wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

EMS (Engine Management Sistem) II

Total questions: 30

Worksheet time: 15mins

Name
Class
Date
1.

Jenis sensor yang datanya terlebih dahulu harus diubah menjadi digital oleh converter A-D pada ECU adalah:

a)

Kunci Kontak

b)

TPS

c)

Hall Sensor

d)

Sensor Optic

e)

Switch AC

2.

Emisi gas CO2 adalah menjadi indkator pembakaran yang baik, namun juga menjadi gas yang berbahaya, sebab akan:

a)

terjadi knocking

b)

keracunan tubuh

c)

terjadi efek rumah kaca

d)

mengganggu pandangan

e)

mengganggu pernafasan

3.

Dampak penggunaan model system injeksi Commonrail adalah:

a)

Tidak perlu menggunakan glow plug

b)

Butiran bahan bakar lebih besar

c)

Automatic timer pada pompa tekanan tinggi menjadi lebih lembut

d)

Tekanan Kompresi dapat diturunkan

e)

Tekanan injeksi lebih tinggi

4.

Saat kunci kontak di-ON-kan pertama kali, akan terdengar bunyi desingan pompa bahan bakar. Model kontrol ini bertujuan untuk:

a)

Mengurangi tekanan bahan bakar di dalam fuel rail

b)

Sebagai sinyal ke ECU bahwa pompa bekkerja

c)

Memastikan bahan bakar cukup pada saluran

d)

Memperpanjang waktu starter

e)

Menambah tegangan motor starter

5.

Pembacaan tahanan WTS menunjukkan 500 Ohm, apabila WTS normal maka temperature air pendingin seharusnya menunjukkan kisaran:

a)

80 derajad Celcius

b)

30 derajad Celcius

c)

40 derajad Celcius

d)

120 derajad Celcius

e)

20 derajad Celcius

6.

Apabila terjadi pemasangan intake manifold kendor, akan berdampak terhadap putaran mesin menjadi

a)

Putaran idle terlalu tinggi

b)

Putaran Idle terlalu rendah

c)

Putaran idle mati

d)

Putaran tinggi tersendat

e)

Over running

7.

Pernyataan yang tepat tentang system pengapian Distributor-less adalah:

a)

Apabila salah satu Ignition Coil rusak system pengapian tidak bekerja pada semua silinder

b)

Pemajuan Timing Ignition berlawanan arah putaran rotor

c)

Apabila salah satu busi mati, busi pasangannya tidak akan bekerja

d)

Ignition Coil dapat diletakkan jauh dari mesin

e)

Pada setiap silinder terpasang dua busi

8.

Kondisi berikut yang tidak dapat dideteksi oleh sensor pada engine management system adalah

a)

Konektor TPS putus

b)

Temperatur udara yang melewati ISC valve

c)

Busi bocor

d)

Ketukan dari dalam ruang bakar

e)

Oksigen hasil pembakaran

9.

Tejadinya HC pada gas buang motor diesel, salah satu penyebabnya adalah

a)

timing injeksi tidak tepat

b)

timer tidak berfungsi

c)

tekanan injeksi terlalu tinggi

d)

Jumlah udara dalam silinder kurang

e)

mesin overheating

10.

Warna busi coklat ke abu-abuan dan terdapat sedikit keausan pada elektrodanya menunjukkan kondisi busi dan pembakaran didalam silinder:

a)

Campuran terlalu kurus atau lean

b)

Terlalu dingin

c)

Campuran terlalu kaya atau rich

d)

Campuran dan pembakaran Normal

e)

Terlalu panas

11.

Sistem tambahan yang berfungsi sebagai alat bantu diagnose pada Engine Management System adalah:

a)

Bank Angel Sensor

b)

Malfunction Indicator Lamp

c)

Sistem Open loop

d)

Sistem Close loop

e)

Three Way Catalist

12.

Pada saat reluktor berada pada posisi terdekat (segaris) dengan magnet (coil), maka sensor induktif akan menghasilkan tegangan:

a)

5 Volt

b)

Maksimum (+)

c)

Minimum (-)

d)

Nol Volt

e)

12 volt

13.

Oksigen sensor bekerja memberikan umpan balik atau Feed Back kepada ECU tentang:

a)

Produk campuran yang akan diproses di dalam silinder

b)

Produk campuran yang sudah diproses di dalam silinder

c)

Timing pengapian yang telah berlangsung

d)

Tingginya temperature gas buang

e)

Timing pengapian yang akan ditetapkan

14.

Salah satu perbedaan system injeksi Commonrail dengan injeksi pada motor bensin EFI adalah:

a)

Injektor dibuka oleh tekanan bahan bakar

b)

Menggunakan pompa tekanan rendah

c)

Regulator bahan bakar terletak pada tangki solar

d)

Common rail membutuhkan injector sejumlah silinder

e)

Common rail menggunakan pompa tekanan tinggi

15.

