NEW
Font size
WorksheetsKarya Tulis Ilmiah
Total questions: 10
Worksheet time: 20mins
Cermati teks berikut untuk menjawab soal!
Daun pepaya ternyata dapat digunakan untuk mengusir hama belalang dan juga ulat putih, hama ini adalah pengganggu yang sering hinggap pada tanaman sayur, termasuk juga tanaman pare.
Belalang dan ulat putih akan memakan daun-daun yang masih muda yang dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman terganggu, dan bahkan menyebabkan tanaman mati.
Kalau tanaman sudah diserang belalang dan ulat, maka tindakan satu-satunya dalah membasmi mereka. Tentu dengan bantuan pestisida biar mereka tidak hadir kembali mengganggu tanaman yang kita tanam. Namun, sebisa mungkin hindari menggunakan pestisida buatan pabrik, apalagi untuk tanaman sayur. Cari alternatif pestisida yang terbuat dari bahan alami, seperti biopestisida dari daun bintaro, yang sangat ampuh membasmi hama tanaman. Bahan alami lain yang juga dapat dibuat menjadi biopestisida pengusir hama adalah daun pepaya. Cara membuatnya relatif mudah. Cara menggunakannya juga tidak perlu menggunakan takaran khusus.
(sumber: https://www.wismakreatif.web.id/2015/04/mengusir-hama-belalang-dan-ulat-putih.html)
Berdasarkan teks di atas, topik yang tepat untuk dikembangkan menjadi karya ilmiah adalah ....
pengendalian hama belalang dan ulat dengan pestisida
hama berupa belalang dan lalat memang harus dibasmi
pembasmian hama dengan belalang dan ulat
perlindungan tanaman dengan pestisida kimia
perlindungan tanaman agar tidak mati
Cermati teks berikut untuk menjawab soal!
Daun pepaya ternyata dapat digunakan untuk mengusir hama belalang dan juga ulat putih, hama ini adalah pengganggu yang sering hinggap pada tanaman sayur, termasuk juga tanaman pare.
Belalang dan ulat putih akan memakan daun-daun yang masih muda yang dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman terganggu, dan bahkan menyebabkan tanaman mati.
Kalau tanaman sudah diserang belalang dan ulat, maka tindakan satu-satunya dalah membasmi mereka. Tentu dengan bantuan pestisida biar mereka tidak hadir kembali mengganggu tanaman yang kita tanam. Namun, sebisa mungkin hindari menggunakan pestisida buatan pabrik, apalagi untuk tanaman sayur. Cari alternatif pestisida yang terbuat dari bahan alami, seperti biopestisida dari daun bintaro, yang sangat ampuh membasmi hama tanaman. Bahan alami lain yang juga dapat dibuat menjadi biopestisida pengusir hama adalah daun pepaya. Cara membuatnya relatif mudah. Cara menggunakannya juga tidak perlu menggunakan takaran khusus.
(sumber: https://www.wismakreatif.web.id/2015/04/mengusir-hama-belalang-dan-ulat-putih.html)
Rumusan masalah yang sesuai dengan topik karya tulis adalah ....
Bagaimanakah cara mengendalikan hama belalang dan ulat pada tanaman?
Mengapa diperlukan pengendalian hama hama belalang dan ulat pada tanaman?
Efektifkah pengendalian hama belalang dan ulat pada tanaman dengan biopestisida?
Apa merek pestisida tersebut?
Siapa yang melakukan pengendalian hama belalang dan ulat pada tanaman?
Cermati teks berikut untuk menjawab soal!
Daun pepaya ternyata dapat digunakan untuk mengusir hama belalang dan juga ulat putih, hama ini adalah pengganggu yang sering hinggap pada tanaman sayur, termasuk juga tanaman pare.
Belalang dan ulat putih akan memakan daun-daun yang masih muda yang dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman terganggu, dan bahkan menyebabkan tanaman mati.
Kalau tanaman sudah diserang belalang dan ulat, maka tindakan satu-satunya dalah membasmi mereka. Tentu dengan bantuan pestisida biar mereka tidak hadir kembali mengganggu tanaman yang kita tanam. Namun, sebisa mungkin hindari menggunakan pestisida buatan pabrik, apalagi untuk tanaman sayur. Cari alternatif pestisida yang terbuat dari bahan alami, seperti biopestisida dari daun bintaro, yang sangat ampuh membasmi hama tanaman. Bahan alami lain yang juga dapat dibuat menjadi biopestisida pengusir hama adalah daun pepaya. Cara membuatnya relatif mudah. Cara menggunakannya juga tidak perlu menggunakan takaran khusus.
(sumber: https://www.wismakreatif.web.id/2015/04/mengusir-hama-belalang-dan-ulat-putih.html)
Tujuan yang dapat dikembangkan pada penelitian sesuai dengan teks tersebut adalah ....
Penelitian ini bertujuan membuat biopestisida alami.
Penelitian ini bertujuan mengefektifkan penggunaan biopestisida.
Penelitian ini bertujuan menggunakan biopestisida secara efektif.
Penelitian ini bertujuan mengendalikan hama tanaman berupa ulat.
Penelitian ini bertujuan menggunakan pestisida secara efektif pada tanaman.
Cermati teks berikut untuk menjawab soal!
Daun pepaya ternyata dapat digunakan untuk mengusir hama belalang dan juga ulat putih, hama ini adalah pengganggu yang sering hinggap pada tanaman sayur, termasuk juga tanaman pare.
