Search Header Logo

Latihan Soal 4

Authored by ROSI NOVIJAYANTI

World Languages

12th Grade

Used 3+ times

Latihan Soal 4
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

10 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins • 5 pts

Cara Membuat Paspor untuk Pertama Kali

1.       Persiapkan persyaratan yang dibutuhkan Sebelum membuat paspor, pastikan sobat Karyo telah mempersiapkan semua persyaratan yang dibutuhkan. Persyaratan umum termasuk kartu identitas, seperti KTP atau kartu keluarga, serta akta kelahiran/ buku nikah/ijazah. Selain itu, Anda juga

2.       Melakukan pendaftaran melalui aplikasi M-Paspor Salah satu langkah dalam membuat paspor adalah dengan mendaftar melalui aplikasi M-Paspor. Aplikasi ini memungkinkan Anda untuk mengisi formulir aplikasi secara online dan mengunggah dokumen persyaratan langsung dari ponsel. Dengan aplikasi m-paspor, pemohon paspor dapat dengan mudah menentukan waktu dan tempat pengajuan permohonan paspor. Setelah mengunduh aplikasi m-paspor, lakukan pendaftaran akun pada aplikasi untuk membuat janji temu untuk mengambil sidik jari, foto, dan wawancara. Cara membuat paspor selanjutnya adalah pastikan untuk memeriksa apakah negara tujuan Anda menerima paspor elektronik sebelum menggunakan aplikasi ini.

3.       Isi formulir aplikasi dengan benar Pemohon paspor diwajibkan untuk mengisi formulir aplikasi dengan benar. Pastikan sobat Karyo memberikan informasi yang akurat dan sesuai dengan dokumen identitas. Jangan lupa untuk memeriksa kembali formulir sebelum mengirimkannya untuk menghindari kesalahan yang dapat memperlambat proses pengajuan paspor. Jika Anda tidak yakin tentang bagaimana mengisi formulir, jangan ragu untuk mencari bantuan dari petugas imigrasi atau sumber informasi resmi lainnya.

4.       Bayar biaya aplikasi dan pengiriman Setelah mengisi formulir aplikasi dengan benar, langkah selanjutnya adalah membayar biaya permohonan paspor. Pastikan sobat karyo membayar biaya yang sesuai dengan jenis paspor yang 12 diajukan dengan menggunakan metode pembayaran yang tersedia. Pilihan mode pembayaran cukup beragam, mulai dari transfer bank, aplikasi mobile banking, transfer melalui teller di bank, e-commerce seperti Tokopedia maupun Bukalapak, hingga Indomaret dan Kantor Pos. Jangan lupa untuk menyimpan bukti pembayaran sebagai bukti bahwa Anda telah membayar biaya permohonan paspor.

5.       Tunggu paspor Anda selesai diproses. Setelah mengajukan pendaftaran melalui aplikasi dan membayar biaya paspor, sobat Karyo langsung datang ke kantor imigrasi dengan membawa persyaratan untuk melakukan proses pemeriksaan berkas, pengambilan foto dan biometrik, serta wawancara sesuai dengan jadwal yang telah dipilih. Paspor akan selesai 4 hari kerja setelah permohonan dan berkas persyaratan dinyatakan lengkap. Jangan lupa untuk membawa dokumen yang diperlukan saat Anda mengambil paspor Anda, seperti bukti identitas dan bukti pembayaran.

(Sumber: https://jogja.imigrasi.go.id/cara-membuat-paspor untuk-pertama-kali-tips-dan-trik/

Langkah yang dilakukan pemohon setelah mengisi formulir aplikasi paspor adalah ….

