Search Header Logo

PANCASILA DALAM KEHIDUPAN BANGSA

Authored by supartini spd

others

8th Grade

50 Questions

Used 1+ times

PANCASILA DALAM KEHIDUPAN BANGSA
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 2 pts

Pancasila secara formal disahkan sebagai dasar negara pada tanggal?

17 Agustus 1945
22 Juni 1945
18 Agustus 1945
1 Juni 1945

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 2 pts

Sejauh mana perubahan rumusan sila pertama dari Piagam Jakarta ke Pembukaan UUD 1945 dapat dinilai sebagai keputusan yang krusial untuk menjaga stabilitas dan integrasi bangsa?

Cukup relevan, karena perubahan itu sekadar akomodasi terhadap kelompok minoritas, tetapi bukan faktor utama dalam integrasi nasional.
Sangat tidak relevan, karena hal tersebut hanya masalah redaksional dan tidak memengaruhi esensi negara.
Sangat krusial, karena perubahan itu menunjukkan komitmen para pendiri bangsa untuk menempatkan persatuan di atas kepentingan golongan demi mencegah perpecahan pasca kemerdekaan
Kurang krusial, sebab Pancasila akan tetap menjadi dasar negara meskipun rumusan sila pertama tidak diubah.

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 2 pts

Berdasarkan prinsip Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan, bagaimana Anda mengevaluasi keputusan pemimpin yang diambil tanpa melalui proses musyawarah, meskipun keputusan tersebut dianggap efisien?

Keputusan tersebut dapat dibenarkan, karena efisiensi adalah prioritas utama dalam sebuah negara modern.
Keputusan tersebut tidak selaras dengan Pancasila karena mengabaikan esensi musyawarah untuk mufakat yang merupakan pilar demokrasi Pancasila.
Keputusan tersebut dapat diterima asalkan pemimpin yang mengambilnya adalah orang yang bijaksana.
Keputusan itu salah hanya jika berdampak negatif pada sebagian besar masyarakat, jika tidak maka keputusan itu dianggap wajar.

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 2 pts

Sejauh mana Anda menilai bahwa Pancasila sebagai ideologi terbuka mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi digital dan globalisasi tanpa kehilangan jati dirinya?

Sangat tidak mampu, karena nilai-nilai Pancasila bersifat tradisional dan tidak relevan dengan dunia modern.
Cukup mampu, tetapi hanya jika didukung oleh kebijakan pemerintah yang ketat dalam mengontrol informasi dari luar.
Sangat mampu, karena inti nilai Pancasila bersifat universal dan dapat menjadi filter bagi nilai-nilai asing yang masuk melalui globalisasi.
Tidak relevan, karena globalisasi adalah fenomena ekonomi, sementara Pancasila adalah ideologi politik

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 2 pts

Dalam konteks Ketuhanan Yang Maha Esa, bagaimana Anda mengevaluasi keberadaan gerakan radikalisme berlandaskan agama yang mengancam persatuan bangsa?

Gerakan tersebut dapat diterima jika tujuannya adalah untuk menegakkan moralitas, meskipun caranya ekstrem
Gerakan tersebut tidak dapat dinilai karena merupakan bagian dari kebebasan beragama yang dijamin Pancasila.
Gerakan tersebut secara fundamental bertentangan dengan Pancasila karena menyalahartikan sila pertama dan mengabaikan sila-sila lainnya, terutama Persatuan Indonesia.
Gerakan tersebut merupakan konsekuensi alami dari sila pertama yang terlalu fleksibel dan tidak memiliki batasan

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 2 pts

Jika terjadi konflik antara kepentingan individu dan kepentingan umum, bagaimana Anda menilai solusi yang paling sesuai dengan nilai Pancasila?

Solusi terbaik adalah mengutamakan kepentingan individu karena itu adalah hak asasi yang paling fundamental.
Mengutamakan kepentingan umum karena persatuan dan kesejahteraan bersama lebih penting daripada hak pribadi.
Tidak ada solusi yang tepat karena Pancasila tidak mengatur konflik semacam itu.
Menyeimbangkan keduanya dengan mencari jalan tengah yang menguntungkan kedua belah pihak.

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 2 pts

Analisis dan nilai peran Pancasila dalam menghadapi ancaman disintegrasi bangsa yang disebabkan oleh isu SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan).

Pancasila justru menjadi sumber konflik karena tidak secara spesifik menyebutkan semua suku dan agama yang ada di Indonesia.
Pancasila tidak memiliki peran signifikan karena isu SARA adalah masalah sosial yang tidak bisa diselesaikan oleh ideologi.
Pancasila berperan sebagai alat pemersatu karena nilai-nilai universalnya mampu mengakomodasi keberagaman dan menanamkan toleransi antar kelompok.
Peran Pancasila hanya bersifat normatif dan tidak relevan dalam praktik penyelesaian konflik SARA di lapangan.

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?