NEW
Font size
WorksheetsWoG Part I
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
WoG muncul sebagai reaksi atas defragmentasi dan disagregasi struktural akibat implementasi NPM. Beberapa pendekatannya adalah sebagai berikut, kecuali:
koordinasi antar sektoral
merger kelembagaan
dari segregasi ke integrasi
tujuan akhir adalah meningkatnya partisipasi publik
istilah-istillah yang biasa digunakan untuk WoG dibawah ini, kecuali:
policy coordination
joined up government
joined in government
policy coherence
Mengapa koordinasi penting untuk menghilangkan ego sektoral?
karena publik menginginkan perubahan yang lebih baik
untuk menghindari tumpang tindih kegiatan antar sektoral dan menyamakan visi untuk mencapai tujuan bersama
karena perbedaan kondisi masing-masing lembaga harus disikapi dengan meningkatkan SDM dan kepekaan pada masalah
untuk menghindari perselisihan yang timbul dari perbedaan karakter individu dalam organisasi
WoG penting diterapkan di Indonesia karena
Terlalu banyak instansi yang membuat program yang tidak tepat sasaran dan pada akhirnya merugikan masyarakat
Menguatnya penggunaan teknologi informasi di masyarakat untuk mengurus pelayanan administrasi, jasa, barang, maupun regulasi
Banyaknya regulasi membutuhkan sistem informasi teknologi untuk menyosialisasikan ke masyarakat
keragaman budaya dan nilai berpotensi melemahkan persatuan bangsa
Contoh Aliansi Strategis dalam perspektif WoG di Indonesia adalah
Kesepakatan Garuda Indonesia dan JAL untuk membuka rute penerbangan Denpasar-Tokyo
Bank Muamalat meluncurkan dan menjual produk Share-e melalui jaringan Kantor Pos di seluruh Indonesia
Kerjasama Telkom dan Telstra untuk menyediakan solusi jaringan dan aplikasi yang terintegrasi
Penggabungan PT Antara informasi dan PT Telekomunikasi Indonesia menjadi PT Antara Informasi & Telekomunikasi
Praktek WoG dalam pelayanan publik salah satunya adalah dengan membentuk gugus tugas. Hal ini dimaksudkan untuk
mengkoordinasikan berbagai sektor ke dalam satu lembaga untuk menghindari overlap kegiatan
memudahkan koordinasi antar lembaga yang masih terjangkau dan manageable
mendorong adanya penyamaan nilai dan pesepsi tentang suatu hal sehingga terjadi koordinasi alamiah
memfokuskan sumber daya yang terlibat dalam proses koordinasi agar tujuan bisa tercapai maksimal
Kepemimpinan bisa menjadi faktor pendorong keberhasilan WoG sekaligus menjadi hambatan, hal ini karena
Kepemimpinan mengendalikan sektoral ke dalam visi pribadi yang mengutamakan efektifitas dan efisiensi
Kepemimpinan mampu mengakomodasi perubahan nilai dan budaya organisasi untuk mencapai tujuan bersama
Kepemimpinan mendorong tumbuhnya kesepakatan untuk melibatkan publik dalam setiap pengambilan keputusan
Kepemimpinan mampu menutupi kelemahan-kelemahan organisasi ketika dievaluasi
Contoh Pola Pelayanan terpusat adalah
Pelayanan pembuatan STNK
Kantor Pelayanan Pajak Daerah
Pembuatan akte kelahiran
Pembuatan BPKB sepeda motor
Salah satu syarat best practice adalah cara baru pengembangan kebijakan, mendesain program dan pelayanan collegate approach yaitu
pengambilan kebijakan dengan memberikan reward bagi siapa saja yang bisa menampilkan performa terbaik
pengambilan kebijakan dengan cara mensyaratkan keahlian pada masing-masing SDM dalam organisasi
pengambilan kebijakan dengan cara memberikan kesetaraan pada masing-masing sektoral secara dalam pengambilan keputusan
pengambilan kebijakan dengan mengadaptasi nilai-nilai WoG ke dalam budaya organisasi yang dianut sebelumnya
Penerapan e-government di Indonesia belum maksimal karena berbagai hal berikut ini, kecuali
jumlah tenaga ahli informasi dan teknologi yang terbatas
anggaran yang kurang memadai
cyber security yang belum pernah diretas
data yang belum terintegrasi
