Search Header Logo

postes

Authored by • arista •

Social Studies

University

Used 2+ times

postes
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

10 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Jelaskan secara komprehensif mengapa jabatan anggota dewan disebut sebagai sebuah kehormatan namun memiliki tanggung jawab yang luar biasa besar, khususnya dalam konteks pengelolaan dana publik.

Karena anggota dewan memiliki kekuasaan untuk menentukan proyek-proyek besar.

Karena anggota dewan mewakili suara rakyat, memperjuangkan aspirasi mereka, dan mengelola amanah pembangunan, serta menghadapi ujian besar dalam pengelolaan dana proyek dan bansos.

Karena anggota dewan mendapatkan gaji dan tunjangan yang besar.

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Mengapa menolak "pelicin" atau komisi dengan tegas sejak awal merupakan langkah penting dalam menjaga integritas, dan bagaimana hal ini berkaitan dengan membangun lingkaran integritas?

Menolak "pelicin" hanya akan menimbulkan masalah.

Menolak "pelicin" sejak awal mencegah terjerumus dalam praktik korupsi, dan membangun lingkaran integritas berarti mengelilingi diri dengan orang-orang yang berani mengingatkan, sehingga saling mendukung dalam menjaga integritas.

Menerima "pelicin" adalah hal yang lumrah dalam politik.

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Analisis bagaimana UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001 dan UU No. 28 Tahun 1999 saling melengkapi dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

UU No. 31/1999 jo. UU No. 20/2001 mendefinisikan jenis pidana korupsi dan sanksinya, sementara UU No. 28/1999 mengatur penyelenggara negara yang bersih dan bebas dari KKN, sehingga keduanya menciptakan kerangka hukum yang komprehensif.

Keduanya hanya mengatur sanksi pidana tanpa menyentuh aspek pencegahan.

UU No. 31/1999 jo. UU No. 20/2001 berfokus pada pencegahan, sedangkan UU No. 28/1999 berfokus pada penindakan.

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Bandingkan dan kontraskan modus operandi "Proyek Fiktif" dengan "Mengurangi Kualitas dan Kuantitas (Sunat Spesifikasi)" dalam korupsi dana proyek pembangunan, serta jelaskan dampak spesifik dari masing-masing modus tersebut.

Proyek fiktif adalah proyek yang tidak pernah ada, sedangkan sunat spesifikasi adalah proyek yang selesai tetapi kualitasnya buruk. Dampak proyek fiktif adalah kerugian total anggaran, sedangkan sunat spesifikasi menghasilkan proyek yang cepat rusak dan tidak sesuai standar.

Keduanya merupakan modus yang sama dengan dampak yang serupa.

Proyek fiktif hanya merugikan negara, sedangkan sunat spesifikasi merugikan masyarakat.

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Uraikan secara detail lima modus jebakan korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) yang disebutkan dalam dokumen, dan berikan contoh konkret bagaimana masing-masing modus dapat terjadi di lapangan.

Hanya ada dua modus korupsi bansos yang disebutkan dalam dokumen.

Modus korupsi bansos hanya terkait dengan penggelembungan anggaran.

Pemotongan Bantuan (misal: bantuan Rp500.000 dipotong menjadi Rp450.000), Penerima Fiktif (memasukkan nama palsu), Mengganti Kualitas Barang (mengganti beras dengan kualitas lebih rendah), Pungutan Liar (meminta "uang terima kasih"), dan Politisasi Bansos (bantuan hanya untuk simpatisan).

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Bagaimana peran media massa sebagai garda depan pengawasan publik dapat terhambat, dan apa implikasi dari pembungkaman media terhadap praktik korupsi, khususnya dalam perspektif UU Pers No. 40 Tahun 1999?

Media terhambat karena kurangnya sumber daya, dan pembungkaman media tidak melanggar UU Pers.

Media terhambat melalui tekanan politik, ancaman hukum, atau "kesepakatan diam", yang melanggar UU Pers No. 40 Tahun 1999 yang menjamin kebebasan pers, sehingga menghambat pengungkapan korupsi.

Media terhambat karena tidak adanya kasus korupsi yang signifikan.

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Evaluasi dampak multidimensional korupsi pada aspek politik, sosial, dan kemanusiaan, serta jelaskan mengapa korupsi dana bansos dianggap sebagai kejahatan kemanusiaan.

Dampak politik adalah hilangnya kepercayaan publik, sosial adalah stigma negatif bagi keluarga, dan kemanusiaan adalah mengkhianati amanah rakyat miskin, karena merampas hak orang yang paling membutuhkan.

Korupsi hanya berdampak pada aspek ekonomi.

Korupsi dana bansos dianggap kejahatan kemanusiaan karena merugikan negara secara finansial.

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?