Membayar biaya permohonan paspor

Melakukan wawancara dan pengembalian foto di kantor imigrasi

Memeriksa persyaratan dokumen yang diperlukan

Memastikan jadwal wawancara di kantor imigrasi

Mengunggah dokumen persyaratan pada aplikasi m-paspor

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins • 5 pts

Cara Membuat Paspor untuk Pertama Kali

1.       Persiapkan persyaratan yang dibutuhkan Sebelum membuat paspor, pastikan sobat Karyo telah mempersiapkan semua persyaratan yang dibutuhkan. Persyaratan umum termasuk kartu identitas, seperti KTP atau kartu keluarga, serta akta kelahiran/ buku nikah/ijazah. Selain itu, Anda juga

2.       Melakukan pendaftaran melalui aplikasi M-Paspor Salah satu langkah dalam membuat paspor adalah dengan mendaftar melalui aplikasi M-Paspor. Aplikasi ini memungkinkan Anda untuk mengisi formulir aplikasi secara online dan mengunggah dokumen persyaratan langsung dari ponsel. Dengan aplikasi m-paspor, pemohon paspor dapat dengan mudah menentukan waktu dan tempat pengajuan permohonan paspor. Setelah mengunduh aplikasi m-paspor, lakukan pendaftaran akun pada aplikasi untuk membuat janji temu untuk mengambil sidik jari, foto, dan wawancara. Cara membuat paspor selanjutnya adalah pastikan untuk memeriksa apakah negara tujuan Anda menerima paspor elektronik sebelum menggunakan aplikasi ini.

3.       Isi formulir aplikasi dengan benar Pemohon paspor diwajibkan untuk mengisi formulir aplikasi dengan benar. Pastikan sobat Karyo memberikan informasi yang akurat dan sesuai dengan dokumen identitas. Jangan lupa untuk memeriksa kembali formulir sebelum mengirimkannya untuk menghindari kesalahan yang dapat memperlambat proses pengajuan paspor. Jika Anda tidak yakin tentang bagaimana mengisi formulir, jangan ragu untuk mencari bantuan dari petugas imigrasi atau sumber informasi resmi lainnya.

4.       Bayar biaya aplikasi dan pengiriman Setelah mengisi formulir aplikasi dengan benar, langkah selanjutnya adalah membayar biaya permohonan paspor. Pastikan sobat karyo membayar biaya yang sesuai dengan jenis paspor yang 12 diajukan dengan menggunakan metode pembayaran yang tersedia. Pilihan mode pembayaran cukup beragam, mulai dari transfer bank, aplikasi mobile banking, transfer melalui teller di bank, e-commerce seperti Tokopedia maupun Bukalapak, hingga Indomaret dan Kantor Pos. Jangan lupa untuk menyimpan bukti pembayaran sebagai bukti bahwa Anda telah membayar biaya permohonan paspor.

5.       Tunggu paspor Anda selesai diproses. Setelah mengajukan pendaftaran melalui aplikasi dan membayar biaya paspor, sobat Karyo langsung datang ke kantor imigrasi dengan membawa persyaratan untuk melakukan proses pemeriksaan berkas, pengambilan foto dan biometrik, serta wawancara sesuai dengan jadwal yang telah dipilih. Paspor akan selesai 4 hari kerja setelah permohonan dan berkas persyaratan dinyatakan lengkap. Jangan lupa untuk membawa dokumen yang diperlukan saat Anda mengambil paspor Anda, seperti bukti identitas dan bukti pembayaran.

(Sumber: https://jogja.imigrasi.go.id/cara-membuat-paspor untuk-pertama-kali-tips-dan-trik/

Apa yang harus dipersiapkan oleh pemohon paspor jika ingin bekerja di luar negeri?

Dokumen identitas dan surat rekomendasi dari perusahaan

Akta kelahiran dan dokumen perjalanan tambahan

Rekomendasi dari Dinas Tenaga Kerja

Surat izin dari kedutaan negara tujuan

Dokumen tambahan untuk pembuatan paspor elektronik

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins • 5 pts

Permainan di Balik Meja

Tikus-tikus berlari, tak kenal lelah,

Berkeliaran di kantor,penuh dengan dusta.

Berdasi dan licik, tak peduli harga diri,

Menunggu celah untuk kembali beraksi. Kucing datang, wajahnya berubah,

Mengganti sikap, pura-pura tak tahu arah.

Tikus menghilang, cerdik bersembunyi,

 Tak ada yang tahu siapa yang berpura-pura mati.

