WorksheetsSoal Pelatihan P3K- PT Safe Tra Indonesia
Total questions: 15
Worksheet time: 8mins
Berikut ini yang merupakan indikasi dilakukannya bantuan hidup dasar dan resusitasi jantung paru adalah :
Pingsan
Henti nafas dan henti jantung
Pendarahan
Patah tulang
Prinsip dalam pemberian bantuan hidup dasar ialah
Airway – Circulation – Breathing
Breathing – Circulation – Airway
Circulation – Airway – Breathing
Airway – Breathing – Circulation
Posisi penolong saat melakukan kompresi dada dalam resusitasi jantung paru ialah berada pada?
Sebelah kanan korban
Sebelah kiri korban
Sebelah depan korban
Sebelah belakang korban
Salah satu metode dalam memberikan bantuan terhadap korban tersedak ialah?
External cardiac compression
Jaw thrust
Head tilt chin lift
Abdominal bow
Urutan dalam menghentikan perdarahan ialah sebagai berikut :
Kompresi – Elevasi – Resusitasi
Resusitasi – Elevasi – Kompresi
Kompresi – Resusitasi – Elevasi
Elevasi – Kompresi - Resusitasi
Jenis perdarahan berikut yang sangat berbahaya ialah:
Perdarahan arteri
Perdarahan vena
Perdarahan kapiler
Perdarahan dalam
Urutan prinsip penanganan luka ialah sebagai berikut:
Hentikan perdarahan - Jaga luka tetap bersih - Kenali penyebab - Cegah infeksi - Tutup luka
Jaga luka tetap bersih - Hentikan perdarahan - Kenali penyebab – Cegah infeksi – Tutup luka
Kenali penyebab - Cegah infeksi - Jaga luka tetap bersih - Hentikan perdarahan - Tutup luka
Cegah infeksi - Hentikan perdarahan - Tutup luka - Jaga luka tetap bersih - Kenali penyebab
Berikut ini bukan merupakan gejala klinis pada kondisi fraktur (patah tulang) ialah :
Deformitas
Demam
Bengkak
Nyeri
Pendekatan diagnosis fraktur (patah tulang) ialah melalui urutan sbb:
Feel – Look – Move
Look – Move – Feel
Move – Look – Feel
Look – Feel – Move
Penanganan fraktur (patah tulang) yang secara umum dapat dilakukan bagi orang awam ialah:
Reposisi
Imobilisasi
Operasi
Pemberian obat
Salah satu prinsip yang harus diperhatikan ketika melakukan pembidaian ialah:
Mencakup satu sendi
Posisi anatomis
Diikat sangat kencang
Dilakukan reposisi terlebih dahulu
Metode evakuasi yang dilakukan bagi korban dengan cedera tulang belakang ialah dengan menggunakan metode:
Drag method
Cradle method
Fore and aft carry
Three rescuer lift and carry
Rest, Ice, Compress, dan Elevate (RICE) adalah prinsip penanganan kasus lapangan sebagai berikut:
Epistaxis / mimisan
Patah tulang (fraktur)
Luka memar
Heat stroke
Latihan fisik di lingkungan yang sangat panas dapat menyebabkan:
Heat Cramp
Hipoglikemi
Heat Stroke
Maag
Jika pada korban ditemukan perdarahan cukup banyak pada lengan kanan, patah tulang terbuka pada kaki kiri, dan henti nafas, urutan yang benar dalam penanganan kasus tersebut yakni:
Patah tulang – perdarahan – henti nafas
Perdarahan – patah tulang – henti nafas
Henti nafas – patah tulang – perdarahan
Henti nafas – perdarahan – patah tulang
