Search Header Logo

Simulasi TKA B.Indonesia Kelas 9 (V)

Authored by Yunia Pertiwi

World Languages

6th - 8th Grade

Used 2+ times

Simulasi TKA B.Indonesia Kelas 9 (V)
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

5 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

15 mins • 1 pt

Seto Mulyadi atau biasa dikenal sebagai kak Seto lahir di Klaten, 28 Agustus1951. Kak Seto adalah psikolog anak dan pembawa acara televisi untuk anak-anak bersama dengan Henny Purwonegoro. Ia juga menjabat Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak. Berawal dari kematian adiknya saat berumur tiga tahun akibat penyakit campak membuat Seto mulai menekuni dunia anak. Berbagai pengalaman pernah dirasakan, yaitu menjadi pengaduk semen, tukang batu, dan tukang parkir pada saat mulai di Jakarta.

Hal yang patut diteladani pada tokoh tersebut adalah...

Penyayang terhadap sesama

Bekerja keras dalam kehidupannya

Siap prihatin dalam mebawakan acara

Menjadi ketua Komite Perlindungan Anak

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

15 mins • 1 pt

Kondisi ekomoni yang sangat sulit memaksa N Wayan Mertayani harus bekerja di usianya yang masih 14 tahun. Pagi hari, dia pergi ke sekolah di SMPN 2 Abang, Bali, kemudian dia membantu ibunya berjualan. Setelah itu, Mertayani mencari barang rongsokan di pinggir pantai. Hal itu dilakukannya sejak ayahnya meninggal. Ia rajin dan tidak mudah putus asa. Semua pekerjaan ia lakukan dengan senang hati. Ketika mencari barang rongsokan, Mertayani meminjam kamera foto milik Mrs. Dolly Amarhoseija, seorang wisatawan yang dikenalnya. Kemudian, dia membuat 15 foto dengan kamera itu. Hasil foto terakhirnya adalah sebuah potret pohon ubi karet dengan dahan tanpa daun yang tumbuh di depan rumahnya. Seekor ayam bertengger di salah satu dahan. Handuk berwarba merah jambu dan baju hariannya yang dijemur di bawahnya. Dia tidak menyangka foto sederhana itu memikat 12 fotografer kelas dunia dan menjadi pemenang dalam World Press Photo yang diadakan oleh Yayasan anne Frank di Belanda pada tahun 2009.

Ibu Mertayani sangat senang dengan prestasi yang di capai anaknya. Apa yang dia yakini dan lalukan selama ini ternyata tidak sia-sia. Dia pun berharap anaknya bisa mewujudkan apa yang menjadi cita-citanya.

Keistimewaan tokoh pada teks tersebut adalah....

Membantu ibunya berjualan

Pemenang world Press Photo

Melakukan pemotretan berkali-kali

Mencari barang rongsokan di pantai

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

15 mins • 1 pt

Kondisi ekomoni yang sangat sulit memaksa N Wayan Mertayani harus bekerja di usianya yang masih 14 tahun. Pagi hari, dia pergi ke sekolah di SMPN 2 Abang, Bali, kemudian dia membantu ibunya berjualan. Setelah itu, Mertayani mencari barang rongsokan di pinggir pantai. Hal itu dilakukannya sejak ayahnya meninggal. Ia rajin dan tidak mudah putus asa. Semua pekerjaan ia lakukan dengan senang hati. Ketika mencari barang rongsokan, Mertayani meminjam kamera foto milik Mrs. Dolly Amarhoseija, seorang wisatawan yang dikenalnya. Kemudian, dia membuat 15 foto dengan kamera itu. Hasil foto terakhirnya adalah sebuah potret pohon ubi karet dengan dahan tanpa daun yang tumbuh di depan rumahnya. Seekor ayam bertengger di salah satu dahan. Handuk berwarba merah jambu dan baju hariannya yang dijemur di bawahnya. Dia tidak menyangka foto sederhana itu memikat 12 fotografer kelas dunia dan menjadi pemenang dalam World Press Photo yang diadakan oleh Yayasan anne Frank di Belanda pada tahun 2009.

