
Pengelolaan Lab PAI
Authored by Fajar Farhan Hikam
Other
University
Used 2+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
5 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
Sebuah madrasah sedang melaksanakan proyek ilmiah di laboratorium untuk menguji keaslian produk makanan kemasan terkait status kehalalannya (mengandung babi atau tidak). Mereka menggunakan zat kimia tertentu yang, meskipun sangat efektif, tergolong sebagai zat yang najis mughalladhah (najis berat) menurut mazhab Syafi'i. Setelah pengujian selesai, semua peralatan yang terkontaminasi zat tersebut dicuci secara biasa dengan sabun dan air, tanpa mengikuti tata cara pensucian najis mughalladhah.
Dampak penggunaan dan penanganan zat ini terhadap sah-nya pembelajaran fikih dan status kesucian peralatan yang digunakan, serta solusi yang paling tepat ditinjau dari perspektif integrasi ilmu dan syariah adalah …
Pembelajaran fikihnya batal karena melanggar prinsip thaharah, dan semua peralatan menjadi haram digunakan selamanya. Solusi terbaik adalah mengganti semua peralatan dengan yang baru.
Pembelajaran fikihnya sah karena fokusnya adalah hasil ilmiah (kehalalan makanan), namun peralatan tetap dianggap najis. Solusi adalah melakukan sertifikasi halal pada zat non-najis sebagai pengganti.
Pembelajaran fikihnya tidak batal, tetapi peralatan yang digunakan tetap dihukumi najis mughalladhah. Solusi yang paling tepat adalah mensucikan peralatan sesuai syariat, lalu melanjutkan pembelajaran dengan bahan yang suci.
-Pembelajaran fikihnya sah karena najis tersebut hanya terjadi dalam konteks eksperimen ilmiah, yang dikecualikan dalam hukum thaharah. Solusi adalah membersihkan peralatan dengan desinfektan kimia.
Pembelajaran fikihnya tidak sah karena menggunakan zat najis adalah makruh. Solusi adalah menggunakan metode pengujian non-laboratorium yang lebih tradisional dan tanpa zat kimia.
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
Madrasah 'Aliyah Al-Hikmah berencana menggunakan boneka anatomi manusia (manekin) lengkap dengan organ internalnya di laboratorium Biologi untuk membantu memahami materi fikih tentang tata cara memandikan dan mengkafani jenazah (praktek fardhu kifayah). Beberapa guru khawatir karena ada hadis yang melarang membuat patung atau tiruan makhluk hidup yang menyerupai ciptaan Allah.
Jika Anda adalah kepala laboratorium yang bertanggung jawab mengintegrasikan pembelajaran fikih dan sains, tindakan yang paling rasional dan sesuai kaidah ushul fiqh (prinsip-prinsip hukum Islam) untuk mengambil keputusan, dengan mempertimbangkan tujuan pendidikan yang lebih besar (mencapai fardhu kifayah) adalah …
Melarang total penggunaan manekin karena dalil keharaman patung lebih kuat, dan menggantinya dengan ceramah dan gambar 2D, meskipun efektivitas pembelajaran praktik menurun.
Mengizinkan penggunaan manekin tanpa batas karena fungsinya sebagai alat bantu pendidikan dianggap sebagai maslahat dharuriyyah (kebutuhan primer) yang mengesampingkan semua dalil larangan.
Menggunakan manekin tersebut dengan syarat dan pembatasan ketat karena kebutuhan belajar dan latihan dianggap sebagai kebutuhan sekunder yang lebih diutamakan daripada potensi mafsadat (kerusakan) patung, sesuai prinsip dar'ul mafasid muqaddamun 'ala jalbil mashalih.
Menggunakan manekin tersebut hanya jika mendapatkan fatwa resmi dari dewan ulama tertinggi, karena masalah ini tergolong khilafiyyah (perbedaan pendapat) yang tidak bisa diputuskan oleh madrasah.
Mengganti manekin dengan relawan siswa untuk praktik, karena praktik langsung pada manusia hidup lebih sesuai syariat, meskipun dapat menimbulkan rasa canggung dan etika.
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
Dalam praktik tayamum di laboratorium, seorang siswa melakukan tayammum menggunakan debu/tanah yang diletakkan di dalam wadah khusus. Setelah selesai, ia ragu (syak) apakah debu yang ia gunakan itu benar-benar suci atau telah terkontaminasi najis basah dari tetesan air wudhu siswa sebelumnya. Sebagai guru fikih, Anda mengetahui bahwa tidak ada tanda-tanda najis yang terlihat jelas ('ainun najasah) pada debu tersebut.
Jika ia ragu, manakah prinsip fikih yang harus diterapkan untuk menentukan hukum kesucian debu dalam konteks pembelajaran di laboratorium, dan bagaimana implikasinya terhadap praktik tayamum siswa tersebut adalah …
Ia wajib mengulangi tayamum karena keraguan terhadap kesucian debu otomatis membatalkan tayamum. Prinsip yang berlaku adalah menghindari syubhat (perkara samar).
Ia harus mencari debu baru dan mengulangi tayamum, tetapi tayamum yang pertama tetap sah karena keraguan setelah selesai ibadah tidak membatalkan.
Ia harus mencari bukti fisik (menguji di bawah mikroskop) untuk menentukan ada atau tidaknya najis. Prinsip yang berlaku adalah Al-Yaqīnu Lā Yuzālu bi Asy-Syakki (Keyakinan tidak dapat dihilangkan dengan keraguan).