Rakus, selalu tak kenal puas,

Mereka menari di atas kerja yang tak adil.

Di balik meja mereka bersembunyi,

Menunggu saat, mengincar yang tak terlihat.

Namun, permainan ini berputar kembali,

Kucing yang lapar, tapi tikus tak akan berhenti.

Akhirnya, siapa yang tertawa terakhir?

Atau hanya silih berganti, selamanya terperangkap dalam kebohongan yang sama?

Pesan moral yang ingin disampaikan dalam puisi di atas adalah …..

Kejahatan akan selalu ada dalam kehidupan

Keadilan membutuhkan pengawasan ketat

Korupsi adalah lingkaran setan yang sulit diputus

Keserakahan hanya akan membawa kehancuran

Kebenaran selalu menang pada akhirnya

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins • 5 pts

Permainan di Balik Meja

Tikus-tikus berlari, tak kenal lelah,

Berkeliaran di kantor,penuh dengan dusta.

Berdasi dan licik, tak peduli harga diri,

Menunggu celah untuk kembali beraksi. Kucing datang, wajahnya berubah,

Mengganti sikap, pura-pura tak tahu arah.

Tikus menghilang, cerdik bersembunyi,

 Tak ada yang tahu siapa yang berpura-pura mati.

Rakus, selalu tak kenal puas,

Mereka menari di atas kerja yang tak adil.

Di balik meja mereka bersembunyi,

Menunggu saat, mengincar yang tak terlihat.

Namun, permainan ini berputar kembali,

Kucing yang lapar, tapi tikus tak akan berhenti.

Akhirnya, siapa yang tertawa terakhir?

Atau hanya silih berganti, selamanya terperangkap dalam kebohongan yang sama?

Simbolisme dari kata “meja” yang terdapat dalam puisi di atas adalah …..

Lingkaran permainan

Keadilan

Tempat persembunyian

Sumber masalah

Kekuasaan

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins • 5 pts

Permainan di Balik Meja

Tikus-tikus berlari, tak kenal lelah,

Berkeliaran di kantor,penuh dengan dusta.

Berdasi dan licik, tak peduli harga diri,

Menunggu celah untuk kembali beraksi. Kucing datang, wajahnya berubah,

Mengganti sikap, pura-pura tak tahu arah.

Tikus menghilang, cerdik bersembunyi,

 Tak ada yang tahu siapa yang berpura-pura mati.

Rakus, selalu tak kenal puas,

Mereka menari di atas kerja yang tak adil.

Di balik meja mereka bersembunyi,

Menunggu saat, mengincar yang tak terlihat.

Namun, permainan ini berputar kembali,

Kucing yang lapar, tapi tikus tak akan berhenti.

Akhirnya, siapa yang tertawa terakhir?

Atau hanya silih berganti, selamanya terperangkap dalam kebohongan yang sama?

Sifat utama “tikus” yang digambarkan dalam puisi di atas adalah…..

