NEW
Font size
WorksheetsEMS (Engine Management Sistem) II
Total questions: 30
Worksheet time: 15mins
Jenis sensor yang datanya terlebih dahulu harus diubah menjadi digital oleh converter A-D pada ECU adalah:
Kunci Kontak
TPS
Hall Sensor
Sensor Optic
Switch AC
Emisi gas CO2 adalah menjadi indkator pembakaran yang baik, namun juga menjadi gas yang berbahaya, sebab akan:
terjadi knocking
keracunan tubuh
terjadi efek rumah kaca
mengganggu pandangan
mengganggu pernafasan
Dampak penggunaan model system injeksi Commonrail adalah:
Tidak perlu menggunakan glow plug
Butiran bahan bakar lebih besar
Automatic timer pada pompa tekanan tinggi menjadi lebih lembut
Tekanan Kompresi dapat diturunkan
Tekanan injeksi lebih tinggi
Saat kunci kontak di-ON-kan pertama kali, akan terdengar bunyi desingan pompa bahan bakar. Model kontrol ini bertujuan untuk:
Mengurangi tekanan bahan bakar di dalam fuel rail
Sebagai sinyal ke ECU bahwa pompa bekkerja
Memastikan bahan bakar cukup pada saluran
Memperpanjang waktu starter
Menambah tegangan motor starter
Pembacaan tahanan WTS menunjukkan 500 Ohm, apabila WTS normal maka temperature air pendingin seharusnya menunjukkan kisaran:
80 derajad Celcius
30 derajad Celcius
40 derajad Celcius
120 derajad Celcius
20 derajad Celcius
Apabila terjadi pemasangan intake manifold kendor, akan berdampak terhadap putaran mesin menjadi
Putaran idle terlalu tinggi
Putaran Idle terlalu rendah
Putaran idle mati
Putaran tinggi tersendat
Over running
Pernyataan yang tepat tentang system pengapian Distributor-less adalah:
Apabila salah satu Ignition Coil rusak system pengapian tidak bekerja pada semua silinder
Pemajuan Timing Ignition berlawanan arah putaran rotor
Apabila salah satu busi mati, busi pasangannya tidak akan bekerja
Ignition Coil dapat diletakkan jauh dari mesin
Pada setiap silinder terpasang dua busi
Kondisi berikut yang tidak dapat dideteksi oleh sensor pada engine management system adalah
Konektor TPS putus
Temperatur udara yang melewati ISC valve
Busi bocor
Ketukan dari dalam ruang bakar
Oksigen hasil pembakaran
Tejadinya HC pada gas buang motor diesel, salah satu penyebabnya adalah
timing injeksi tidak tepat
timer tidak berfungsi
tekanan injeksi terlalu tinggi
Jumlah udara dalam silinder kurang
mesin overheating
Warna busi coklat ke abu-abuan dan terdapat sedikit keausan pada elektrodanya menunjukkan kondisi busi dan pembakaran didalam silinder:
Campuran terlalu kurus atau lean
Terlalu dingin
Campuran terlalu kaya atau rich
Campuran dan pembakaran Normal
Terlalu panas
Sistem tambahan yang berfungsi sebagai alat bantu diagnose pada Engine Management System adalah:
Bank Angel Sensor
Malfunction Indicator Lamp
Sistem Open loop
Sistem Close loop
Three Way Catalist
Pada saat reluktor berada pada posisi terdekat (segaris) dengan magnet (coil), maka sensor induktif akan menghasilkan tegangan:
5 Volt
Maksimum (+)
Minimum (-)
Nol Volt
12 volt
Oksigen sensor bekerja memberikan umpan balik atau Feed Back kepada ECU tentang:
Produk campuran yang akan diproses di dalam silinder
Produk campuran yang sudah diproses di dalam silinder
Timing pengapian yang telah berlangsung
Tingginya temperature gas buang
Timing pengapian yang akan ditetapkan
Salah satu perbedaan system injeksi Commonrail dengan injeksi pada motor bensin EFI adalah:
Injektor dibuka oleh tekanan bahan bakar
Menggunakan pompa tekanan rendah
Regulator bahan bakar terletak pada tangki solar
