Metode Penerjemahan (AR.1)

Metode Penerjemahan (AR.1)

University

6 Qs

quiz-placeholder

Similar activities

Ujian Formatif 1

Ujian Formatif 1

1st Grade - Professional Development

10 Qs

Kuis 1 : Materi "Menulis Paragraf/ Karangan" PGMI UIN '20

Kuis 1 : Materi "Menulis Paragraf/ Karangan" PGMI UIN '20

University

10 Qs

Artikel Ilmiah

Artikel Ilmiah

University

10 Qs

PEMILIHAN KATA

PEMILIHAN KATA

University

10 Qs

KOIN PEKAN 9 BINREG 20

KOIN PEKAN 9 BINREG 20

University

10 Qs

KOIN PEKAN 1 PERIODE 1

KOIN PEKAN 1 PERIODE 1

University

10 Qs

Normas APA

Normas APA

University

10 Qs

PENGENALAN PEMBANGUNAN INSAN

PENGENALAN PEMBANGUNAN INSAN

University

10 Qs

Metode Penerjemahan (AR.1)

Metode Penerjemahan (AR.1)

Assessment

Quiz

World Languages

University

Practice Problem

Easy

Created by

Awal Wahyudi

Used 1+ times

FREE Resource

AI

Enhance your content in a minute

Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...

6 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

45 sec • 15 pts

Bagaimana Anda merencanakan program pembelajaran penerjemahan yang efektif untuk meningkatkan pemahaman literal dan apresiatif siswa terhadap teks sumber?

Hanya dengan memberikan latihan menulis tanpa membaca teks sumber.

Dengan mengintegrasikan latihan membaca berbagai ragam teks sumber dan latihan menulis terjemahan, serta memberikan motivasi dan apresiasi terhadap pemahaman literal dan apresiatif.

Dengan membiarkan siswa menerjemahkan tanpa bimbingan.

Dengan hanya fokus pada teori penerjemahan tanpa praktik.

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

45 sec • 15 pts

Jika Anda diminta membandingkan berbagai metode penerjemahan, langkah-langkah strategis apa yang akan Anda lakukan untuk menilai kelebihan dan keterbatasan masing-masing metode secara kritis?

Membandingkan metode hanya berdasarkan popularitasnya.

Mengidentifikasi ciri khas, kelebihan, dan keterbatasan setiap metode, lalu menganalisisnya secara kritis berdasarkan kebutuhan dan konteks penerjemahan.

Mengabaikan kelebihan dan hanya fokus pada kekurangan metode.

Menilai metode berdasarkan pengalaman pribadi saja tanpa analisis.

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

45 sec • 15 pts

Jelaskan mengapa seorang penerjemah harus memiliki metode penerjemahan yang jelas dan bagaimana perencanaan tersebut mempengaruhi hasil terjemahan, terutama saat menerjemahkan teks untuk anak-anak.

Karena metode yang jelas membantu penerjemah merencanakan apakah istilah sulit akan dihilangkan atau tidak, sehingga dapat menyesuaikan dengan kebutuhan pembaca sasaran.

Karena metode yang jelas hanya diperlukan untuk menerjemahkan teks ilmiah saja.

Karena tanpa metode, penerjemah dapat menerjemahkan secara bebas tanpa memperhatikan pembaca.

Karena metode hanya berfungsi untuk mempercepat proses penerjemahan tanpa mempertimbangkan isi.

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

45 sec • 20 pts

Analisislah bagaimana definisi terjemahan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Ernst dan Gutt (1998) saling melengkapi dalam memahami proses penerjemahan.

KBBI menekankan pada proses memindahkan bahasa, sedangkan Gutt menyoroti penyampaian ulang pesan dalam bahasa lain, sehingga keduanya menegaskan bahwa penerjemahan adalah proses transfer makna dan pesan.

KBBI hanya membahas penerjemahan lisan, sedangkan Gutt membahas penerjemahan tulisan.

KBBI dan Gutt memiliki definisi yang bertentangan tentang penerjemahan.

KBBI lebih fokus pada hasil terjemahan, sedangkan Gutt hanya pada prosesnya.

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

45 sec • 20 pts

Bandingkan metode penerjemahan literal dengan metode penerjemahan kata-per-kata dalam hal penanganan istilah budaya, dan jelaskan ideologi yang mendasari metode literal.

Metode literal tetap mempertahankan istilah budaya secara langsung dan didasari oleh ideologi foreignisasi.

Metode literal selalu mengadaptasi istilah budaya ke dalam budaya sasaran dan didasari oleh ideologi domestikasi.

Metode literal mengabaikan istilah budaya dan menggantinya dengan istilah modern.

Metode literal hanya digunakan untuk puisi dan sastra klasik.

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

45 sec • 15 pts

Evaluasilah kapan strategi cultural equivalent lebih efektif digunakan dibandingkan strategi descriptive equivalent dalam proses penerjemahan, dan berikan contoh penerapannya.

Cultural equivalent lebih efektif jika istilah memiliki fungsi dan makna setara dalam budaya sasaran, misalnya penerjemahan nama makanan khas.

Descriptive equivalent lebih efektif untuk istilah yang sudah umum dikenal.

Cultural equivalent digunakan untuk istilah teknis tanpa padanan.

Descriptive equivalent digunakan untuk idiom yang sudah ada padanannya.

Discover more resources for World Languages