Belalang dan ulat putih akan memakan daun-daun yang masih muda yang dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman terganggu, dan bahkan menyebabkan tanaman mati.
Kalau tanaman sudah diserang belalang dan ulat, maka tindakan satu-satunya dalah membasmi mereka. Tentu dengan bantuan pestisida biar mereka tidak hadir kembali mengganggu tanaman yang kita tanam. Namun, sebisa mungkin hindari menggunakan pestisida buatan pabrik, apalagi untuk tanaman sayur. Cari alternatif pestisida yang terbuat dari bahan alami, seperti biopestisida dari daun bintaro, yang sangat ampuh membasmi hama tanaman. Bahan alami lain yang juga dapat dibuat menjadi biopestisida pengusir hama adalah daun pepaya. Cara membuatnya relatif mudah. Cara menggunakannya juga tidak perlu menggunakan takaran khusus.
(sumber: https://www.wismakreatif.web.id/2015/04/mengusir-hama-belalang-dan-ulat-putih.html)
Penulisan judul karya tulis yang tepat adalah ....
Pengendalian hama Belalang dan Ulat Pada Tanaman dengan Biopestisida
Pengendalian Hama belalang dan Ulat pada Tanaman dengan Biopestisida
Pengendalian Hama Belalang dan Ulat pada Tanaman dengan Biopestisida
Pengendalian Hama Belalang Dan Ulat Pada Tanaman dengan Biopestisida
Pengendalian Hama belalang dan ulat pada Tanaman dengan Biopestisida
Berikut yang termasuk salah satu langkah-langkah mengonstruksi karya ilmiah adalah ....
memilih tema, menulis dengan kerangka, membuat paragraf pembuka, dan merevisi
memilih tema, menulis dengan kerangka, merevisi, menyimpulkan isi, dan membandingkan isi
mengidentifikasi informasi, mereduksi isi, menyunting isi, dan membuat ilustrasi
menuliskan data-data, mereduksi isi, menyimpulkan isi, dan meringkas isi
menentukan kriteria penulisan, menginterpretasi isi, dan menyimpulkan isi
Cermati topik karya ilmiah berikut!
Topik : Relevansi Penguasaan Bahasa Indonesia Siswa SMK dalam Meningkatkan Keterampilan Berbahasa
Kalimat penjelas yang sesuai topik tersebut adalah ....
....
(1), (2), dan (3)
(1), (3), dan (5)
(2), (4), dan (5)
(3) dan (4)
(4) dan (5)
Menurut Jujun S. Suriasumantri, bahasa karya ilmiah seharusnya ....
reproduktif, emotif, rasional, efektif, dan koheren
rasional, ambigu, efektif, koheren, dan denotatif
konotatif, ambigu, koheren, rasional, dan reproduktif
reproduktif, denotatif, rasional, efektif, dan koheren
denotatif, emotif, koheren, efektif, dan rasional
Perhatikan langkah-langkah berikut.
(1) Baca dan pahami karya ilmiah yang berupa artikel/makalah/penelitian.
(2) Tentukan kriteria yang hendak digunakan dalam analisis.
(3) Analisislah dengan menggunakan kriteria yang ditentukan.
(4) Tulislah hasil analisis sesuai dengan observasi yang dilakukan.
(5) Interpretasikan hasil analisismu berdasarkan kebutuhan.
(6) Simpulkan hasil analisis mu.
Urutan yang tepat untuk menganalisis isi karya ilmiah adalah ....
(1), (2), (3), (4), (5), (6)
(1), (2), (3), (5), (4), (6)
(2), (1), (3), (4), (5), (6)
(2), (1), (3), (4), (6), (5)
(1), (2), (4), (3), (5), (6)
Pernyataan berikut yang tepat adalah ....
Penulisan karya ilmiah harus komunikatif, artinya uraian yang disampaikan dapat dipahami pembaca.
Penyajian karya ilmiah harus bernalar, artinya tulisan itu harus sistematis, berurutan, tidak logis, ada kohesi dan koherensi, dan mengikuti metode ilmiah yang tepat.
Penulisan karya ilmiah harus ekonomis, artinya kata atau kalimat yang ditulis tidak diseleksi sehingga tersusun secara padat berisi.
Penulisan karya ilmiah harus relevan dengan disiplin ilmu, artinya tulisan ilmiah itu ditulis oleh seseorang yang kurang menguasai bidang tertentu.
Penulisan karya ilmiah berlandaskan teori yang kuat, artinya suatu hasil karya ilmiah bukan objektivitas penulisnya.
Penulisan daftar pustaka yang tepat adalah ....
Bernawi dan M. Arifin. 2015. Teknik Penulisan Karya Ilmiah. Yogyakarta: Ar Ruzz Media.
Bernawi dan M. Arifin. Teknik Penulisan Karya Ilmiah. 2015. Yogyakarta: Ar Ruzz Media.
Bernawi dan M. Arifin. 2015. Teknik Penulisan Karya Ilmiah. Yogyakarta: Ar Ruzz Media.
Bernawi dan M. Arifin. 2015. Teknik Penulisan Karya Ilmiah. Ar Ruzz Media: Yogyakarta.
2015. Bernawi dan M. Arifin. Teknik Penulisan Karya Ilmiah. Yogyakarta: Ar Ruzz Media.