Common rail membutuhkan injector sejumlah silinder
Common rail menggunakan pompa tekanan tinggi
Pemasangan pompa bahan bakar didalam tangki memberikan keuntungan:
Mencegah bahan bakar dari pembekuan
Mengurangi beban listrik
Meredam suara pompa
Mengurangi tekanan bahan bakar
Mencegah udara didalam saluran bahan bakar
Tekanan bahan bakar pada rail yang terlalu tinggi dan tidak dapat diturunkan oleh katup pembatas tekanan, maka kompensasi yang dilakukan oleh ECU adalah:
Menambah jumlah udara yang masuk
Menambah durasi injeksi
Memajukan timing injeksi
Mengurangi durasi injeksi
Mengurangi jumlah udara yang masuk
Pengaturan timing injeksi pada system Commonrail menggunakan metode
Pengaturan waktu dimulainya pembukaan injector
Mengurangi tekanan pada rail
Meningkatkan tegangan pada injektor
Pengaturan durasi pembukaan injector
Menaikkan tekanan injeksi
Pada saat deselerasi, logika ECU akan memberikan perintah:
Penurunan durasi injeksi
Penambahan durasi injeksi
Penambahan pembukaan ISC
Pemajuan saat pengapian
Timing pengapian pada posisi tetap
Pengukuran tekanan bahan bakar dilakukan pada:
Saluran sebelum pompa
Jalur antara pompa dan fuel rail
Saluran pengembali
Saluran setelah fuel rail.
Rumah injektor
Dampak yang terjadi apabila rangkaian pada CKP sensor terputus adalah:
Timing pengapian menjadi mundur
Mesin tidak bias hidup
Mesin susah starter
Timing pengapian menjadi maju
MIL berkedip konstan
Jenis sensor yang menghasilkan sinyal dalam bentuk digital adalah:
IATS
TPS
Sensor induktif
Hall Sensor
WTS
Terjadinya emisi asam pada gas buang dan menyebabkan terjadinya hujan asam, disebabkan karena:
kandungan sulfur bahan bakar
kandungan nitrogen bahan bakar
pembakaran terlalu cepat
kandungan oli proses pembakaran
adanya carbon diokside
Penambahan putaran idle mesin yang diatur oleh ECU melalui penambahan pembukaan ISC valve, terjadi apabila:
Perpindahan kecepatan pada transmisi otomatis
Terjadi knocking.
Tekanan bahan bakar meningkat
Timing Injeksi dimundurkan
Penurunan tegangan baterai
Apabila diukur tanpa kevakuman atau pada tekanan atmosfir (101,3 kPa), maka tegangan kerja yang tepat pada keluaran/output terminal PIM MAP sensor adalah sebesar:
Lebih dari 4 volt
Sekitar 3 volt
Sekitar 1 volt
Sekitar 2 volt
Sesuai tegangan baterai
Tekanan pada intake manifold saat akselerasi, pembacaan MAP sensor akan menunjukkan tekanan:
Turun bertahap
Posisi konstan
Paling rendah
Sama dengan posisi idle
Paling tinggi
Pada mesin sepeda motor yang menggunakan control Engine Management System, MAP sensor umumnya terletak pada:
Didalam rumah filter udara
Sebelum Air Mass Flow sensor
Throotle body
Cylynder Block
ujung depan Intake manifold
Mesin diesel dikenal sebagai Lean Combustion Engine, maka pada gas buangnya:
Kadar Hidrocarbon lebih tinggi
Kadar Nitrogenmonoksida lebih tinggi
Nilai lambda lebih rendah
Kadar Karbonmonoksida lebih tinggi
Kadar Oktan lebih tinggi
Penambahan atau pengurangan kuantitas penginjeksian bahan bakar pada injector diatur oleh ECU melalui perubahan:
Timing Injeksi
PWM
tekanan bahan bakar
Medan magnet injector
jumlah lubang injektor
Pada model close loop, sensor yang mengevaluasi produk pembakaran engine adalah:
Sensor tekanan bahan bakar
Air Mass Flow sensor
Air regulator
Oksigen sensor
MAP Sensor
Tegangan masuk ke TPS atau tegangan VC adalah berkisar:
5 volt
Sesuai tegangan baterai
3 volt
Sesuai pergerakan Trottle valve
2 volt