Ibu Mertayani sangat senang dengan prestasi yang di capai anaknya. Apa yang dia yakini dan lalukan selama ini ternyata tidak sia-sia. Dia pun berharap anaknya bisa mewujudkan apa yang menjadi cita-citanya.

Sikap/tindakan tokoh yang patut diteladani pada teks tersebut adalah....

Ia rajin dan gemar menabung

Ia gemar menabung dan disiplin

Ia rajin dan tidak mudah putus asa

Ia tidak mudah putus asa dan hemat

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

15 mins • 1 pt

Kondisi ekomoni yang sangat sulit memaksa N Wayan Mertayani harus bekerja di usianya yang masih 14 tahun. Pagi hari, dia pergi ke sekolah di SMPN 2 Abang, Bali, kemudian dia membantu ibunya berjualan. Setelah itu, Mertayani mencari barang rongsokan di pinggir pantai. Hal itu dilakukannya sejak ayahnya meninggal. Ia rajin dan tidak mudah putus asa. Semua pekerjaan ia lakukan dengan senang hati. Ketika mencari barang rongsokan, Mertayani meminjam kamera foto milik Mrs. Dolly Amarhoseija, seorang wisatawan yang dikenalnya. Kemudian, dia membuat 15 foto dengan kamera itu. Hasil foto terakhirnya adalah sebuah potret pohon ubi karet dengan dahan tanpa daun yang tumbuh di depan rumahnya. Seekor ayam bertengger di salah satu dahan. Handuk berwarba merah jambu dan baju hariannya yang dijemur di bawahnya. Dia tidak menyangka foto sederhana itu memikat 12 fotografer kelas dunia dan menjadi pemenang dalam World Press Photo yang diadakan oleh Yayasan anne Frank di Belanda pada tahun 2009.

Ibu Mertayani sangat senang dengan prestasi yang di capai anaknya. Apa yang dia yakini dan lalukan selama ini ternyata tidak sia-sia. Dia pun berharap anaknya bisa mewujudkan apa yang menjadi cita-citanya.

Pendapat penulis terhadap tokoh pada teks tersebut adalah....

Mertayani memiliki foto sederhana dan menjadi pemenang

Mertayani meminjam kamera foto Mrs. Dolly amarhoseija

Mertayani membantu ibunya berjualan setelah pulang sekolah

Mertayani melakukan pemotretan yang berkali-kali ternyata tidak sia-sia

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

15 mins • 1 pt

Cermati cuplikan biografi berikut!

"walaupun kalah, saya tetap bangga bisa menjadi bagian dari sejarah tenis Indonesia dan bisa bertanding melawan Boris Becker." Kata-kata itu dilontarkan Wailan Mike Donald Walalangi, mantan petenis nasional, ketika menceritakan salah satu pengalaman yang berkesan selama menjadi atlet tenis nasional. Berpasangan dengan Suharyadi, ia turun di grup dunia piala Davus 1989. Tidak tanggung-tanggung ketika itu ia melawan ganda jerman, Boris Becker / Eric Jelen. Kendati kalah 2-6, 4-6, 1-6 dan tim indonesia dihajar 5-0, Wailan tak hilang semangat. Sebaliknya, ia bangga akan pencapaiannya tersebut, Putra Tondano, Sulut yang besar di Sorong Papua ini mengulang sejarah dengan membawa indonesia tampil di grup dunia piala davis. Sebelum prestasi tampil di grup dunia pernah dicatat tahun 1983.

Tindakan yang dapat diteladani dari tokoh tenis Wailan Walalangi dalam kutipan biografi tersebut adalah....

Bangga dapat menjadi lawan bertanding petenis dunia.

Menjadi atlet tenis nasional yang turun di grup Piala Davis

Bangga dapat mengulang prestasi indonesia yang pernah dicapai tahun 1983

Tetap bersemangat dan bangga meskipun kalah bertanding

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?