NEW
Font size
WorksheetsUTS Teknologi Bahan Alam
Total questions: 50
Worksheet time: 25mins
Pembahasan senyawa kimia bahan alam pada awalnya hanya terfokus pada tanaman, sehingga lebih dikenal dengan
Kimia botani
Botani
Bioproses
Fitokimia
Kimia pangan
Senyawa kimia dalam bahan pangan yang juga punya aktivitas sebagai “obat” disebut
Fitokimia
Nutrisi
Nutrasetika
Vitamin
Suplemen
Berikut ini merupakan metabolit sekunder kecuali
Terpenoid
Asam Lemak
Alkaloid
Flavonoid
Karoten
Pigmen jingga pada buah tomat dikenal dengan nama
Beta Karoten
Kurkumin
Likopen
Antosianin
Astaksantin
Minyak atsiri banyak digunakan sebagai parfum/pengharum karena banyak mengandung senyawa golongan
Flavonoid
Steroid
Terpenoid
Alkaloid
Karotenoid
Pada umumnya senyawa yang aktif sebagai antibakteri berasal dari golongan
Asam Amino
Asam Lemak
Terpenoid
Flavonoid
Sakarida
Sedangkan senyawa yang aktif sebagai antioksidan pada umumnya termasuk golongan
Karbohidrat
Flavonoid
Terpenoid
Lipid
Minyak Atsiri
Berikut ini merupakan senyawa pangan fungsional, kecuali
Tokoferol
Isoflavon
DHA
Inulin
Farnesol
Komoditas berikut kaya akan senyawaan polifenol, kecuali
Teh
Anggur
Kakao
Cengkeh
Blueberry
Berikut ini adalah prinsip-prinsip dalam ekstraksi kecuali
High yield
High selectivity
High impurity
High sensitivity
Low limit of quantification
Interaksi antara solute dan solvent tidak dipengaruhi oleh
Tekanan uap solute
Kelarutan solute dalam solvent
Densitas solute
Hidrofobisitas
Keasam-basaan solute dan solvent
Pada kurva ekstraksi, terdapat 3 tahap yaitu diffusion controlled period (DC), constant extraction rate period (CER), dan falling extraction rate period (FER). Urutan yang benar ketiga tahap tersebut adalah
FER, CER, DC
DC, CER, FER
CER, FER, DC
CER, DC, FER
DC, FER, CER
Metode ..........… berlangsung cepat karena tidak perlu mencapai kesetimbangan partisi.
Conventional extraction
Non-conventional extraction
Exhaustive extraction
Non-exhaustive extraction
Soxhlet extraction
Pernyataan yang tidak tepat terkait dengan ekstraksi soxhlet adalah
Hemat solvent
Rendemen lebih tinggi
Khusus senyawa tahan panas
Dapat merusak senyawa
Tidak dipengaruhi kepolaran
Metode ekstraksi yang tidak tergantung kepolaran adalah
Ekstraksi Soxhlet
Perkolasi
Kromatografi
Distilasi
Maserasi
Hal-hal yang tidak perlu dipertimbangkan dalam pemilihan pelarut adalah
Titik Didih
Indeks Bias
Kepolaran
Toksisitas
Harga
Berikut ini yang bukan faktor dalam proses ekstraksi adalah
Jenis Pelarut
Warna Sampel
Suhu
Rasio Sampel & Pelarut
Waktu Ekstraksi
Pre-treatment ekstraksi senyawa polar kadang dilakukan menggunakan pelarut nonpolar untuk
Mengekstrak senyawa nonpolar
Menghilangkan senyawa nonpolar
Meningkatkan rendemen
Memodifikasi kepolaran pelarut
Mencampur senyawa polar & nonpolar
Urutan pelarut dari yang paling polar adalah
Methanol, Etanol, Air, Dietil Eter, Heksana
Etanol, Methanol, Air, Dietil Eter, Heksana
Air, Etanol, Methanol, Dietil Eter, Heksana
Air, Methanol, Etanol, Dietil Eter, Heksana
Methanol, Air, Etanol, Dietil Eter, Heksana
Ekstraksi flavonoid yang termostabil sangat cocok dilakukan dengan metode
Maserasi dengan pelarut heksana
Perkolasi dengan pelarut etanol
Distilasi uap
Ekstraksi soxhlet dengan pelarut etanol