Lincah namun tidak berbahaya

Tenang namun berhati-hati

Lemah dan mudah menyerah

Pandai berwawasan

Licik dan serakah

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins • 5 pts

Prang! Prang! Bia kembali menerbangkan gelas ke kanan dan ke kiri dinding hingga pecah. Gadis tak waras itu selalu melakukan hal tersebut ketika tengah mengamuk. Gadis yang baru beberapa waktu lalu menginjakkan kaki di rumah ini selalu saja membuat hatiku dongkol karena keadaannya yang tiba-tiba menjadi manusia tidak normal pikirannya. “Kak Oza jahat! Kak Oza jahaaat! Kak Oza jahaaaaat!” Ia juga selalu berkata demikian saat menjalankan kebiasaan barunya itu. Aku yang geram mendengarnya langsung menghentikan aktivitas dan ke luar kamar untuk melihatnya. Plak! Tangan ini melayang ke pipi kanannya yang mulus dengan kencang. Hal tersebut selalu kulakukan dengan tujuan untuk menenangkannya. “Oza cukup! Sudah, jangan melakukan hal ini lagi pada Bia!” Ibu berkata sambil berlari kecil menghampirinya, memeluk tubuhnya yang mungil, lalu mengelus pipinya yang sudah terlukis merah kelima jari tanganku. “Dia sudah tak waras, Bu. Tidak seharusnya dia tinggal di sini. Lama-lama semua barang yang ada akan habis karena dia.” Aku menjawab dengan kesal sembari menunjuknya. Ia yang ditunjuk seperti itu hanya menatapku takut. “Bagaimana pun keadaannya ia akan tetap tinggal di sini dan menjadi adik kamu.” “Tapi, sampai kapan pun aku tak mau punya adik seperti dia, ditambah dengan keadaan yang tak waras.” Kataku meninggalkan ibu yang sedang memeluk Bia kembali menuju kamar. “OZA!” Teriak ibu kesal karena mendengarku berkata demikian. Namun, aku tetap berjalan tanpa mengindahkannya. Enam bulan lalu, gadis yang lima tahun lebih muda dariku tersebut datang ke rumah bersama ayahnya untuk menjadi adik dari ayah baruku. Ibu menikah lagi dengan pria beranak satu itu setelah sekian lama sendiri karena ditinggal ayah untuk selama-lamanya. Setelah beberapa hari menjadi anggota keluarga ini, gadis berambut panjang tersebut berhasil merebut hati ibu. Membuat wanita yang berhati malaikat itu lebih menyayanginya dibanding aku, anak kandungnya. Namun, aku tidak terlalu mempermasalahkan. Yang menjadi masalah sekarang adalah mengapa pikirannya bergeser seperti itu? “Na na na na na..” Aku menghentikan jalan ketika melintas di kamar Bia dan mendengarnya bernyanyi. Kubuka pintu kamarnya sedikit. Terlihat ia sedang mencoret-coret dinding bercat putih ruangan tersebut dengan spidol. “Dasar tak waras!” Aku menggumam sambil menutup kembali pintu kamarnya. Kemudian, melanjutkan langkah menuju kamarku untuk beristirahat karena lelah sehari beraktivitas. Baru saja tubuh ini berbaring di kasur, lagi lagi Bia mengamuk. Ia kembali memecahkan sesuatu. Tak tahu apa. Yang jelas benda dan bisa pecah. Lalu, dengan berat hati aku membangunkan diri menuju di mana ia berada. “Kau gila! Cermin ini bisa melukai dirimu. Lepaskan!” Aku mencoba mengambil pecahan cermin tersebut dari tangannya, namun pegangannya kencang sekali. “Bia lepaskan!” Aku berkata sambil membelalakan mata padanya. Tapi, tetap tidak dilepaskan. “BIA!” Plak! Plak! Aku kembali melakukan hal tak terpuji pada dirinya. Biasanya ia tenang setelah mendapat itu dariku, tapi kali ini tidak meski sudah di kedua pipinya. “Aaaaa.. Kak Oza jahaaat! Kak Oza jahaaaaat!” Bia meronta. Aku menambah kencang pegangan tanganku pada tangannya. Namun, semakin kencang peganganku semakin pula ia meronta hingga aku tak bisa mengendalikannya. Sampai akhirnya peganganku terlepas setelah pecahan cermin yang sedang ia pegang digoreskan pada pergelangan tanganku. “Bia kau gila!” Aku mendorongnya hingga jatuh ke lantai. “IBU, BIA, BU.” Aku berteriak memanggilnya yang entah di mana. Namun, tidak sampai semenit wanita yang kini beranak dua itu datang. “Oza, apa yang kamu lakukan? Ibu sudah bilang sama kamu untuk tidak melakukan ini lagi.” Ibu meninggikan suaranya ketika berkata demikian. “Aku melakukan itu karena dia sudah terlalu, Bu. Lihat, tanganku menjadi seperti ini karena dia!” Aku berkata sambil menunjukkan goresan bercampur darah di pergelangan tanganku. “Sudah seharusnya dia dibawa ke rumah sakit, Bu.” Kataku kemudian. “Tidak, Oza. Bia akan tetap tinggal di sini walau bagaimana pun.” Ibu mendekapnya yang sudah sedikit tenang. “Mau sampai kapan ia seperti ini terus? Sampai semua barang yang ada habis? Sampai ia melukai orang lain lagi? Iya Bu? Bu, ia akan lebih parah jika tidak ditangani. Ibu mau Bia seperti itu?” Ibu hanya diam mendengarnya. Ibu melepas pelukannya dari tubuh Bia secara perlahan kemudian memandangnya dengan sedih. “Maafkan ibu sayang.” Ibu berkata sambil membelai wajahnya. Lalu, melihat ke arahku seraya menganggukkan kepala sebagai tanda bahwa setuju jika Bia dibawa ke rumah sakit untuk ditangani. Aku tersenyum kecil ketika mengetahui itu. Akhirnya rumah akan menjadi tenang karena tidak ada lagi yang memecahkan barang-barang. (Sumber: https://jejakpublisher.com/2017/04/15/kata sayang-di-dinding/)