Pemasangan pompa bahan bakar didalam tangki memberikan keuntungan:

a)

Mencegah bahan bakar dari pembekuan

b)

Mengurangi beban listrik

c)

Meredam suara pompa

d)

Mengurangi tekanan bahan bakar

e)

Mencegah udara didalam saluran bahan bakar

16.

Tekanan bahan bakar pada rail yang terlalu tinggi dan tidak dapat diturunkan oleh katup pembatas tekanan, maka kompensasi yang dilakukan oleh ECU adalah:

a)

Menambah jumlah udara yang masuk

b)

Menambah durasi injeksi

c)

Memajukan timing injeksi

d)

Mengurangi durasi injeksi

e)

Mengurangi jumlah udara yang masuk

17.

Pengaturan timing injeksi pada system Commonrail menggunakan metode

a)

Pengaturan waktu dimulainya pembukaan injector

b)

Mengurangi tekanan pada rail

c)

Meningkatkan tegangan pada injektor

d)

Pengaturan durasi pembukaan injector

e)

Menaikkan tekanan injeksi

18.

Pada saat deselerasi, logika ECU akan memberikan perintah:

a)

Penurunan durasi injeksi

b)

Penambahan durasi injeksi

c)

Penambahan pembukaan ISC

d)

Pemajuan saat pengapian

e)

Timing pengapian pada posisi tetap

19.

Pengukuran tekanan bahan bakar dilakukan pada:

a)

Saluran sebelum pompa

b)

Jalur antara pompa dan fuel rail

c)

Saluran pengembali

d)

Saluran setelah fuel rail.

e)

Rumah injektor

20.

Dampak yang terjadi apabila rangkaian pada CKP sensor terputus adalah:

a)

Timing pengapian menjadi mundur

b)

Mesin tidak bias hidup

c)

Mesin susah starter

d)

Timing pengapian menjadi maju

e)

MIL berkedip konstan

21.

Jenis sensor yang menghasilkan sinyal dalam bentuk digital adalah:

a)

IATS

b)

TPS

c)

Sensor induktif

d)

Hall Sensor

e)

WTS

22.

Terjadinya emisi asam pada gas buang dan menyebabkan terjadinya hujan asam, disebabkan karena:

a)

kandungan sulfur bahan bakar

b)

kandungan nitrogen bahan bakar

c)

pembakaran terlalu cepat

d)

kandungan oli proses pembakaran

e)

adanya carbon diokside

23.

Penambahan putaran idle mesin yang diatur oleh ECU melalui penambahan pembukaan ISC valve, terjadi apabila:

a)

Perpindahan kecepatan pada transmisi otomatis

b)

Terjadi knocking.

c)

Tekanan bahan bakar meningkat

d)

Timing Injeksi dimundurkan

e)

Penurunan tegangan baterai

24.

Apabila diukur tanpa kevakuman atau pada tekanan atmosfir (101,3 kPa), maka tegangan kerja yang tepat pada keluaran/output terminal PIM MAP sensor adalah sebesar:

a)

Lebih dari 4 volt

b)

Sekitar 3 volt

c)

Sekitar 1 volt

d)

Sekitar 2 volt

e)

Sesuai tegangan baterai

25.

Tekanan pada intake manifold saat akselerasi, pembacaan MAP sensor akan menunjukkan tekanan:

a)

Turun bertahap

b)

Posisi konstan

c)

Paling rendah

d)

Sama dengan posisi idle

e)

Paling tinggi

26.

Pada mesin sepeda motor yang menggunakan control Engine Management System, MAP sensor umumnya terletak pada:

a)

Didalam rumah filter udara

b)

Sebelum Air Mass Flow sensor

c)

Throotle body

d)

Cylynder Block

e)

ujung depan Intake manifold

27.

Mesin diesel dikenal sebagai Lean Combustion Engine, maka pada gas buangnya:

a)

Kadar Hidrocarbon lebih tinggi

b)

Kadar Nitrogenmonoksida lebih tinggi

c)

Nilai lambda lebih rendah

d)

Kadar Karbonmonoksida lebih tinggi

e)

Kadar Oktan lebih tinggi

28.

Penambahan atau pengurangan kuantitas penginjeksian bahan bakar pada injector diatur oleh ECU melalui perubahan:

a)

Timing Injeksi

b)

PWM

c)

tekanan bahan bakar

d)

Medan magnet injector

e)

jumlah lubang injektor

29.

Pada model close loop, sensor yang mengevaluasi produk pembakaran engine adalah:

a)

Sensor tekanan bahan bakar

b)

Air Mass Flow sensor

c)

Air regulator

d)

Oksigen sensor

e)

MAP Sensor

30.

Tegangan masuk ke TPS atau tegangan VC adalah berkisar:

a)

5 volt

b)

Sesuai tegangan baterai

c)

3 volt

d)

Sesuai pergerakan Trottle valve

e)

2 volt