Ekstraksi soxhlet dengan pelarut heksana
Rentang frekuensi conventional power ultrasound yang tepat adalah
20 kHz – 10 MHz
16 kHz – 20 kHz
1 kHz – 200 kHz
20 kHz – 100 kHz
20 kHz – 2 MHz
Efek utama yang dihasilkan gelombang ultrasonik adalah
Agitasi
Centrifugasi
Kompresi
Kavitasi
Tendensi
Penyebab utama terjadi kavitasi pada gelombang ultrasonik adalah
Siklus tensile dan compressive
Siklus compression dan rarefaction
Siklus evaporasi dan pendinginan
Siklus drying dan cooling
Siklus compression dan fractionation
Dampak signfikan yang dihasilkan bubble collapse mampu untuk menghancurkan bacil cells, hal tersebut dikarenakan pengaruh
Acoustic cycle
High pressure
High temperature
5.000 K dan 5.000 atm
Evaporasi solven
umber energi gelombang ultrasonik dihasilkan oleh instrumen
Expander
Transformer
Transducer
Magnetron
Compressor
Transducer gelombang ultrasonik diklasifikasikan menjadi dua kategori, yakni
Probe dan bath
Mantle dan bath
Probe dan horn
Lab scale dan industrial scale
Reactor dan bath
Berikut adalah physical parameter yang mempengaruhi esktraksi UAE, kecuali
Power dan frequency
Power intensity
Shape ultrasonic reactor
Size ultrasonic reactor
Solvent purity
Berikut adalah medium parameter yang mempengaruhi esktraksi UAE, kecuali
Solvent type
Temperature
Presence of dissolved gas
Vapor pressure solvent
Matrix purity
Berikut adalah pernyataan yang tepat mengenai pengaruh matrix parameter terhadap UAE, kecuali
Moisture content matrix berpengaruh pada solvent yang digunakan
Solvent sangat berpengaruh terhadap solubility senyawa target dalam matrix
Intensitas cavitation bubbles berkorelasi positif terhadap moisture content matrix
UAE dipengaruhi oleh solid/liquid ratio pada sistem yang heterogen
Semakin kecil ukuran matrix, maka kuantitas senyawa target semakin meningkat
Berikut adalah keunggulan metode UAE pada proses ekstraksi bahan alam disbanding dengan metode konvensional, kecuali
Meningkatkan yield
Mengurangi waktu proses
Mengurangi volume pelarut
Lebih hemat energi
Mengurangi biaya investasi awal
Gelombang mikro merupakan salah gelombang elektromagnet yang memiliki spektrum frekuensi dan panjang gelombang berkisar
300 MHz – 300 GHz dan 12,2 cm
20 kHz – 2 MHz dan 12,2 cm
20 kHz – 10 MHz dan 12,2 cm
16 kHz – 20 kHz dan 12,2 cm
1 kHz – 200 kHz dan 12,2 cm
Mekanisme pemanasan microwave yang disebabkan karena adanya tabrakan (collision) dan friksi antar molekul yang mengalami perubahan kutub ion adalah
Dipole rotation
Electromagnetic field
Ionic conduction
Heat generation
Microwave irradiation
Mekanisme pemanasan microwave yang disebabkan oleh thermal disorder akibat tingginya frekuensi perubahan dipole moments pada molekul polar adalah
Dipole rotation
Electromagnetic field
Ionic conduction
Heat generation
Microwave irradiation
Salah satu keunggulan microwave heating dibandingkan dengan conventional heating pada proses ekstraksi adalah
Kemampuan solvent mengabsorb microwave energy
Suhu matrix lebih dingin dibandingkan dengan suhu solvent
Suhu matrix lebih panas dibandingkan dengan suhu solvent
Adanya aliran konveksi pada fase uap
Arah flux perpindahan panas berlawanan dengan perpindahan massa