Karakter Oza digambarkan memiliki hubungan yang kompleks dengan Bia. Sebenarnya alasan utama Oza memiliki kebencian terhadap Bia adalah …..

Bia sering mengamuk dan merusak barang-barang di rumah

Bia lebih disayang oleh ibu Oza dibandingkan dirinya

Oza tidak menyukai perubahan yang dibawa oleh ayah tirinya

Bia melukai Oza menggunakan pecahan cermin

Oza merasa terganggu dengan keberadaan Bia sebagai orang yang dianggap “tak waras”

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins • 5 pts

Prang! Prang! Bia kembali menerbangkan gelas ke kanan dan ke kiri dinding hingga pecah. Gadis tak waras itu selalu melakukan hal tersebut ketika tengah mengamuk. Gadis yang baru beberapa waktu lalu menginjakkan kaki di rumah ini selalu saja membuat hatiku dongkol karena keadaannya yang tiba-tiba menjadi manusia tidak normal pikirannya. “Kak Oza jahat! Kak Oza jahaaat! Kak Oza jahaaaaat!” Ia juga selalu berkata demikian saat menjalankan kebiasaan barunya itu. Aku yang geram mendengarnya langsung menghentikan aktivitas dan ke luar kamar untuk melihatnya. Plak! Tangan ini melayang ke pipi kanannya yang mulus dengan kencang. Hal tersebut selalu kulakukan dengan tujuan untuk menenangkannya. “Oza cukup! Sudah, jangan melakukan hal ini lagi pada Bia!” Ibu berkata sambil berlari kecil menghampirinya, memeluk tubuhnya yang mungil, lalu mengelus pipinya yang sudah terlukis merah kelima jari tanganku. “Dia sudah tak waras, Bu. Tidak seharusnya dia tinggal di sini. Lama-lama semua barang yang ada akan habis karena dia.” Aku menjawab dengan kesal sembari menunjuknya. Ia yang ditunjuk seperti itu hanya menatapku takut. “Bagaimana pun keadaannya ia akan tetap tinggal di sini dan menjadi adik kamu.” “Tapi, sampai kapan pun aku tak mau punya adik seperti dia, ditambah dengan keadaan yang tak waras.” Kataku meninggalkan ibu yang sedang memeluk Bia kembali menuju kamar. “OZA!” Teriak ibu kesal karena mendengarku berkata demikian. Namun, aku tetap berjalan tanpa mengindahkannya. Enam bulan lalu, gadis yang lima tahun lebih muda dariku tersebut datang ke rumah bersama ayahnya untuk menjadi adik dari ayah baruku. Ibu menikah lagi dengan pria beranak satu itu setelah sekian lama sendiri karena ditinggal ayah untuk selama-lamanya. Setelah beberapa hari menjadi anggota keluarga ini, gadis berambut panjang tersebut berhasil merebut hati ibu. Membuat wanita yang berhati malaikat itu lebih menyayanginya dibanding aku, anak kandungnya. Namun, aku tidak terlalu mempermasalahkan. Yang menjadi masalah sekarang adalah mengapa pikirannya bergeser seperti itu? “Na na na na na..” Aku menghentikan jalan ketika melintas di kamar Bia dan mendengarnya bernyanyi. Kubuka pintu kamarnya sedikit. Terlihat ia sedang mencoret-coret dinding bercat putih ruangan tersebut dengan spidol. “Dasar tak waras!” Aku menggumam sambil menutup kembali pintu kamarnya. Kemudian, melanjutkan