Kesucian debu tersebut tetap dihukumi suci berdasarkan kaidah "Pada dasarnya segala sesuatu dihukumi suci hingga ada bukti nyata yang meyakinkan akan kenajisannya, sehingga tayamumnya dianggap sah, kecuali jika ia melihat najis dengan mata kepalanya sendiri.
Ia harus meninggalkan praktik tayamum di laboratorium sama sekali dan hanya mempelajarinya secara teori, karena lingkungan laboratorium rentan terhadap keraguan (syak) dan najis, yang dapat merusak kualitas ibadah.
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
Seorang siswa di 'Laboratorium Arsip SKI' sedang meneliti proses Islamisasi di Nusantara. Ia menemukan dua sumber utama mengenai masuknya Islam di Jawa Timur:
Sumber A (Naskah Hikayat Lokal): Menekankan peran supernatural para wali dan proses Islamisasi yang berjalan cepat, tanpa konflik berarti.
Sumber B (Catatan Pedagang Asing dari Tiongkok): Memberikan data tahun dan jumlah komunitas Muslim di pelabuhan-pelabuhan tertentu, serta mencatat adanya ketegangan ekonomi dengan elit lokal.
Analisis yang paling akurat untuk menyimpulkan bagaimana kedua sumber ini harus digunakan secara terintegrasi dalam penelitian ilmiah tentang Islamisasi Jawa adalah …
Sumber A harus dijadikan sumber utama karena mencerminkan pandangan masyarakat lokal, sementara Sumber
diabaikan karena berasal dari pihak luar. B. Sumber B lebih unggul dan harus dijadikan sumber tunggal karena data kuantitatif lebih terpercaya daripada narasi hikayat.
Siswa harus menganalisis Sumber B untuk membangun kerangka Islamisasi, kemudian menggunakan Sumber A untuk memahami dimensi motivasi spiritual dan penerimaan budaya.
Kedua sumber tersebut tidak dapat digunakan bersamaan karena Sumber A bersifat mitologis dan Sumber B bersifat empiris, sehingga bertentangan.
Mengambil data tahun dari Sumber B dan mencampurnya langsung dengan cerita-cerita karomah dari Sumber A untuk menciptakan narasi yang menarik.
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
Tim peneliti SKI di laboratorium sedang mendigitalisasi manuskrip langka berjudul Kitab Tuhfat al-Nafis yang berisi catatan sejarah Melayu Riau. Manuskrip ini sangat rentan terhadap cahaya dan sentuhan. Tim harus memilih prosedur digitalisasi yang paling optimal.
Analisis yang tepat terhadap tanggung jawab pelestarian dan integritas akademik adalah …
Menggunakan kamera smartphone biasa untuk mengambil foto cepat dari setiap halaman agar proses digitalisasi selesai secepat mungkin.
Memindai naskah menggunakan scanner datar berkecepatan tinggi, tetapi membatasi resolusi gambar untuk menghemat ruang penyimpanan.
Mendigitalisasi naskah menggunakan peralatan untuk menghindari kerusakan, kemudian membuat versi resolusi tinggi dan versi resolusi rendah.
Memfotokopi naskah ke kertas dan kemudian mendigitalisasi hasil fotokopi tersebut, karena ini lebih murah dan mudah.
Mendigitalkan naskah hanya pada bagian yang dianggap paling penting untuk penelitian SKI saat ini, dan meninggalkan bagian lainnya.
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?
Similar Resources on Wayground
10 questions
Quiz Hukum Perkara Perdata
Quiz
•
KG - Professional Dev...
10 questions
CALCITONIN (MUSCULOSKELETAL)
Quiz
•
University
10 questions
Kuis Kurikulum Pembelajaran
Quiz
•
University
10 questions
Mine Talks #1
Quiz
•
University
10 questions
Menopo panjenengan mangertos babagan LPS?
Quiz
•
University
10 questions
Quiz 1 Manajemen Organisasi dan Kemitraan
Quiz
•
University
10 questions
Data Kualitatif
Quiz
•
University
10 questions
FAAL KERJA DAN ERGONOMI
Quiz
•
University
Popular Resources on Wayground
15 questions
Fractions on a Number Line
Quiz
•
3rd Grade
10 questions
Probability Practice
Quiz
•
4th Grade
15 questions
Probability on Number LIne
Quiz
•
4th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
25 questions
Multiplication Facts
Quiz
•
5th Grade
22 questions
fractions
Quiz
•
3rd Grade
6 questions
Appropriate Chromebook Usage
Lesson
•
7th Grade
10 questions
Greek Bases tele and phon
Quiz
•
6th - 8th Grade
Discover more resources for Other
12 questions
IREAD Week 4 - Review
Quiz
•
3rd Grade - University
20 questions
Endocrine System
Quiz
•
University
7 questions
Renewable and Nonrenewable Resources
Interactive video
•
4th Grade - University
30 questions
W25: PSYCH 250 - Exam 2 Practice
Quiz
•
University
5 questions
Inherited and Acquired Traits of Animals
Interactive video
•
4th Grade - University
20 questions
Implicit vs. Explicit
Quiz
•
6th Grade - University
7 questions
Comparing Fractions
Interactive video
•
1st Grade - University
38 questions
Unit 8 Review - Absolutism & Revolution
Quiz
•
10th Grade - University