Salah satu contoh pelarut yang paling tepat pada proses ekstraksi MAE dikarenakan konstanta dialektriknya tinggi adalah
Water
Acetonitrile
Hexane
Heptane
Dichloromethane
Pernyataan yang tepat terkait karakteristik metode MAE adalah
Panas yang diterima sistem mengakibatkan kenaikan suhu pelarut
Panas dari gelombang mikro mengakibatkan cairan dalam sel terevaporasi dan menghancurkan dinding sel
Adanya transfer massa senyawa target dari matriks menuju pelarut
Transfer panas yang terjadi sulit dikendalikan
Gelombang mikro menghasilkan efek pengadukan
Perbedaan yang paling mendasar pada instrumen MAE monomode dan multimode adala
Ukuran magnetron
Material microwave vessel
Beda suhu matrix yang sangat signifikan
Adanya kondensor
Beda resonansi gelombangnya
Perbedaan yang paling mendasar pada extractor tipe open dan closed systems adalah
Diameter extractor
Ketersediaan Exhaust Valve
Isotermal vs adiabatis
Jenis kondensor yang digunakan
Tekanan operasi
Berikut adalah parameter yang mempengaruhi proses ekstraksi MAE, kecuali
Komposisi pelarut
Rasio pelarut/matriks
Suhu dan tekanan operasi
Waktu ekstraksi
Frekuensi gelombang mikro
erikut merupakan contoh metode green extraction MAE, kecuali
Solvent-free Microwave Extraction
Microwave Hydro-diffusion and Gravity
Vacuum Microwave Hydro-distillation
Microwave Hydro-distillation
Ionic Liquid Microwave Assisted Extraction
Berikut adalah keunggulan metode Supercritical Fluid Extraction (SFE) jika dibandingkan dengan metode konvensional, kecuali
Waktu ekstraksi lebih singkat
Lebih selektif terhadap senyawa target
Ramah lingkungan
Yield meningkat
Beroperasi pada tekanan kritis
Berikut ini adalah pernyataan tepat tentang karakteristik fluida superkritis yaitu
Densitasnya menyerupai densitas gas
Tegangan permukaan maksimal
Konduktivitas termal rendah
Viskositas menyerupai viskositas gas
Solubility parameter meningkat dengan kenaikan suhu operasi
Pelarut yang umum digunakan sebagai pelarut SFE adalah
CO2
CO
N2
H2O
N-hexane
Salah satu keunggulan CO2 sebagai pelarut SFE adalah, kecuali
Fase gas pada suhu tinggi
Non-oxidant medium
High recovery
More selective
Inert terhadap matriks
Salah satu kelemahan CO2 sebagai pelarut SFE adalah
High solvent strength
Low critical temperature
Non polar solvent
High diffusivity
Gaseous at room temperature & pressure
Dua tahapan utama dalam ekstraksi SFE adalah
Ekstraksi dan fraksinasi pelarut
Ekstraksi dan pemisahan senyawa target
Pemanasan dan evaporasi senyawa target
Pemanasan dan fraksinasi senyawa target
Ekstraksi dan kristalisasi senyawa target
Letak perbedaan yang paling mendasar pada instrumen ekstraksi SFE solid dan liquid sample adalah
Extractor
High pressure pump
Trapping vessel
CO2 flowrate
Modifier solvent
arameter raw material yang berpengaruh terhadap performa ekstraksi SFE, kecuali
Particle size
Porosity
Location of the solute
Moisture content
Solubility of solvent
Solubility parameter solvent pada proses SFE sangat dipengaruhi oleh
Solubility of CO2 liquid
Pressure
Temperature
Pressure & temperature
Solubility of CO2 gas
Alasan utama penggunaan modifier solvent pada ekstraksi SFE berbasis pelarut gas CO2 adalah
CO2 price
CO2 Polarity
Modifier solvent price
Toxicity of CO2
Critical temperature of CO2