langkah menuju kamarku untuk beristirahat karena lelah sehari beraktivitas. Baru saja tubuh ini berbaring di kasur, lagi lagi Bia mengamuk. Ia kembali memecahkan sesuatu. Tak tahu apa. Yang jelas benda dan bisa pecah. Lalu, dengan berat hati aku membangunkan diri menuju di mana ia berada. “Kau gila! Cermin ini bisa melukai dirimu. Lepaskan!” Aku mencoba mengambil pecahan cermin tersebut dari tangannya, namun pegangannya kencang sekali. “Bia lepaskan!” Aku berkata sambil membelalakan mata padanya. Tapi, tetap tidak dilepaskan. “BIA!” Plak! Plak! Aku kembali melakukan hal tak terpuji pada dirinya. Biasanya ia tenang setelah mendapat itu dariku, tapi kali ini tidak meski sudah di kedua pipinya. “Aaaaa.. Kak Oza jahaaat! Kak Oza jahaaaaat!” Bia meronta. Aku menambah kencang pegangan tanganku pada tangannya. Namun, semakin kencang peganganku semakin pula ia meronta hingga aku tak bisa mengendalikannya. Sampai akhirnya peganganku terlepas setelah pecahan cermin yang sedang ia pegang digoreskan pada pergelangan tanganku. “Bia kau gila!” Aku mendorongnya hingga jatuh ke lantai. “IBU, BIA, BU.” Aku berteriak memanggilnya yang entah di mana. Namun, tidak sampai semenit wanita yang kini beranak dua itu datang. “Oza, apa yang kamu lakukan? Ibu sudah bilang sama kamu untuk tidak melakukan ini lagi.” Ibu meninggikan suaranya ketika berkata demikian. “Aku melakukan itu karena dia sudah terlalu, Bu. Lihat, tanganku menjadi seperti ini karena dia!” Aku berkata sambil menunjukkan goresan bercampur darah di pergelangan tanganku. “Sudah seharusnya dia dibawa ke rumah sakit, Bu.” Kataku kemudian. “Tidak, Oza. Bia akan tetap tinggal di sini walau bagaimana pun.” Ibu mendekapnya yang sudah sedikit tenang. “Mau sampai kapan ia seperti ini terus? Sampai semua barang yang ada habis? Sampai ia melukai orang lain lagi? Iya Bu? Bu, ia akan lebih parah jika tidak ditangani. Ibu mau Bia seperti itu?” Ibu hanya diam mendengarnya. Ibu melepas pelukannya dari tubuh Bia secara perlahan kemudian memandangnya dengan sedih. “Maafkan ibu sayang.” Ibu berkata sambil membelai wajahnya. Lalu, melihat ke arahku seraya menganggukkan kepala sebagai tanda bahwa setuju jika Bia dibawa ke rumah sakit untuk ditangani. Aku tersenyum kecil ketika mengetahui itu. Akhirnya rumah akan menjadi tenang karena tidak ada lagi yang memecahkan barang-barang. (Sumber: https://jejakpublisher.com/2017/04/15/kata sayang-di-dinding/)

Maksud dari simbolisme “pecahan cermin” dalam konflik antara Oza dan Bia adalah …..

Pecahan cermin melambangkan bahaya fisik yang dibawa Bia ke keluarga

Pecahan cermin menggambarkan ketidakstabilan emosi Bia

Pecahan cermin merepresentasikan hubungan keluarga yang telah retak

Pecahan cermin adalah pengingat bahwa Bia butuh bantuan medis

Pecahan cermin melambangkan kebencian Oza yang mendalam terhadap Bia

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?