bisnisnya?

Menentukan harga jual

Membuat desain kemasan

Membuat perizinan

Menentukan resep standar

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Muhammad Rofiq Akbar, pemilik usaha Kerupuk Tuiri yang berbahan dasar tulang ikan tenggiri ini, menceritakan awal mulai berbisnis. 

"Kerupuk Tuiri idenya di awal tahun 2018, itu ada kompetisi Business Plan se-Sumatera di Universitas Andalas (Unand) yang berada di Kota Padang, yang tema kompetisinya pemanfaatan limbah yang punya nilai guna. Kami berpikir di Bengkulu ini apa yang banyak dan tidak terpakai, " kata Rofiq, Senin (13/2/2023). 

Setelah mencari referensi untuk kompetisi tersebut, akhirnya ia memilih tulang ikan tenggiri sebagai bahan baku produknya itu. Karena di Bengkulu banyak pengolahan ikan tenggiri untuk pempek, namun tulang ikannya tidak dimanfaatkan dan berakhir menjadi limbah. Berbekal ide yang bagus dan hasil produk yang memuaskan, ide Rofiq berhasil meraih juara 2 di kompetisi tersebut.

Tidak puas dengan pencapaiannya, dirinya mulai melanjutkan bisnis kerupuk tulang ikan tenggiri ini. "Aktif berjualan 2019, perbaikan kemasan, perizinan dan segala macamnya. Ditahap awal itu rumit, kita experimennya sampai puluhan kali. Sampai di tahap sekarang juga masih banyak tantangan, mulai dari perizinan, kemasan, pemasaran diawal, itu ya banyak orang ragu. Dan aneh, itu tantangan kita meyakinkan pembeli," kata pria kelahiran 1998 itu. 

Seiring berjalannya waktu, produknya mendapatkan respon positif. Bahkan sang owner saat ini sudah memiliki 11 karyawan, dengan produksi sekitar 15 ribu pcs perbulan. Dan sekarang usaha Kerupuk Tuiri ini bisa sampai ke penjuru nasional dan menjadi salah oleh-oleh khas Bengkulu.

 “Berbekal ide yang bagus dan hasil produk yang memuaskan, Rofiq berhasil meraih juara 2 di kompetisi tersebut”. Analogi yang sama antara ide dan produk yang sama dengan kalimat di atas adalah

Produk Selai Nanas dari daerah Subang, karena Subang adalah daerah penghasil nanas

Produk Keripik yang berasal dari limbah bonggol nanas yang berasal dari Subang

Produk Keripik Apel Hijau Malang, karena Malang adalah daerah penghasil Apel Hijau

Produk Keripik Pisang Pisang Lampung untuk menghindari limbah dari pisang yang membusuk

5.

MULTIPLE SELECT QUESTION

45 sec • 1 pt

Muhammad Rofiq Akbar, pemilik usaha Kerupuk Tuiri yang berbahan dasar tulang ikan tenggiri ini, menceritakan awal mulai berbisnis. 

"Kerupuk Tuiri idenya di awal tahun 2018, itu ada kompetisi Business Plan se-Sumatera di Universitas Andalas (Unand) yang berada di Kota Padang, yang tema kompetisinya pemanfaatan limbah yang punya nilai guna. Kami berpikir di Bengkulu ini apa yang banyak dan tidak terpakai, " kata Rofiq, Senin (13/2/2023). 

Setelah mencari referensi untuk kompetisi tersebut, akhirnya ia memilih tulang ikan tenggiri sebagai bahan baku produknya itu. Karena di Bengkulu banyak pengolahan ikan tenggiri untuk pempek, namun tulang ikannya tidak dimanfaatkan dan berakhir menjadi limbah. Berbekal ide yang bagus dan hasil produk yang memuaskan, ide Rofiq berhasil meraih juara 2 di kompetisi tersebut.

Tidak puas dengan pencapaiannya, dirinya mulai melanjutkan bisnis kerupuk tulang ikan tenggiri ini. "Aktif berjualan 2019, perbaikan kemasan, perizinan dan segala macamnya. Ditahap awal itu rumit, kita experimennya sampai puluhan kali. Sampai di tahap sekarang juga masih banyak tantangan, mulai dari perizinan, kemasan, pemasaran diawal, itu ya banyak orang ragu. Dan aneh, itu tantangan kita meyakinkan pembeli," kata pria kelahiran 1998 itu. 

Seiring berjalannya waktu, produknya mendapatkan respon positif. Bahkan sang owner saat ini sudah memiliki 11 karyawan, dengan produksi sekitar 15 ribu pcs perbulan. Dan sekarang usaha Kerupuk Tuiri ini bisa sampai ke penjuru nasional dan menjadi salah oleh-oleh khas Bengkulu.

Munculnya ide Ahmad Rofiq untuk membuat produk kerupuk tuiri adalah….

Karena banyaknya produk pempek di Bengkulu

Karena banyak limbah tulang ikan tenggiri di Kota Bengkulu

Karena ada lomba Business Plan yang diadakan Universitas Andalas

Karena kondisi ekonomi keluarga yang lemah

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?